Kesehatan Dibaca 1,492 kali

Awas! Kurang Tidur Buruk bagi Kesehatan Jangka Panjang Bunda

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 06 Oktober, 2017 15:10

Awas! Kurang Tidur Buruk bagi Kesehatan Jangka Panjang Bunda
Masa-masa akhir kehamilan dan tahun pertama si kecil lahir pastinya menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Terutama jika Bunda baru pertama kali memiliki bayi. Aduh, rasanya badan pasti capek ditambah waktu tidur yang jauh berkurang karena harus mengurusi keperluan si kecil. Belum lagi kalau sang buah hati sering rewel dan terbangun di tengah malam, bisa dijamin kantong mata Bunda bertambah tebal.
Nah, biasanya para Ibu meminum kopi atau sedikit coklat untuk menenangkan diri di kala letih. Memang sih untuk sementara waktu badan terasa lebih rileks, namun sebanyak apapun gula dan kafein yang Bunda konsumsi tetap tidak akan mengobati kelelahan karena waktu tidur yang kurang. Akibatnya, Bunda pun menjadi mudah marah, moody, dan emosional.

Efek samping dari kurangnya waktu tidur

Sampai saat ini, hanya ada sedikit dokumen dan kesaksian para Ibu yang sanggup menerangkan perihal efek samping dari kurangnya waktu tidur. Pada kenyataannya, para Ibu cenderung menerima kodratnya sebagai seorang Ibu yang harus mengasuh bayi tanpa banyak menggerutu. Mereka bertahan dengan kondisi kurang tidur dan melewati hari demi hari dengan emosi tak stabil sembari menunggu semua 'derita' mereka akan berlalu dengan sendirinya. Hmm, sehatkah keputusan tersebut?
Hasil studi mengungkapkan bahwa kurangnya waktu tidur secara kronis dapat mempengaruhi kesehatan, daya ingat, mood, hubungan dengan orang lain, serta berdampak pada terjadinya kecelakaan. Semua hal tersebut merupakan isu yang cukup serius lho, Bun. Bayangkan saja, hanya dengan menambahkan waktu tidur maka hubungan Anda dengan rekan di kantor akan membaik (karena Anda tak lagi marah-marah karena mood yang buruk) serta keseharian menjadi lebih produktif karena Bunda tidak terus-terusan merasa capek.
"Kurangnya waktu tidur akan membuat Anda lebih egois, karena Anda cenderung mendahulukan kepentingan pribadi dibanding kepentingan orang lain, termasuk pasangan Anda sendiri," ujar Amie Gordon, psikolog sekaligus peneliti dari UC Berkeley. Kesimpulannya, mereka yang hanya memiliki waktu tidur sedikit cenderung suka mengeluh dan tidak mensyukuri karunia hidup termasuk pasangan.

Pola tidur sepanjang sejarah

Banyak orang tua yang berusaha keras mengubah pola tidur anak mereka alih-alih mencoba mengatur waktu tidur mereka sendiri agar sesuai dengan kebutuhan istirahat anak. Menurut Google, istilah "baby sleep" lebih banyak dicari (sekitar 450,000 per bulannya) dibanding kata kunci seperti "new parent sleep" yang hanya mendapatkan angka pencarian sekitar 210 per bulan. Menurut sejarahwan Roger Ekirch dari Virginia Tech, tidur berturu-turut selama 8 jam adalah suatu fenomena baru.
Pada awal abad 1900, setiap harinya manusia tidur dengan 2 fase yang diselingi dengan aktivitas seperti membaca, berdoa, menulis surat, berhubungan seks, berkomunikasi dengan pasangan, atau berkunjung ke rumah tetangga. Sementara itu, budaya masyarakat tribal membagi waku tidur mereka dalam jangka waktu pendek-pendek. Sebab, mereka harus bergantian tugas dengan rekan-rekannya untuk menjaga kawasan di kala siang maupun malam hari. Jadi, merupakan hal yang 'baru' sebenarnya jika Anda memaksakan si kecil untuk tidur selama 8 jam berturut-turut. Bagaimana jika ia membagi tidurnya ke dalam beberapa fase? Maka wajar saja jika dia sering terbangun di malam hari, bukan?

Bagaimana cara mengganti waktu tidur yang kurang?

Setiap jam tidur yang berkurang akan menjadi hutang yang harus Anda bayar di lain waktu! Rata-rata manusia memerlukan waktu tidur 8 jam setiap harinya agar tubuh sehat dan terasa segar. Misalkan saja, selama ini Bunda hanya bisa tidur 6 jam setiap malam. Nah, pada akhir pekan Bunda akan punya hutang tidur sebanyak 14 jam. Banyak orang meyakini bahwa terbayarnya hutang tidur akan membuat tubuh kembali seimbang. Maka tidak heran kalau ada orang yang bisa tidur 12 jam non stop setelah bekerja keras tanpa tidur sehari sebelumnya.

Menyesuaikan diri dengan ritme alami tubuh

Ritme alami tubuh kita disebut juga dengan siklus circadian, yakni suatu siklus yang mengatur kapan tubuh harus tidur dan bangun. Jangan coba-coba untuk melawan siklus tersebut dengan memaksakan tubuh untuk bangun saat Anda benar-benar merasa mengantuk. Pasalnya, saat siklus tersebut dikacaukan, maka kinerja sel-sel tubuh akan terganggu dan membuat Anda menjadi tidak produktif. Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi kinerja 700 sel tubuh, dimana akan berdampak pada kesehatan tubuh seseorang. Akibatnya, penyakit seperti jantung, obesitas, diabetes, dan fungsi otak yang kian melemah akan menghampiri mereka yang kurang tidur.
Untung saja, tubuh para Ibu yang baru saja melahirkan memiliki kemampuan alami untuk mengatasi siklus tidur yang tidak beraturan. Oksitosin atau biasa disebut dengan hormon cinta yang menumbuhkan keterikatan dan relaksasi ini diproduksi oleh tubuh ketika Bunda sedang menyusui. Oksitosin kan membantu Bunda untuk rileks dan tidur lebih cepat. Apabila Bunda tidak menyusui, maka lakukanlah cara-cara lain untuk meningkatkan hormon oksitosin tersebut.

Berikut adalah beberapa tips bagi Bunda yang ingin punya waktu tidur lebih banyak:

  • Tidurlah dengan nyaman. Pastikan otot-otot tubuh Bunda dalam keadaan rileks saat hendak tidur. Posisi terbaik adalah tidur menyamping karena membantu Anda untuk tidak mendengkur dan mengalami sleep apnea (menahan napas untuk sesaat saat sedang tidur). Peluklah bantal untuk menopang bahu Anda dan pastikan bantal di bawah kepala Bunda menjaga agar leher tetap lurus.
  • Tidurlah di waktu siang. Ini merupakan tips paling jitu kalau Bunda ingin tidur lebih lama, yakni: tidur saat si kecil sedang tidur. Jangan sia-siakan kesempatan unuk tidur meski cuma satu jam saja ya, Bun. Saat anak bangun, ikutlah bangun dan lakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga serta menyiapkan makanan.
  • Jaga suasana rumah tetap tenang. Apakah suara televisi membuat Bunda sebal? Matikan! Apakah setrika atau komputer membuat Bunda gelisah karena melulu teringkat pekerjaan? Jauhkan dari pandangan! Pokoknya, lakukan segala cara untuk menjaga pikiran tetap tenang ya, Bun.
  • Heningkan pikiran. Meditasi adalah salah satu metode terbaik untuk menjernihkan pikiran yang kusut. Bunda hanya perlu berkonsentrasi penuh pada setiap tarikan dan hembusan nafas. Terus lakukan hingga teknik menarik nafas dalam-dalam sampai isi pikiran Bunda semakin hening.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi serta berolahraga.
  • Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur.
  • Berbagi tugas dengan suami. Komunikasan dengan pasangan bahwa Anda butuh sedikit waktu tidur dan mintalah ia menggantikan tugas Anda untuk mengganti popok anak di tengah malam.
  • Menyusui lebih sering agar produksi hormon oksitosin bertambah. Selain menyusui, Anda juga bisa melakukan hal-hal yang membuat hati senang seperti bermesraan dengan pasangan atau pijat relaksasi.
  • Jaga tubuh tetap hangat (temperatur udara yang terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat Bunda merasa tidak nyaman dan susah tidur)
  • Hindarkan diri dari stres!
 (Yusrina)