Balita

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk di Kulit Bayi

Terakhir diperbaharui

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk di Kulit Bayi

Kulit bayi sangat sensitif. Ketika nyamuk terbang berkeliaran, buah hati Anda bisa jadi target gigitan nyamuk. Meski bekas gigitan nyamuk umum terlihat di kulit bayi, Anda tentu akan melakukan yang terbaik untuk membuat tubuh anak terlindungi dari gigitan serangga ini.

 

Tapi bila terjadi, Anda perlu tahu bagaimana mengatasi gigitan nyamuk pada bayi agar ia tidak merasakan situasi yang tidak nyaman.

 

Penyebab gigitan nyamuk pada bayi

Anak kecil lebih banyak diserang nyamuk karena mereka menjadi target yang mudah. Beberapa penyebab paling umum anak sering digigit nyamuk antara lain:

 

  • Bagian tubuh yang tidak tertutup. Bagian tubuh bayi yang terbuka jadi target utama gigitan nyamuk. Pakaikan baju yang longgar, berwarna terang, berlengan panjang, dan kaos kaki.
  •  
  • Lingkungan yang tidak bersih. Hindari air tergenang atau vas bunga dan wadah dekorasi yang berisi air. Tutup tempat sampah atau segera buang ke tempat pembuangan.
  •  
  • Makanan yang tidak ditutup. Makanan menarik perhatian nyamuk dan baunya menarik nyamuk. Selalu pastikan makanan tertutup. Gunakan kipas angin. Kebersihan dapur harus dijaga ketika ada bayi dirumah.
  •  
  • Hindari tanaman berair khususnya di malam hari. Hindari handuk dan pakaian basah. Pastikan atap tidak bocor.
  •  
  • Air mancur buatan. Air mancur buatan terlihat bagus di rumah Anda terlebih dengan tambahan lampu dan suara gemericik air, tapi ini bisa jadi salah satu tempat nyamuk bersarang.
  •  
  • Jangan biarkan bayi berkeringat, segera keringkan. Nyamuk tertarik pada kehangatan dan baunya. Selalu siapkan handuk lembut.
  •  
  • Krim dan lotion wangi. Krim, bedak, atau lotion bayi yang mengandung parfum bisa mengundang nyamuk. Pilih varian tanpa aroma untuk bayi.

 

Cara mengatasi gigitan nyamuk

Anda perlu mengatasi gigitan nyamuk pada bayi dengan cara yang tepat. Mulailah dengan langkah penanganan utama yang terdiri dari:

 

  1. Mengontrol gigitan nyamuk

    Bengkak dan warna kemerahan jadi tanda awal gigitan nyamuk. Tanda ini bisa dikontrol dengan mudah menggunakan kompres es atau aluminium klorida (yang bisa ditemukan di banyak deodoran). Menggunakan dua cara ini akan dengan cepat menurunkan bengkak yang menyebabkan iritasi dan rasa tidak nyaman lanjutan.

     

  2. Mengurangi rasa gatal

    Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membantu menurunkan rasa gatal yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Anda bisa gunakan krim untuk gigitan nyamuk selain baby lotion. Baby oil atau lotion calamine bisa berfungsi sama. Krim hydrocortisone juga bisa diaplikasikan untuk mengurangi rasa gatal.

 

Dua cara di atas bisa Anda terapkan bila melihat bekas gigitan nyamuk pada bayi. Tapi ini hanya langkah awal. Anda juga perlu lakukan beberapa hal untuk memastikan bayi tetap nyaman:

 

  • Menghentikan menggaruk

    Gigitan nyamuk terasa gatal, dan Anda perlu temukan cara yang tepat untuk mencegah anak menggaruk bekas gigitan nyamuk. Kuku bayi meski kecil tetap bisa menyebabkan goresan dan menambah potensi terjadinya infeksi. Bila anak sudah cukup besar, Anda bisa jelaskan kenapa ia tidak boleh menggaruk bekas gigitan nyamuk.  Cara lain adalah dengan memotong kuku anak menjadi pendek untuk mengurangi dampak menggaruk.

     

  • Bila Anda melihat buah hati mengalami gejala tambahan atau ia mengalami infeksi, waktunya menghubungi dokter untuk mencari penanganan. Tanda yang perlu Anda waspadai ketika infeksi terjadi antara lain:

    • Nanah
    • Bengkak
    • Hangat pada area gigitan.

     

  • Anda juga perlu mewaspadai nyamuk yang membawa penyakit. Banyak orang terkena penyakit dari nyamuk tapi tidak pernah menunjukkan gejala. Penyakit utama yang menyebabkan kecemasan untuk ibu dan bayi adalah west nile virus. Virus  ini sering kali tidak menyebabkan orang sakit tapi ketika menjadi sakit, penderita akan mengalami:

    • Mual
    • Sakit kepala
    • Muntah
    • Demam

     

    Bila gejala ini muncul, Anda perlu berkonsultasi ke dokter.  Ada kemungkinan bayi baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Tapi ada juga kemungkinan bayi mengalami gejala lain akibat gigitan nyamuk. Bila bayi menunjukkan gejala berikut, Anda perlu segera menghubungi dokter atau rumah sakit:

    • Bibir bengkak
    • Leher bengkak
    • Demam
    • Muntah
    • Ruam
    • Sulit bernapas
    • Benjolan berisi cairan.

     

Beberapa bayi dan orang dewasa alergi terhadap gigitan nyamuk, jadi Anda perlu mengambil langkah yang tepat untuk memastikan apakah bayi alergi pada gigitan nyamuk dan dokter bisa memberi penanganan yang dibutuhkan.

 

Fakta tentang perilaku nyamuk

Bunda, ketahui fakta seputar nyamuk berikut ini:

 

  • Hanya nyamuk betina yang memangsa manusia.
  •  
  • Bagaimana nyamuk menemukan Anda? Nyamuk bisa mencium tubuh manusia dari jarak 50 meter. Karbondioksida yang Anda keluarkan jadi penanda yang paling jelas. Nyamuk tertarik dengan pakaian dan parfum, juga tertarik oleh orang yang mengenakan pakaian gelap atau terang serta mengenakan pewangi.
  •  
  • Nyamuk hampir tidak menggigit vegetarian dan pemakan makanan mentah, lebih sering yang memancarkan estrogen dan testosteron, pada anak dan wanita hamil. Orang dengan konsentrasi steroid atau kolesterol tinggi juga berisiko. Selain itu, nyamuk tertarik pada uric acid yang ditemukan pada keringat, karenanya berolahraga di dekat nyamuk bukan hal yang disarankan.
  •  
  • Anda juga berisiko digigit nyamuk bila ada air di dekat Anda. Nyamuk bertelur pada permukaan air, baik air sungai, kolam, atau danau. Telur berkembang dalam 2 sampai 3 hari.
  •  
  • Nyamuk betina terutama yang haus darah aktif di malam hari dan musim panas. Aktivitas puncak di malam hari mulai dari jam 11 malam hingga 2 pagi. Ada juga yang aktif di pagi hari.
  •  
  • Nyamuk bisa berkembang biak di rumah Anda bila ada air tergenang.
  •  
  • Nyamuk terbang ke target melawan arah angin, lalu kembali terbang menjauh arah angin.
  •  
  • Air liur nyamuk mengandung anestesi (sehingga kita tidak merasakan gigitan) dan kandungan yang mencegah pembekuan darah. Itu sebabnya Anda akan berdarah beberapa menit setelah gigitan dan merasakan sakit dan sengatan setelahnya.
  •  
  • Nyamuk mendeteksi sejumlah bau alami seperti cengkeh, lemon, minyak kayu putih, minyak basil, dan pepermint.

 

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Nyamuk menyebarkan penyakit karena tubuh serangga ini bisa mudah mengandung bakteri, virus, dan parasit. Banyak penyakit menyebar melalui nyamuk dan bisa menjangkit manusia, seperti:

  • Malaria, hanya disebarkan oleh jenis nyamuk tertentu.
  •  
  • Japanese encephalitis dan cerebral edema yang bisa mengganggu sistem saraf pusat dan kecerdasan.
  •  
  • Penyakit lyme yang bisa mempengaruhi kulit, sistem saraf pusat, dan jantung.
  •  
  • Hepatitis C yang menyerang liver dan seluruh tubuh dan menjadi salah satu penyakit paling berbahaya pada abad 21.
  •  
  • Philariasis yang menyebabkan bengkak dan suhu tubuh tiba-tiba naik.

 

Meski bila nyamuk tertentu tidak membawa penyakit mematikan, gigitannya tetap tidak baik untuk Anda, karena menimbulkan bentol, kulit kemerahan, rasa gatal, dan sakit.

 

Lalu bagaimana dengan mereka yang alergi terhadap gigitan nyamuk? Satu gigitan saja bisa menyebabkan eczema atau bahkan kesulitan bernapas. Untungnya ada banyak cara untuk membasmi nyamuk. Tapi tiap metode ini biasanya cocok untuk situasi tertentu, jadi untuk memilih cara paling efektif membasmi nyamuk Anda perlu tahu perilaku dan kebiasaan nyamuk.

 

Obat untuk mengatasi gigitan nyamuk pada bayi

Berikut ini beberapa jenis obat yang digunakan pada bekas gigitan nyamuk:

 

  • Krim antihistamine. Anda bisa gunakan krim anti histamine yang dijual bebas pada area kulit yang terkena gigitan. Ini akan mengurangi bengkak dan rasa gatal. Untuk anak kecil, akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.
  •  
  • Deodoran bentuk roll on yang mengandung aluminium klorida bisa membantu mengatasi gigitan nyamuk dan mudah dibawa. Hanya gunakan cara ini di saat darurat.
  •  
  • Pasta aspirin. Aspirin mengandung acetyl salicyclic acid, sebagai anti peradangan dan melawan infeksi. Gerus beberapa tablet aspirin bersama air lalu gunakan pada bekas gigitan nyamuk.
  •  
  • Obat kumur listerine, terutama dengan rasa menthol, bisa dilarutkan dan diseka dengan kapas pada bekas gigitan nyamuk. Ini memberi efek dingin dan meredakan rasa gatal.
  •  
  • Krim Hydrocortisone. Krim hydrocortisone 1 persen bisa digunakan hingga 4 kali dalam sehari atau sesuai instruksi. Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan krim antibiotik, terutama bila muncul benjolan berisi cairan. Bila bekas gigitan nyamuk terlalu banyak, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter karena bisa sangat gatal dan terjadi infeksi.

 

Obat alami untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi

Bila Anda ingin apapun yang kontak dengan bayi sealami mungkin, Anda perlu cari obat alami untuk meredakan gejala gigitan nyamuk. Beberapa obat rumahan bisa ditemukan di dapur Anda dan terbukti bisa meredakan gejala bekas gigitan nyamuk.

 

Gunakan obat alami berikut untuk mengatasi gigitan nyamuk:

 

  1. Lidah buaya

    Kebanyakan krim dan lotion yang Anda beli untuk mengatasi gigitan nyamuk mengandung lidah buaya. Lidah buaya bisa mengurangi rasa gatal dan bengkak. Lidah buaya juga membuat kulit lembut dan halus. Ini jadi pilihan tepat untuk kulit bayi yang sensitif.

     

  2. Baking soda

    Baking soda dan sedikit air akan membantu meredakan gejala gigitan nyamuk. Anda bisa tuang baking soda ke mangkok dan perlahan mencampurnya dengan air. Setelah terbentuk pasta, gunakan pada area gigitan. Pasta akan membantu mengurangi bengkak dan juga meredakan rasa gatal.

     

  3. Cuka

    Cuka apel organik jadi pilihan tepat untuk mengatasi gigitan nyamuk dan bisa digunakan langsung pada bekas gigitan nyamuk.  Pastikan jauhkan cuka dari mata bayi untuk mencegah rasa terbakar.

     

  4. Madu

    Madu jadi obat alami yang sangat baik. Anda bisa  gunakan madu pada bekas gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi.

     

  5. Pasta gigi

    Satu trik untuk mengatasi gigitan nyamuk adalah menggunakan sedikit pasta gigi pada kulit bayi Anda. Hanya ikuti saran ini bila Anda menggunakan pasta gigi yang alami untuk menghindari reaksi pada bahan pembentuk pasta gigi yang keras.

     

  6. Perasan jeruk

    Bila ada jeruk lemon, Anda bisa potong lemon menjadi dua dan peraskan beberapa tetes pada bekas gigitan nyamuk. Anda bisa juga menggosokkan kulit lemon pada area gigitan. Perasan lemon akan berfungsi sebagai disinfektan.

     

  7. Bawang putih

    Bawang putih bisa jadi obat mujarab, tapi anak biasanya tidak suka karena terasa sensasi terbakar. Tapi bau bawang putih membuat nyamuk menjauh dan mencegahnya datang kembali.

     

  8. Sabun batangan kering

    Sabun batangan kering bisa digosokkan ke area yang terkena gigitan nyamuk untuk mengurangi rasa gatal. Sabun harus dibersihkan setelah beberapa lama.

     

  9. Garam

    Pasta garam juga bisa digunakan untuk mengatasi gigitan nyamuk. Campuran garam dan air bisa dengan cepat dibuat dan digunakan untuk tujuan antiseptik.

     

  10. Es batu

    Suhu dingin dan es menurunkan peradangan. Dingin juga bisa membuat kulit kebas yang bisa jadi pereda sakit sementara. Gunakan kompres dingin atau kantung berisi es batu untuk meredakan rasa gatal akibat gigitan nyamuk. Jangan biarkan es langsung pada gigitan lebih dari 5 menit karena bisa merusak kulit. Anda bisa juga gunakan penghalang, seperti lap, di antara kulit dan es agar es bisa digunakan lebih lama.

     

Obat alami membuat Anda meringankan rasa tidak nyaman bayi dan mengatasi gejala yang bisa menyebabkan bayi merasa gatal dan membuatnya menangis. Tapi mencegah gigitan nyamuk menjadi hal yang lebih penting.

 

Cara mencegah gigitan nyamuk

Beberapa hal penting yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gigitan nyamuk, antara lain:

 

  1. Pakaian

    Bila Anda berencana ke area yang banyak nyamuk, Anda harus pastikan kulit bayi tertutupi. Jangan biarkan bayi kepanasan di musim panas, tapi bila memungkinkan, pakaikan celana dan baju lengan panjang untuk menurunkan jumlah paparan kulit.

     

  2. Hindari area basah

    Nyamuk suka tinggal di dekat air, dan ketika hujan, nyamuk akan keluar. Satu kesalahan terbesar yang orang lakukan adalah membiarkan air tergenang. Ini bisa menyebabkan nyamuk keluar dan tinggal di sekitar rumah. Bila hujan atau Anda berencana pergi ke area air tergenang, pastikan menggunakan anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk.

     

  3. Anti nyamuk

    Anti nyamuk juga tersedia untuk bayi, dan Anda bisa gunakan untuk menjauhkan serangga dari bayi. Anda bisa gunakan anti serangga alami yang bisa menghindari serangga menggigit anak.

     

Bunda, serangga masih terus berkeliaran dan mencari target manusia. Meski Anda bisa mengatasi atau mencegah gigitan serangga, Anda perlu ikuti langkah-langkah di atas untuk memastikan bayi tidak jadi korban gigitan serangga.

 

Yang perlu diingat, bila bekas gigitan tidak kunjung hilang, muncul demam, atau bayi muntah, Anda perlu langsung menuju dokter untuk memastikan kondisi bayi. Tapi kebanyakan gigitan serangga akan hilang dalam satu atau dua hari. Bila Anda menangani gigitan dengan baik, bayi bisa lebih nyaman dan punya lebih sedikit risiko infeksi dan efek samping jangka panjang lebih kecil.

 

Gigitan nyamuk yang terasa gatal terlihat setelah beberapa detik atau menit, dan rasa gatal bisa disertai warna kemerahan dan bengkak, serta sakit. Satu fakta tentang gigitan nyamuk adalah gejala biasanya terjadi tiap beberapa gigitan bukan setelah satu gigitan.

Gigitan nyamuk pada bayi mudah terlihat karena kulitnya yang lembut, gigitan dicirikan dengan bercak merah, bentol, dan bisa terasa sakit.

 

Kebanyakan bayi yang mengalami alergi gigitan nyamuk akan terus menangis atau menjadi sangat rewel. Kebanyakan bayi mengalami demam tingkat rendah selama beberapa jam setelah gigitan nyamuk sedang kebanyakan orang dewasa mengalami gejala yang sama dalam 24 sampai 48 jam setelah gigitan nyamuk.

 

Satu fakta tentang gigitan nyamuk adalah, sistem kekebalah tubuh Anda akan secara alami bereaksi terhadap kehadiran parasit yang diperkenalkan ke tubuh, karenanya gigitan nyamuk tidak akan segera menyebabkan kematian.

(Ismawati)