Kelahiran Dibaca 2,934 kali

Cara Aman Memandikan Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 03 Oktober, 2019 19:10

Cara Aman Memandikan Bayi

Banyak orangtua baru merasa sulit untuk memandikan bayi saat ia baru lahir. Ini karena newborn biasanya terlihat tidak menikmati proses saat dimandikan. Beberapa langkah sederhana bisa membuat cara memandikan bayi jadi lebih mudah dan menyenangkan tidak hanya bagi Anda, tapi juga untuk si bayi.

Jika bayi Anda suka mandi dan ia terlihat nyaman, Anda bisa gunakan mandi sebagai strategi untuk membantu menenangkannya di malam hari. Beberapa bayi bisa tidur lebih lama setelah dimandikan dengan air hangat menjelang malam hari. Anda bisa coba bernyanyi, tersenyum, atau berbicara lembut selama memandikannya untuk membantu Anda berdua merasa rileks.

Banyak juga newborn yang menunjukkan tanda tidak suka saat dimandikan, mungkin ini karena mereka merasa tidak aman dan terekspos saat dalam kondisi telanjang. Orangtua juga khawatir tidak bisa menggendong bayi dengan benar karena tubuh si kecil lebih licin saat basah. Jangan khawatir, perasaan ini normal kok Bunda.

Jika si kecil tidak suka dimandikan, lakukan saja “mandi kering” sebagai selingan untuk aktivitas mandi yang biasa. “Mandi kering” maksudnya cara memandikan bayi menggunakan bola kapas dan air hangat untuk membersihkan mata dan wajah bayi, dan waslap untuk membersihkan tangan dan bokongnya. Artinya Anda berkonsentrasi pada area yang memang benar-benar perlu untuk dibersihkan, dan bayi tetap dalam kondisi berpakaian saat Anda melakukannya.

Manfaat mandi untuk bayi

Memandikan bayi punya banyak manfaat dari sekedar membersihkan tubuhnya. Berikut ini beberapa manfaat memandikan bayi:

  • Meningkatkan ikatan kedekatan orang tua dan bayi. Waktu mandi jadi momen untuk Anda berdua dengan bayi. Aktivitas memandikan bayi menunjukkan Anda peduli padanya. Tatap matanya, cium perutnya, hitung jarinya, dan nyanyikan lagu. Merasakan sentuhan lembut Anda dan mendengar suara Anda akan membuat si kecil tahu betapa ia dicintai.

  • Mandi adalah pengalaman belajar. Ada banyak hal yang bisa dipelajari saat mandi. Asah panca indera bayi dengan menuangkan air ke perutnya. Tuangkan air di dekatnya dan matanya akan langsung tertuju pada suara yang menarik perhatiannya. Ajarkan sebab akibat dengan mengajarkan menendang air dan menciptakan cipratan. Sebutkan tiap anggota tubuh yang Anda bersihkan, ia akan belajar kosa-kata sebelum Anda menyadarinya.

  • Mandi membuat bayi yang rewel jadi tenang. Tak ada yang lebih menenangkan selain berendam di bak mandi. Bantu relaksasi bayi dengan memijat tubuhnya setelah mandi.

  • Mendorong tidur lebih baik. Air mandi yang nyaman dan aktivitas mandi yang rutin membuat si kecil berada di mood yang baik untuk tidur lebih nyenyak.

Di usia sekitar 3 bulan, kemungkinan bayi Anda akan lebih suka mandi, ia juga bisa rileks dan siap untuk tidur setelah dimandikan. Anda bisa memandikan bayi di bak mandi khusus bayi. Mandikanlah si kecil di ruangan yang hangat, aman, dan bersih, tidak harus di kamar mandi. Bak mandi harus dalam posisi yang stabil dan pada tinggi yang Anda merasa nyaman untuk memegang bayi, di atas meja adalah posisi yang paling baik.

Frekuensi mandi

Mandi setiap hari tidak menjadi keharusan untuk bayi bila Anda membersihkannya dengan baik saat mengganti popok. Tiga kali mandi seminggu selama tahun pertama sebenarnya tidak masalah. Ketika bayi mulai banyak bergerak, termasuk merangkak atau berjalan, ia perlu dimandikan lebih sering.

Mulai makan MPASI juga menjadi alasan orangtua memandikan bayi lebih sering. Hingga ia bisa menggunakan sendok dan memasukkan makanan ke mulutnya, makanan kemungkinan akan berserakan di tubuhnya. Terlepas dari frekuensi mandi bayi, suhu air dan ruangan harus nyaman bagi bayi.

Tips aman memandikan bayi

Waktu mandi bisa menjadi menyenangkan, waktu istimewa untuk berbagi dengan bayi Anda. Tapi saat memandikan bayi juga adalah waktu untuk berhati-hati. Ikuti tips cara memandikan bayi berikut ini agar si kecil tetap aman saat dimandikan:

  • Aturan pertama yang paling penting adalah, jangan pernah tinggalkan bayi Anda sendirian, meski selama satu menit. Anak bisa tenggelam di air dengan kedalaman kurang dari 1 inci. Jadi lebih baik, kumpulkan apa yang Anda butuhkan untuk memandikan anak seperti sabun, handuk, popok bersih, baju bersih, dan sebagainya. Satu tangan Anda harus tetap memegang tubuhnya saat ia berada di dalam air. Jika bel pintu atau telepon Anda berbunyi dan Anda merasa perlu membukakan pintu atau menjawab telpon, angkat bayi Anda dan selimuti dengan handuk lalu bawa bersama Anda.

  • Jangan letakkan bayi di dalam bak saat air masih mengalir. Suhu air bisa berubah atau kedalaman air bisa menjadi terlalu dalam.

  • Pastikan kamar mandi dalam kondisi hangat (sekitar 75 derajat Fahrenheit atau 23,8 derajat Celsius). Bayi bisa dengan mudah merasa kedinginan.

  • Jika Anda memandikan si kecil di kamar mandi, lengkapi kamar mandi dengan karpet karet untuk keamanan. Bantalan spon bisa melindungi kepala bayi Anda dari benturan. Juga, pastikan pintu terbuat dari bahan yang aman.

  • Pastikan air mandi hangat dan nyaman, coba tes dengan pergelangan tangan atau bagian dalam siku untuk memastikan air tidak terlalu panas.

  • Isi bak mandi dengan hanya 2 hingga 4 inci air.

  • Ajarkan bayi Anda untuk tidak berdiri di atas bak mandi.

  • Untuk bayi yang sudah bisa duduk, pelampung berbentuk cincin bisa menjadi “tangan” tambahan bagi Anda. Tapi jangan sampai membuat Anda lengah dan merasa aman, bayi tetap bisa terpeleset dan terjebak di bawah air, jadi alat ini bukan pengganti pengawasan dari mata dan tangan Anda pada bayi. 

  • Jangan lakukan mandi busa, karena bisa menyebabkan iritasi pada urethra, yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

  • Mandikan bayi di air yang tidak mengalir jika Anda menginginkannya, selama Anda membersihkan area popok dan bagian lipatan kulit dengan baik. Sabun dan shampo bisa membuat kulit bayi kering dan menimbulkan ruam. Jika Anda menggunakan sabun, pilih yang ringan yang dibuat khusus untuk bayi dan gunakan dengan hemat. Agar  bayi Anda tidak duduk terlalu lama di air yang bersabun, bermainlah bersamanya di awal mandi dan gunakan sabun serta shampo di bagian akhir.

  • Jauhkan peralatan listrik seperti pengering rambut dari bak mandi.

  • Jangan biarkan anak Anda memegang keran. Meski ia belum bisa memutarnya saat ini, ia akan cukup kuat untuk melakukannya dengan cepat, dan itu bisa menimbulkan bahaya serius. Anda mungkin perlu meletakkan bayi di bak mandi dengan posisi membelakangi keran.

 

Suhu air mandi untuk bayi

Suhu ideal air mandi untuk bayi bisa bervariasi. Tak ada keharusan bayi mandi di air hangat atau air dingin. Air mandi sebaiknya memiliki suhu antara 32 sampai 37 derajat Celsius. Anda bisa mengetes air mandi dengan memasukkan siku atau pergelangan tangan ke air. Hanya menyentuh air dengan tangan tidak cukup akurat karena tangan kurang sensitif dibanding tubuh bayi. Sebagian orangtua merasa lebih percaya diri memandikan bayi di suhu yang tepat dengan bantuan termometer.

Berbagai alat bisa membantu mengukur air mandi. Ada yang berupa mainan, bahkan dalam bentuk bak mandi bayi. Tapi orangtua jangan semata mengandalkan alat ini. Meski alat mengindikasikan suhu air yang diinginkan, Anda perlu memeriksa air kembali dengan memasukkan siku atau pergelangan tangan sebelum merendam tubuh bayi di air. Anda perlu kembali mengecek suhu air apakah berubah ke suhu yang tidak lagi nyaman untuk bayi.

Kapan bayi mandi air dingin?

Tidak ada aturan tentang kapan bayi harus mulai mandi air dingin. Orangtua perlu melihat kondisi bayi sebelum mulai menggunakan air dingin saat memandikannya. Anda bisa memperkenalkan air dingin saat usia bayi 6 bulan. Tapi pastikan buah hati Anda dalam kondisi sehat.

Bunda, air yang terlalu panas bisa membakar kulit bayi yang sensitif. Kulit bayi tidak boleh kemerahan selama atau setelah mandi. Bayi bisa sedikit menangis ketika tubuhnya dimasukkan ke bak mandi atau ia menangis selama mandi. Ini bisa mengindikasikan suhu air terlalu panas atau terlalu dingin, atau mungkin karena ia tidak menyukai aktivitas mandi. Air yang terlalu dingin bisa membuat bayi menggigil dan tangan, bibir, serta jari kaki berubah warna jadi biru.

Urutan langkah cara memandikan bayi

Perhatikan juga urutan langkah yang perlu Anda lakukan saat memandikan bayi baru lahir Anda. Selalu berhati-hati, karena Anda harus memastikan keamanan sekaligus kebersihan si kecil di waktu yang bersamaan. Berikut ini urutan langkah yang bisa Anda ikuti saat memandikan si kecil:

  • Waktu yang tepat. Jangan memandikan bayi Anda dengan cara merendamnya di air hingga tali pusar bayi sudah terlepas. Mandikanlah si kecil dengan waslap sebelum tali pusarnya puput.

  • Kumpulkan keperluan seperti bak mandi, 2 kain lap, bola kapas, sabun bayi, handuk, dan popok yang bersih.

  • Pastikan Bunda memilih ruangan untuk memandikan si kecil yang suhunya tidak terlalu dingin, dan alirkan air hangat setinggi 1 atau 2 inci pada bak mandi (32,2 derajat Celsius).

  • Lepaskan pakaian bayi dan dengan perlahan tempatkan ia di bak mandi dalam posisi telentang. Tahan kepala dan lehernya dengan satu tangan Anda.

  • Jaga bayi Anda agar tetap merasa nyaman. Dengan lembut tuangkan air ke tubuh bayi Anda secara keseluruhan selama mandi agar ia tidak merasa kedinginan.

  • Bersihkan bayi. Gunakan lap, bola kapas, atau tangan Anda untuk dengan lembut membersihkan wajah bayi dan tubuhnya. Anda tak perlu menggosok dengan keras atau menggunakan sabun terlalu banyak.

  • Dengan perlahan angkat bayi Anda dari bak mandi, bungkus dengan handuk, dan keringkan tubuhnya. Hati-hati, Bunda, karena tubuh bayi bisa menjadi licin saat basah.

  • Kenakan popok bersih pada bayi sesegera mungkin untuk menghindari berantakan.

Beberapa bayi sangat suka mandi dan mereka bisa sangat rileks. Jika bayi Anda menyukainya, Anda mungkin ingin memandikannya sebanyak dua kali sehari. Tapi sebenarnya newborn tidak perlu dimandikan lebih dari satu kali dalam sehari lho Bunda. Ini karena bayi biasanya tidak memiliki kulit yang kotor. Selain itu, banyak bayi yang punya kulit kering. Memandikannya dua kali sehari akan membuat minyak alami di dalam kulitnya menjadi semakin kering.

Cara memandikan bayi baru lahir

Selama beberapa minggu pertama, Anda cukup gunakan waslap untuk membersihkan sisa gumoh atau membersihkan area popok agar bersih dari sisa urin dan feses. Bayi bisa mandi dengan waslap hingga tali pusarnya lepas, yang terjadi antara 1 hingga 4 minggu setelah lahir. Bayi yang disunat juga perlu mandi dengan waslap hingga area sunat sepenuhnya pulih, yakni sekitar satu hingga dua minggu setelah prosedur sunat.

Bak mandi berukuran kecil membuat orangtua bisa menjaga suhu air mandi dan memegang bayi lebih aman. Menekuk tubuh saat mandi dan membersihkan tubuh bayi yang licin bisa terasa sulit bagi orangtua, terutama jika ibu masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan. Bayi bisa kaget dengan jumlah air di bak mandi berukuran besar. Dua atau tiga inci air sudah cukup untuk membersihkan tubuh bayi.

Bayi bisa merasa senang ketika dimandikan, atau bisa juga sebaliknya. Suhu air mandi bisa mempengaruhi pengalaman mandi bayi. Ada risiko bila memandikan bayi dengan air yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Agar air mandi terasa nyaman, Anda perlu mandikan bayi di ruangan yang hangat. Ruangan sebaiknya bersuhu antara 21 samapi 26 derajat Celsius. Langsung mengeringkan tubuh bayi setelah mandi mencegah menggigil atau kedinginan. Ketika bayi bertambah besar ia bisa mengatur suhu tubuhnya dengan lebih efektif.

Bila air mandi terlalu panas atau terlalu dingin

Ada dampak serius pada bayi jika ia mandi dengan  air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Air mandi yang terlalu panas bisa membakar kulit bayi. Bak harus diisi dengan air yang terasa hangat, tidak panas.

Air mandi yang terlalu dingin bisa menyebabkan penurunan suhu tubuh bayi yang signifikan. Pada hypothermia, dimana suhu kurang dari 35 derajat Celsius, bayi bisa mengalami cold stress. Cold stress adalah kondisi dimana bayi kehilangan panas melebihi kemampuannya untuk memproduksi panas, dan suhu tubuh tidak bisa dipertahankan.

Tanda dan gejala cold stress antara lain lemah otot, berat badan berkurang, tingkat nafas meningkat, sulit bernafas, dan warna kulit pucat. Cold stress yang lama bisa menyebabkan hypoxia (kurangnya oksigen pada jaringan tubuh bayi), hypoglycemia( gula darah rendah), dan kemungkinan kerusakan jantung.

Mencegah hypothermia saat mandi

Setelah bayi baru lahir diletakkan di bak mandi, Anda bisa lakukan beberapa hal untuk mencegahnya kehilangan panas tubuh selama mandi. Bayi baru lahir kehilangan panas tubuh melalui sejumlah mekanisme. Bayi bisa kehilangan panas tubuh melalui penguapan ketika air mengering dari permukaan tubuh.

Untuk alasan keamanan, bak harus diisi dengan dua inci air agar sebagian besar tubuh bayi dan wajah berada di atas level air, tapi air bisa dituangkan ke tubuh bayi atau waslap bisa digunakan pada perut bayi serta dapat membatasi paparan pada udara.

Durasi mandi yang dianjurkan adalah 5 hingga 10 menit. Ini waktu yang cukup untuk membersihkan seluruh tubuh bayi tanpa membuatnya terpapar air terlalu lama, karena air cepat menjadi dingin. Setelah mandi, tubuh bayi harus segera ditutupi, dikeringkan, dan dipakaikan baju karena bayi rentan kehilangan panas tubuh setelah mandi.

Untuk mencegah kulit terbakar dan cold stress selama mandi, suhu air harus mendekati suhu tubuh. Sebelum bayi masuk ke bak mandi, air perlu dicampur untuk memastikan distribusi panas yang merata. Orangtua harus pastikan suhu bayi stabil sebelum melanjutkan mandi.

(Ismawati)