Kesehatan

Amankah Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?

Terakhir diperbaharui

Amankah Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?
Setelah melewati masa-masa menjadi ibu hamil, Bunda harus menghadapi situasi lain yang mungkin tidak mengenakkan. Dokter dan bidan biasanya menyarankan pasangan suami-istri menunda berhubungan intim setelah melahirkan, paling tidak sampai 6 minggu pasca persalinan. Uterus dan serviks mengalami perubahan yang signifikan selama proses melahirkan dan diperlukan waktu beberapa lama untuk bisa pulih. Selama fase penyembuhan pada lapisan uterus, infeksi rentan terjadi terutama pada area dimana plasenta berada. Melakukan hubungan intim setelah melahirkan bisa mengundang bakteri dan menyebabkan infeksi.

Pemulihan Saat Masa Nifas

Masa nifas berlangsung 2 hingga 8 minggu. Selama masa nifas, Bunda akan mengeluarkan lochia (cairan vaginal yang keluar di periode pasca melahirkan dan berbentuk seperti darah). Istilah lochia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berhubungan dengan kelahiran.” Lochia terdiri dari darah, jaringan yang terlepas dari lapisan uterus, dan juga bakteri. Ketika lochia tidak lagi berwarna merah cerah, itu artinya kondisi Bunda sudah mulai pulih. Biasanya 4 hingga 6 minggu setelah melahirkan Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk di cek kondisi dan pemulihan pasca melahirkan yang terjadi, sekaligus mendiskusikan rencana penggunaan alat kontrasepsi.

Tidak Berhubungan Intim Setelah Melahirkan Bukan Berarti Tidak Menjalin Keintiman

Biasanya Anda dibolehkan untuk berhubungan intim setelah melahirkan saat Anda sudah selesai menjalani pemeriksaan ini, kecuali jika Anda mengalami episiotomy atau sobekan pada vagina. Tidak bisa melakukan hubungan intim setelah melahirkan bukan berarti Anda tidak bisa intim dengan pasangan. Oral seks masih aman dilakukan pada beberapa hari setelah melahirkan. Jika Anda menjalani episiotomy dan harus dijahit karena vagina sobek saat persalinan, pastikan suami tidak menyentuh area tersebut.
Kalau suami merasa khawatir bakteri dari mulut bisa meningkatkan resiko terkena infeksi di vagina, tenangkan ia karena semua akan baik-baik saja selama stimulasi dilakukan secara eksternal. Dengan kata lain, tetaplah berada di sekitar area klitoris, dan jangan mendekat ke vagina dan perineum. Kemungkinan besar, Bunda tidak terlalu semangat untuk berhubungan seks setelah melahirkan, namun tetap ingat kalau menjalin kebersamaan dengan pasangan melalui sentuhan fisik itu penting. Bunda bisa berpelukan, ciuman, memijat suami, atau hanya sekedar berpegangan tangan.

Penggunaan KB Setelah Melahirkan

Jangan lupa, ketika sudah tidak lagi menjadi ibu hamil, Anda perlu memikirkan penggunaan KB setelah melahirkan, apalagi kalau Anda sudah aktif berhubungan intim setelah melahirkan. KB harus dipikirkan kecuali bila Anda sudah siap untuk memiliki bayi lagi. Memang benar masa subur wanita tidak langsung datang setelah melahirkan, terutama jika Anda adalah ibu menyusui, tapi tidak ada patokan yang selalu tepat dan benar untuk memperkirakan berapa lama masa subur tidak kunjung terjadi. Meski Anda tidak menstruasi setelah melahirkan selama beberapa bulan, tubuh Anda tetapmelepaskan sel telur pertama setelah melahirkan sebelum Anda mengalami menstruasi. Ini biasanya terjadi sekitar 45 hari setelah melahirkan bagi wanita yang bukan ibu menyusui, tapi ada juga yang juga lebih cepat. Ovulasi akan terjadi dua minggu sebelum periode menstruasi setelah melahirkan terjadi, dan jika Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi, Anda bisa memiliki bayi lagi dengan jarak hanya 11 bulan dengan kakaknya.
Masa-masa menjadi ibu hamil yang membuat Anda terbebas dari penggunaan alat kontrasepsi telah berlalu. Jadi sekarang mulailah memikirkan jenis KB apa yang cocok untuk Anda. Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter saat berkonsultasi dengannya 4 hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Tidak Mau Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?

Kalau Anda telah mendapat lampu hijau dari dokter untuk berhubungan intim setelah melahirkan, tapi Anda tidak mau melakukannya, itu wajar. Ini karena ada perbedaan besar antara kesiapan fisik dan emosi untuk melakukan hubungan intim setelah melahirkan. Meski sudah 6 minggu berlalu pasca persalinan dan meski jika Anda sudah disarankan dokter untuk melakukan seks kembali, ada kemungkinan Anda belum siap melakukannya. Bunda mungkin khawatir akan rasa sakit saat berhubungan intim setelah melahirkan, atau Anda masih membutuhkan lebih banyak waktu, serta faktor kelelahan juga bisa menjadi salah satu penyebab kenapa Anda tidak tertarik berhubungan seks setelah melahirkan.
Hal terbaik yang bisa suami Anda lakukan adalah memberi Bunda waktu, memberi banyak kasih sayang dan bukan tekanan. Lagi pula, cobalah minta suami menempatkan diri pada posisi Anda. Anda baru saja pulih dari proses melahirkan, dan harus menguras energinya untuk mengurus si kecil. Apalagi jika Bunda adalah ibu menyusui, tubuh Anda akan lebih banyak menuntut. Walaupun Bunda bukan ibu menyusui, mengurus bayi pun merupakan pekerjaan yang menguras energi fisik. Juga jangan lupa bahwa selama proses persalinan, Bunda harus rela menghabiskan waktu berjam-jam dengan membuka bagian tubuhnya yang sangat pribadi di ruangan yang penuh dengan perawat, bidan, dan dokter.
Setelah melahirkan, Bunda mungkin merasa bahwa tubuhnya tidak lagi menjadi miliknya, dan Anda ingin membangun kembali beberapa batasan yang sempat hilang dari dirinya. Bagi Bunda, berhubungan seks setelah melahirkan mungkin akan terdengar seperti sebuah tuntutan untuk memenuhi kebutuhan suami saja. Jadi para suami haruslah maklum ketika Bunda mulai menyesuaikan diri dengan peran barunya, Bunda mungkin hanya punya sedikit energi tersisa pada saat berhubungan seks setelah melahirkan. Tapi itu bukan berarti cinta Bunda kepada suami menjadi berkurang. Faktanya, banyak pasangan yang merasa masa-masa setelah melahirkan itu lebih romantis dari yang sebelumnya.

Catatan Untuk Para Ayah Jika Istri Tidak Mau Berhubungan Seks Setelah Melahirkan

Ayah, jangan langsung paksa istri Anda untuk melakukan hubungan intim setelah melahirkan, coba keluarkan jurus rayuan Anda untuk mendekatinya. Ayah perlu berusaha untuk membuat Bunda mau romantis-romantisan lagi seperti dulu. Istri Anda bukan lagi orang yang sama yang Anda antar ke rumah sakit satu atau dua bulan yang lalu. Ia memang masih tetap pasangan Anda, tapi sekarang ia juga adalah seorang ibu. Dan ketika Anda berdua saling mencintai, masing-masing pihak akan melalui proses jatuh cinta dengan sosok yang baru yang Anda ciptakan bersama.
Fase ini bisa menjadi waktu yang membingungkan sekaligus melelahkan bagi Anda berdua. Tubuh istri Anda sedang melakukan penyesuaian, dan Anda berdua juga sedang menyesuaikan diri dengan kondisi kekurangan tidur akibat bayi yang selalu terjaga saat malam, juga dengan kebahagiaan serta tekanan dengan hadirnya angggota keluarga baru. Jadi bila Anda sudah siap berhubungan intim sedangkan lain halnya dengan istri, coba lakukan hal sederhana dulu, seperti mencumbunya. Mulailah juga dengan memeluknya karena ini bisa dilakukan dengan energi minim yang tersisa dari Anda berdua. Ingatkan istri bahwa Anda merasa dirinya tetap menarik, dan buat ia merasa seperti seorang wanita, bukan hanya seorang ibu. Dibutuhkan waktu untuk membuat semua kembali normal, tapi seks akan kembali menjadi bagian dari hidup Anda kembali. Percayalah.
Ketika Anda berdua sudah siap untuk melakukan hubungan seks, ingat untuk melakukannya secara perlahan, cari posisi yang nyaman, dan biarkan istri Anda mengontrol jarak. Ia mungkin masih merasa khawatir dengan rasa sakit yang akan dialami. Jangan lupa untuk melakukan foreplay, karena ini tidak hanya menyenangkan tapi juga bisa meningkatkan pelumasan pada vagina. Organ intim wanita pasca melahirkan cenderung kering selama seks, terlebih lagi bila istri Anda adalah ibu menyusui. Jadi jangan beranggapan bahwa istri tidak berhasrat kepada Anda, coba gunakan pelumas untuk mengurangi ketidaknyamanan pada vagina.
Satu hal lagi, bersiaplah jika bayi Anda terbangun ketika Anda mulai melakukan hubungan intim setelah melahirkan. Meski di waktu tidur siang atau pada malam hari, si kecil bisa saja terbangun dan menangis di waktu yang tidak tepat. Tapi jangan biarkan hal ini menghalangi Anda untuk berkencan kembali. Itulah salah satu hal yang akan Anda alami ketika menjadi orangtua. Selamat datang di dunia parenting!
(Ismawati)