Bantu Imunitas Anak Lebih Kuat, Yuk Kenali Manfaat Sinbiotik!
Parents, siapa sih yang nggak ingin memiliki anak yang sehat? Orang tua zaman dahulu menganggap, anak yang bertubuh gemuk merupakan anak yang sehat.
Tubuhnya yang gemuk, dianggap mampu menyerap nutrisi dengan baik jadi jarang sakit. Namun, trend tersebut makin bergeser. Kita tahu bahwa, imunitas anak yang kuat punya peran sangat krusial untuk mencegah paparan penyakit.
Ternyata, belakangan diketahui kesehatan pencernaan punya peran yang sangat krusial untuk dukung imunitas anak. Salah satu cara menjaga kesehatan pencernaan anak adalah dengan asupan sinbiotik. Yuk, kita bahas bersama peran sinbiotik dan korelasinya dengan imunitas anak yang lebih dari sekadar mencegah penyakit.
Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat Jadi Fondasi Utama Tumbuh Kembang Optimal
Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Termasuk dalam memberikan nutrisi terbaik, untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, agar terhindar dari paparan penyakit, yang jenisnya makin beragam saat ini.
Dikutip dari jurnal Amerta Nutrition berjudul Crafting Paediatric Immunity: The Science of Prebiotic, Probiotic, and Synbiotic Roles in Child Health, sistem imun yang berfungsi dengan baik berperan penting dalam melindungi tubuh anak dari berbagai infeksi1. Dengan berkurangnya risiko infeksi dan gangguan kesehatan, anak memiliki kesempatan yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Saluran cerna mengandung sekitar 38 triliun mikroorganisme, termasuk berbagai mikrobiota usus2. Dalam beberapa tahun terakhir, pengetahuan mengenai peran mikrobiota usus dalam menjaga kesehatan manusia telah berkembang pesat. Selain itu, terdapat sekitar 70% sel imun pada saluran cerna. Mikrobiota usus punya peran krusial dalam memengaruhi perkembangan sistem imunitas tubuh anak3.
Mikrobiota usus ini, ternyata nggak hanya memberikan perlindungan terhadap patogen, tetapi juga melatih sistem kekebalan tubuh untuk merespons ‘ancaman’ dengan cara yang tepat3. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh anak saat ini, perlu dimulai dari pengelolaan mikrobiota usus, misalnya melalui penggunaan prebiotik dan probiotik serta sinbiotik.
Sinbiotik merupakan kombinasi prebiotik dan probiotik yang bekerja secara sinergis. Prebiotik berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus, umumnya berupa serat khusus seperti FOS (fructooligosaccharides) dan GOS (galactooligosaccharides). Sementara itu, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Kombinasi keduanya berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan sistem imun anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi prebiotik dan probiotik (sinbiotik) berpotensi untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung kesehatan saluran cerna serta mendukung perkembangan sistem imunitas anak4,5.
Lalu, dari mana sinbiotik bisa didapatkan? Sinbiotik merupakan kombinasi probiotik dan prebiotik yang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Misalnya, yoghurt dan tempe sebagai sumber probiotik, serta pisang dan gandum sebagai sumber prebiotik.
Selain itu, ASI juga mengandung prebiotik dan probiotik alami yang bisa membantu pembentukan bakteri baik. Beberapa produk susu pertumbuhan juga mengandung kombinasi prebiotik dan probiotik atau sinbiotik1.
Fondasi Imun Dibentuk Sejak Awal Kehidupan (Early Life) dan Interaksi Anak dengan Lingkungan
Yup! Fondasi imunitas anak sebenarnya sudah terbentuk sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK), dimulai saat dalam kandungan hingga setidaknya hingga si Kecil berusia 2 tahun. Uniknya, pada fase early life diibaratkan bahwa sistem imun anak sedang ‘belajar’ untuk membedakan mana yang aman dan bahaya.
Pada periode emas ini, perkembangan imunitas anak juga sangat dipengaruhi oleh nutrisi, stimulasi, serta interaksi mereka dengan lingkungan sekitar. Menurut Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lingkungan menjadi faktor yang cukup berdampak pada kesehatan perkembangan anak mulai dari awal kehidupan6.
Kondisi lingkungan yang buruk, dapat memengaruhi imunitas anak dan jadi penyebab daya tahan tubuh anak lemah. Terutama bagi anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, yang daya tahan tubuhnya masih cenderung rentan.
Pada 1.000 HPK, nutrisi berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pembentukan mikrobiota usus dan sistem imun. Mikrobiota usus yang sehat membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh7. Hal tersebut berkaitan dengan keberadaan sekitar 70% sistem imun manusia terbentuk dari saluran cerna3.
Selain itu, stimulasi dari lingkungan juga membuat anak lebih sehat dan aktif bergerak. Juga membuat daya tahan tubuh lebih kuat, karena paparan mikroorganisme di sekitar lingkungan.
Membangun imunitas anak tidak hanya melindungi dari penyakit, tetapi juga mendukung tumbuh kembang, termasuk perkembangan kognitifnya. Ketika imunitasnya semakin kuat, maka anak akan lebih rendah berisiko untuk sakit, sehingga anak bebas bereksplorasi yang mendukung perkembangan kognitifnya.
Fakta Unik! Metode Persalinan Memengaruhi Paparan Awal Mikroorganisme dan Imunitas Anak
Metode persalinan (pervaginam atau persalinan caesar) dapat memengaruhi paparan awal mikroorganisme pada bayi, yang menjadi fondasi awal pembentukan mikrobiota usus mereka8,9. Anak yang lahir melalui persalinan pervaginam dapat memperoleh paparan mikrobiota dari jalan lahir ibu. Sedangkan, anak yang lahir secara caesar akan memiliki paparan mikrobiota yang berbeda.
Selain itu, anak yang lahir melalui persalinan pervaginam akan terpapar mikrobiota baik dari ibu selama proses kelahiran yang dapat membantu pembentukan mikrobiota usus awal dan berperan dalam perkembangan sistem imun anak4,5.
Sayangnya, manfaat ini tidak didapatkan oleh bayi yang lahir melalui proses persalinan caesar. Saluran cerna bayi yang lahir melalui persalinan caesar, cenderung memiliki jumlah dan jenis bakteri baik di usus yang lebih rendah4,5,10.
Untuk itu, pemberian ASI Eksklusif jadi hal yang sangat penting dilakukan. Apalagi ASI mengandung prebiotik dan probiotik alami yang bisa membantu pembentukan bakteri baik, untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.
Mikrobiota usus yang seimbang merupakan kunci utama yang mendukung perkembangan imunitas dan perkembangan kognitif anak yang optimal. Nah, ketika mikrobiota usus sudah seimbang, maka dapat mendukung daya tahan tubuh yang lebih baik.
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak melalui Sinbiotik
Beberapa tahun belakangan, para peneliti terus bersinergi untuk mencari cara membangun dan menjaga fondasi sistem imun anak sejak dini. Ternyata diketahui bahwa, kombinasi prebiotik dan probiotik atau yang dikenal dengan sinbiotik, dapat menjadi pendekatan baru untuk menjaga keseimbangan mikrobioma dan memperkuat imunitas anak, lho Parents!
Dikutip dari laman WebMD, sinbiotik adalah kombinasi dari kedua unsur prebiotik dan probiotik yang berperan dalam mendukung dan membentuk mikrobioma, yang bekerja secara bersamaan (sinergis) di dalam saluran pencernaan manusia. Sinbiotik punya manfaat utama yaitu3-5,11:
a. Membantu keseimbangan mikrobiota usus.
b. Sebagian besar sistem kekebalan tubuh anak terbentuk dari dalam saluran pencernaan, sinbiotik ini dapat mendukung perkembangan sistem imun atau imunitas anak.
c. Sinbiotik juga berperan penting dalam menurunkan risiko alergi pada bayi dan anak-anak, meski sistem imunnya belum terbentuk sempurna.
d. Mendukung kesehatan saluran cerna, sehingga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi bagi tubuh si Kecil.
Jadi Parents, dengan begitu yuk lakukan cara menjaga daya tahan tubuh anak, dimulai dengan membangun dan menjaga fondasi sistem imun anak sejak dini melalui edukasi sinbiotik.
Referensi:
1. Puspita, R., et al. (2016). Sari Pediatri, 18(2), 164-8.
2. Sender, R., Fuchs, S., et al. (2016). PLoS biology, 14(8), e1002533.
3. Mörbe, U. M., et al. (2021). Mucosal immunology, 14(4), 793-802.
4. Chua, M. C., et al. (2017). Journal of pediatric gastroenterology and nutrition, 65(1), 102-106
5. Zhang, K., et al. (2025). Abstract 57th ESPGHAN.
6. WHO. Children's environmental health (accessed through: Children's environmental health).
7. Fragkou, P. C., et al. (2021). Frontiers in immunology, 12, 644269.
8. Munasir, Z., et al. (2020). World Nutr J, 4, 17-25.
9. Turroni, F., et al. (2020). Italian journal of pediatrics, 46(1), 16.
10. Wang, Y., et al. (2025). European Journal of Clinical Nutrition, 79(6), 567-575.
11. WebMD. (2023). Synbiotics: What to Know (accessed through: Synbiotics: What to Know)