Balita Dibaca 4,367 kali

10 Cara Merawat Rambut Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 28 September, 2019 19:09

10 Cara Merawat Rambut Anak

Apakah Ibu punya masalah dalam merawat rambut anak? Merawat rambut bayi dan batita terbilang gampang-gampang susah. Ibu perlu mengenali jenis rambut buah hati dan aktivitas anak. Barulah kemudian perawatan yang cocok bisa dilakukan. Sebagian anak-anak ada pula yang mengalami masalah rambut sejak usia dini. Untuk keadaan seperti ini tentunya Ibu perlu melakukan perawatan ekstra.

Pengaruh kehamilan pada rambut anak

Rambut anak mulai tumbuh sebelum ia lahir. Faktanya, janin mulai mengalami pertumbuhan rambut di usia kehamilan 5 bulan. Selama 4 minggu terakhir kehamilan menjelang dilahirkan, rambut anaktumbuh lebih tebal.

Ada mitos yang mengatakan kalau wanita hamil yang menderita heartburn biasanya melahirkan bayi dengan rambut yang lebat. Nah, mitos ini akhirnya diteliti di tahun 2006. Sekelompok peneliti melibatkan 64 Ibu hamil dan meminta mereka menilai tingkat keparahan heartburn yang mereka alami selama hamil. Lalu para peneliti ini mencocokkan dengan volume rambut anak yang dilahirkan oleh ibu-ibu ini. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata Ibu hamil yang mengalami heartburn dengan tingkat keparahan yang sangat terasa melahirkan bayi berambut lebih lebat daripada Ibu yang tidak mengalami heartburn. 

Penelitian ini menyimpulkan kalau tingkat hormon tertentu seperti estrogen bisa membuat esophageas sphincter meregang dan menyebabkan heartburn. Hormon yang sama juga mempengaruhi pertumbuhan rambut anak yang bisa meningkat selama kehamilan. Keparahan heartburn memang tidak menjadi tanda pasti bayi akan lahir dengan banyak rambut, tapi ini bisa menjadi indikatornya.

Tak ada yang tahu pasti mengapa sebagian bayi lahir dengan banyak rambut dan sebagian yang lain tidak memiliki rambut sama sekali. Para ahli meyakini, kondisi rambut anak saat lahir berkaitan erat dengan hormon ibu dan juga faktor genetik.

Cara merawat rambut anak, bayi dan batita

Nah Bu, apapun kondisi rambut anak sebaiknya tak perlu terlalu khawatir. Berikut cara merawat rambut anak mulai dari bayi hingga usia batita:

  • Hindari mencuci rambut anak setiap hari ya Bu apalagi pada bayi yang baru lahir. Hanya gunakan shampo dua kali saja dalam seminggu.

  • Rambut anak tipis ataupun tebal, gunakan sedikit shampo Takarannya tak lebih dari dari seukuran koin ya Bu.

  • Ketika mencuci rambut anak, Ibu perlu sangat berhati-hati. Ibu harus memegang erat bayi dengan cara yang benar agar bayi merasa nyaman. Sambil mencuci rambut anak, ajaklah bayi berbicara dengan nada yang lembut.

  • Ketika menggunakan shampo di kulit kepala bayi,lakukan pijatan dengan perlahan. Pijatan yang terlalu cepat bisa membuat folikel rambut stres dan mempercepat kerontokan serta kerusakan rambut anak. Pijatan yang lembut juga bisa mencegah terjadinya masalah kulit kepala bayi, seperti cradle cap. Cradle cap bisa diatasi dengan menggunakan krim cortisone. Tetapi sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum membeli atau menggunakan krim ini untuk anak-anak.

  • Sisirlah rambut anak dengan sikat berbulu halus atau sisir dengan gigi yang jarang supaya sisir tidak tersangkut atau menarik rambut anak.

  • Meskipun terlihat lucu dan menggemaskan, sebaiknya hindari mengenakan bando atau kuncir pada bayi ya Bu. Bando atau kuncir rambut bisa menarik rambut anak ke belakang terlalu kencang dan akhirnya bisa merusak rambut anak.

  • Memasuki usia batita, anak menjadi sangat aktif bergerak sehingga segala macam kotoran bisa masuk ke rambut anak. Untuk membersihkan rambut anak yang kotor, sisirlah rambut anak terlebih dahulu agar tidak kusut. Barulah setelah itu gunakan shampo untuk mencuci rambut anak yang kotor.

  • Ketika mencuci rambut anak usia batita, lakukanlah secara perlahan. Pilih shampo yang sangat lembut dan tidak menimbulkan rasa pedih jika mengenai Pencucian rambut anak perlu dilakukan hati-hari sebab tak hanya shampo yang bisa menyebabkan iritasi. Air juga bisa mengganggu mata anak lho Bu. Gunakan shower agar bisa mengarahkan air ke bagian yang diinginkan dan pastikan kepala anak sedikit miring ke belakang saat Ibu mencuci rambut anak.

  • Sama seperti bayi, Ibu tak perlu mencuci rambut anak usia batita setiap hari. Kecuali jika rambut anak sangat kotor. Cukup cuci rambut anak dengan shampo sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

  • Saat menggunakan shampo, bilas seluruh kepala anak hingga merata. Jangan biarkan sisa shampo tertinggal sebab akan membuat rambut anak semakin kotor.

Lalu bagaimana jika anak tidak mau keramas? Anak yang tak bisa tenang saat dibersihkan rambutnya memang menjadi masalah bagi setiap ibu. Kalau sudah begini cobalah beberapa taktik untuk membujuknya. Misalnya saja dengan menggunakan cermin agar ia bisa melihat ketika Ibu membersihkan rambut anak sambil bermain, biarkan anak untuk menggunakan shampo pada rambutnya sendiri, pilih shampo khusus yang berbau harum atau bergambar karakter favorit anak, atau bisa juga dengan mengalihkan perhatian anak dengan bernyanyi, bercerita, atau menggunakan mainan saat mandi.

Perawatan rambut anak sejak baru lahir menjadi sebuah keharusan lho Bu untuk mencegah berkembangnya infeksi bakteri atau jamur pada kulit kepala anak. Meski tak ada rambut di kepala bayi, bukan berarti kulit kepalanya tidak perlu dibersihkan ya Bu.

Jangan lupa juga ya Bu, untuk bayi selalu menggunakan sisir, sikat, baby lotion, serta petroleum jel khusus untuk bayi. Jangan menggunakan produk untuk orang dewasa setidaknya hingga usianya satu tahun. Sebab shampo dan lotion rambut untuk orang dewasa mengandung bahan kimia berbahaya yang bersifat keras pada kulit kepala dan rambut anak.

 

Mitos dan fakta seputar rambut anak

Apakah Ibu pernah mendengar mitos tentang rambut anak? Beberapa mitos begitu dipercayai oleh para ibu. Padahal sebagian mitos-mitos itu keliru lho Bu. Yuk, simak mitos dan fakta  yang benar seputar rambut anak.

 
  1. Mitos. Sering memotong rambut anak membuat rambut tumbuh lebih cepat.  

    Mitos ini salah ya Bu. Faktanya rambut anak mengalami pertumbuhan sepanjang setengah inci dalam sebulan. Meskipun Ibu memotong rambut anak lebih sering, namun pertumbuhan rambut anak tetap saja setengah inci tiap bulannya. Paham ya Bu?


  2. Mitos. Sering mencukur kepala anak membuat rambut tumbuh lebih tebal.

    Rambut anak lebih dipengaruhi oleh faktor genetik. Bukan karena dicukur. Jadi tak perlu mencukur rambut anak terlalu sering. Biarkan saja rambut anak tumbuh secara alami.


  3. Mitos. Pemakaian baby oil pada kulit kepala bayi yang baru lahir dapat membuat rambut tumbuh tebal.

    Baby oil justru dapat menyebabkan kekeringan pada kulit kepala bayi dan dapat menyumbat pori-pori. Pemakaian baby oil bahkan dapat menyebabkan cradle cap lho Bu. Untuk pertumbuhan rambut yang sehat, cukup gunakan sedikit saja baby lotion pada kulit kepala dan rambut bayi. Lalu gunakan pula petroleum jel khusus anak di rambutnya. 

Kenali penyebab rambut anak rontok saat baru lahir

Ibu tentu sangat senang ketika mendapati rambut anak saat lahir terlihat begitu lebat. Namun secara perlahan, rambut bayi mulai rontok dan membuat Ibu panik. Tak perlu gusar ya Bu, sebab semua bayi baru lahir biasanya mengalami rambut rontok selama 6 bulan pertama usianya. Tapi Ibu juga harus waspada jika rambut anak rontok berlebihan setelah usia 6 bulan. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan medis. Nah, berikut ini beberapa faktor penyebab rambut anak rontok ketika baru lahir.

  • Sebelum lahir bayi memiliki tingkat hormon yang tinggi. Setelah lahir tingkat hormon mulai mengalami penurunan. Kondisi inilah yang terjadi saat rambut rontok. Rambut anak memasuki periode istirahat dan tidak tumbuh lagi.

  • Setelah lahir, bayi memasuki fase telogen yang ditandai dengan rambut yang Tak perlu kuatir Bu, sebab fase telogen biasanya segera diikuti dengan pertumbuhan rambut baru. Tapi rambut anak yang baru tumbuh tidak akan sama seperti rambut ketika anak lahir. Warna dan tekstur rambut anak sering kali berubah. Kondisi ini disebabkan oleh hormon. Beberapa bayi memiliki rambut baru dalam waktu 6 bulan. Ada juga bayi yang butuh waktu 2 atau 3 tahun.

  • Stres pada anak dan demam juga bisa menyebabkan rambut anak rontok lho Bu.

  • Bayi yang tidur pada posisi yang sama terus menerus bisa memicu kerontokan rambut anak dan menimbulkan area botak di bagian kepala yang sering kontak dengan kasur. Karena itu perhatikan posisi tidur anak ya Bu. Luangkan waktu supaya anak bisa tengkurap dalam waktu yang cukup. Posisi ini meningkatkan perkembangan fisik dan menurunkan jumlah kerontokan rambut anak akibat gesekan rambut dengan kasur.

  • Kerontokan rambut anak juga bisa disebabkan infeksi jamur yang disebut tinea capitis. Tanda-tandanya, rambut anak rontok dengan warna kulit kepala kemerahan atau kehitaman dan bersisik.

  • Pada usia batita, trichotillomania atau tarikan yang keras pada rambut bisa menyebabkan rambut anak

  • Bila bayi memiliki kekebalan tubuh yang lemah, maka bisa muncul kondisi alopecia areata yang menyebabkan folikel rambut menjadi lemah dan memicu rambut anak rontok.

  • Tiroid yang tak seimbang juga bisa menyebabkan rambut anak


(Isma/Puji/Dok:Freepik)