Balita Dibaca 7,772 kali

6 Bagian Tubuh Bayi Yang Penting Untuk Dirawat

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
6 Bagian Tubuh Bayi Yang Penting Untuk Dirawat

Bayi baru lahir membutuhkan perawatan tubuh yang tepat. Mau tahu bagian tubuh apa saja yang harus Bunda perhatikan? Simak yuk artikel ini!

  1. Perawatan Gigi

    Bayi baru lahir memang belum memiliki gigi, tapi kini adalah waktu yang tepat untuk mulai melakukan perawatan kebersihan gigi. Celupkan perban di air dan seka bagian gusi bayi. Lakukan sekali sehari, setelah bayi terakhir kali menyusu.

    Beberapa bayi ada yang lahir dengan satu atau dua gigi. Jika ini terjadi pada si kecil, pastikan Bunda menggosok giginya dengan sikat gigi bayi yang lembut. Lakukan beberapa kali dalam sehari, setelah menyusu pertama dan terakhir. Pasta gigi tidak perlu untuk bayi di bawah usia 6 bulan karena bisa memicu florida berlebihan.

    Cara lain untuk menghindari kerusakan gigi adalah dengan tidak memberi botol susu sebagai penenang di waktu tidur. Memberi botol susu di malam hari bisa menyebabkan kerusakan permanen pada gigi. Jika bayi tetap menginginkan botol susu, isi dengan air putih, bukan dengan susu.

  2. Kuku Jari

    Kuku bayi lebih lembut dan lunak dibanding kuku orang dewasa. Tapi jangan salah, Bun, kuku bayi cukup tajam untuk melukai wajahnya sendiri atau wajah Anda ketika ia bereksplorasi, terlebih lagi bayi belum memiliki kontrol penuh terhadap anggota tubuhnya.

    Kuku tangan bayi tumbuh sangat cepat sehingga Anda perlu memotongnya beberapa kali dalam seminggu. Kuku kaki lebih lambat pertumbuhannya jadi lebih jarang dipotong. Beberapa orang tua menggigit kuku bayi untuk memotongnya, tapi ini berbahaya karena bisa memicu infeksi.

    Cara terbaik adalah dengan membeli pemotong kuku khusus bayi dan pasangan Anda. Pasangan bisa memegang bayi dan menjaganya tidak terlalu banyak bergerak ketika kukunya dipotong. Anda bisa melakukannya ketika ia menyusu atau tidur sehingga ia lebih tenang.
    Tekan ujung jari menjauhi kuku untuk menghindari melukai kulit dan tahan dengan tangan Anda ketika memotong kukunya. Jika khawatir Anda akan menggores jarinya, cukup gunakan alat kikir kuku.

  3. Cradle Cap

    Cradle cap ditandai dengan kulit kepala yang membentuk lapisan kering hingga terlihat seperti ketombe, atau menyerupai area yang tebal, berminyak, dengan warna kekuningan atau kecoklatan, atau seperti bagian yang berkerak.

    Cradle cap memang tidak enak dilihat, tapi kondisi pada kulit kepala ini tidak berbahaya dan biasa terjadi pada bayi baru lahir. Bayi bisa mengalami kulit kepala kering dan berlapis yang terlihat seperti ketombe, atau pada kasus yang lebih berat, ditandai oleh bagian berwarna kuning, tebal, dan berminyak.

    Cradle cap bisa muncul kapan saja di antara dua minggu hingga tiga bulan setelah lahir dan biasanya hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Cradle cap umumnya tidak lagi muncul setelah bayi berumur 6 atau 7 bulan.

    Cradle cap terjadi ketika kelenjar yang memproduksi minyak menghasilkan terlalu banyak minyak, yang menyebabkan area berminyak dan kering lalu mengelupas. Banyak ahli mengira kelebihan hormon yang dihasilkan ibu dan diturunkan ke anak selama kelahiran menyebabkan kelenjar minyak bereaksi.

    Cara terbaik untuk menghilangkan cradle cap adalah dengan mencuci kepala bayi setiap hari dengan shampo bayi berformula lembut. Pijat kepala bayi dengan jari atau waslap lembut lebih dulu untuk membantu melepaskan kerak. Sebelum membilas dengan shampo, sikat rambut bayi dengan sisir lembut untuk menghilangkan kerak yang rontok. Beberapa orang tua menggunakan minyak mineral atau baby oil pada kepala bayi untuk merontokkan kerak tapi ini tidak cukup membantu, bahkan kerak muncul semakin banyak.

    Perlahan cradle cap akan hilang dengan sendirinya, tapi bicarakan pada dokter jika kondisi ini terus-menerus, bertambah buruk, atau menyebar. Dokter bisa meresepkan shampo obat atau krim cortisone.

  4. Tali Pusar

    Setelah bayi lahir, tali pusarnya akan dipotong dan dijepit melalui prosedur yang tidak terasa sakit, yang tertinggal adalah ujungnya saja. Jaga ujung tali pusar tetap bersih hingga mengering dan terlepas dengan sendirinya, biasanya pada 10 hingga 21 hari. Setelah ujung tali pusar terlepas, pusar membutuhkan beberapa hari untuk sembuh sepenuhnya. Ketika ujung tali pusar terlepas, akan muncul sedikit darah, kondisi ini normal dan tak perlu dikhawatirkan.

    Lipat popok di bawah ujung tali pusar agar terkena udara dan tidak terkontak dengan urin. Hindari memandikannya dengan cara merendamnya hingga tali pusar terlepas. Di cuaca hangat paling baik memakaikan bayi popok dan baju longgar untuk memudahkan sirkulasi udara dan membantu proses pengeringan. Hindari memakaikan baju terusan hingga tali pusarnya puput.

    Kini banyak dokter tidak lagi menyarankan menyeka ujung pusar dengan alkohol karena penelitian menunjukkan penyembuhan menjadi lebih cepat tanpa alkohol. Untuk menjaga tali pusar tetap kering, cukup bersihkan tubuh bayi dengan waslap. Tanda infeksi, meski jarang terjadi, berupa bengkak atau kemerahan, nanah, dan demam.

  5. Area Vagina

    Semua vagina bayi perempuan perlu dibersihkan dengan lap yang basah dan bersih saat mengganti popok dan mandi. Anda harus menyekanya dari depan ke belakang untuk menghindari terbawanya bakteri dari dubur ke vagina. Pastikan Bunda membersihkan dengan lembut pada lipatan kulitnya.

    Baik pada bayi laki-laki atau perempuan, alat vital mereka akan bengkak dan kemerahan di minggu pertamanya. Bayi perempuan mengeluarkan kotoran jernih, putih, atau sedikit berdarah. Semua ini normal pada beberapa minggu pertama akibat paparan hormon selama hamil. Tanyakan ke dokter jika gejala ini tidak juga membaik setelah 6 minggu.

  6. Penis Yang Disunat

    Jika Bunda memutuskan untuk menyunat bayi laki-laki langsung setelah dia lahir, Bunda perlu menjaga kebersihan kulit dengan sabun dan air seperti mandi biasanya. Bayi yang dikhitan atau tidak sebaiknya tidak mandi dengan berendam di gelembung sabun, karena bisa membuat iritasi jaringan penis.

    Selama beberapa hari setelah khitan, penis terlihat mengalami sedikit iritasi, dan muncul lapisan berwarna kuning. Ini mengindikasikan penis sembuh dengan normal. Area khitan jarang terkena infeksi. Tanda infeksi antara lain kemerahan yang berlangsung lama, ujung penis bengkak, dan lapisan kulit berwarna kuning yang mengandung cairan di ujung penis. Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda ini.

    Ketika membersihkan atau memandikan bayi laki-laki yang tidak dikhitan, jangan menarik kulup atau membersihkan bawahnya. Bersihkan bagian luar penis seperti bagian tubuh lainnya.


(Ismawati)