Terakhir diperbaharui .

Cara Merawat Rambut Anak Agar Selalu Berkilau

Bagaimana Anda merawat rambut anak bergantung pada jenis rambut dan tingkat aktivitas anak. Setelah beberapa lama, Anda bisa temukan cara merawat rambut yang berhasil untuk buah hati. Menciptakan kebiasaan merawat rambut yang baik sangat penting ya, Bunda.

 

Kehamilan dan pengaruhnya pada rambut bayi

Rambut bayi mulai tumbuh sebelum ia lahir. Faktanya, janin mulai tumbuh rambut di usia kehamilan 5 bulan. Selama 4 minggu terakhir kehamilan, ketika ia bersiap untuk dilahirkan, rambut bayi tumbuh lebih tebal.

 

Sejak sekian lama, wanita hamil yang menderita heartburn sering kali diberitahu kalau bayinya akan lahir dengan rambut yang lebat. Di tahun 2006, sekelompok peneliti meminta 64 wanita hamil memberi penilaian untuk tingkat keparahan heartburn yang mereka alami selama hamil. Lalu penilaian tentang volume rambut bayi baru lahir dilakukan setelah wanita-wanita ini melahirkan. Meski kebanyakan wanita melaporkan mengalami heartburn, ada korelasi langsung antara keparahan heartburn dan volume rambut bayi. Peneliti menyimpulkan ada hubungan antara heartburn selama hamil dan volume rambut bayi baru lahir.

 

Meski peneliti terkejut dengan temuan ini, mereka menyimpulkan tingkat tinggi hormon tertentu seperti estrogen bisa membuat esophageas sphincter menjadi rileks, yang menyebabkan heartburn. Hormon yang sama bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut janin yang bisa meningkat selama kehamilan.

 

Dari 64 wanita yang diteliti, 78 persen melaporkan mengalami heartburn. Hanya 28 wanita mengalami heartburn tingkat menengah hingga parah. Dari 12 wanita yang tidak mengalami heartburn, 83 persen melahirkan bayi dengan sangat sedikit atau tanpa rambut. Keparahan heartburn memang tidak menjadi tanda pasti bayi akan lahir dengan banyak rambut, tapi ini bisa menjadi indikatornya.

 

Cara merawat rambut bayi baru lahir

Tidak semua bayi terlahir tanpa rambut, bahkan ada yang lahir dengan rambut tebal. Tak ada yang tahu pasti kenapa beberapa bayi lahir dengan banyak rambut, meski para ahli meyakini ini ada hubungannya dengan hormon ibu dan faktor genetik.

 

Apapun kondisi rambut bayi Anda, jangan terlalu khawatir. Berikut beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang rambut bayi baru lahir:

 

  1. Rambut rontok pada bayi baru lahir

    Bila Anda terkejut dengan lebatnya rambut bayi baru lahir, tunggu saja. Semua rambut itu bisa hilang. Ini karena hormon kehamilan yang juga membuat ibu hamil memiliki rambut yang berkilau. Tapi kemudian “telogen” terjadi, menyebabkan banyak rambut rontok di waktu bersamaan.

     

    Sebagai ibu baru, salah satu kecemasan Anda adalah menghadapi masalah rambut rontok pada bayi. Semua bayi baru lahir biasanya mengalami rambut rontok selama 6 bulan pertama usianya.

     

    Rambut rontok pada bayi biasa terjadi dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Tapi Anda juga harus mewaspadai rambut rontok berlebihan yang membutuhkan penanganan medis. Penyebab umum rambut rontok pada bayi baru lahir antara lain:

     
    • Tingkat hormon yang tinggi pada bayi sebelum lahir. Setelah lahir tingkat hormon mulai turun. Ini terjadi pada fase rambut rontok, ketika rambut memasuki periode istirahat dan tidak tumbuh lagi.
    •  
    • Setelah lahir bayi memasuki fase yang dikenal dengan telogen dimana terjadi rambut rontok.
    •  
    • Kadang stres dan demam juga bisa menyebabkan rambut rontok, selain perubahan hormon.
    •  
    • Bayi tidur di satu posisi saja. Jika demikian, kemungkinan bayi mengalami area botak di bagian kepala yang sering kontak dengan kasur atau matras.
    •  
    • Bayi tidur hanya di satu arah atau sering menggosokkan kepala ke kasur. Ini bisa menyebabkan bayi mengalami area botak.
    •  
    • Bayi mengalami infeksi jamur yang disebut tinea capitis. Ini bisa memicu rambut rontok dengan kulit kepala berwarna kemerahan dan bersisik. Area hitam juga bisa terlihat.
    •  
    • Kerusakan rambut bisa terjadi karena mengikat rambut terlalu kencang.
    •  
    • Ada kemungkinan terjadi trichotillomania, dimana bayi menarik keras rambutnya. Ini biasanya terjadi pada bayi yang sudah lebih besar dan bisa menyebabkan rambut rontok.
    •  
    • Bila bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bisa muncul kondisi yang disebut alopecia areata yang juga menyebabkan rambut rontok karena folikel rambut menjadi lemah.
    •  
    • Ketidak-seimbangan tiroid juga bisa menyebabkan rambut rontok pada bayi.

     

    Selain yang telah disebutkan di atas, penyebab rambut rontok lain pada bayi jarang terjadi pada bayi di bawah usia 12 bulan.

     

  2. Pertumbuhan rambut bayi baru lahir

    Untungnya, fase telogen biasanya segera diikuti oleh pertumbuhan rambut baru. Tapi rambut bayi yang baru tumbuh tidak akan sama seperti rambut saat ia lahir. Warna dan teksturnya sering kali berubah. Kembali lagi, ini disebabkan oleh hormon, jadi rambut bayi yang tadinya tebal dan gelap menjadi lebih tipis. Warna merah bisa berubah jadi pirang atau keriting menjadi lurus. Beberapa bayi memiliki rambut baru dalam 6 bulan, ada juga yang butuh waktu 2 atau 3 tahun.

     

    Berikut ini beberapa cara merawat rambut bayi baru lahir:

     
    • Jangan cuci rambut bayi setiap hari. Khususnya pada bayi baru lahir, tidak perlu melakukan ini. Menggunakan shampo ketika memandikan bayi tidak perlu lebih dari beberapa kali dalam seminggu.
    •  
    • Pelan-pelan ketika menggunakan shampo ke kulit kepala bayi. Pijatan kulit kepala yang terlalu cepat bisa membuat folikel rambut stres dan mempercepat kerontokan dan kerusakan rambut.
    •  
    • Sisir rambut bayi dengan sikat berbulu halus atau sisir dengan gigi jarang yang tidak akan tersangkut atau menarik rambut bayi.
    •  
    • Hindari bando atau kuncir yang menarik rambut bayi ke belakang terlalu kencang dan bisa merusak rambutnya.
    •  
    • Tak masalah bila bayi perlu dipotong rambutnya agar terlihat lebih rapi. Tapi lakukan ini ketika bayi tenang dan kenyang, agar ia tidak menjadi rewel, Anda bisa gunakan mainan untuk mengalihkan pehatiannya.
     

    Kulit kepala bayi baru lahir sangat sensitif jadi Anda perlu lebih berhati-hati ketika merawatnya. Cara merawat rambut bayi yang tepat dapat mencegah masalah kulit kepala seperti cradle cap pada bayi.

     

    Bunda, perawatan rambut untuk bayi baru lahir menjadi sebuah keharusan untuk mencegah berkembangnya infeksi bakteri atau jamur pada kulit kepala buah hati Anda yang lembut dan halus. Meski rambut bayi tumbuh tebal atau tanpa rambut, Anda perlu merawatnya dengan baik untuk menjaga kulit kepala selalu bersih. Tidak ada rambut di kepala bayi bukan berarti kulit kepalanya tidak perlu dibersihkan.

     

    Banyak orangtua baru berpendapat bila mencukur rambut bayi baru lahir sebelum usianya satu tahun, ini bisa meningkatkan pertumbuhan rambut yang cepat. Tindakan ini punya satu manfaat besar, yakni kulit kepala jadi bersih setelah dicukur. Tapi mencukur tidak akan meningkatkan pertumbuhan rambut yang cepat atau sehat.

     

    Selain itu, bayi memiliki kulit kepala dan rambut yang sangat halus dan lembut, sehingga tak perlu menggunakan shampo atau mencuci rambutnya setiap hari. Anda bisa mencuci rambut bayi dua kali dalam seminggu. Pastikan Anda merapikan rambut yang kusut secara perlahan dengan ujung jari sebelum mencuci rambutnya.

     

    Gunakan shampo bayi dengan formula yang ringan dan berhati-hati agar tidak menyakiti ubun-ubunnya saat mengeringkan kulit kepala. Setelah mengeringkan rambut, gunakan sisir bayi yang memiliki bulu halus.

     

    Cradle cap menjadi masalah yang umum dialami kebanyakan bayi. Kondisi ini menyebabkan serpihan kecil berwarna merah yang muncul pada kulit kepala. Jangan panik bila bayi baru lahir Anda mengalami kondisi ini. Cradle cap bisa dengan mudah diatasi dengan krim cortisone. Konsultasikan ke dokter sebelum membeli atau menggunakan krim ini.

     

  3. Mencegah rambut rontok pada bayi

    Ada beberapa hal yang perlu Anda ingat ketika merawat rambut bayi. Ikuti tips berikut untuk membantu Anda mencegah dan mengontrol rambut rontok pada bayi:

     
    • Bayi kemungkinan tidur di satu posisi kepala. Jika demikian, sediakan waktu tengkurap yang cukup dengan memberi bayi kesempatan berbaring tengkurap di lantai atau tempat tidur. Sesi tengkurap akan meningkatkan perkembangan fisik, juga menurunkan rambut rontok karena berkurangnya gesekan rambut dengan tempat tidur atau matras.
    •  
    • Jangan terlalu sering menyisir rambut bayi.
    •  
    • Jangan ikat rambut bayi terlalu kencang.
    •  
    • Anda perlu cari bantuan medis jika bayi mengalami masalah rambut rontok setelah usianya 6 bulan

     

Kesimpulannya Bun, rawatlah rambut bayi dengan baik dan jangan terlalu khawatir dengan rambut rontoknya. Pada 6 bulan pertama, rambut rontok normal terjadi.

 

Produk untuk merawat rambut bayi

Bunda, ketika merawat rambut buah hati, Anda membutuhkan sisir dan sikat rambut bayi, baby lotion, serta petroleum jel untuk bayi. Pastikan Anda menggunakan produk yang khusus digunakan untuk merawat rambut bayi, setidaknya hingga usianya satu tahun. Shampo dan lotion rambut untuk dewasa mengandung bahan kimia berbahaya yang bersifat keras pada kulit kepala dan rambut bayi. Lotion dan petroleum jel bayi bersifat lembut di kulit bayi dan bisa Anda gunakan untuk memastikan kulit kepala bayi mendapat kelembaban yang cukup.

 

Bila bayi mengalami cradle cap, gunakan sisir bayi dan perlahan sisir bagian cradle cap. Ingat, Anda harus sangat perlahan dan sabar ketika melakukan ini. Setelah menyisir seluruh bagian kepala, cuci rambut bayi untuk mengangkat semua kulit kering. Terakhir, gunakan lotion pada kulit kepala dan rambut bayi. Untuk mencegah cradle cap muncul kembali, Anda perlu gunakan lotion setiap hari.

 

Mencuci rambut bayi

Bagian paling sulit tentang cara merawat rambut bayi adalah mencuci rambutnya. Ketika mencuci rambut bayi, para ibu baru perlu sangat berhati-hati. Anda harus memegang erat bayi. Memegang bayi dengan benar akan membuat Anda dan bayi merasa nyaman. Hal berikutnya yang selalu dianjurkan adalah tetap berbicara pada bayi dengan nada yang lembut ketika Anda mencuci rambutnya.

 

Banyak orangtua baru menggunakan baby oil pada kulit kepala bayi yang baru lahir dan berharap ini dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Ini sebenarnya pemahaman yang keliru. Baby oil dapat menyebabkan kekeringan pada  kulit kepala serta menyumbat pori-pori. Penggunaan baby oil bahkan dapat menyebabkan cradle cap pada bayi. Untuk pertumbuhan rambut yang sehat, cukup gunakan sedikit baby lotion pada kulit kepala dan rambut bayi. Lalu ikuti dengan menggunakan petroleum jel pada bagian rambutnya saja.

 

2 Mitos tentang cara merawat rambut bayi

Bun, ada banyak mitos seputar cara merawat rambut bayi dan anak yang mungkin sebagian sudah pernah Anda dengar. Berikut ini 2 di antaranya:

 

  1. Sering memotong rambut bayi nantinya akan membuatnya tumbuh lebih cepat

    Anda mendengar banyak orang mengatakan ini, tapi teori ini tidak memiliki dasar. Pertumbuhan rambut sepanjang setengah inci dalam sebulan. Dan meski bila Anda memotong rambut bayi lebih sering, pertumbuhan rambutnya tetap setengah inci tiap bulannya.

     

  2. Sering mencukur kepala bayi membuat rambut tumbuh lebih tebal

    Orang keliru memahami kalau tekstur rambut bayi lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan karena dicukur. Jangan biarkan orang menatap aneh kepala bayi Anda, dan biarkan rambutnya tumbuh secara alami.

 

Cara merawat rambut batita

Memasuki usia batita, buah hati Anda kini sangat aktif bergerak dan juga sudah bisa makan sendiri. Satu hal yang pasti, segala macam kotoran bisa masuk ke rambutnya, yang berarti Anda perlu lebih memperhatikan cara merawat rambut si kecil, terutama saat membersihkannya. Gunakan trik berikut untuk proses mencuci rambut yang simpel, cepat, dan tidak membuat anak rewel:

 

    • Sisir lebih dulu untuk mengatasi rambut kusut

      Kusut pada rambut batita menjadi musuh nomor satu Anda. Untungnya, akan lebih mudah mengatasi kusut ketika rambut dalam kondisi kering. Jadi rapikan rambut dengan sikat halus atau sisir bergigi jarang sebelum menggunakan shampo dan mencuci rambut ketika mandi agar Anda tidak perlu berurusan dengan rambut kusut setelahnya.

       

    • Rambut yang basah, bukan mata

      Ketika mencuci rambut batita, Anda perlu lakukan secara perlahan. Pilih shampo yang sangat lembut dan tidak menimbulkan pedih bila terkena mata. Tidak hanya shampo yang bisa menyebabkan iritasi, Bun, air juga bisa mengganggu mata anak. Jadi sebaiknya air jangan sampai mengenai mata. Anda bisa gunakan shower karena bisa mengarahkan air ke area yang Anda inginkan. Pastikan kepala anak sedikit miring ke belakang ketika Anda mencuci rambutnya.

       

    • Cukup sedikit shampo

      Meski anak memiliki rambut yang tebal, sedikit shampo sudah cukup, jadi gunakan tidak lebih dari seukuran koin. Anda mungkin merasa perlu menggosok-gosok shampo menjadi busa yang besar, tapi rambut anak akan jadi lebih sedikit kusut bila Anda meratakan shampo secara perlahan ke seluruh bagian rambut. Ingat juga nih Bun, Anda tidak perlu menggunakan shampo setiap hari, kecuali rambut anak sangat kotor. Membersihkan rambut dengan shampo sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu sudah cukup untuk kebanyakan batita.

       

    • Bilas hingga bersih

      Hati-hati dengan melindungi mata anak, bilas seluruh kepala hingga merata. Membiarkan sisa shampo tertinggal akan membuat rambut semakin kotor.

       

Bila anak tidak mau keramas

Beberapa anak tidak bisa tenang ketika dibersihkan rambutnya, meski Anda sudah berusaha  membujuknya. Coba taktik berikut untuk mengurangi kesulitan ketika mencuci rambut batita:

  • Gunakan cermin agar ia bisa melihat ketika Anda membersihkan rambutnya dengan cara yang lucu.
  •  
  • Berikan giliran untuknya menggunakan shampo pada rambutnya atau pada rambut bonekanya. Memberikan tugas padanya membuat ia merasa istimewa.
  •  
  • Gunakan shampo khusus, yang memiliki bau harum, atau bergambar karakter favorit anak.
  •  
  • Coba alihkan perhatian anak dengan bernyanyi, bercerita, atau menggunakan mainan saat mandi.
(Ismawati)