Balita

Cara agar si Kecil Mau Mengonsumsi Makanan Sehat

Cara agar si Kecil Mau Mengonsumsi Makanan Sehat
Sebagaimana yang kita semua tahu, asupan makanan harian dengan nutrisi dan gizi yang mencukupi kebutuhan si kecil sangatlah penting dalam memberikan energi yang memadai bagi tumbuh kembang sang buah hati. Tak hanya membantu ia senantiasa sehat dan memiliki berat badan ideal, namun mengonsumsi makanan ‘baik’ sejak dini juga akan menjadi cikal bakal kebiasaan hidup sehat di kemudian hari.

Lalu, bagaimana jika si kecil selalu menolak setiap kali diberikan pilihan makanan bergizi tinggi? Tenang, Ibupedia punya beberapa solusi nih agar Bunda dapat membuat makanan yang selama ini tidak pernah dilirik sang buah hati menjadi lebih menarik!

Buatlah agar jam makan dan waktu ngemil anak menjadi super menyenangkan

Ambil kertas dan tulislah tugas-tugas macam apa saja yang bisa dilakukan sang buah hati untuk Anda. Mulai dari menaruh keju di atas pancake, memberikan topping pada pizza, mendekorasi kue, atau sekedar mencuci sayuran. Buatlah ia merasa berharga dan dapat diandalkan.

Saat ia berhasil menyelesaikan tugasnya, suruh si kecil mencoreti daftar kerjanya satu demi satu. Tak hanya membuat suasana di dapur lebih menyenangkan, ia juga sekaligus belajar cara menjadi disiplin dan senantiasa menyelesaikan pekerjaan. Terlebih biasanya anak akan lebih bersemangat untuk menghabiskan makanan yang ia buat sendiri.

Namun, kalau ia tidak suka diberi tugas terlalu banyak, jangan paksakan ya, Bun. Selain itu, ada cara lain agar membuat si kecil suka makanan sehat. Yakni, menyusun deretan buah dan sayuran di piring menjadi aneka gambar.

Paling mudah sih menggambar wajah orang tersenyum menggunakan irisan tomat, potongan wortel, serta paprika warna warni. Atau, Anda bisa juga menyajikan pancake dengan hiasan inisial nama si kecil di atasnya. Bisa juga dengan menyajikan roti panggang dalam bentuk hati dan menaruhnya di piring favorit sang buah hati.

Yuk, lebih cermat dalam memilih jus!

Bagi Bunda yang gemar memberikan jus sebagai menu harian si kecil, ada baiknya kini lebih memperhatikan variasi dan takaran jus yang Anda sajikan. Sebaiknya memberikan anak jus yang 100% terbuat dari buah buahan asli atau bisa juga mencampurkannya dengan sayuran segar.

Selain nutrisinya tinggi, jus buatan sendiri juga pastinya mengandung lebih sedikit gula daripada jus kemasan yang dapat Anda beli di swalayan. Minuman jus kemasan juga hanya mengandung 10 persen jus asli ditambah perasa dan pemanis buatan.

Apabila si kecil menolak minum susu, Bunda juga bisa loh menggantinya dengan jus ditambah kalsium serta vitamin D. Walaupun begitu, sebaik-baiknya jus apabila dikonsumsi secara berlebihan juga akan berdampak buruk pada kesehatan anak. Pasalnya, terlalu banyak minum jus dapat menyebabkan obesitas atau malnutrisi karena di dalam jus mengandung kalori namun tidak semua nutrisi yang di butuhkan tubuh tercukupi.

Anak pastinya membutuhkan nutrisi lain dari daging, telur, atau ikan. Hanya mengonsumsi jus dalam jumlah besar akan mengakibatkan anak kekurangan nutrisi serta obesitas. Aduh, jangan sampai ya, Bun! Ketika dikonsumsi secara berlebihan, jus juga akan mengakibatkan kerusakan pada gigi terutama jika anak masih suka menggunakan botol untuk minum.

Oleh sebab itu, Bunda sebaiknya membatasi sajian jus sekitar setengah hingga tiga perempat gelas jus segar setiap harinya. Sebagai gantinya, ketika anak merasa haus, berikan dia air.

Be a good role model!

Anak biasanya paling sebal kalau terus-terusan diceramahi tapi Bundanya sendiri tidak memberikan contoh yang baik. Nah, kalau ingin si kecil rajin makan buah dan sayuran, maka Bunda juga harus rajin mengonsumsi sajian yang sama.

Hindari melahap makanan cepat saji, ngemil, atau melewatkan jam makan di hadapan anak. Meskipun ia tidak berkomentar apapun, pasti suatu saat ia akan protes karena Anda sendiri tidak menjadi contoh yang baik. Hehe, kalau sudah dipojokkan begitu, biasanya sih orang tua susah mengelak dan malu sendiri.

Jangan marah saat anak menolak memakan hidangan sehat

Bertengkar dengan si kecil is a big no-no! Jangan sedikit-sedikit menceramahi bahkan membentak anak ketika ia menyisakan makannya. Jangan pula mencoba untuk menyuap atau menahan barang-barang kesukaannya sebagai hukuman.

Jauh lebih baik apabila Bunda menekankan pentingnya makanan sehat melalui suatu cerita. Atau, beri tahu dia bahwa makanan yang tersaji di meja itu hasil keringat petani, dibawa menggunakan truk di pagi hari, serta lain sebagainya. Buatlah dia sadar bahwa makanan apapun itu harus disyukuri.

Selain itu, agar makan menjadi hal yang menyenangkan, maka ajaklah keluarga untuk makan bersama di meja makan. Bukan di depan televisi, kamar, atau ruang kerja. Makanlah bersama-sama sambil bercerita mengenai berbagai hal yang terjadi hari itu. Dengarkan pengalaman si kecil, kejadian di kantor ayah, atau tayangan di televisi.

Hitung kalori harian pada makanan anak

Tak perlu terlalu cermat dalam menghitung, namun Anda harus bisa mengira-ngira kebutuhan makanan enak dengan menggunakan dalam sehari. Rata-rata anak membutuhkan hanya 1000 kalori sehari, jadi Bunda jangan menyamakan apalagi memaksa porsi makannya agar sama dengan porsi makan Anda atau sang ayah.

Itu berarti, dalam sehari Bunda hanya harus menyajikan sayur mayur satu sampai dua sendok makan serta hidangan daging cukup seukuran telapak tangan si kecil. Untuk sajian buah, Bunda dapat memilih untuk menghidangkan satu buah pisang, setengah buah apel, serta setengah mangkuk stroberi segar sebagai menu sehat si kecil untuk sehari.

Hmm, mudah bukan? Begitu pun dengan sarapan. Cukup berikan satu roti gandum utuh dengan sesendok selai kacang yang dioles merata serta setengah gelas susu segar sudah mencukupi kebutuhan protein, magnesium, kalsium, serta serat sang buah hati.

Melihat langsung proses menanam padi, buah, maupun sayuran.

Sesekali, ajaklah anak menghabiskan liburan dengan piknik di perkebunan. Untungnya di Indonesia ada banyak tempat-tempat agrowisata yang menyenangkan untuk dikunjungi. Misalnya, perkebunan apel di Kota Batu atau ladang stroberi di Sukabumi.

Ajak anak-anak bertualang dan mengambil sendiri buah yang ingin ia makan. Meskipun si kecil mungkin masih belum bisa memahami koneksi antara alam dan dirinya, namun pengalaman pergi ke perkebunan tersebut mungkin akan menginsipirasinya untuk lebih menyukai buah-buahan.

Ajak anak ikut berbelanja!

Entah itu pasar atau swalayan, sesekali ajaklah sang buah hati untuk memilih apa saja menu makanan untuk makan malam. Jangan lupa untuk melibatkan dia dalam keputusan memilih makanan ya, Bun. Pertanyaan mudah seperti, "Enaknya apel atau jeruk, ya?" atau "Kamu pilih wortel atau brokoli?" akan membuat Anda lebih mengenal selera si kecil.

Memang sih membiasakan anak memilih buah atau sayurannya sendiri tidak menjamin apakah ia akan benar-benar memakannya, namun tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini. Beberapa dokter menyarankan agar orang tua paling tidak menawarkan suatu makanan sehat paling tidak sepuluh kali sebelum beralih ke menu sehat lainnya. Tuh kan, ayo jangan menyerah!

(Yusrina)