Balita Dibaca 8,602 kali

Ayo Pahami Tahapan Perkembangan Bicara Bayi Anda

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 29 November, 2019 11:11

Ayo Pahami Tahapan Perkembangan Bicara Bayi Anda

Bunda, tahukah Anda kalau bayi mulai belajar untuk berbicara di usia dua tahun pertamanya? Sebelum ia berhasil mengucapkan kata pertamanya, dia terlebih dulu telah mempelajari bagaimana orang dewasa di sekitarnya berkomunikasi. Bahkan para peneliti meyakini bahwa bayi memiliki pemahaman berbahasa ketika di kandungan. Di saat sang bayi terbiasa dengan detak jantung ibu, dia mulai memberikan reaksi kepada suara Anda. Selain itu ia juga sudah mampu membedakan suara Anda dari yang lain.

Sebagai orang yang lebih sering menghabiskan waktu bersama buah hati, Bunda perlu memahami tahap perkembangan berbicara bayi di tahun pertamanya. Hal ini penting untuk memantau sejauh mana pencapaian kemampuan berbicara si kecil. Berikut ini adalah panduan bagi Anda tentang perkembangan kemampuan berbicara bayi di usia 0-12 bulan.

Usia 0-3 Bulan

Bayi berkomunikasi melalui tangisan. Tangisan bayi tidak selalu berarti sama. Tangisan yang melengking menandakan ia lapar sedangkan tangisan merengek bisa berarti popoknya sudah tidak nyaman dan perlu diganti. Kemampuan berbahasa bayi berkembang seiring ia bertambah besar. Dia mulai mengenali bagaimana bunyi dari sebuah kata dan juga bagaimana sebuah kalimat tersusun ketika ia mendengar semua itu dari lingkungannya.

Pada usia ini bayi Anda sering sekali mengoceh, mengajaknya berbicara akan semakin mempercepat kemampuannya memahami kata yang merupakan tahap pertama kemampuan percakapannya. Ajaklah ia bermain kata-kata dan suara. Dengarkan serta nikmati ocehan dan celotehnya sebagai respon ketika ia diajak bicara.

Perbanyaklah berdialog dengan si kecil di setiap aktifitas keseharian seperti saat mengganti popok atau berpakaian. Berbicara, menyanyi, atau bersuara akan membantunya mengembangkan keterampilan komunikasi dan mengekspresikan diri. Ketika berada di sebuah toko, tunjuklah sebuah objek dan sebutkan namanya. Bayi Anda akan menjadi semakin responsif, mulai dari melempar senyuman ataupun berceloteh, bukan hanya kepada Anda tapi juga kepada lingkungannya. Ini menandakan kemampuan sosial bayi Anda sedang berkembang.

Saat berbincang bersama teman, biarkan si buah hati di dekat Anda sehingga dia bisa mendengar apa yang Anda bicarakan. Tentu saja ia belum dapat mengulang kata apapun yang didengarnya tapi dia mulai menyimpan semua informasi di memorinya yang sedang berkembang dengan sangat pesat.

Jika bayi Anda dibesarkan di lingkungan dwi bahasa, maka pemahaman akan kedua bahasa tersebut dapat berkembang di waktu yang hampir bersamaan. Bayi Anda secara otomatis mendapat pelatihan penggunaan kedua bahasa itu bila ia secara teratur mendengar keduanya digunakan. Berbicara dengan lebih dari satu bahasa akan memperluas kemampuan linguistiknya dan mengenal bahasa lain akan membantu ia menguasai bahasa ibu.

Bila Bunda ingin bayi Anda berbicara dua bahasa, Anda dan suami tidak hanya harus rutin menggunakan bahasa ibu tapi juga bahasa asing yang ingin dikuasai si kecil kelak. Dengan melakukan hal ini sejak ia lahir akan memudahkannya menerima dan memahami kedua bahasa secara natural.

Usia 4-6 Bulan

Pada masa ini, bayi Anda masih mengoceh. Ia sangat suka berkata-kata dengan gabungan konsonan dan vokal seperti “tata” atau “nana”. Menginjak usia 5 bulan, ia memberikan respon ketika namanya disebut. Dengan duduk di hadapannya dan berbicara dengannya akan membantu bayi Anda mengembangkan kemampuan bahasanya. Ia pasti memperhatikan bagaimana bentuk mulut Anda saat Anda bicara kemudian ia mencoba menirunya dan menyuarakan bunyi konsonan “m” dan “b.”
Di usia ini, ia juga sudah mengetahui berbagai sumber suara di sekitarnya. Ia sudah terbiasa dengan suara motor atau bunyi microwave, namun bunyi-bunyi itu sudah tidak terlalu menarik lagi baginya. Tapi ketika ia mendengar suara yang baru, dia akan langsung menoleh. Mungkin hal yang paling menarik baginya saat ini adalah bunyi gemerincing kumpulan kunci atau lonceng.

Anda juga akan mendengar ia mengatakan “mama” atau “dada”. Pastinya ketika hal itu terjadi, hati Bunda serasa meleleh ya tapi ternyata kata-kata yang keluar dari mulutnya belum ia gunakan untuk merujuk pada satu hal atau benda tertentu. Jadi ketika ia menyebut “mama” bukan berarti ia telah mengerti bahwa kata itu adalah sebutan untuk Anda sebagai ibunya. Pemahaman seperti ini akan terjadi nanti di saat ia berusia hampir satu tahun.

Usaha bayi Anda untuk berbicara akan seperti monolog dengan rangkaian kata yang tiada akhir. Vokalisasi menjadi permainan menarik baginya yang sedang bereksperimen menggunakan lidah, gigi, langit-langit mulut, dan pita suara untuk mengeluarkan suara-suara yang terdengar lucu di telinga kita.

Ocehan bayi akan terdengar sama meski bahasa yang Anda gunakan adalah Bahasa Inggris, Prancis, atau Jepang. Sebagian ibu merasa bingung ketika bayi mereka suka sekali dengan kata-kata tertentu seperti “ka” atau “da”, hingga mengulanginya terus-menerus. Tidak apa, Bun, hal ini menandakan ia sedang melatih kemampuan bahasanya dengan menambahkan suara-suara baru ke dalam komposisi kosa-kata yang ia miliki. Suara-suara baru itu sangat menarik baginya sehingga ia senang sekali mengulanginya lagi dan lagi.

Pada bulan-bulan ini, ia mulai mengerti gerakan mulut dan suara yang dihasilkan, dengan kata lain bayi Anda telah mampu membaca bibir. Ia akan merespon Anda dengan ocehannya. Ia juga mulai meniru suara yang Anda keluarkan, jadi jika Anda mengatakan “boo” maka mulut kecilnya juga akan melakukan hal yang sama.
Bunda, untuk memotivasi bayi Anda berbicara, responlah ia dengan menirukan ekspresi wajah dan suaranya. Jika Anda menunjukkan reaksi saat ia berusaha mengatakan sesuatu, ia akan belajar fungsi penting bahasa dan mulai mengerti siklus sebab-akibat. Dia akan menyadari bahwa apa yang ia katakan menghasilkan sebuah perbedaan.

Di usia 6 bulan, kegiatan favorit bayi Anda adalah mengucapkan satu kata seperti “ba”, “da”, “ga”, atau gabungan vokal dan konsonan. Dia juga menambah ocehannya menjadi dua suku kata sehingga membuat suara yang ia hasilkan semakin terdengar kompleks. Buatlah permainan kata untuk menstimulasi bayi Anda. Katakan “Kalo kambing bunyinya mbeeee…” atau “Kucing bunyinya meoooong….” Buah hati Anda akan senang sekali jika apa yang ia ucapkan mengundang ekspresi menarik di wajah Anda. Dia akan merasa apa yang ia ucapkan adalah penting.

Usia 7-12 Bulan

Pada masa ini buah hati Bunda juga mengoceh dan menyuarakan bunyi vokal. Dan sepertinya ia seolah mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Hal ini dikarenakan ia menggunakan pola yang sama dengan Anda. Kembangkan kemampuannya dengan mengajaknya bicara atau membaca buku.

Pada level ini semakin sering Anda berkomunikasi dengannya akan membuatnya semakin cepat belajar. Menonton televisi sama sekali tidak membantu mengembangkan pemahaman bahasa bayi Anda karena ia harus mendengarkan kata-kata yang langsung ditujukan kepadanya. Lagi-lagi, jangan pernah bosan bercengkerama bersamanya, misalnya ketika jalan-jalan sore, tunjuk dan bicaralah tentang apa saja yang menarik perhatian di sekeliling Anda.

Di usia 9 bulan, malaikat kecil Anda mulai mengerti kata “jangan” tapi mungkin ia tidak akan menuruti apa yang Anda katakan. Ia juga merespon saat namanya disebut dengan menoleh ke kanan-kiri atau berhenti dari aktifitasnya sejenak untuk mencari tahu siapa yang memanggil namanya.

Bunda, saat si kecil mengucapkan kata dengan caranya, bantulah ia dengan mengulangi kata yang ia maksud dengan ucapan yang seharusnya. Misalnya bila bayi Anda menunjuk ke arah botol susunya dan berkata “baubau,” Anda bisa kembali menunjuk ke arah botol yang ia maksud dan berkata “Iya, Sayang, ini botol Adek, ya…” Kemudian jangan lupa untuk selalu memberi respon positif untuk setiap kata yang ia ucapkan. Ia akan tersenyum dan kembali bersuara. Kelamaan, Anda akan memahami kata dan bahasa tubuh yang ia miliki.

Upayakan untuk memberikan deskripsi mengenai aktifitas yang sedang Anda lakukan kepadanya misalnya saat merapikan pakaian dengan mengatakan, “Sekarang Mamah mau melipat pakaian Ade dulu ya, Ade lihat nih bajunya sekarang sudah rapih deh…” Cara lain bisa juga dengan bernyanyi dan mendemonstrasikannya dengan gerakan tangan atau melalui permainan.

Di usia 10 bulan, bayi Anda mulai menghubungkan kata dengan orang atau kegiatan. Ia berkata “mama" saat melihat Anda atau berteriak “papa” saat melihat Ayah. Tapi untuk saat ini ia menggunakan dua kata itu secara acak untuk Anda berdua. Jadi mungkin bayi Anda akan berkata “Mama…, mama…” saat menyambut sang ayah sepulang dari kantor.

Memasuki usia 11 bulan, sudah terlihat kata-kata yang mampu ia gunakan dengan tepat. Ingat loh Bunda, selalu berikan respon atas apa yang ia ucapkan. Interaksi seperti ini sangat penting untuk mengajarkannya komunikasi dua arah. Menggunakan kalimat perintah sederhana seperti “Tolong ambil sendoknya, sayang” bisa menjadi permainan menarik untuk Anda dan si kecil. Gunakan kalimat perintah dengan kata yang mudah ia ikuti, tambah juga dengan gerakan tubuh. Mungkin ia belum mengerti sepenuhnya tapi setelah satu atau dua bulan, Anda akan melihat kemajuannya.

Di usia 12 bulan kosa-kata yang dikuasai bayi Anda selain kata “mama” dan “papa” mungkin masih bisa dihitung dengan jari tapi ia berceloteh dengan kalimat pendeknya seolah ia sedang menggunakan bahasa lain. Bisa jadi ia sedang memberitahu Anda sesuatu jadi tetap berikan respon positif lalu tanya kembali bayi Anda dan Anda akan melihat ia menjawab dengan berceloteh lagi.

Bayi Anda kini dapat merespon pertanyaan dan perintah sederhana, apalagi bila ditambah dengan gerak tubuh. Misalnya “Mulut Ade mana ya?” sambil menunjuk ke mulut. Atau “Mamah minta cangkir dong, Sayang…” sambil menunjuk ke arah cangkir. Bayi Anda akan memberi jawaban dengan bahasa dan gerak tubuhnya sendiri seperti menggelengkan kepala untuk mengatakan tidak.

Ketika melihat bayi Anda mulai menunjukkan pemahaman yang semakin baik, Mulailah mengajarkan si kecil tentang kesantunan, seperti mengajarkan kata “tolong” dan “terima kasih” misalnya saja saat makan bersama ketika bayi Anda sudah mulai bergabung dengan semua anggota keluarga. Saat ini ia memang belum memahami maksud dua kata tersebut tapi tidak ada istilah terlalu dini untuk memulai bukan?

Semakin sering bayi Anda belajar menghubungkan objek dan namanya, maka akan semakin cepat penguasaan kosa-katanya bertambah. Bantu bayi Anda dengan menghitung anak tangga yang Anda lewati, atau menunjuk dan menyebutkan warna buah dan sayuran ketika berada di supermarket. Bacakan buku bergambar dan minta ia menunjuk atau menyebutkan objek yang sudah ia kenal. Berikan ia pilihan untuk menjawab seperti “Ade, mau pake baju merah atau coklat?” Awalnya ia belum bisa menjawab tapi tunggu saja dan Anda akan terkejut dengan reaksi bayi Anda. 

(Ismawati)