Balita

Ajarkan Anak Melakukan Hal Ini Saat Anak Tersesat

Terakhir diperbaharui

Ajarkan Anak Melakukan Hal Ini Saat Anak Tersesat

Tiap orangtua mengkhawatirkan hal ini. Apa yang akan terjadi bila anak tersesat dan Anda tidak bisa menemukannya? Tapi Anda bisa mengajarkan ke anak apa yang harus dilakukan saat ia tersesat sehingga kemungkinan untuk menemukannya lebih tinggi.

 

Tempat yang biasanya banyak anak tersesat

Meski kehilangan anak di tempat umum jadi satu hal yang tidak ingin Anda alami, kasus anak tersesat semakin sering terjadi. Berikut ini tempat-tempat di mana biasanya anak hilang dari pengawasan orangtua dan tersesat.

 

  1. Taman bermain

    Semenit yang lalu ia masih berjalan di sisi Anda tapi di menit berikutnya ia sudah tidak terlihat. Si kecil bisa saja berlari ke kerumunan atau teralih perhatiannya oleh banyak lampu, suara, atau sensasi di taman bermain.

     

    Untuk taman bermain komersil, rata-rata 11 anak tersesat setiap hari. Rata-rata waktu anak hilang dari orangtua sekitar 30 menit. Taman hiburan yang besar memiliki akses kontrol yang terbatas, jadi kemungkinan anak Anda aman dari penculik dan predator.

     

    Saat anak tersesat di tempat ini, bicaralah pada petugas taman bermain dan biarkan mereka melakukan tugasnya. Di taman bermain ada pusat informasi yang bisa membantu mempertemukan anak tersesat dengan orangtuanya.

     

  2. Pusat perbelanjaan

    Tempat paling umum di mana orangtua kehilangan anak adalah pusat perbelanjaan. Anak bisa hilang dalam hitungan detik, jadi segera setelah mengetahui anak tidak lagi bersama Anda, coba panggil namanya dan cari di tempat terakhir Anda melihatnya. Bila ini gagal, segera ke petugas keamanan. Petugas bisa menginformasikan manajemen untuk menutup pintu masuk dan keluar.

     

    Bila anak tidak juga ditemukan, manajemen mall bisa menghubungi polisi. Mengetahui apa yang harus dilakukan bila anak tersesat di mall akan membantu Anda menemukannya dengan mudah.

     

  3. Pawai atau event outdoor

    Untuk keluarga dengan anak kecil, tak ada yang lebih seru selain menonton pawai atau event outdoor lainnya. Tapi meski seru, event outdoor juga punya risiko, terutama untuk anak, jadi Anda perlu bersiap. Sebelum tiba di tempat acara, buat aturan untuk mempersiapkan anak menghadapi hal terburuk. Rencanakan cara untuk tetap terhubung, langkah yang perlu Anda ambil bila Anda terpisah dari anak, dan kenakan pakaian yang mudah dikenali agar Anda dan anak bisa saling melihat dengan cepat.

     

  4. Bandara

    Untuk tempat ramai, bandara mungkin yang paling sibuk, sehingga jadi tempat yang paling umum orangtua kehilangan anak. Di bandara, orang selalu tergesa-gesa, terutama ketika di penerbangan internasional. Penumpang memeriksa tas bawaan untuk boarding pass dan ada juga orang yang tergesa di kerumunan agar tidak ketinggalan pesawat. Dengan kata lain, bandara bukan tempat yang ramah bagi anak.

 

Seperti semua situasi yang telah disebutkan, coba untuk tidak panik ketika anak tersesat. Kemungkinan, anak berada di area ketika terakhir kali Anda melihatnya. Bila tidak, beritahu petugas bandara agar membantu Anda menemukan si kecil.

 

Yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah anak tersesat

Ada beberapa hal yang orangtua bisa lakukan untuk mengantisipasi anak tersesat:

 

  1. Bicarakan

    Orangtua bisa mulai dengan mempersiapkan anak untuk menghadapi kemungkinan tersesat. Tapi Bun, jangan buat diskusi ini terasa menakutkan bagi anak. Lakukan pendekatan yang positif dan tenang. Anda bisa mulai dengan memberitahu anak kalau ketika berada di tempat ramai, mungkin saja ia terpisah dari Anda. Yakinkan buah hati Anda kalau Anda dekat dengannya, tapi buat ia mengerti kalau ia harus tahu  apa yang harus dilakukan agar lebih mudah ditemukan.

     

  2. Ajarkan anak nama lengkap Anda

    Setelah anak bisa mengingat, ajarkan nama Anda. Bukan panggilan “ayah” atau “bunda,” tapi nama lengkap Anda. Di supermarket yang ramai, Anda mungkin tidak tahu siapa yang memanggil bila banyak anak berteriak “ayah” dan “bunda.”

     

  3. Buat identitas anak

    Jahitkan nama Anda dan nomor kontak di pakaian anak atau tulis di bagian dalam sepatunya. Anda bisa beli gelang identitas yang memuat kontak Anda untuk dikenakan anak. Ini bisa membantu bila anak tidak bisa mengingat nomor telepon Anda atau bila ia tidak bisa berkomunikasi.

     

  4. Buat rencana keamanan

    Kapanpun Anda keluar bersama anak, bahas rencana keamanan ini. Rencana ini berupa apa yang anak harus lakukan bila langkah-langkah di atas telah dilakukan dan ia masih belum menemukan Anda. Salah satu contohnya, bila Anda ke supermarket, Anda beritahu anak bahwa jika ia tidak menemukan Anda, ia harus pergi ke kasir nomor 1. Bila berada di taman, maka rencana keamanan untuk anak dengan memintanya tetap berada di tempat karena berkeliaran akan membuatnya semakin tersesat.

     

    Bila anak Anda pergi keluar bersama orang dewasa lain, beritahu anak untuk bertanya rencana keamanannya seperti apa.

     

  5. Lakukan role play

    Anak perlu berlatih peran bersama Anda. Anak berpura-pura tersesat dan minta ia melakukan langkah keamanan tadi. Libatkan orang dewasa lain atau minta anak lakukan peran berbeda untuk mengetahui situasi yang berbeda. Anak belajar jauh lebih baik dari permainan peran seperti ini dibanding bila ia diminta sekedar mengingat apa yang harus dilakukan.

     

Langkah keamanan ketika anak tersesat

Apakah anak Anda tahu apa yang harus dilakukan ketika ia terpisah dari Anda di tempat umum yang ramai seperti pusat perbelanjaan? Ini jadi skenario yang paling sulit tapi tiap orangtua harus mempersiapkan anak. Ayo ajarkan anak apa yang harus dilakukan ketika mereka tersesat.

 

Bunda, ajarkan anak 5 langkah keamanan ini. Anak harus mengikuti langkah ini bila ia tersesat.

 

  1. Berhenti

    Beritahu anak, ketika ia menyadari kalau ia tersesat, ia harus berhenti melakukan aktivitasnya. Ia harus berhenti bermain, berjalan, dan menghentikan apapun yang sedang dilakukan hingga ia bisa menemukan Anda kembali.

     

  2. Cari tempat terdekat yang aman

    Minta anak untuk melihat sekitarnya dan cari tahu apakah ia berdiri di tempat yang aman. Tempat aman berarti bukan di jalan raya, tidak dekat mesin berbahaya atau area yang tidak stabil. Dengan kata lain, minta anak memastikan kalau ia tidak berdiri di tempat yang mungkin terjadi insiden. Bila ya, minta ia pindah ke tempat aman terdekat.

     

  3. Memanggil nama ayah atau bunda

    Setelah berada di tempat yang aman, minta anak untuk melihat sekeliling. Kadang Anda berada dekat dengannya dan mungkin anak hanya tidak melihat Anda.

     

    Bila anak membawa handphone, ia bisa menghubungi Anda dan memberitahu kalau ia tersesat. Tapi kadang signal tidak kuat atau telepon tidak berhasil. Pada anak kecil, ia mungkin tidak membawa handphone atau tidak tahu cara mengoperasikannya. Jadi Anda perlu rencana lain ketika Anda tidak bisa dihubungi.

     

    Beritahu anak, jika ia tidak bisa menelepon Anda dan tidak bisa melihat Anda, ia harus memanggil nama Anda dengan suara lantang. Anak harus memanggil nama lengkap, bukan “ayah” atau “bunda.” Beritahu ke buah hati Anda kalau tak apa meneriakkan nama dengan keras meski ia merasa malu atau berada di tempat seperti perpustakaan.

     

    Meneriakkan nama lebih aman dibanding tetap diam. Kebanyakan pemangsa anak mencari anak yang bisa diculik tanpa terlihat. Anak yang berteriak menarik perhatian banyak orang dan akan selalu dihindari penculik.

     

  4. Cari ibu bersama anak kecil

    Secara statistik, orang paling aman yang anak bisa dekati untuk mendapat bantuan adalah ibu yang bersama anak kecil. Pria kurang mungkin membantu karena takut dituduh sebagai penculik. Anak yang lebih besar bisa mendekati pusat informasi, tapi anak yang lebih kecil kesulitan mengenali seragam petugas keamanan.

     

    Ketika anak mencari ibu dengan anak kecil dan mendekatinya, ia harus beritahu dengan jelas, “Saya tersesat, bisa tolong bantu telepon ibu saya, namanya.... dan ini nomor teleponnya.” Anak bisa tunjukkan nomor telepon Anda dan beritahu kalau ia harus tetap dekat dengan ibu yang ia temui hingga ia ditemukan.

     

  5. Gunakan rencana keamanan Anda

    Bila anak Anda tidak melihat ibu dengan anak kecil yang bisa membantu, dan ia telah mengikuti semua langkah keamanan di atas, ia harus ikuti rencana keamanan yang telah Anda sepakati.

 

Mencegah anak tersesat

Sangat penting mencegah anak tersesat. Tapi mengajarkan ke anak apa yang harus dilakukan ketika tersesat sama pentingnya. Buat rencana tiap kali Anda pergi ke mall atau tempat yang ramai bersama anak.

 

Berikut langkah untuk mencegah anak tersesat:

  1. Sebelum pergi

    Bila Anda menginap di hotel, simpan kartu bisnis hotel di di dalam baju anak, tersembunyi. Anda bisa juga tulis identitas anak di secarik kertas dan letakkan di sakunya. Beritahukan anak ada kertas di sakunya.

     

  2. Baju berwarna cerah

    Pakaikan anak baju dengan warna cerah. Buat anak mengenali apa yang ia kenakan. Ulangi bersama anak apa yang Anda kenakan. Pastikan anak bisa melihat Anda di keramaian dan juga memberitahu orang lain ketika ditanya. Bila Anda melakukan perjalanan darat, mainkan “permainan tebak-tebakan” ini di mobil hingga Anda yakin anak sudah tahu dan ingat apa yang Anda kenakan.

     

  3. Tentukan tempat bertemu

    Sebelum berangkat ke suatu tempat, tunjukkan ke anak tempat penting dan tentukan tempat bertemu. Ini bisa berupa tempat informasi, toko es krim, atau apa saja. Pastikan anak bisa sampai di sana dan menunggu Anda, bukan mencari-cari Anda ke mana-mana.

     

  4. Ajarkan anak cara meminta tolong

    Anda perlu ajarkan ke anak siapa yang bisa dimintai bantuan. Ibu yang berjalan bersama anak, petugas keamanan, atau pegawai toko jadi orang yang bisa anak mintai tolong. Terutama ajarkan anak untuk tidak datang ke pria atau wanita yang jalan sendirian dan jangan percaya tawaran orang asing yang mau mengantarnya. Anak harus tetap ada di tempat bertemu yang ditentukan.

     

  5. Segera bertindak

    Bila anak tersesat, segera bertindak, tapi jangan panik. Coba untuk fokus menemukan anak, kirim seseorang ke tempat bertemu sedang lainnya tetap mencari. Yakinkan diri kalau anak tahu apa yang harus dilakukan dan tetap berusaha untuk fokus.

     

  6. Mengambil foto

    Manfaatkan kamera handphone Anda dan ambil gambar tiap anak dengan baju yang mereka kenakan hari itu, ambil foto kelompok bersama Anda di hari yang kira-kira Anda membutuhkannya. Ini menghemat waktu daripada menjelaskan ciri anak ketika mencari.

     

  7. Saling memeriksa

    Pastikan semua orang dewasa tahu perannya dan saling memeriksa. Jangan berasumsi suami mengawasi anak ketika Anda perlu membeli minum, selalu tanyakan, “Ayah bisa awasi Lauren, Bunda mau beli minum?” Atau bila Anda tidak yakin di mana anak, tanya ke orang lain.

    Pastikan juga Bun:

    • Selalu pastikan Anda melihat anak atau pastikan anak di bawah pengawasan orang dewasa lain yang bisa dipercaya.
    •  
    • Batita rentan tersesat jadi bila anak memaksa ingin ikut dengan Anda dengan berjalan kaki, bukan di kereta bayi, gunakan tali kekang bayi. Tas ransel dengan tali membuat anak berjalan sendiri tapi tidak tersesat bila perhatian Anda teralihkan.
    •  
    • Di pusat perbelanjaan besar ada baiknya tunjukkan ke anak di mana lokasi customer service agar ia tahu ke mana harus pergi ketika tersesat. Akan membantu bila ia bisa mengenali seragam pegawai toko juga, agar ia bisa mencari bantuan dengan cepat.
    •  
    • Waspadai tempat yang memberi akses bagi penculik anak, jaga anak tetap dekat dengan Anda dan jangan biarkan ia pergi ke toko atau mengikuti parade sendirian. Begitu juga ketika berada di bandara, orangtua sangat mudah lalai dan kehilangan anak.
    •  

 

Yang harus dilakukan orangtua saat anak hilang

Meski telah melakukan pencegahan, ternyata si kecil tetap tersesat. Lalu bagaimana? Meski sulit, coba untuk tidak panik dan ikuti langkah berikut:

 

  1. Lakukan pencarian cepat

    Anak Anda mungkin tidak jauh. Tetap berada di tempat Anda untuk sementara waktu dan coba pikirkan apa yang kira-kira mencuri perhatiannya, mungkin boneka besar di toko yang tadi Anda lewati, lalu cepat periksa area tersebut.

     

    Bila Anda berada dekat kolam renang, air mancur atau kumpulan air, selalu periksa tempat ini lebih dulu. Meski Anda mungkin pernah mendengar tidak bijak memanggil nama anak, karena pemangsa anak bisa memanfaatkan hal ini, kebanyakan ahli mengatakan tidak apa, dan menarik perhatian sebenarnya bisa mencegah predator. Anak mungkin bisa mendengarnya, jadi masuk akal untuk memanggil namanya, terutama karena risiko penculikan sangat kecil.  

     

  2. Cepat cari bantuan

    Bila Anda tidak bisa temukan anak setelah beberapa menit, cari petugas keamanan terdekat dan jelaskan situasinya. Lakukan dengan cepat meski ini berarti Anda harus segera meninggalkan tempat itu, atau mengirim orang lain.

     

    Tempat keramaian yang besar punya prosedur yang dengan cepat mengerahkan pegawai untuk menjaga pintu keluar dan mulai memeriksa toilet, kamar pas, serta lorong.

     

  3. Hubungi polisi

    Bila Anda belum juga menemukan anak setelah 5 hingga 10 menit, libatkan pihak berwenang. Tiga jam pertama jadi waktu paling kritis untuk menemukan anak tersesat. Berikan deskripsi jelas di mana Anda melihat anak terakhir kali dan jenis pakaian yang dikenakan.

     

    Tetap tenang dan ingat, menghubungi polisi tidak berarti hal paling buruk terjadi. Banyak orangtua ragu dengan kekhawatiran yang dirasakan dan mengira ini tidak akan terjadi pada mereka. Tapi jangan menunggu bila insting Anda mengatakan Anda harus menghubungi polisi.

     

Juga minta anggota keluarga lain untuk membantu, terutama bila ada anak lain bersama Anda. Mengerikan rasanya membayangkan anak tersesat, tapi ketahuilah apa yang harus dilakukan, tetap tenang dan cari bantuan dengan cepat.

 

Bunda, pembelajaran sederhana dan selalu mengingatkan anak bisa membantu buah hati Anda aman ketika berada di tempat umum. Anda perlu ulangi tips keamanan di atas sesering yang dibutuhkan untuk memastikan anak tahu apa yang harus dilakukan. Ingat, tetap buat hal ini menyenangkan bagi anak meski ini masalah serius. Anak bisa menerima informasi lebih baik bila ia menikmati belajarnya.

(Ismawati)