Balita Dibaca 5,395 kali

5 Gejala Breath Holding Spells, Masalah Kesehatan Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 16 Januari, 2019 06:01

5 Gejala Breath Holding Spells, Masalah Kesehatan Bayi

Salah satu hal yang harus diwaspadai orang tua tentang kesehatan bayi adalah Breath Holding Spells atau berhenti bernapas. Breath holding spells (menangis hingga wajah kebiruan) bisa menakutkan bagi orang tua karena anak serta bayi berhenti bernapas hingga tidak sadarkan diri.

Tapi kondisi ini tidak disengaja, Bu. Ini merupakan refleks yang berarti anak tidak bisa mengontrolnya. Meski membuat orang tua cemas, breath holding spells tidak membahayakan kesehatan bayi dan tidak memiliki risiko yang serius. Breath holding spells bisa berlangsung kurang dari satu menit, lalu anak mulai bernapas normal kembali.

Breath holding spells bisa terjadi pada bayi yang sehat antara usia 6 bulan hingga 6 tahun tapi paling umum terjadi selama tahun kedua usia anak. Breath holding spells bisa lebih umum terjadi pada anak dengan riwayat keluarga yang juga mengalaminya. Pada kebanyakan kasus, breath holding spells bisa diprediksi dan bahkan dicegah setelah pemicunya diketahui. Anak biasanya tidak lagi mengalami kondisi ini di usia 5 atau 6 tahun. Namun, meskipun begitu Ibu harus tahu beberapa hal penting tentang breath holding spells agar tidak mengancam kesehatan bayi Ibu.

 

Penyebab breath holding spells

Breath holding spells biasanya disebabkan oleh perubahan napas atau penurunan detak jantung. Reaksi ini bisa dibawa oleh rasa sakit atau emosi yang kuat. Pada beberapa anak, breath holding spells bisa berhubungan dengan anemia karena kekurangan zat besi, kondisi di mana tubuh tidak memproduksi jumlah sel darah merah yang normal.

 

Gejala breath holding spells

  1. Biasanya berlangsung kurang dari satu menit
  2. Otot kejang, tubuh kaku, atau seizure
  3. Perubahan pada napas dan detak jantung. Pada cyanotic spell, anak bernapas terlalu cepat atau terlalu keras. Ketika anak melepas napas, ada jeda panjang sebelum anak mengambil napas lagi. Pada pallid spell, detak jantung jadi lebih lambat.
  4. Perubahan warna kulit. Pada cyanotic spell, kulit berubah jadi merah atau biru-ungu, terutama di sekitar bibir. Pada pallid spell, kulit menjadi pucat dan berkeringat.
  5. Menangis, tapi pada pallid spell anak mungkin tidak menangis sama sekali.

 

Jenis-jenis breath holding spells

Untuk lebih jelasnya, Breath holding spells dibedakan berdasarkan penyebab dan karakteristiknya :

  • Cyanotic breath-holding spells, terjadi ketika bayi berhenti bernapas dan wajahnya berubah warna menjadi biru. Kondisi ini sering dipicu oleh sesuatu yang membuat anak jengkel seperti saat didisiplinkan. Ketika menangis anak menghembuskan napas dan lalu tidak mengambil napas kembali. Orang tua yang pernah menyaksikan ini tahu pasti kapan akan terjadi lagi karena wajah anak perlahan menjadi kebiruan, mulai dari biru muda hingga hampir ungu.
  • Pallid breath-holding spells, kurang umum terjadi dan lebih tidak terprediksi karena terjadi setelah anak tiba-tiba ketakutan atau terkejut (seperti saat dikejutkan dari belakang). Tidak seperti cyanotic spells, anak berubah jadi sangat pucat, wajahnya hampir putih selama spells berlangsung.

Kedua kondisi ini menyebabkan bayi berhenti bernapas dan kadang hilang kesadaran hingga satu menit. Di kasus yang paling ekstrim, anak mengalami seizure. Mengalami seizure tidak menyebabkan bahaya jangka panjang atau berisiko mengalami gangguan seizure yang berbahaya bagi kesehatan bayi.

 

Bila anak pingsan saat breath holding spells

Sering kali, Ibu tidak perlu melakukan apapun selama breath holding spells. Anak perlu tetap berbaring hingga spell reda. Bila anak hilang kesadaran, tetap tenang dan ingat bahwa :

  • Periksa apakah ada makanan atau benda lain di mulut anak yang bisa menyebabkan tersedak setelah anak mulai sadar.
  • Pindahkan semua benda atau furniture yang berada dalam jangkauan anak untuk berjaga bila anak mengalami seizure.
  • Anak dengan breath holding spells biasanya mulai bernapas dalam waktu satu menit. Hubungi dokter bila kesehatan bayi memburuk seperti tubuh tetap berwarna biru atau tidak bernapas lebih dari satu menit.

 

Kapan perlu menghubungi dokter?

Bila ini pertama kali anak mengalami breath holding spells, Ibu perlu cari bantuan medis. Meski breath holding spells tidak membahayakan kesehatan bayi, ada baiknya memeriksakan anak. Dokter bisa menentukan apakah ini breath holding spells atau kondisi medis lain yang mirip.

Breath holding spells merupakan respon tanpa sadar terhadap emosi yang kuat seperti marah, takut, atau frustrasi dan cenderung terjadi pada anak yang sehat. Karena tanpa sadar (tidak disengaja), breath holding spells bukan masalah perilaku. Dokter bisa membantu orang tua memahami apa yang memicu breath holding spells pada anak, bagaimana mencegahnya, dan bagaimana mengatasinya.

Kadang masalah kesehatan bayi lain seperti anemia karena kekurangan zat besi bisa juga menyebabkan breath holding spells. Jadi dokter bisa melakukan tes darah untuk memeriksa kondisi ini. Menangani anemia bisa membantu menurunkan jumlah spells.

 

Diagnosa breath holding spells

Dokter biasanya bisa mendiagnosis breath holding spells berdasarkan apa yang terjadi selama spell dan melihat riwayat kesehatan bayi. Dokter akan memeriksa anak dan meminta Ibu menjelaskan spell yang dialami anak. Akan lebih membantu bila Ibu merekam apa yang terjadi pada tiap spell.

Bila dokter mengira anak mengalami gangguan seizure atau kondisi lain seperti anemia karena kekurangan zat besi, dokter akan menganjurkan tes kesehatan bayi lainnya.

 

Diagnosa breath holding spells didasarkan pada riwayat kesehatan bayi sendiri dan keluarga serta penyelesaian pemeriksaan fisik dan neurologis untuk mengetahui penyebab lain. Breath holding spells biasanya didiagnosis dengan cara berikut:

  • Riwayat kesehatan bayi yang mempunyai breath holding spells
  • Urutan kejadiannya yang bisa ditulis atau direkam
  • Tes darah untuk menentukan apakah anak mengalami anemia akibat kurang zat besi.

 

Selain itu dokter juga perlu memastikan hal berikut:

  • Apakah pernah terdiagnosa masalah kesehatan bayi tertentu
  • Apakah ada perubahan baru-baru ini pada perilaku anak yang mengancam kesehatan bayi
  • Apakah ada perubahan pada kehidupan anak baru-baru ini seperti pindah rumah, adik baru, atau perceraian orangtua
  • Apakah orang tua curiga tentang bagaimana orang lain memperlakukan anak

 

Kondisi kesehatan bayi yang bisa menyebabkan breath holding spells antara lain:

  • Sindrom Rett, gangguan genetik yang jarang yang terjadi pada anak perempuan
  • Penyakit Batten
  • Sindrom Riley-Day, gangguan genetik yang jarang terjadi
  • Gangguan genetik yang bisa menyebabkan breath holding spells tanpa sengaja pada anak yang sakit serius.

 

Breath holding spells bisa dibedakan dari seizure epilepsi dengan menggunakan kriteria berikut:

  • Breath holding spells terjadi karena peristiwa atau situasi tertentu
  • Seizure karena breath holding spells berlangsung singkat
  • Pemulihan dari breath holding spells berlangsung cepat
  • Perubahan warna kulit dan hilang kesadaran karena breath holding spells terjadi sebelum seizure yang menghentak
  • Pada epilepsi, kejang dan lemah otot mendahului hilangnya warna kulit
  • Electroencephalogram (EEG) merekam aktivitas otak yang normal pada semua bentuk breath holding spells, tapi abnormal pada epilepsy.
  • Electrocardiogram (ECG, EKG) yang merekam aktivitas elektrik jantung bisa digunakan untuk memeriksa ritme jantung yang abnormal pada anak yang pernah mengalami pallid breath holding spells.

 

Penanganan breath holding spells

Kebanyakan anak tidak membutuhkan penanganan untuk breath holding spells. Spell akan hilang ketika anak bertambah  besar. Bila dokter mengira kondisi kesehatan bayi menyebabkan spell, berarti anak akan membutuhkan pengobatan khusus.

Untuk menurunkan kemungkinan spell yang berbahaya bagi kesehatan bayi, pastikan dia mendapat banyak istirahat, dan bantu agar dia selalu merasa aman. Pastikan memberi tahu dokter bila anak mulai mengalami spell lebih sering atau bila terlihat lebih parah atau berbeda dibanding sebelumnya.

Breath holding spells bisa membuat orang tua frustrasi. Bila Ibu kesulitan mengatasi spell anak atau Ibu jadi emosi, bicara pada dokter atau konselor. Selalu ingat kalau anak melakukan ini tanpa disengaja.

Untuk melindungi kesehatan bayi selama spell, baringkan anak di lantai dan jaga lengan, kaki, dan kepala dari membentur apapun yang keras dan tajam. Kemungkinan bayi berhenti bernapas selama satu menit selama spell. Bila anak tidak terbangun dan mulai bernapas kembali, hubungi dokter. Ibu kemungkinan akan diminta memberikan napas buatan sambil menunggu bantuan datang.

  • Letakkan satu tangan pada kepala bayi
  • Letakkan jari tangan satunya di bawah bagian tulang rahang bawah dekat dagu. Tekuk dagu ke atas agar saluran udara terbuka.
  • Ambil napas normal, dan tempatkan mulut Ibu pada hidung dan mulut bayi sehingga terkunci. Tiupkan udara ke hidung dan mulut bayi selama 1 detik, dan lihat apakah dada bayi naik. Bila dada tidak naik, posisikan kepala bayi lagi dan berikan napas buatan kembali.
  • Di sela pemberian napas, angkat mulut Ibu dari hidung dan mulut bayi lalu ambil napas normal. Biarkan dada bayi turun dan rasakan udara keluar.

 

Mencegah breath holding spells terjadi kembali

Setelah anak mengembangkan kemampuan yang lebih baik, mereka biasanya bisa melewati fase breath holding spells. Tapi sebelum itu, orang tua bisa menghadapi tantangan lebih besar dibanding menyaksikan spell terjadi, yakni mencari cara mendisiplinkan anak sembari menjaga kesehatan bayi tanpa memicu spell.

Dokter bisa bekerja sama dengan orang tua untuk mengetahui strategi yang tepat untuk Ibu dan si kecil. Coba untuk tidak menyerah pada perilaku keras kepala dan tantrum buah hati Ibu, anak kecil perlu batasan dan panduan untuk membantu mereka tetap aman dan menjadi stabil secara emosi.

Dengan pengalaman, keberanian, dan bantuan dokter, Ibu bisa pelajari cara mengatasi breath holding spells sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan terstruktur hingga anak melewati fase ini.

Ketika anak belajar mengatasi frustrasi, rasa takut, dan marah, breath holding spells jadi berkurang frekuensinya. Orang tua bisa mencegah spells dengan memastikan anak mendapat istirahat yang cukup dan merasa aman.

 

Berikut ini beberapa cara Ibu bisa membantu anak merasa aman dan kurang frustrasi:

  • Lakukan aktivitas rutin untuk menjaga kesehatan bayi
  • Jaga suasana rumah tetap tenang
  • Biarkan anak menentukan pilihan sederhana, seperti baju mana yang akan ia pakai
  • Beri pujian untuk perilaku anak yang baik dan memenuhi ekspektasi Ibu
  • Puji anak ketika ia belajar dan menguasai tugas baru dan setelahnya ketika ia melakukannya dengan baik.
  • Mendorong anak untuk bermain sendiri akan membantunya mengembangkan citra diri yang lebih positif. Ini juga bisa menurunkan rasa frustrasi.

 

Beberapa orang tua sangat kesal dengan breath holding spells sehingga mengurung anak dan tidak bisa memberi batas konsisten untuk anak sebagai usaha untuk mencegah spell. Sebagai akibatnya, anak tidak belajar cara lain untuk mengungkapkan frustrasi dan kemarahannya.

 

Meski bila usaha orang tua berhasil mencegah breath holding spells, masalah perilaku tetap ada. Untuk menghindari masalah ini:

  • Jangan bereaksi berlebihan pada perilaku negatif anak
  • Jangan bereaksi berlebihan pada breath holding spells. Ketika anak mulai spell, sarankan cara alternatif untuk mengungkapkan rasa frustrasi, marah, atau rasa takut dengan mengatakan, “Coba Ade ngomong, Ade kenapa?” Setelah spell, pahami perilaku dan perasaan anak.
  • Hindari berlebihan melindungi atau mengurung anak dari frustrasi masa kecil yang normal. Mengurangi frustrasi memang perlu, tapi jangan coba menghilangkannya.
  • Ingatkan diri kalau breath holding spells tidak membahayakan kesehatan bayi dan dia akan berhasil mengatasinya.
  • Bersikap tegas, adil, dan konsisten ketika menerapkan disiplin ke anak. Buat batasan dan ikuti dengan konsekuensinya.
  • Bila Ibu menghadapi masalah lain, konseling kadang bisa membantu.

 

Intervensi medis untuk breath holding spells

Tidak ada penanganan intervensi yang dibutuhkan ketika anak mengalami breath holding spells. Kecenderungan alami orang tua adalah menggendong anak, tapi posisi tegak sebenarnya akan menambah lama kondisi ini. Seperti ketika pingsan, letakkan kepala anak di bawah untuk mengembalikan aliran darah ke otak.

Anak harus berada di posisi berbaring dan miring. Pernapasan bantuan tidak perlu dilakukan karena anak akan mulai bernapas dan merespon dalam satu menit. Pada kasus yang jarang, bayi berhenti bernapas selama 3 menit, maka napas bantuan diberikan.

Penanganan dengan obat seizure tidak mencegah anak dari mengalami breath holding spells. Obat juga memiliki potensi efek samping, karenanya tidak boleh diberikan ke anak dengan breath holding spells.

Ada obat lain untuk mengatasi breath holding spells, tapi jarang diresepkan oleh dokter. Pengobatan jarang diberikan karena breath holding spells biasanya tidak dianggap serius dan tidak mengharuskan pemberian obat ke anak setiap hari.

Obat yang digunakan paling sering untuk menurunkan breath holding spells adalah zat besi. Dokter bisa meresepkan zat besi meski bila anak tidak mengalami anemia karena bisa menurunkan episode frekuensi spell. Meski marah dan frustrasi kadang bisa menimbulkan breath holding spells, orang tua tidak boleh mengubah mendisiplinkan anak karena takut terjadi spell lagi.

Episode breath holding spells bukan masalah perilaku, tapi bila anak menyadari ketika ia mulai menangis ia mendapat apa yang ia mau, maka ia bisa mengalami masalah perilaku. Bila pengasuh memberi perhatian berlebih ke anak setelah breath holding spells, ini bisa mendorong perilaku yang memicunya. Memang menimbulkan stress bagi orang tua yang anaknya mengalami breath holding spells. Bekerja sama dengan terapis atau konselor bisa membantu mempelajari teknik yang bisa dicoba orang tua dan mengatasi stres dari episode breath holding spells.

 

Breath holding spells dan perkembangan kesehatan bayi

Breath holding spells tidak membahayakan kesehatan bayi dan tidak menyebabkan kerusakan otak. Breath holding spells juga tidak mempengaruhi perkembangan kesehatan bayi atau memiliki efek jangka panjang pada hidupnya. Bisa terasa menakutkan bagi keluarga melihat breath holding spells dan mereka bisa mengubah cara mendisiplinkan anak karenanya. Meski anak tidak mengalami breath holding spells karena masalah perilaku, anak bisa mengembangkan masalah perilaku bila keluarga mulai mengubah cara mendisiplinkan anak untuk mencoba membuatnya tidak jengkel dan mengalami breath holding spells.

Breath holding spells umumnya mulai menurun frekuensinya saat anak berusia 2 tahun. Di usia 4 tahun sebanyak 50 persen anak tidak lagi mengalaminya. Hampir semua anak akan berhenti mengalami episode breath holding spells saat usia 7 hingga 8 tahun.

 

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pexels)