Balita

Cemas Kesehatan Anak Menurun saat Puasa di Masa Pandemi? Pasti Aman dengan Cara Ini!

Yusrina
Cemas Kesehatan Anak Menurun saat Puasa di Masa Pandemi? Pasti Aman dengan Cara Ini!

Berpuasa di tengah pandemi tentu merupakan tantangan tersendiri, terutama bagi si kecil. Jika momen Ramadhan biasanya penuh dengan keriuhan berkumpul dan belajar bersama teman di sekolah maupun di masjid, maka kali ini si kecil harus terbiasa merayakan Ramadhan bersama keluarga di rumah.

Meski Ramadhan terasa berbeda dan lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya -apalagi ditambah larangan mudik dari pemerintah, namun bukan halangan bagi orang tua untuk mengajarkan puasa pada anak. Justru ini adalah tantangan tambahan untuk orang tua; bagaimana membuat si kecil bisa menjalani puasa dengan fun, nyaman, dan juga aman? 

Utamanya, bagaimana menyeimbangkan asupan nutrisi si kecil agar daya tahan tubuhnya  tetap oke selama berpuasa di masa pandemi? Imun tubuh harus terjaga agar si kecil kuat menahan lapar dan haus hingga waktunya berbuka. 

Biasanya anak usia 4-5 tahun sudah mulai diajarkan untuk puasa setengah hari. Sedangkan anak usia 5 tahun ke atas umumnya sudah berpuasa hingga maghrib. Kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka harus diperhatikan sesuai usia dan kebutuhan anak. Tentunya nutrisi yang dibutuhkan anak berbeda dengan orang dewasa ya, Bu. Yuk simak kiat-kiat menjaga kesehatan anak di bulan Ramadhan berikut agar Ibu tidak cemas saat mengajarkan anak berpuasa untuk pertama kali.


Cara Menjaga Kesehatan Anak saat Berpuasa di Masa Pandemi

Ada beberapa cara menjaga kesehatan tubuh anak yang bisa Ibu terapkan agar tetap sehat selama berpuasa di masa pandemi, di antaranya;


1. Cukupi kebutuhan air si kecil

  

Anak-anak cenderung mudah lemas jika asupan nutrisi dan cairannya tidak tercukupi. Problem utama saat mengajarkan anak puasa biasanya adalah godaan haus. Melihat iklan sirup, eh anak sudah merengek ingin berbuka aja padahal masih jam 10 pagi. 

Jika si kecil sedang belajar puasa penuh hingga belasan jam, maka pastikan untuk menjaga kesehatan anak agar ia tidak mengalami dehidrasi. Penuhi kebutuhan airnya minimal 8 gelas sehari. 

Jangan berkali-kali teguk dalam satu waktu, tapi dicicil selama periode berbuka puasa. Misalnya beri anak minum 2 gelas air putih setelah berbuka puasa, 2 gelas sehabis sholat tarawih, 2 gelas sebelum tidur, serta 2 gelas lagi saat sahur. 

Asupan air juga bisa disajikan dalam bentuk makanan berkuah seperti sup, bakso, atau soto. Tapi jangan terlalu asin ya Bu, karena garam bisa mengikat air dan membuat si kecil makin haus. Buah-buahan seperti semangka dan melon juga bisa menambah asupan cairan. Selain rasanya enak, buah juga bisa jadi cara menjaga kesehatan tubuh anak selama pandemi.

Hindari memberikan minuman bersoda karena justru akan membuatnya makin haus. Begitu pun jika si kecil lebih suka makan sop buah atau es teler, lebih baik bikin sendiri di rumah agar terjaga kebersihannya.


2. Batasi Jajanan Takjil

Duh, siapa nih yang kangen ngabuburit mencari makanan untuk berbuka? Pandemi membuat jumlah penjual dibatasi dan ragam makanan tak sebanyak biasanya. Mungkin Ibu khawatir jika harus beli makanan untuk berbuka atau takjil di luar. Nah, Ibu bisa membuatnya sendiri lho!

Menyantap takjil pasti akan menjadi momen yang amat ditunggu oleh anak-anak. Rasanya kurang lengkap Ramadhan tanpa takjil.  Meski begitu, tak semua panganan cocok menjadi hidangan berbuka lho. Terlebih jajanan pedas dan terlalu berlemak karena kedua hal tersebut bisa membuat pencernaan si kecil bermasalah hingga gastritis.

Batasi makanan yang terlalu asin, mengandung penyedap rasa kadar tinggi, olahan cepat saji, serta goreng-gorengan. Perhatikan juga protokol kesehatan dan standar kebersihannya ya, Bu. Ingat, virus corona masih mengintai!


3. Tidur yang cukup

Nah, ini salah satu tugas terberat dari orang tua saat mengajarkan anak puasa. Membangunkan si kecil untuk sahur! Jika biasanya anak bangun sekitar jam 5 atau 6 pagi, kini ia harus bangun jam 3 pagi agar tidak kelewatan sahur. 

Belum lagi kalau ia malas-malasan menyantap makanan dan mengisi cairan tubuh karena masih ngantuk. Padahal salah satu cara menjaga kesehatan anak selama berpuasa adalah makan bernutrisi dan tidur teratur. 

Dua hal itu harus berjalan beriringan. Pastikan anak tetap tidur minimal 8 jam sehari. Jika perlu, biarkan dia tidur siang lebih lama agar staminanya tetap terjaga.

 

4. Tetap beraktivitas

Rasa lemas saat berpuasa umumnya membuat anak jadi enggan beraktivitas. Inginnya rebahan saja sambil menonton TV atau main handphone. Apalagi pandemi membuat anak-anak terbiasa diam di rumah karena orang tua membatasi aktivitas di luar ruangan.

Alhasil anak pun jadi jarang bergerak, padahal salah satu cara menjaga kesehatan tubuh anak adalah dengan rutin berolahraga. Ibu bisa menyiasatinya dengan mengajak anak jalan-jalan sore atau berolahraga mendekati waktu berbuka puasa. Pilih aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaga ya.


5. Memberikan makanan bernutrisi untuk si kecil

Saat anak berpuasa, Ibu wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi si kecil. Anak membutuhkan nutrisi untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Kalau bicara tentang nutrisi penting, dulu mungkin Ibu sangat familiar dengan 4 sehat 5 sempurna. Nah, sekarang tagline tersebut sudah berubah nih menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

Nah, untuk memenuhi asupan gizi seimbang, Ibu harus memastikan ada makronutrien (karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik) dan mikronutrien (vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, mineral, dan lain sebagainya) dalam piring si kecil. 

Sayangnya, anak biasanya punya kecenderungan pilih-pilih makanan, khususnya di saat berpuasa seperti ini. Risikonya, asupan nutrisi yang dibutuhkan si kecil bisa tidak terpenuhi dengan maksimal. Padahal ini sangat penting lho untuk tumbuh kembangnya. 

Artinya, Ibu harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan multivitamin.

 

6. Memberikan multivitamin untuk kesehatan anak

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013, kebutuhan kalori harian anak-anak usia 3-9 tahun adalah 1.125-1.850, tergantung aktivitas kegiatannya. Itu berarti Ibu sebaiknya memenuhi kebutuhan kalori tersebut dengan menu berbuka dan sahur yang bernutrisi.

Untuk menjaga kesehatan anak dan daya tahan tubuhnya, Ibu perlu menghidangkan buah, sayuran, protein, serta makanan bervitamin agar si kecil kuat menjalani puasa. Sayangnya, anak kadang enggan menyantap sahur karena masih mengantuk serta cenderung berbuka puasa dengan asupan tinggi gula untuk meredakan haus. Misalnya es teler atau es teh manis. Belum lagi kalau ia suka cemilan asin sebagai bentuk self-reward karena sukses menyelesaikan puasanya.

Mendidik anak berpuasa selama pandemi memang susah-susah gampang. Selain mengontrol asupan makanan, Ibu juga dituntut untuk menjaga kesehatan anak dan daya tahan tubuhnya agar tidak mudah terpapar virus. Itulah mengapa Ibu perlu suplemen multivitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian si kecil.

dr. Helmin Agustina Silalahi selaku Medical Manager Kalbe Consumer Health mengatakan bahwa imunitas anak dipengaruhi beberapa faktor. Yakni asupan nutrisi, istirahat yang cukup, serta menerapkan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi) + suplemen lengkap untuk melindungi kesehatan anak selama masa pandemi.

dr. Helmin menekankan pentingnya suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh anak. Rekomendasi multivitamin yang baik bagi anak di masa pertumbuhan adalah Sakatonik ABC Tablet yang memiliki kandungan vitamin dasar lengkap. Produk Sakatonik ABC mengandung vitamin A, B, C, D3, dan E yang berfungsi untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan kondisi anak setelah sakit. 



Ibu bisa memberikan si kecil Sakatonik ABC untuk dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Oh ya, Sakatonik ABC Tablet juga halal dan dapat dikonsumsi jangka panjang sehingga aman untuk anak. Satu botol Sakatonik ABC terdiri dari 30 tablet hisap dengan 4 varian rasa favorit anak-anak. Si kecil bisa mencoba rasa anggur, jeruk, stroberi, dan antariksa (rasa tutty fruity) yang enak di lidah dan kaya akan vitamin.

Ibu bisa dapatkan multivitamin Sakatonik ABC secara mudah di Alfamart, Indomaret, toko-toko terdekat atau bisa juga langsung checkout di Tokopedia. Asiknya lagi, jika Ibu belanja di Indomaret, ada harga spesial lho untuk pembelian Sakatonik ABC tablet. Yuk buruan serbu promonya agar si kecil makin mantap menjalani ibadah puasa dengan daya tahan tubuh prima!

Ikuti juga Instagram Sakatonik ABC untuk mendapatkan info-info seru seputar tips menjaga kesehatan si kecil.

Penulis: Yusrina