Balita

12 Hal Yang Biasanya Sudah Dilakukan Bayi Usia 8-12 Bulan

Terakhir diperbaharui

12 Hal Yang Biasanya Sudah Dilakukan Bayi Usia 8-12 Bulan
Si kecil sudah menginjak usia 8 bulan? Hmm pasti tingkahnya semakin banyak ya Bun. Atau mungkin ada juga yang sudah belajar berjalan di usia ini? Well, buat yang belum bisa jalan, Bunda tidak perlu khawatir. Kali ini Ibupedia akan mengungkap kemampuan apa yang biasanya dimiliki anak usia 8-12 bulan. Ingat Bunda, setiap bayi punya tumbuh kembang yang berbeda. Walau si kecil belum menguasai betul kemampuan-kemampuan berikut ini, tetap percaya kalau suatu saat nanti ia pasti akan mencapai milestone tersebut. Simak yuk!

1. Menggunakan Telunjuk Dan Ibu Jari Untuk Memegang

Bila bayi sudah tertarik untuk mulai makan sendiri, beri makanan berbentuk dadu yang lembut untuk diambil menggunakan telunjuk dan ibu jari. Bayi Anda akan berlatih memegang dengan telunjuk dan ibu jari pada semua objek kecil, jadi waspada pada koin atau benda kecil lain yang bisa menyebabkan si kecil tersedak ya Bun.

2. Duduk Tanpa Bantuan

Bermainlah bersama bayi di atas lantai. Gulingkan bola ke arahnya. Tiap kali ia mencoba menggapai mainan, berarti ia menguatkan ototnya. Si kecil mungkin sering roboh dari posisi duduknya, tapi ia akan mampu mengatasinya dengan bantuan kedua lengannya.

3. Mengeksplorasi Benda Dengan Banyak Cara

Beri ia kotak atau tas berisi banyak benda berbeda untuk digoyang, dipukul, dilempar, dan dijatuhkan. Pada usia 8 bulan, bayi menghabiskan waktu hanya 2 hingga 3 menit bersama satu mainan. Tapi ketika berumur 12 bulan, ia bisa duduk hingga 15 menit dengan satu benda yang menarik baginya.

3. Memperhatikan Ketika Anda Bicara

Biarkan ia melihat mulut dan ekspresi wajah ketika Anda berbicara. Jangan takut ia akan menjadi bingung bila sering mendengar bahasa kedua,. Bayi bisa belajar dua bahasa atau lebih secara bersamaan.

4. Merangkak Maju Dengan Perut

Baringkan bayi di lantai dan biarkan ia merangkak menuju Anda. Ikutlah berbaring dan tempatkan mainan di dada Anda dan ia akan suka menarik diri ke perut Bundanya. Bayi kini terus bergerak, jangan pernah tinggalkan ia sendiri di meja ganti popok. Ia bisa dengan mudah tergelincir dan jatuh.

5. Memukulkan Dua Benda

Biarkan ia bermain dengan balok. Awalnya ia akan suka melempar atau memukulkannya. Ketika berumur 12 bulan, ia mulai membuat menara sederhana lalu merobohkannya. Bayi juga suka mengamati mainan yang memiliki bagian bergerak seperti roda, pengungkit, atau engsel.

6. Malu Atau Takut Pada Orang Tidak Dikenal

Tetap dekat bersamanya ketika ada orang baru. Menggendong bisa membantunya merasa lebih aman. Minta orang yang belum ia kenal untuk mendekatinya perlahan. Perkenalkan bayi pada pengasuh sesegera mungkin. Ia tidak akan terlalu merasa cemas jika diberi cukup waktu sampai ia merasa aman dengan orang itu.

7. Merespon Permintaan Verbal Sederhana

Ketika Anda memakaikan baju, sentuh dan sebutkan bagian tubuhnya. Minta ia menunjuk perut atau menyentuh kepalanya. Jangan biarkan TV menjadi pengganti hal yang sebenarnya. Anak di bawah usia 2 tahun tidak boleh menonton TV. Bayi butuh aktivitas sosial yang interaktif untuk meningkatkan kemampuan bahasanya.

8. Menangis Ketika Anda Pergi

Ketika rasa cemas saat akan berpisah dengan Anda untuk waktu yang sebentar mulai muncul, gendong ia sesering mungkin ketika Anda bersamanya. Tinggalkan ia hanya bersama anggota keluarga yang membuatnya nyaman dan pastikan kenyamanan interaksi tersebut terjadi ketika Anda ada di sisinya. Abaikan saran orang yang mengatakan anak Anda takut atau malu karena Anda memanjakannya. Berikan ia rasa aman yang ia butuhkan.

9. Senang Meniru Orang Lain

Bayi akan meniru aksi Anda. Jika tidak ingin si kecil menggigit, mendorong, atau memukul benda, maka Anda tidak boleh menampar anak. Menampar mengajarkan kalau orang mencintainya dengan menyakitinya. Lakukan permainan dengan lagu “Kepala, pundak, lutut, kaki.” Lakukan perlahan agar ia bisa meniru gerakan Anda.

10. Menemukan Objek Tersembunyi

Mainkan cilukba bersama bayi. Bergantian dengannya, sembunyikan kepala di bawah selimut, dan biarkan ia menariknya. Bersembunyilah di balik perabot, biarkan kaki atau tangan Anda terlihat sebagai petunjuk untuknya. Ia akan senang menemukan Anda. Setelah bayi menguasai konsep keberadaan benda, ia akan siap untuk permainan sebab-akibat seperti mengisi wadah dengan air atau pasir, lalu mengeluarkannya.

11. Mulai Melakukan Posisi Tangan Dan Lutut

Karena otot lengan lebih berkembang dibanding kaki, ia maju-mundur atau mendorong ke belakang. Tempatkan mainan menarik di depannya agar ia bergerak maju. Beberapa bayi menggunakan pantat atau perut untuk bergerak. Jangan khawatir selama si kecil menggunakan lengan dan kaki bersamaan.

12. Melihat Gambar Yang Tepat Ketika Disebutkan

Lakukan permainan mengingat dengan flashcard bayi. Tunjukkan tiga atau empat kartu dengan nama yang jelas berbeda. Menunjukkan kartu botol dan bola bisa membuatnya bingung karena pelafalannya hampir sama. Lihat apakah ia melihat atau menunjuk ke kartu apel ketika Anda mengatakan apel. Lakukan permainan yang sama dengan foto keluarga.
Yang dialami si kecil pada usia ini antara lain:
  • Peningkatan koordinasi tangan dan mata. Kebanyakan bayi memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain atau langsung ke mulut. Mereka menarik benda lebih dekat dan mengambil benda dengan jempol dan telunjuk. Ini akan membantu bayi menggunakan sendok.
  • Kemajuan kemampuan motorik. Di usia ini, kebanyakan bayi bisa berguling ke dua arah, meski di saat tidur. Beberapa bayi bisa duduk sendiri, sedang lainnya masih perlu ditopang. Bayi mulai bergeser, bergerak maju-mundur, atau merangkak ke seberang ruangan. Beberapa bayi bisa menarik diri ke posisi berdiri. Bayi segera bisa merambat di pinggir sofa atau meja.
  • Mengembangkan komunikasi. Bayi berkomunikasi melalui suara, gestur, dan ekspresi wajah. Anda mendengar banyak tawa dan pekikan. Si kecil merespon namanya. Bayi bisa membedakan emosi melalui nada suara. Mereka mengulangi suara yang didengar. Bayi berceloteh dengan gabungan suara seperti “ba-ba-ba.” Mungkn ia sudah bisa mengatakan “mama” atau “dada.”
  • Tumbuh gigi. Gigi pertamanya bisa tumbuh kapan saja. Bayi berliur lebih dari biasanya dan mengunyah apa saja. Tawarkan lap dingin atau teether. Sebaiknya gunakan lap untuk membersihkan gusi agar bakteri tidak menumpuk. Ketika gigi pertamanya tumbuh, gunakan ke sikat gigi dengan bulu halus. Hingga anak belajar meludah pada usia 3 tahun, gunakan pasta gigi dengan floride tidak lebih dari seukuran biji beras.
  • Kecemasan pada orang asing. Banyak bayi pada usia ini takut pada orang tak dikenal. Bayi menolak selain Anda, menghindar dari kakek-nenek atau pengasuhnya. Jangan bersembunyi bila bayi rewel saat Anda pergi. Ucapkan selamat tinggal dengan senyuman dan pelukan, beri tahu kalau Anda akan segera kembali. Bayi akan berhenti menangis ketika ada hal lain yang menarik perhatiannya.
Belajar dan bermain menjadi aktivitas menyenangkan pada bayi usia berapapun. Dukung petualangannya dengan:
  • Banyak bermain. Sekarang, Anda dan bayi sangat menyukai permainan seperti cilukba. Berkreasilah, berjongkok di balik kursi, dengan tangan atau kaki terlihat oleh bayi, agar ia menemukan Anda. Atau buat rintangan. Atur bantal dan guling di atas lantai. Minta bayi merangkak melewati penghalang. Susun balok dan minta bayi merobohkannya.
  • Selalu berbicara padanya. Anda perlu terus berbicara pada bayi. Ceritakan apa yang Anda lakukan, beri bayi waktu untuk merespon. Katakan sesuatu dan tunggu ia mengulangi suaranya. Tanyakan bayi dengan jawaban selain ya atau tidak. Anda mungkin tidak mengerti celotehnya tapi Anda bisa mendorong percakapan dua  arah.
  • Membaca buku. Siapkan waktu untuk membaca setiap hari meski hanya beberapa menit. Membaca dengan suara keras menjadi salah-satu cara sederhana untuk meningkatkan perkembangan bahasa bayi. Buat lebih menarik dengan ekspresi wajah, efek suara, dan suara karakter yang berbeda. Simpan buku di tempat terjangkau agar bayi bisa bereksplorasi kapanpun ia mau.
  • Ciptakan lingkungan eksplorasi yang aman. Pastinya hanya ada benda aman dalam jangkauan bayi. Pindahkan benda yang bisa beracun, membuat tersedak, atau pecah jadi serpihan kecil. Tutup colokan listrik, gunakan gerbang pengaman tangga, jauhkan kabel, dan gunakan kunci pada pintu dan lemari. Pindahkan perabot dengan ujung tajam dari tempat bermain bayi, juga benda ringan yang bisa digunakan mendorong dirinya ke posisi berdiri seperti pohon dalam pot atau lampu lantai.
(Ismawati)