Kesehatan

Cara Melindungi Keluarga dari Serangan Flu dan Pilek

Terakhir diperbaharui

Cara Melindungi Keluarga dari Serangan Flu dan Pilek
Berikut ini adalah 7 cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga keluarga tetap sehat selama musim flu dan pilek.

Penggunaan disinfektan

Virus flu dan pilek bisa hidup di permukaan selama 3 jam, jadi Anda perlu bersihkan bagian atas meja atau sejenisnya dengan disinfektan pembunuh virus. Atau gunakan campuran air dan pemutih (1/4 pemutih untuk satu galon air), terutama jika sudah ada anggota keluarga yang sakit.

Bersihkan tombol lampu, pesawat telepon, gagang pintu, keyboard, dan benda-benda lain yang digunakan bersama oleh anggota keluarga di rumah. Cuci gelas dan alat makan dengan sabun dan air panas setiap kali selesai digunakan, dan jangan berbagi menggunakannya.

Anda bisa membuat larutan pembersih ala rumahan yang mudah dan tidak mahal. Temukan resepnya di internet ataupun buku. Bahan seperti cuka, tea tree oil, dan boraks tidak sekuat pemutih dan disinfektan lain, tapi penggunaannya lebih aman serta memiliki cara kerja yang cukup efektif.

Mencuci tangan

Bila Anda menjaga kebersihan tangan, virus kehilangan salah satu cara favoritnya untuk menyebar. Ajarkan keluarga Anda untuk mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, sebelum dan sesudah makan, juga setelah batuk atau bersin. Gunakan sabun dan air hangat, dan cuci tangan selama 15 hingga 20 detik. Pastikan orang yang mengasuh anak Anda juga mengerti pentingnya sering mencuci tangan.

Simpan gel berbahan dasar alkohol di dalam mobil dan di tas Anda untuk membersihkan tangan saat Anda dan keluarga bepergian. Gunakan lap untuk membersihkan pegangan troli sebelum berbelanja di supermarket.

Menghindari asap rokok

Menjadi perokok pasif membuat anak-anak berada pada resiko yang lebih tinggi mengalami masalah saluran pernafasan atas. Anak yang hidup dengan asap rokok lebih sering mengalami pilek, dan berlangsung lebih lama dari anak yang tidak terpapar asap rokok. Perhatikan juga agar lingkungan Anda bebas dari asap rokok, misalnya ketika berkunjung ke rumah teman atau kerabat.

Tingkat racun di dalam rumah meningkat meski perokok menyalakan rokok di luar rumahnya. Perokok menyebarkan zat beracun kemanapun mereka pergi, racun menyerap ke pakaian, kulit, rambut, dan nafas.

Karenanya, perokok harus memakai pakaian yang bersih yang tidak dipakai saat merokok di sekitar bayi, sering mencuci tangan dan wajah terutama setelah merokok, dan tidak membiarkan bayi menghisap jari mereka.

Jika rumah Anda telah tercemar dengan asap rokok, coba bersihkan udara di rumah dengan membuka jendela dan pintu. Bersihkan permukaan dengan lap lembab, dan cuci mainan serta selimut bayi anda, serta benda lain yang mungkin ia masukkan ke dalam mulut.

Hindari paparan pada flu dan pilek

Lindungi anak Anda dengan menghindari kontak dekat dengan orang yang terkena flu dan pilek. Jika teman anak Anda sedang bersin-bersin dan pilek, sepertinya ini berarti bukan waktu yang tepat untuknya menginap di rumah Anda. Lakukan hal yang sama saat anak Anda sakit, minta ia tetap berada di rumah begitu juga ketika Anda sakit.

Mendapat vaksin flu

Seluruh anggota keluarga Anda membutuhkan perlindungan dari virus yang berkembang selama musim flu, mulai dari sekolah hingga rumah ke tempat kerja dan berputar kembali. Dianjurkan bagi semua anak mulai dari usia 6 tahun dan orang dewasa untuk mendapat vaksin flu setiap tahun. Nasal spray flu vaccine adalah alternatif efektif yang dimulai pada usia 2 tahun.

Saat hamil, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda perlu mendapat suntikan vaksin flu. Jawabannya ya. Vaksin ini tidak hanya aman bagi Anda tapi juga bagi janin. Bila Anda terkena flu saat hamil, Anda lebih beresiko mengalami komplikasi yang serius.

Salah satunya adalah pneumonia yang berpotensi mengancam jiwa dan bisa meningkatkan resiko persalinan sebelum waktunya. Anda juga beresiko mengalami komplikasi karena flu selama periode pasca persalinan.

Ada bukti bahwa mendapat suntikan flu selama kehamilan memberi bayi Anda perlindungan setelah kelahiran. Bayi menerima antibodi dari Anda selama kehamilan. Jika Anda kebal maka bayi Anda memiliki kemungkinan lebih rendah untuk terekspos pada flu.

Menampung batuk dan bersin

Untuk menghindari penyebaran kuman, ajarkan anak Anda bersin atau batuk di lekuk lengannya. Cara terbaik selanjutnya adalah dengan menggunakan tisu sekali pakai. Jika mereka bersin di tisu atau di tangan, mereka harus mencuci tangan segera setelah bersin.

Membangun tubuh yang sehat

Sistem kekebalan tubuh yang sehat bergantung pada tubuh yang sehat, dan sistem kekebalan yang baik sangat penting untuk melawan virus. Bila Anda menyusui, lanjutkan selama Anda bisa. Antibodi yang terkandung dalam ASI bisa melindungi serangan kuman. Berikan pola makan seimbang pada anak Anda yang lebih besar, dan ajak mereka untuk berolahraga teratur serta mendapat banyak tidur.

Bila anak Anda masih menderita pilek setelah pencegahan yang Anda lakukan, jangan putus asa, Bun. Orang yang sehat sekalipun bisa terkena pilek, jadi sakit bukanlah pertanda sistem kekebalan yang lemah. Ketika penyakit datang, cari alternatif pengobatan untuk meringankan flu dan pilek anak Anda.

Cairan hangat bisa sangat menenangkan dan meringankan penyumbatan di hidung.  Penelitian menunjukkan sup ayam bisa meredakan gejala seperti kelelahan, penyumbatan, dan demam. Anda bisa berikan sup, teh, jus apel, air putih, atau cairan lain yang anak Anda sukai dan sajikan dalam kondisi hangat.

Ada banyak teh herbal yang aman bagi anak-anak, tapi konsultasikan pada dokter sebelum mencoba teh herbal selain chamomile, karena tidak semua label natural aman dikonsumsi anak. Tetap berikan ASI atau susu formula untuk bayi yang lebih kecil dari usia 6 bulan kecuali dokter menyarakankan hal yang berbeda. Bayi yang lebih kecil tidak membutuhkan air putih, dan terlalu banyak air putih bisa membahayakan.

Madu bisa meringankan sakit tenggorokan dan membantu meredakan batuk. Pada sebuah penelitian, orangtua dari 105 anak yang berumur 2 hingga 18 tahun merasa madu bermanfaat dan lebih baik dari sirup batuk untuk mengobati batuk anak di malam hari. Yang Anda butuhkan hanya madu yang banyak tersedia di apotek.

Madu sering kali menjadi keras di suhu ruangan. Untuk melembutkannya, ambil beberapa sendok dan masukkan ke wadah tahan panas lalau panaskan di microwave atau pada air yang mendidih.

Berikan ½ hingga 1 sendok teh madu pada si kecil. Beberapa orang ada yang lebih suka mencampur madu dengan air panas dan menambahkan perasan jeruk, yang mengandung vitamin C. Karena madu manis dan lengket, penting bagi anak Anda untuk menyikat gigi setelah ia mengkonsumsinya. Terutama bila Anda memberinya di waktu tidur.

Jangan berikan madu pada anak sebelum ia berumur 1 tahun, karena bisa menyebabkan penyakit yang jarang terjadi dan kadang bersifat fatal yang disebut infant botulism.

(Ismawati)