Balita Dibaca 70 kali

3 Bahaya Merokok Paling Fatal untuk Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 23 Januari, 2019 23:01

3 Bahaya Merokok Paling Fatal untuk Anak

Bahaya merokok tidak hanya mengenai mereka yang gemar mengebul asap. Justru orang-orang yang menghirup asap rokok dari orang lain lebih rentan terkena bahaya merokok yang mematikan. Kenyataannya, secondhand smoke adalah penyebab sekitar 3000 kematian akibat kanker paru-paru. Tidak hanya itu, bahaya merokok pada secondhand smoke juga penyebab ribuan kematian akibat penyakit jantung pada orang dewasa non-perokok di Amerika Serikat tiap tahunnya.

Hari asma sedunia yang diperingati di bulan Mei bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang asma pada anak dan orang dewasa, sehingga menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik untuk keluarga dengan kondisi ini. Para ahli mengemukakan bahaya merokok pada anak-anak. Jutaan anak menghirup asap rokok di rumah mereka sendiri karena orang tua mereka lalai akan bahaya merokok.

Secondhand smoke bisa sangat berbahaya bagi kesehatan anak karena paru-paru mereka masih berkembang. Bila Anda menjadi penyebab bahaya merokok di sekitar anak atau si kecil terpapar secondhand smoke di tempat lain, mereka berada di dalam bahaya lebih dari yang Anda kira. Anak yang orang tuanya merokok hanya di luar rumah masih tetap terpapar bahan kimia dari secondhand smoke. Cara terbaik menghilangkan paparan ini adalah dengan meningkatkan kewaspadaan akan bahaya merokok dan segera berhenti.

 

Bahaya Merokok Akibat Secondhand smoke dan Thirdhand smoke

Secondhand smoke adalah asap yang keluar saat membakar ujung rokok dan asap yang dikeluarkan oleh perokok. Sedangkan thirdhand smoke adalah pencemaran dari asap tembakau yang tertinggal setelah rokok dimatikan. Baik keduanya sama-sama menyimpan bahaya merokok.

Asap rokok mengandung gas dan partikel kecil yang tertinggal di tiap permukaan benda yang bisa Ibu sentuh. Bisa jadi bahaya merokok mengincar anak Ibu dari sisa-sisa asap yang menempel pada rambut, pakaian, atau furniture di dekat Ibu. Selain itu, ketika perokok selesai merokok dan masuk ke area tertentu seperti rumah, mereka sering kali masih mengeluarkan asap yang mencemari udara dan partikel asap ini bisa mengenai tangan anak kecil dan masuk ke tubuhnya, melalui kontak ketika bermain atau saat merangkak di lantai.

Secondhand smoke mengandung 4000 bahan kimia, yang kebanyakan berbahaya. Lebih dari 50 di antaranya diketahui bisa menyebabkan kanker. Kapan pun anak menghirup secondhand smoke, mereka terpapar bahaya merokok melalui distribusi bahan kimia ini.

The American Academy Pediatrics (AAP) telah melakukan penelitian tentang bahaya merokok dari efek thirdhand smoke. Thirdhand smoke merupakan asap yang tersisa dari pembakaran rokok di mana racun berbahaya tetap ada di tempat di mana orang merokok sebelumnya. Thirdhand smoke bisa ditemukan di dinding, tempat duduk, bahkan di rambut anak bila pengasuh abai akan bahaya merokok di dekat si kecil.

Paparan terhadap secondhand smoke mampu meningkatkan risiko hingga 30 persen terjadinya kanker paru-paru dan banyak jenis kanker lain. Bahaya merokok juga bisa memicu emphysema dan tidak baik untuk jantung Anda.

Bahaya merokok lainnya adalah membuat darah Anda lebih kental, meningkatkan kolesterol LDL dan merusak lapisan pembuluh darah. Secara perlahan, perubahan ini bisa membuat Ayah atau Ibu lebih rentan mengalami serangan jantung dan stroke. Aduh, ngeri juga ya bahaya merokok ini, Bu!

Lalu bagaimana menghindari secondhand smoke? Mudah saja. Hindari berada di sekitar orang yang  merokok, dan minta mereka untuk berhenti. Siapapun yang menyebarkan bahaya merokok harus berada di luar ruangan, sejauh mungkin dari orang lain terutama si kecil.

Rumah Ibu adalah tempat paling penting untuk bebas dari rokok, terutama bila Ibu punya anak kecil. Menjaga anak dan orang dewasa jauh dari bahaya merokok bisa membantu menurunkan kemungkinan seseorang mengalami infeksi pernapasan, asma parah, kanker, dan kondisi serius lainnya.

 

Waspada Bahaya Merokok dan Asap Rokok bagi Anak

Para ahli telah menunjukkan paparan pada secondhand smoke dan thirdhand smoke bisa menyebabkan penyakit, ketidakmampuan, bahkan kematian. Anak sangat rentan terhadap efek secondhand smoke karena fisiknya masih berkembang, mereka memiliki tingkat pernapasan yang lebih tinggi dibanding orang dewasa, dan punya kontrol lebih sedikit terhadap lingkungannya. Anak yang terpapar secondhand smoke tingkat tinggi, seperti mereka yang orang tuanya abai dengan bahaya merokok, memiliki risiko paling besar mengalami efek kesehatan yang merusak seperti:

 

1. Peningkatan frekuensi batuk, demam, atau infeksi telinga

Studi menyatakan anak yang tinggal di rumah di mana orang tua atau orang lain abai dengan bahaya merokok punya risiko lebih tinggi mengalami infeksi telinga tengah dibanding anak yang rumahnya bebas asap rokok. Peneliti dari Harvard School of Public Health di Irlandia menemukan penurunan secondhand smoke terkait dengan penurunan kasus otitis media, atau infeksi telinga tengah. Asap dari rokok digabungkan dengan asap yang keluar dari orang yang merokok menunjukkan peningkatan partikel tidak sehat di udara, termasuk nikotin dan racun lain.

Sudah ada cukup bukti tentang hubungan antara orang tua yang abai dengan bahaya merokok dan infeksi telinga pada anak. Peneliti menggunakan data dari the National Cancer Institute dan menemukan aturan tidak merokok di rumah hampir dua kali lipat dari 45 persen di tahun 1993 menjadi 86 persen di tahun 2006. Peningkatan jumlah rumah yang bebas rokok membuktikan peningkatan kesadaran akan bahaya merokok dan asap rokok. Di periode yang sama, kunjungan pasien anak dengan keluhan otitis media ke dokter atau klinik kesehatan menurun 4,6 persen dan di rumah sakit menurun hingga 9,8 persen.

 

2. Infeksi saluran pernapasan dan asma

Asap rokok dikenal sebagai pemicu asma. Bila Anda merokok, berhentilah saat ini juga, terutama bila si kecil mengidap asma. Asap rokok bisa berbahaya bagi paru-paru, menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang, dan menyebabkan masalah pernapasan semakin parah.

Selain itu, bayi dan anak kecil kurang dari usia 6 tahun yang secara teratur terpapar bahaya merokok terutama secondhand smoke berisiko mengalami infeksi saluran pernapasan bawah,  seperti pneumonia dan bronchitis.

Bahaya merokok bagi anak dengan asma:

  • Asma bisa kambuh lebih sering
  • Lebih mungkin masuk ke ruang gawat darurat karena asma yang parah
  • Lebih berisiko tidak masuk sekolah karena asma
  • Harus lebih banyak minum obat asma
  • Mengidap asma yang sulit dikontrol, meski dengan obat.

Bahkan anak yang tidak memiliki asma berisiko mengalami masalah kesehatan bila orang tuanya abai dengan bahaya merokok. Anak-anak ini lebih mungkin mengalami infeksi saluran napas atas, infeksi telinga tengah, dan bahkan pneumonia. Terpapar asap rokok dari 10 batang rokok per hari bisa membuat anak berisiko mengalami asma, meski bila anak belum pernah mengalami masalah pernapasan sebelumnya. Di antara anak yang terdiagnosa asma, paparan pada secondhand smoke bisa memicu serangan asma dan membuat gejala asma lebih parah.

Asap rokok bisa juga terserap di baju atau karpet, meninggalkan karsinogen yang tidak bisa dihilangkan meski dicuci dengan sabun dan air. Anak yang menyentuh mulut, bermain, atau bernapas dekat permukaan yang tercemar bisa mengalami masalah pernapasan dari thirdhand smoke.

Satu alasan terbaik untuk membuat Anda bisa berhenti merokok adalah anak yang orang tuanya merokok lebih mungkin untuk jadi perokok di saat dewasa. Anda tidak harus berhenti seorang diri. Bicaralah pada dokter tentang strategi yang bisa dilakukan. Bila Anda masih saja abai dengan bahaya merokok, setidaknya mulailah belajar untuk tidak merokok di dalam rumah atau mobil.

 

3. Risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) pada bayi

Ini mungkin bahaya merokok paling fatal yang harus Ibu hindari! Walaupun SIDS atau kematian mendadak pada bayi jarang terjadi, ia adalah penyebab kematian paling umum pada bayi usia antara 1 hingga 12 bulan. Kebanyakan bayi yang mati karena SIDS berusia antara 2 sampai 4 bulan. Bisa terasa berat bagi orang tua ketika bayi yang sangat sehat tiba-tiba meninggal dunia saat tidur.

Tidak diketahui pasti apa penyebab SIDS, tapi ada faktor risiko yang menyebabkannya, dan asap rokok salah satunya. Penelitian mencari tahu masalah yang mungkin terjadi pada otak yang mengontrol pernapasan selama beberapa bulan pertama usia bayi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana nikotin bisa membunuh mekanisme bertahan hidup pada tahap awal kehidupan.

Ketika bayi lahir, ia terpapar oksigen yang rendah, yang memberi signal pada kelenjar adrenal untuk melepas bahan kimia yang disebut catecholamines. Catecholamines ini mengandung hormon adrenalin yang memberitahu paru-paru bayi untuk kembali menyerap cairan, dan bernapas pertama kali. Jantung juga mulai berdetak lebih efisien. Mekanisme respon ini tetap selama beberapa bulan setelah lahir.

Tapi di bawah pengaruh nikotin, mekanisme ini mengalami gangguan. Bayi kehilangan mekanisme ini ketika sistem saraf pusat mengambil alih kontrol respon penting ini, tapi ketika bayi kehilangan kemampuan ini terlalu awal, risiko SIDS terbuka lebar.  Bahaya merokok memang fatal ya, Bu!

Anak dari perokok lebih sering batuk dan lebih sulit mengatasi keluhan seperti demam. Mereka lebih sering tidak masuk sekolah karena sakit. Secondhand smoke bisa menyebabkan gejala lain termasuk hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan iritasi mata.

Anak dengan asma terutama lebih sensitif terhadap asap rokok. Asap rokok bisa menyebabkan serangan asma lebih banyak dan lebih parah, sehingga membutuhkan penanganan di rumah sakit.

 

Efek jangka panjang bahaya merokok dan asap rokok pada anak

Anak yang tumbuh bersama orang tua yang abai tentang bahaya merokok besar kemungkinan untuk tumbuh menjadi perokok. Anak dan remaja yang tidak memahami bahaya merokok akan rentan terkena masalah kesehatan. Bahaya merokok terutama dari asap rokok bisa menyebabkan masalah pada anak nantinya, termasuk:

  • Perkembangan paru-paru yang buruk, berarti paru-paru anak tidak tumbuh sepenuhnya
  • Kanker paru-paru
  • Penyakit jantung
  • Katarak

 

Bahaya merokok dan efek asap rokok pada kehamilan

Bila Ibu terpapar asap rokok selama hamil, bisa jadi Ibu dan janin berada dalam bahaya. Beberapa kondisi kesehatan yang terkait dengan paparan asap rokok antara lain keguguran, berat lahir rendah, kelahiran dini, masalah belajar dan perilaku pada anak, dan SIDS. SIDS merupakan gangguan yang menyebabkan kematian bayi saat tidur. Kondisi ini terjadi ketika bayi terlihat sehat sebelum meninggal.

Untuk menurunkan risiko terkait bahaya merokok terutama asap rokok, hal paling baik adalah sepenuhnya menghindarinya. Ibu hamil bisa terpapar asap rokok tanpa menyadarinya. Thirdhand smoke adalah sisa yang tertinggal oleh rokok di furniture atau karpet. Thirdhand smoke bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Bila sebuah tempat berbau rokok, meski tak ada yang baru saja merokok, bisa dipastikan ada residu tembakau di sana.

Racun rokok bisa masuk ke aliran darah ketika Anda menyentuh atau menghirup sesuatu yang mengandung residu rokok. Racun masuk ke aliran darah dan terserap ke tubuh. Satu penelitian yang dilakukan the Los Angeles Research Institute menyatakan residu dari rokok memiliki efek merusak pada perkembangan paru-paru janin. Ini bisa menyebabkan masalah pernapasan nantinya.

Bila Anda sedang berusaha untuk hamil, sedang hamil, atau baru saja melahirkan, sebaiknya kurangi jumlah asap rokok di rumah. Anda perlu berhenti merokok sepenuhnya bila sedang berusaha hamil. Jangan biarkan bahaya merokok mengintai Ibu dan janin!

Pastikan pasangan merokok di luar ruangan dan tidak masuk ke rumah mengenakan baju yang sama ketika merokok. Misalnya, minta pasangan mengenakan jaket ketika merokok dan melepasnya sebelum masuk ke rumah. Selain itu, setelah terpapar rokok, penting untuk Anda dan pasangan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. Penting sekali untuk mengedukasi satu sama lain akan bahaya merokok terutama jika ada anak di rumah.

 

Melindungi Anak dari Bahaya Merokok dan Paparan Asap

Ibu, beberapa tips berikut bisa membantu melindungi anak dari bahaya merokok serta menjauhkan anak agar tidak terpapar asap rokok:

 

  • Menjadi contoh yang baik. Bila Ibu atau Ayah merokok, berhentilah hari ini juga. Bila buah hati melihat orang tuanya merokok, mereka tentu ingin mencobanya dan tumbuh menjadi perokok juga. Bila ada asap rokok di rumah, anak lebih mungkin bereksperimen dengan rokok yang menjadi langkah awal untuk membuat mereka kecanduan. Cara menghindari bahaya merokok bagi anak adalah dengan menjadi contoh terbaik untuk si kecil.

 

  • Pindahkan anak dari tempat yang membolehkan merokok, meski tak ada yang sadar akan bahaya merokok ketika Ayah atau Ibu berada di sana. Stay away from smoking room! Bahan kimia dari rokok bisa ditemukan pada permukaan ruangan selama berhari-hari setelah merokok terjadi.

 

  • Jadikan rumah bebas asap rokok. Hingga Ayah atau Ibu bisa berhenti, jangan pernah lupa akan bahaya merokok di dalam rumah dan jangan merokok di manapun dekat anak, meski Anda berada di luar ruangan. Jangan sediakan asbak! Ingat, udara mengalir ke rumah, jadi bahaya merokok masih akan mengintai keluarga Ibu di rumah meski hanya di satu ruang, karena membuat asapnya bisa kemana-mana.

 

  • Buat mobil Ibu bebas rokok. Hingga bisa berhenti merokok, jangan pernah merokok di dalam mobil. Membuka jendela tidak cukup untuk membersihkan udara dan sebenarnya bisa menyebabkan asap rokok mengenai wajah penumpang di kursi belakang.

 

  • Pilih pengasuh yang tidak merokok dan sadar benar akan bahaya merokok. Meski bila pengasuh merokok di luar rumah, anak bisa jadi tetap terpapar asap rokok. Ibu perlu mengganti pengasuh agar anak berada di lingkungan yang bebas rokok.

 

Pada anak yang lebih besar, luangkan waktu untuk mendidik anak tentang bahaya merokok. Tidak selalu memungkinkan untuk melindungi anak dari kebiasaan orang lain, karenanya penting bagi anak memahami apa saja bahaya merokok serta alasan kenapa mereka perlu menghindari asap rokok.

Bila Ibu tidak tahu bagaimana cara terbaik untuk berbicara ke anak tentang hal ini, Ibu bisa gunakan metode alternatif. Cari video yang bisa membantu anak memahami bahaya merokok dan asap rokok.

Bantu anak memahami apa saja bahaya merokok dan alasan mengapa berada di sekitar perokok tidak baik untuk mereka. Hanya mengatakan apa itu bahaya merokok tidak akan membantu anak memahami sepenuhnya kenapa mereka tidak boleh melakukannya. Jelaskan pula secara detail bahaya merokok dan mengapa asap rokok bisa berbahaya bagi tubuh. Gunakan contoh untuk mendukung penjelasan Ibu. Bila Ibu memberi tahu mereka tentang bahaya merokok yang tidak baik untuk paru-paru, Ibu bisa gunakan gambar paru-paru dari perokok untuk menjelaskan secara detail bahaya merokok.

Jelaskan meski tidak merokok jadi hal paling penting yang harus dilakukan, asap rokok juga penting untuk dihindari karena memiliki efek negatif bagi kesehatan. Tekankan kalau asap rokok juga bisa memicu kanker paru-paru.

Jelaskan ke anak, meski mereka melihat teman, kerabat, atau orang yang diidolakan yang merokok, mereka tidak perlu merasa perlu ikut merokok. Beberapa anak mengalami tekanan untuk melakukan hal serupa ketika teman melakukannya.

Bila pasangan merokok, satu hal paling penting yang bisa Ibu lakukan untuk kesehatan Ibu dan kesehatan anak adalah dengan mengedukasi Ayah akan bahaya merokok agar ia cepat berhenti merokok. Berhenti merokok jadi cara untuk mencegah anak terpapar secondhand smoke.

Jika Ibu dan pasangan sudah tahu benar akan bahaya merokok namun masih saja kesulitan untuk berhenti merokok, coba bicarakan pada dokter atau dokter anak bila Ibu membutuhkan bantuan. Ada obat yang bisa membantu untuk berhenti merokok. Orang tua perlu melakukan usaha untuk menjaga anak terhindar dari perokok dan asap rokok. Orang tua yang merokok harus sadar betul bahaya merokok dan sesegera mungkin berhenti demi kesehatan diri dan si kecil.

 

(Ismawati, Yusrina /Dok. Pixabay)