Balita

5 Cara Mencegah Anak Hilang

Terakhir diperbaharui

5 Cara Mencegah Anak Hilang

Anak hilang adalah petaka bagi orang tua. Apa yang akan terjadi bila anak hilang dan Ibu tidak bisa menemukannya? Ada beberapa hal yang orang tua bisa lakukan untuk mengantisipasi anak hilang:

 

  1. Bicarakan

    Orang tua bisa mulai dengan mempersiapkan anak untuk menghadapi kemungkinan tersesat. Tapi Bun, jangan buat diskusi ini terasa menakutkan bagi anak. Lakukan pendekatan yang positif dan tenang. Ibu bisa mulai dengan memberitahu anak kalau ketika berada di tempat ramai, mungkin saja ia terpisah dari Ibu. Yakinkan buah hati Ibu kalau Ibu dekat dengannya, tapi buat ia mengerti kalau ia harus tahu  apa yang harus dilakukan agar lebih mudah ditemukan jika anak hilang.


  2. Ajarkan anak nama lengkap Ibu

    Setelah anak bisa mengingat, ajarkan nama Ibu. Bukan panggilan “ayah” atau “ibu,” tapi nama lengkap Ibu. Di supermarket yang ramai, Ibu mungkin tidak tahu siapa yang memanggil bila ada anak hilang berteriak “ayah” atau “ibu.” Mengetahui nama Ibu juga berguna bagi petugas terdekat.


  3. Buat identitas anak

    Jahitkan nama Ibu dan nomor kontak di pakaian anak atau tulis di bagian dalam sepatunya untuk berjaga-jaga jika anak hilang. Ibu bisa beli gelang identitas yang memuat kontak Ibu untuk dikenakan anak. Ini bisa membantu bila anak tidak bisa mengingat nomor telepon Ibu atau bila ia tidak bisa berkomunikasi.


  4. Buat rencana keamanan

    Kapanpun Ibu keluar bersama anak, bahas rencana keamanan ini. Rencana ini berupa apa yang anak hilang harus lakukan bila langkah-langkah di atas telah dilakukan dan ia masih belum menemukan Ibu. Salah satu contohnya, bila Ibu ke supermarket, Ibu beritahu anak bahwa jika ia tidak menemukan Ibu, ia harus pergi ke kasir nomor 1. Bila berada di taman, maka rencana keamanan untuk anak dengan memintanya tetap berada di tempat karena berkeliaran akan membuatnya semakin tersesat.

    Bila anak Ibu pergi keluar bersama orang dewasa lain, beritahu anak untuk bertanya rencana keamanannya seperti apa.


  5. Lakukan role play

    Anak perlu berlatih peran bersama Ibu. Anak berpura-pura tersesat dan minta ia melakukan langkah keamanan tadi. Libatkan orang dewasa lain atau minta anak lakukan peran berbeda untuk mengetahui situasi yang berbeda. Anak belajar jauh lebih baik dari permainan peran seperti ini dibanding bila ia diminta sekedar mengingat apa yang harus dilakukan ketika anak hilang.


Tempat yang biasanya banyak anak hilang

Meski kehilangan anak di tempat umum jadi satu hal yang tidak ingin Ibu alami, kasus anak hilang semakin sering terjadi. Berikut ini tempat-tempat di mana biasanya anak hilang dari pengawasan orang tua dan tersesat.


  1. Taman bermain

    Semenit yang lalu ia masih berjalan di sisi Ibu tapi di menit berikutnya ia sudah tidak terlihat. Si kecil bisa saja berlari ke kerumunan atau teralih perhatiannya oleh banyak lampu, suara, atau sensasi di taman bermain.

    Untuk taman bermain komersil, rata-rata 11 anak hilang setiap hari. Rata-rata waktu anak hilang dari orang tua sekitar 30 menit. Taman hiburan yang besar memiliki akses kontrol yang terbatas, jadi kemungkinan anak Ibu aman dari penculik dan predator. 

    Saat anak hilang di tempat ini, bicaralah pada petugas taman bermain dan biarkan mereka melakukan tugasnya. Di taman bermain ada pusat informasi yang bisa membantu mempertemukan anak hilang dengan orang tuanya.


  2. Pusat perbelanjaan

    Tempat paling umum di mana orang tua kehilangan anak adalah pusat perbelanjaan. Anak bisa hilang dalam hitungan detik, jadi segera setelah mengetahui anak tidak lagi bersama Ibu, coba panggil namanya dan cari di tempat terakhir Ibu melihatnya. Bila ini gagal, segera ke petugas keamanan. Petugas bisa menginformasikan manajemen untuk menutup pintu masuk dan keluar.

    Bila anak tidak juga ditemukan, manajemen mall bisa menghubungi polisi. Mengetahui apa yang harus dilakukan bila anak hilang di mall akan membantu Ibu menemukannya dengan mudah.


  3. Pawai atau event outdoor

    Untuk keluarga dengan anak kecil, tak ada yang lebih seru selain menonton pawai atau event outdoor lainnya. Tapi meski seru, event outdoor juga punya risiko, terutama untuk anak, jadi Ibu perlu bersiap. Sebelum tiba di tempat acara, buat aturan untuk mempersiapkan anak menghadapi hal terburuk. Rencanakan cara untuk tetap terhubung, langkah yang perlu Ibu ambil bila Ibu terpisah dari anak, serta kenakan pakaian yang mudah dikenali agar Ibu dan anak bisa saling melihat dengan cepat.


  4. Bandara

    Untuk tempat ramai, bandara mungkin yang paling sibuk, sehingga jadi tempat yang paling umum orang tua kehilangan anak. Di bandara, orang selalu tergesa-gesa, terutama ketika di penerbangan internasional. Penumpang memeriksa tas bawaan untuk boarding pass dan ada juga orang yang tergesa di kerumunan agar tidak ketinggalan pesawat. Dengan kata lain, bandara bukan tempat yang ramah bagi anak hilang.

    Seperti semua situasi yang telah disebutkan, coba untuk tidak panik ketika anak hilang. Kemungkinan, anak berada di area ketika terakhir kali Ibu melihatnya. Bila tidak, beritahu petugas bandara agar membantu Ibu menemukan si kecil.


Langkah keamanan ketika anak hilang

Apakah anak Ibu tahu apa yang harus dilakukan ketika ia terpisah dari Ibu di tempat umum yang ramai seperti pusat perbelanjaan? Ini jadi skenario yang paling sulit tapi tiap orang tua harus mempersiapkan anak. Ayo ajarkan anak apa yang harus dilakukan ketika mereka tersesat.

Ibu, ajarkan anak 5 langkah keamanan ini. Anak harus mengikuti langkah ini bila ia tersesat.


  1. Berhenti

    Beritahu anak, ketika ia menyadari kalau ia tersesat, ia harus berhenti melakukan aktivitasnya. Ia harus berhenti bermain, berjalan, dan menghentikan apapun yang sedang dilakukan hingga ia bisa menemukan Ibu kembali.


  2. Cari tempat terdekat yang aman

    Minta anak untuk melihat sekitarnya dan cari tahu apakah ia berdiri di tempat yang aman. Tempat aman berarti bukan di jalan raya, tidak dekat mesin berbahaya atau area yang tidak stabil. Dengan kata lain, minta anak memastikan kalau ia tidak berdiri di tempat yang mungkin terjadi insiden. Bila ya, minta ia pindah ke tempat aman terdekat.


  3. Memanggil nama ayah atau ibu

    Setelah berada di tempat yang aman, minta anak untuk melihat sekeliling. Kadang Ibu berada dekat dengannya dan mungkin anak hanya tidak melihat Ibu.

    Bila si anak hilang membawa handphone, ia bisa menghubungi Ibu dan memberitahu kalau ia tersesat. Tapi kadang signal tidak kuat atau telepon tidak berhasil. Pada anak kecil, ia mungkin tidak membawa handphone atau tidak tahu cara mengoperasikannya. Jadi Ibu perlu rencana lain ketika Ibu tidak bisa dihubungi.

    Beritahu anak, jika ia tidak bisa menelepon Ibu dan tidak bisa melihat Ibu, ia harus memanggil nama Ibu dengan suara lantang. Anak harus memanggil nama lengkap, bukan “ayah” atau “ibu.” Beritahu ke buah hati Ibu kalau tak apa meneriakkan nama dengan keras meski ia merasa malu atau berada di tempat seperti perpustakaan.

    Meneriakkan nama lebih aman dibanding tetap diam. Kebanyakan pemangsa anak mencari anak hilang yang bisa diculik tanpa terlihat. Anak yang berteriak menarik perhatian banyak orang dan akan selalu dihindari penculik.


  4. Cari ibu bersama anak kecil

    Secara statistik, orang paling aman yang anak bisa dekati untuk mendapat bantuan adalah ibu yang bersama anak kecil. Pria kurang mungkin membantu karena takut dituduh sebagai penculik. Anak yang lebih besar bisa mendekati pusat informasi, tapi anak yang lebih kecil kesulitan mengenali seragam petugas keamanan.

    Ketika anak mencari ibu dengan anak kecil dan mendekatinya, ia harus beritahu dengan jelas, “Saya tersesat, bisa tolong bantu telepon ibu saya, namanya.... dan ini nomor teleponnya.” Anak bisa tunjukkan nomor telepon Ibu dan beritahu kalau ia harus tetap dekat dengan ibu yang ia temui hingga ia ditemukan.


  5. Gunakan rencana keamanan Ibu

    Bila anak Ibu tidak melihat ibu dengan anak kecil yang bisa membantu, dan ia telah mengikuti semua langkah keamanan di atas, ia harus ikuti rencana keamanan yang telah Ibu sepakati.


Mencegah anak hilang

Sangat penting mencegah anak hilang. Tapi mengajarkan ke anak apa yang harus dilakukan ketika tersesat sama pentingnya. Buat rencana tiap kali Ibu pergi ke mall atau tempat yang ramai bersama anak. Berikut langkah untuk mencegah anak hilang:


  1. Sebelum pergi

    Bila Ibu menginap di hotel, simpan kartu bisnis hotel di di dalam baju anak, tersembunyi. Ibu bisa juga tulis identitas anak di secarik kertas dan letakkan di sakunya. Beritahukan anak ada kertas di sakunya.


  2. Baju berwarna cerah

    Pakaikan anak baju dengan warna cerah. Buat anak mengenali apa yang ia kenakan. Ulangi bersama anak apa yang Ibu kenakan. Pastikan anak bisa melihat Ibu di keramaian dan juga memberitahu orang lain ketika ditanya. Bila Ibu melakukan perjalanan darat, mainkan “permainan tebak-tebakan” ini di mobil hingga Ibu yakin anak sudah tahu dan ingat apa yang Ibu kenakan.


  3. Tentukan tempat bertemu

    Sebelum berangkat ke suatu tempat, tunjukkan ke anak tempat penting dan tentukan tempat bertemu. Ini bisa berupa tempat informasi, toko es krim, atau apa saja. Pastikan anak bisa sampai di sana dan menunggu Ibu, bukan mencari-cari Ibu ke mana-mana.


  4. Ajarkan anak cara meminta tolong

    Ibu perlu ajarkan ke anak siapa yang bisa dimintai bantuan. Ibu yang berjalan bersama anak, petugas keamanan, atau pegawai toko jadi orang yang bisa anak mintai tolong. Terutama ajarkan anak untuk tidak datang ke pria atau wanita yang jalan sendirian dan jangan percaya tawaran orang asing yang mau mengantarnya. Anak harus tetap ada di tempat bertemu yang ditentukan.


  5. Segera bertindak

    Bila anak hilang, segera bertindak, tapi jangan panik. Coba untuk fokus menemukan anak, kirim seseorang ke tempat bertemu sedang lainnya tetap mencari. Yakinkan diri kalau anak tahu apa yang harus dilakukan dan tetap berusaha untuk fokus.


  6. Mengambil foto

    Manfaatkan kamera handphone Ibu dan ambil gambar tiap anak dengan baju yang mereka kenakan hari itu, ambil foto kelompok bersama Ibu di hari yang kira-kira Ibu membutuhkannya. Ini menghemat waktu daripada menjelaskan ciri anak ketika mencari.


  7. Saling memeriksa

    Pastikan semua orang dewasa tahu perannya dan saling memeriksa. Jangan berasumsi suami mengawasi anak ketika Ibu perlu membeli minum, selalu tanyakan, “Ayah bisa awasi Lauren, Ibu mau beli minum?” Atau bila Ibu tidak yakin di mana anak, tanya ke orang lain.


Pastikan juga:

  • Selalu pastikan Ibu melihat anak atau pastikan anak di bawah pengawasan orang dewasa lain yang bisa dipercaya.

  • Batita rentan tersesat jadi bila anak memaksa ingin ikut dengan Ibu dengan berjalan kaki, bukan di kereta bayi, gunakan tali kekang bayi. Tas ransel dengan tali membuat anak berjalan sendiri tapi tidak tersesat bila perhatian Ibu teralihkan.

  • Di pusat perbelanjaan besar ada baiknya tunjukkan ke anak di mana lokasi customer service agar ia tahu ke mana harus pergi ketika tersesat. Akan membantu bila si anak hilang bisa mengenali seragam pegawai toko juga agar ia bisa mencari bantuan dengan cepat.

  • Waspadai tempat yang memberi akses bagi penculik anak, jaga anak tetap dekat dengan Ibu dan jangan biarkan ia pergi ke toko atau mengikuti parade sendirian. Begitu juga ketika berada di bandara, orang tua sangat mudah lalai dan kehilangan anak.

 

Yang harus dilakukan orang tua saat anak hilang

Meski telah melakukan pencegahan, ternyata si kecil tetap tersesat. Lalu bagaimana? Meski sulit, coba untuk tidak panik dan ikuti langkah berikut:


  1. Lakukan pencarian cepat

    Anak Ibu mungkin tidak jauh. Tetap berada di tempat Ibu untuk sementara waktu dan coba pikirkan apa yang kira-kira mencuri perhatiannya, mungkin boneka besar di toko yang tadi Ibu lewati, lalu cepat periksa area tersebut. 

    Bila Ibu berada dekat kolam renang, air mancur atau kumpulan air, selalu periksa tempat ini lebih dulu. Meski Ibu mungkin pernah mendengar tidak bijak memanggil nama ketika anak hilang, karena pemangsa anak bisa memanfaatkan hal ini, kebanyakan ahli mengatakan tidak apa, dan menarik perhatian sebenarnya bisa mencegah predator. Anak mungkin bisa mendengarnya, jadi masuk akal untuk memanggil nama ketika anak hilang, terutama karena risiko penculikan sangat kecil.  


  2. Cepat cari bantuan

    Bila Ibu tidak bisa temukan anak setelah beberapa menit, cari petugas keamanan terdekat dan jelaskan situasinya. Lakukan dengan cepat meski ini berarti Ibu harus segera meninggalkan tempat itu, atau mengirim orang lain.

    Tempat keramaian yang besar punya prosedur yang dengan cepat mengerahkan pegawai untuk menjaga pintu keluar dan mulai memeriksa toilet, kamar pas, serta lorong.


  3. Hubungi polisi

    Ibu belum juga menemukan anak hilang setelah 5 hingga 10 menit, libatkan pihak berwenang. Tiga jam pertama jadi waktu paling kritis untuk menemukan anak hilang. Berikan deskripsi jelas di mana Ibu melihat anak terakhir kali dan jenis pakaian yang dikenakan.

    Tetap tenang dan ingat, menghubungi polisi tidak berarti hal paling buruk terjadi. Banyak orang tua ragu dengan kekhawatiran yang dirasakan dan mengira ini tidak akan terjadi pada mereka. Tapi jangan menunggu bila insting Ibu mengatakan Ibu harus menghubungi polisi.


Juga minta anggota keluarga lain untuk membantu, terutama bila ada anak lain bersama Ibu. Mengerikan rasanya membayangkan anak hilang, tapi ketahuilah apa yang harus dilakukan, tetap tenang dan cari bantuan dengan cepat.

Ibu, pembelajaran sederhana dan selalu mengingatkan anak bisa membantu buah hati Ibu aman ketika berada di tempat umum. Ibu perlu ulangi tips keamanan di atas sesering yang dibutuhkan untuk memastikan anak hilang tahu apa yang harus dilakukan. Ingat, tetap buat hal ini menyenangkan bagi anak meski ini masalah serius. Anak bisa menerima informasi lebih baik bila ia menikmati belajarnya.

(Ismawati & Yusrina / Dok. Pexels)