Balita Dibaca 297 kali

Bunda, Yuk Ajari dan Biasakan Anak Berenang!

Share info ini yuk ke teman-teman
Yusrina

Terakhir diperbaharui 21 Agustus, 2019 13:08

Bunda, Yuk Ajari dan Biasakan Anak Berenang!

Berenang memang menyenangkan ya, Bun! Apalagi kalau mengajak si kecil, hmm rasanya gemas melihat polah tingkahnya saat berada di dalam air. Meski berenang dapat menjadi olahraga yang super fun, beberapa orang tua mungkin masih merasa takut untuk membawa bayi mereka ke kolam renang. Alasan keamanan sering kali menjadi problem utama mengapa orang tua tidak membolehkan anaknya berada dekat dengan kolam air. Sebenarnya kapan sih waktu yang tepat mengenalkan aktivitas berenang pada si kecil?

Lebih baik Bunda menunggu hingga sang buah hati berusia 6 minggu sebelum mengajaknya berenang. Kalau bayi dibawa ke kolam renang saat usianya masih sangat muda, maka ada kemungkinan besar ia akan terkena infeksi. Begitu pula jika Bunda melahirkan secara caesar atau punya bekas jahitan yang belum sembuh sempurna, maka sebaiknya menunggu lebih dari 6 minggu sebelum memutuskan untuk berenang. Meski begitu, ada saja kursus renang yang membolehkan bayi berusia mulai 4 minggu untuk ikut serta (namun sebagian besar kursus renang diperuntukkan untuk bayi berusia mulai 6 minggu). Pilihlah kursus renang yang Anda anggap tepat (cari yang memakai air hangat) dan ajaklah suami atau kerabat untuk membantu mengawasi si kecil selama berada di kolam. Untuk berenang, bayi tak perlu diimunisasi terlebih dahulu.

Apa saja yang perlu Bunda siapkan untuk keperluan berenang si kecil?

Selain popok khusus renang, berikut adalah hal-hal yang wajib Bunda bawa kalau-kalau ada hal yang tak diinginkan terjadi:

  • Botol susu hangat untuk asupan anak usai berenang apabila Bunda memilih untuk tidak memberikan ASI eksklusif. Bayi pastilah lapar sesudah berenang, jadi sebelum ia rewel, segera berikan ia botol susu.

  • Handuk. Lebih baik lagi kalau handuk tersebut berbentuk jubah atau memiliki penutup kepala.

  • Snack bagi bayi yang sudah mulai mengonsumsi makanan solid.

  • Bawalah mainan-mainan kesukaan anak seperti bebek plastik agar ia merasa lebih familiar, rileks, dan nyaman berada di kolam renang.

  • Popok ganti.

Bagaimana menjaga anak agar tetap aman selama berenang?

  • Pastikan bahwa air di kolam renang tidak terlalu dingin atau hangat-hangat kuku. Bila perlu, minta tolonglah pada penjaga kolam renang untuk mengecek temperatur kolam. Bayi yang berusia di bawah 6 bulan membutuhkan temperatur sekitar 32 derajat celcius. Tentunya Bunda tak ingin si kecil kedinginan dan sakit sehabis renang, kan?

  • Begitu ada tanda-tanda sang buah hati menggigil, segera angkat ia dari kolam dan bungkus tubuhnya agar hangat.

  • Mulailah sesi pertama aktivitas renang setidaknya 10 menit. Lalu, perlahan-lahan tambahkan waktu renangnya hingga 20 menit. Apabila si kecil masih berusia di bawah satu tahun, maka batasi aktivitasnya di kolam renang agar tidak lebih dari 30 menit.

  • Kalau si kecil menderita demam atau temperatur tubuhnya meninggi, maka jangan paksakan dia untuk berenang.

  • Cek apakah anak Anda punya masalah kulit tertentu. Diskusikan dengan dokter tentang bahaya chlorine pada air kolam terhadap kulit si kecil. Jangan sampai terjadi iritasi yang pasti membuat anak super rewel nantinya.

Tips sebelum mengajak anak berenang

Pertama-tama, perkenalkan anak dengan air sampai ia merasa nyaman dan terbiasa saat kulitnya basah. Bunda dapat membuat acara mandi menjadi lebih riang dengan bermain ciprat-ciprat air atau menidurkan ia di bak mandi lalu mengayun-ayunkan tubuhnya. Tapi hati-hati jangan sampai ia tersedak air ya, Bun!

Saat baru pertama kali mengunjungi kolam renang bersama anak, pastikan agar kondisi tidak terlalu ramai. Misalnya, pilihlah hari di luar akhir pekan atau ambil jadwal kursus yang masih jarang pesertanya. Atau, Bunda dapat mengajak teman yang juga memiliki bayi untuk ikut kursus renang bersama. Melihat Bunda lebih rileks dan bisa bercanda tawa dengan teman pasti membuat buah hati Anda ikut nyaman dan percaya diri saat berhadapan dengan air.

Berikut adalah cara-cara untuk membuat aktivitas berenang makin menyenangkan serta meningkatkan rasa percaya diri anak selama berada di air:

  • Saat bayi masuk ke kolam, dekap anak erat-erat serta jaga kontak mata agar ia merasa aman.

  • Apabila sudah merasa aman dan si kecil dalam kondisi tenang, cobalah perlahan melepaskan dekapan tangan Bunda dan biarkan ia mengapung di air sendirian.

  • Terus ajak anak berbicara dan jangan lupa memuji keberaniannya. Berhenti memarahi apalagi membentak anak saat ia ketakutan!

  • Biarkan anak bermain dengan mainan-mainan plastiknya. Ambil salah satu mainannya serta lemparkan agak jauh dari tubuhnya agar ia terdorong untuk berenang menuju mainan tersebut.

  • Rendam mulut Anda dalam air dan tunjukan pada si kecil bagaimana cara meniup gelembung-gelembung. Ini adalah pelajaran penting baginya untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak bisa menenggak air ketika sedang meniup. Apabila usia si kecil masih sangat muda, maka tiuplah mainannya menjauh agar ia dapat belajar meniupkan mainannya kembali ke arah Bunda.

  • Saat ia sudah bisa duduk, maka letakkan anak di tepi kolam sambil mengajaknya bernyanyi. Misalnya saja lagu Joshua yang 'diobok-obok'. Nah, ketika sampai pada lirik "itu untuk mimik..mimik...mimik.." maka angkat tubuhnya perlahan dan cemplungkan ke kolam sambil bermain ciprat-ciprat air. Lalu ulangi hal tersebut beberapa kali agar ia semakin senang berada di kolam.

  • Baringkan punggung anak ke permukaan air ketika kepalanya bersandar pada bahu Bunda. Bantu si kecil berani untuk menendang-nendang kakinya selama berada di dalam air. 

Aduh, saya saja tidak bisa renang, bagaimana dapat menjaga si kecil selama berada di kolam?

Justru karena Bunda tidak bisa berenang, maka pasti ingin donk sang buah hati lebih jago dibanding Ibunya? Meskipun Anda mungkin merasa tidak percaya diri, tetap jangan biarkan anak ikut merasa gelisah ketika berada di dalam air. Ada banyak sekali manfaat berenang yang sayang untuk Anda lewatkan. Cobalah untuk belajar berenang atau berkenalan dengan Ibu-ibu lainnya di tempat kursus. Dengan memiliki banyak kenalan, pasti rasanya lebih nyaman dan tenang karena banyak yang akan membantu Bunda mengatasi rasa takut pada air. Berenang juga akan mampu mendekatkan hubungan antara anak dan Ibunya, jadi dengan saling percaya diri berada di dalam air maka masing-masing akan saling menularkan energi positif dan kesenangan saat berenang!

Apa saja yang diajarkan di kursus renang khusus untuk bayi?

Kursus renang bayi biasanya terdiri dari 10 Ibu-ibu atau ayah serta para bayi yang dikumpulkan dalam satu kolam renang berair hangat. Biasanya kelas kursus akan ditentukan menurut kemampuan anak. Apabila belum pernah berenang sebelumnya, pasti pertama-tama si kecil akan dimasukkan ke kelas pemula. Jangan khawatir karena instruktur renang akan membuat sesi latihan menjadi rileks dan menyenangkan dengan beragam permainan. Tak perlu merasa gelisah dan percayalah pada diri Anda sendiri ya, Bun!

Saat awal memasuki kolam, pertahankan kontak mata dan teruslah mendekap badan sang buah hati sampai ia merasa nyaman berada di dalam air. Nah, saat anak sudah mulai nampak percaya diri, instruktur renang mungkin akan melatih si kecil untuk menyelam. Memang sih hati orang tua pasti cemas melihatnya, namun jangan khawatir karena bayi sesungguhnya memiliki kedekatan alami dengan air. Sampai dengan usia 6 bulan, kemampuan refleks serta menahan napas bayi di dalam air akan semakin menguat. Itulah mengapa, pembelajaran renang sedari kecil dapat membantu si kecil beradaptasi dengan air lebih cepat. 

(Yusrina)