Balita

Ide Kado Untuk Anak Usia 1 Hingga 3 Tahun

Terakhir diperbaharui

Ide Kado Untuk Anak Usia 1 Hingga 3 Tahun

Anak kecil pasti suka mainan. Mainan sering kali jadi kado untuk anak di hari ulang tahunnya. Tapi mainan seperti apa yang sesuai untuk anak? Kali ini Ibupedia akan berbagi tentang ide mainan untuk kado anak usia 1 sampai 3 tahun.

 

Ide kado untuk anak usia 1 tahun

Ulang tahun pertama anak selalu terasa lebih seru bagi orangtua dibanding anak. Wajar saja, karena Anda telah bertahan selama satu tahun melewati tahapan menjadi orangtua.

 

Dengan mengamati dan berinteraksi dengan lingkungan, kebanyakan bayi tahu bagaimana cara duduk, merangkak, mengangkat tubuh untuk berdiri, bahkan berjalan ketika memasuki usia batita. Kemampuan bahasanya meningkat. Ia juga bisa memegang sendok serta memberi pelukan dan ciuman.

 

Ketika memilih hadiah, pilihlah kado untuk anak yang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan motorik halus dan kasar, kosa kata, dan bahasa.

Berikut ini rekomendasi kado untuk anak usia 1 tahun:

 

  1. Mainan tarik dan dorong

    Dari semua tumbuh kembang yang anak lewati selama tahun pertama, berjalan yang paling terlihat. Untuk membangun kekuatan dan koordinasi yang bayi butuhkan, mainan dorong jadi pilihan kado untuk anak yang tepat.

     

    Banyak mainan dorong yang punya tambahan fitur seperti sortir bentuk, musik, atau bagian yang bisa digerakkan, yang menambah umur penggunaan mainan. Bila bayi baru saja mulai menarik tubuh untuk berdiri, cari mainan dorong dengan pegangan lebar dan yang stabil.

     

    Beberapa model mainan dorong memberi anak kontrol pada seberapa cepat roda berputar. Setelah bayi berjalan tanpa berpegangan, Anda bisa gunakan mainan dorong, terutama dengan warna cerah dan bagian kinetik. Mainan ini membuat anak berlatih melihat ke belakang sambil tetap bergerak maju untuk meningkatkan keseimbangan dan membangun rasa percaya diri.

     

  2. Mainan menyortir dan menyusun

    Mainan sortir bentuk dan mainan susun seperti balok membuat batita berlatih mengenali bentuk, mencocokkan warna, dan memanipulasi benda kecil. Balok termasuk mainan yang tahan lama. Ahli perkembangan anak sangat merekomendasikannya.

     

    Yang kita inginkan adalah batita menggunakan satu tangan untuk menstabilkan dan tangan lain untuk memanipulasi mainan. Mainan apapun yang anak usia 1 tahun bisa mainkan di posisi duduk dianggap bagus karena ini membangun kekuatan, yang akan membantu anak lebih efektif dalam perkembangan motorik halusnya.

     

    Di awal, gunakan balok yang relatif kecil dan seragam, seperti balok alfabet kayu atau balok plastik berwarna. Anak usia 1 tahun bisa menumpuk beberapa balok dan lalu belajar tentang hubungan spasial dan konsep dasar dari matematika.

     

  3. Mainan goyang dan beroda

    Apapun temanya, seperti kuda atau motor, mainan goyang membantu membangun kekuatan dan keseimbangan, dan gerakan ke depan-belakang memberi efek menenangkan. Ketika memilih desain, pilihan terbaik untuk batita adalah mainan goyang yang rendah, untuk mengurangi kemungkinan cedera bila anak hilang keseimbangan atau terpeleset ketika naik dan turun.

     

    Kebanyakan anak usia 1 tahun suka bergerak sendirian dengan mainan rodanya, tapi anak tidak punya koordinasi cukup baik untuk mengayuh sepeda roda tiga. Pilih mainan kemudi yang membuat anak bisa mendorong  dengan kakinya, untuk membangun otot, koordinasi, dan kesadaran tubuh. Cari mainan yang rendah dan punya pegangan yang stabil. Anda bisa juga pilih sepeda roda tiga dengan dorongan untuk orangtua. Anak awalnya tidak akan banyak bergerak, tapi duduk di mainan ini membuatnya penasaran bagaimana membuatnya bergerak.

     

  4. Mainan musik

    Mainan musik sangat menarik bagi batita, yang suka memukulkan apa saja agar menghasilkan suara. Meski anak tidak siap untuk pelajaran musik, ia bisa tetap mendapat manfaat dari pengalaman memainkan mainan musik.

     

    Memperkenalkan anak ke musik menstimulasi area penting di otak, termasuk perkembangan bahasa, kemampuan sosial, dan perkembangan motorik kasar. Mainan musik juga memberi anak kesempatan untuk berlatih meniru.

     

    Batita suka pengulangan, jadi bila Anda ingin belikan mainan musik elektronik, pilih yang dilengkapi kontrol volume. Setelah anak bisa berdiri, akan ada pengalaman musikal yang menunggu, yakni menari.

     

  5. Menggambar dan berpura-pura

    Di tahun mendatang, si kecil akan memiliki kemampuan bahasa untuk mengikuti instruksi. Ketika Anda mengasah ekspresinya melalui seni, pilih material yang mudah dibersihkan. Krayon, cat, dan play dough jadi pilihan tepat untuk usia ini, begitu juga spidol yang bisa dihapus, yang bisa lebih baik dibanding krayon karena anak yang masih kecil tidak perlu menekannya untuk menghasilkan warna yang lebih jelas. Tak ada salahnya membelikan perlengkapan seni yang lebih sesuai untuk anak usia lebih besar, agar mereka bisa bermain dan juga bersenang-senang.

     

    Menggambar bagi bayi jadi cara untuk melatih kemampuan bahasa dan untuk menunjukkan apa yang ia bisa lakukan ketika ia bertambah besar serta memperkuat koordinasi dan genggaman. Sediakan kertas gulung dengan pemotong dan set krayon atau spidol yang bisa Anda gunakan bertahun-tahun lamanya.

     

    Tapi kreativitas tidak hanya dengan menggambar kan Bunda. Anak bisa belajar berpura-pura. Kumpulkan mainan yang sesuai usianya dan lalu coba permainan imajinatif. Boneka, mobil-mobilan, dan mainan bentuk makanan bisa dimainkan dengan cara berbeda sesuai imajinasi anak.

 

Ide kado untuk anak usia 2 tahun

Ketika anak memasuki usia 2 tahun, waktunya mencari tahu ide kado untuk anak yang cocok di usia ini.

 

Relatif mudah kok mencari kado untuk anak usia 2 tahun. Di usia ini ia masih berusaha menguasai berjalan dan berlari, memegang krayon dan mencoret-coret kertas, meningkatkan kosa kata, dan menyatukan kata jadi kalimat.

 

Rasa penasaran alaminya membuat anak tertarik dengan mainan apa saja. Ia suka bermain, dan semakin bervariasi mainan, semakin baik.

Berikut ini jenis mainan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan anak di usia ini:

 

  1. Mainan mengancingkan baju

    Selama tahun ini, batita akan mengembangkan kekuatan dan koordinasi tangan yang dibutuhkan untuk berpakaian setiap hari. Pilih mainan yang memberi kesempatan anak untuk berlatih kemampuan motorik halus seperti mengancingkan, mengikat, serta memasang resleting. Anda bisa temukan variasi boneka berpakaian, yang baju serta kancingnya bisa dilepas.

     

    Batita juga mengalami kemajuan dalam makan sendiri, mereka belajar menggunakan sendok dan minum dari gelas tanpa tutup. Biarkan anak berlatih kemampuan ini dengan menyediakan mainan ukuran batita berupa piring yang mudah dipegang dan alas makan aneka warna.

     

  2. Mainan membuat konstruksi

    Balok kayu berbentuk kotak sederhana  bisa digunakan batita untuk menumpuk, membangun, merobohkan, dan membangun kembali. Menara yang ia bangun awalnya kecil, hanya terdiri dari dua atau tiga balok, tapi ketika kemampuan motorik halus meningkat, ia bisa buat menara yang lebih tinggi.

     

    Anda bisa gunakan balok alfabet karena punya fungsi ganda: bentuk dan ukurannya tepat untuk ditumpuk dan membantu anak familiar dengan ABC. Batita senang dengan apapun yang bisa bergerak dan punya magnet, jadi cari set mainan rel dan kereta api.

    Batita Anda mungkin tidak peduli dengan lintasannya, ia hanya suka merangkai dan mendorong kereta, tapi dalam satu atau dua tahun, ia punya koordinasi untuk memasang lintasan jadi jalan kereta.

     

    Ketika memilih mainan jenis ini, hindari yang punya banyak bagian. Pilih lintasan kereta bentuk lingkaran sederhana atau bentuk angka 8. Ketika anak bertambah besar, Anda bisa tambahkan kereta, jenis rel yang lebih rumit, jembatan, lorong, dan elemen lain.

     

  3. Berjalan dan berlari

    Setahun lalu, Anda menunggu si kecil belajar berjalan, sekarang Anda berlomba dengan bayi yang berlari cepat. Anak usia 2 tahun suka berlari, mengejar bola, mengambilnya, dan membawanya kembali ke Anda. Ini meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar, kekuatan otot, ketahanan, koordinasi, keseimbangan.

     

    Berlari membantu batita mengenal tubuhnya. Permainan menangkap membuat anak berlatih bergiliran, kemampuan ini penting untuk perkembangan sosial. Bola jadi kado untuk anak yang tepat, terutama bila Anda punya koleksi ukuran dan material berbeda, karena masing-masing menawarkan tantangan seru untuk anak.

     

  4. Mengayuh dan mendorong

    Di usia ini, batita masih belum siap untuk mengayuh sepeda roda tiga, jadi cari sepeda roda tiga kualitas baik dengan dorongan di belakangnya. Mendorong batita di sepeda roda tiga membantunya belajar menggerakkan kaki dan menjaga tubuh tetap tegak, ini membentuk dasar untuk bisa mengendarai sepeda sendiri.

     

    Balance bike bisa jadi pilihan mainan lainnya yang membantu anak usia 2 tahun jadi familiar dengan mengendarai sepeda. Balance bike jadi alternatif lebih baik karena mengajarkan anak bagaimana mengendarai sepeda roda dua tanpa pedal. Bila anak bisa belajar menyeimbangkan sepeda ketika kakinya diangkat, ia bisa beralih dengan mudah ke sepeda roda dua.  

     

    Anda bisa temukan Balance bike dalam variasi ukuran dan material, termasuk kayu, logam, dan plastik. Tiap model punya kekurangan dan kelebihan. Beberapa model bisa disesuaikan dengan pertumbuhan anak, misalnya bentuk awalnya sepeda roda tiga, dan bisa diubah jadi sepeda keseimbangan dengan ketinggian berbeda-beda sehingga bisa digunakan lebih lama.

 

Memilih kado untuk anak yang tepat perlu pertimbangan beberapa faktor, yaitu:

 

  • Pertama, Anda perlu ingat kalau anak usia 2 tahun tidak mengharapkan hadiah, mereka senang dengan hadiah apapun.

  • Kedua, pertimbangkan anggaran Anda. Beberapa orangtua ingin hadiah paling mahal tapi penting untuk mempertimbangkan nilainya. Mainan yang tahan lama jadi investasi terbaik. Cari mainan yang dibuat dari material berkualitas baik yang bisa disesuaikan dan menarik untuk anak di rentang usia yang panjang.

  • Ketiga, perhatikan apa yang membuat anak sangat senang. Akan selalu ada pertumbuhan dan perubahan di usia ini dan Anda perlu memberi tantangan baru untuk anak. Anda tidak perlu terlalu memperhatikan minat khusus anak, tapi bila anak tidak suka atau takut misalnya pada ular atau badut, hindari mainan dengan bentuk ini.

     

Anak juga belajar banyak dari bermain bersama orang dewasa. Bekerja sama dengan orangtua dan saudara kandung pada game atau puzzle yang lebih rumit memberi kesempatan ke anak untuk belajar tentang kerja team dan tolerans frustasi, yang keduanya jadi kemampuan sosial yang penting.

 

Hindari mainan dengan kemasan berlebihan, batita tidak cukup sabar membuka hadiah. Bila Anda merasa anak akan butuh waktu lama membuka kemasan mainannya, coba buka kemasannya dan bungkus lagi agar siap dimainkan ketika kertas pembungkusnya dibuka.

 

Ide kado untuk anak usia 3 tahun

Ketika anak berusia 3 tahun, Anda perlu cari tahu jenis kado untuk anak yang sesuai dengan usianya. Di usia 3 tahun, anak memasuki usia prasekolah. Ia bisa makan sendiri, berbicara, dan siap untuk potty training.

 

Memilih mainan jadi sangat berbeda ketika anak sudah berusia 3 tahun. Semua mainan dengan bagian kecil kini lebih aman untuk anak. Anak usia 3 tahun bereksplorasi dengan tangan, bukan lagi dengan mulut. Meski bagian kecil masih bisa berbahaya, anak usia 3 tahun kurang berisiko tersedak karenanya.

 

Bila ada anak lain yang lebih kecil di rumah, mainan dengan bagian-bagian kecil harus tetap diwaspadai. Ada banyak mainan dengan label 2+ yang menarik dan tidak berisiko bahaya. Tapi Bun, mainan dengan label 3+ tanpa bagian kecil jadi pilihan lebih baik dibanding yang punya banyak bagian kecil.

 

Berikut ini beberapa jenis mainan sebagai kado untuk anak di usia 3 tahun:

 

  1. Membaca dan mengenal

    Di usia ini, anak usia prasekolah sudah siap untuk buku bergambar yang lebih rumit. Cari buku dengan ilustrasi berwarna. Ketika membacakan buku, ikuti dengan jari Anda untuk membantu anak melihat polanya. Anak suka tertawa, jadi cari buku yang menghibur, misalnya buku cerita dengan persamaan bunyi pada tiap akhir kalimatnya.

    Ketika perkembangan bahasa anak jadi lebih tinggi, ia bisa mengikuti cerita yang lebih panjang, dan meminta dibacakan cerita dari buku yang sama berulang kali.

     

    Mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi kemudian di buku favoritnya memberi anak rasa kontrol. Di usia ini, anak bergantung pada prediksi. Meski pengulangan terasa membosankan bagi kita, anak kecil tumbuh dan berkembang sangat cepat sehingga tiap kali anak membaca buku, ia memperoleh hal baru.

     

  2. Belajar dan memecahkan masalah

    Banyak mainan yang mendorong anak belajar, tapi mainan edukasi yang paling berharga adalah mainan yang memberi pengajaran secara tidak langsung tapi masih tetap seru dimainkan. Mainan kasir anak jadi cara mengajarkan konsep dasar matematika. Mainan komputer dan apapun dengan keyboard QWERTY membantu anak familiar dengan tampilannya.

     

    Huruf dan angka magnet yang bisa ditempel di lemari es atau papan magnet jadi cara sederhana mengenal alfabet. Puzzle kayu dengan huruf, angka, dan bentuk hewan jadi cara seru lain mengajarkan tentang memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan motorik halus. Bahkan ada mainan yang menawarkan banyak solusi, bagiannya bisa pas di lebih dari satu tempat, ini mendorong kreativitas dan mempertajam pemikiran.

     

  3. Menyanyi dan menari

    Anak usia prasekolah telah mengembangkan kemampuan bahasa yang cukup untuk bisa mengingat kata untuk dinyanyikan, mengingat gerakan tangan, dan bergerak mengikuti irama musik. Cari mainan instrumen yang menawarkan variasi suara dan akan menginspirasi musikalitas buah hati Anda. Alat musik seperti drum dan tamborin jadi pilihan tepat, meski beberapa anak usia 3 tahun bisa menggunakan instrumen yang lebih rumit seperti harmonika.

     

Bunda, mainan terbaik adalah yang multifungsi dan  tahan lama, juga seru dimainkan. Bila Anda ingin memberi hadiah yang jadi investasi terbaik, pilih mainan yang anak akan gunakan bertahun-tahun, bukan berhari-hari. Mainan yang dibuat dari material berkualitas tinggi seperti kayu atau plastik bermutu lebih mungkin lama digunakan. Dan mainan yang terlihat lebih realistis dan tidak seperti mainan bayi juga jadi pilihan yang lebih baik ketika anak bertambah besar.

(Ismawati)