Balita

Ini Alasan Anak Suka Menarik Rambut Sendiri atau Rambut Orang Lain

Terakhir diperbaharui

Ini Alasan Anak Suka Menarik Rambut Sendiri atau Rambut Orang Lain

Bukan hal menyenangkan ketika melihat bayi menarik rambutnya sendiri. Kita dengan mudah menyimpulkan ada yang salah dengan bayi, padahal ini sebenarnya kondisi yang biasa dan umum terjadi pada anak kecil. Kebanyakan bayi berhenti melakukan kebiasaan ini, tapi Anda bisa mencegah anak menarik rambut dan memastikan tidak terjadi masalah yang lebih besar.

 

Meski menarik rambut merupakan hal yang biasa dilakukan bayi, biasanya Anda akan melihat gejala dan efek samping yang bisa mengkhawatirkan. Kebotakan kadang bisa terjadi ketika bayi menarik rambut terus-menerus di area kepala yang sama. Muncul area kemerahan pada kepalanya karena selalu ditarik-tarik. Menarik rambut jadi masalah ketika efek sampingnya mulai mengganggu perkembangan anak.

 

Penyebab anak menarik rambutnya

Kebanyakan kasus menarik rambut disebabkan oleh stres. Bayi Anda kemungkinan menarik rambutnya ketika merasa stres, lelah, atau gugup. Menarik rambut merupakan usaha anak untuk mengontrol lingkungannya, bisa juga akibat dari trichotillomania, kondisi psikologis yang menyebabkan anak menarik rambutnya.

 

Mencegah anak menarik rambutnya

Satu cara terbaik untuk menghentikan bayi menarik rambutnya adalah dengan mengalihkan perhatian agar ia tidak melakukannya.

 

Bila melihat bayi menarik rambutnya, berikan mainan kecil untuk ia mainkan. Memotong rambut bayi jadi pendek bisa membuatnya sulit menarik rambut. Anda bisa juga tawarkan mainan atau benda yang terasa seperti rambut seperti boneka berbulu yang bisa dipegang dan dimainkan bayi.

 

Pada kebanyakan kasus, mendisiplinkan anak agar ia tidak lagi menarik rambut tidak diperlukan. Bayi kecil belum mengerti dan akan berhenti melakukan kebiasaan ini. Jangan tarik rambut anak untuk mendisiplinkannya. Perlahan lepaskan rambut dari tangan bayi dan arahkan perhatiannya tanpa memberikan hukuman.

 

Pada kasus yang jarang terjadi, ketika menarik rambut terdiagnosa sebagai trichotillomania, bayi Anda akan membutuhkan bantuan medis. Terapi bisa digunakan untuk mengevaluasi kenapa bayi terus menarik rambutnya dan pengobatan digunakan untuk mengatasi gangguan kompulsif obsesif. Temui dokter bila menarik rambut lebih dari sekedar kebiasaan tanpa sadar.

 

Mengenal trichotillomania

Trichotillomania adalah kondisi yang membuat seseorang memiliki dorongan untuk menarik rambutnya sendiri. Trichotillomania bisa terjadi pada orang di usia berapapun. Orang dengan trichotillomania menarik rambut dari kulit kepala, alis, atua area pubik.

 

Beberapa orang dengan kondisi ini menarik rambut dalam jumlah banyak yang bisa menyebabkan kebotakan pada kepala. Sebagian lagi menarik rambut helai demi helai, lalu bermain dengan helai rambut yang telah rontok. Sebagian orang dengan trichotillomania memasukkan rambut ke mulut setelah menariknya. Beberapa orang menyadari saat menarik rambutnya sendiri, sebagian yang lain tanpa sadar melakukannya.

 

Untuk orang dengan trichotillomania, menolak dorongan untuk menarik rambut terasa sangat sulit seperti menolak dorongan untuk menggaruk area tubuh yang sangat gatal. Beberapa orang mengatakan dorongan untuk menarik rambut berawal dari rasa gatal atau kesemutan pada kulit kepala atau kulit tubuh. Menarik rambut menjadi cara untuk mengatasinya. Orang merasakan kepuasan setelah menarik rambutnya.

 

Beberapa orang dengan trichotillomania merasa malu, frustrasi, atau depresi dengan perilaku ini. Mereka bisa merasa cemas tentang pendapat orang lain tentang perilaku ini. Orang dengan trichotillomania biasanya berusaha menyembunyikan perilaku ini dari orang lain, bahkan dari keluarganya, sehingga semakin sulit untuk mendapat bantuan.

 

Menderita trichotillomania bisa mempengaruhi cara pandang penderita terhadap diri sendiri. Beberapa orang menyadari menarik rambut akan mempengaruhi penampilan. Mereka merasa kurang percaya diri dalam bergaul. Yang lain tidak kuasa mengontrol dorongan untuk menarik rambut dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menghentikannya.

 

Penyebab trichotillomania

Tidak diketahui secara pasti kenapa orang mengalami trichotillomania. Stres bisa jadi salah satu penyebabnya. Begitu juga faktor gen. Orang yang mengalami kebiasaan kompulsif bisa lebih mungkin mengalami trichotillomania.

 

Para ahli menganggap dorongan untuk menarik rambut terjadi karena signal kimia otak yang disebut neurotransmitters tidak berfungsi dengan benar. Ini menciptakan dorongan yang memicu orang menarik rambut. Menarik rambut membuat orang merasa lega atau puas. Semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin sulit menolak dorongannya ketika terjadi lagi.

 

Orang dengan trichotillomania biasanya membutuhkan bantuan medis dan terapi perilaku untuk berhenti. Dengan bantuan yang tepat, orang bisa mengatasi dorongan untuk menarik rambut. Ketika bisa berhenti, rambut biasanya akan tumbuh kembali. Mengatasi dorongan untuk menarik rambut biasanya melibatkan terapi perilaku yang disebut habit substitution, minum obat, atau gabungan dari terapi dan obat.

 

Karena dorongan untuk menarik rambut sangat kuat, menolak dorongan ini bisa terasa sangat sulit. Orang bisa merasa lebih cemas ketika mulai menolak dorongan untuk menarik rambut. Ahli terapi bisa melatih melewati fase sulit ini dan memberi dukungan serta saran tentang bagaimana mengatasi dorongan untuk menarik rambut.

 

Kadang obat bisa membantu otak menolak dorongan untuk menarik rambut. Ahli terapi juga bisa membatu orang dengan trichotillomania untuk belajar mengatasi stres serta kebiasaan lain seperti menggigit kuku.

 

Menarik rambut pada bayi usia 1 bulan sampai 2 tahun

Menarik rambut di usia ini biasanya menjadi kebiasaan untuk menenangkan diri. Ini sama seperti menghisap jari. Bayi memasukkan jari ke mulut dan memutar rambutnya atau rambut ibunya dengan tangan yang lain. Anak merasa rileks dan biasanya melakukan kebiasaan ini sebelum tidur atau ketika merasa stres.

 

Menarik rambut pada anak usia 2 sampai 5 tahun

Ketika anak menarik rambut sejak bayi, ia menjadi terbiasa melakukannya di usia balita. Di usia sekitar 3 tahun, anak bisa tahu kapan orangtua bereaksi terhadap apa yang ia lakukan. Bila orangtua merasa cemas atau jengkel ketika anak menarik rambut, anak segera tahu bagaimana cara mendapat perhatian orangtua melalui perilaku ini. Menarik rambut digunakan oleh batita selain menendang dan berteriak selama tantrum. Anak yang lebih kecil biasanya memutar-mutar rambut dan anak yang lebih besar mencabuti rambutnya.

 

Bagaimana dengan kebiasaan anak menarik rambut orang lain?

Menarik rambut, seperti menendang, menggigit, mencubit, dan memukul, jadi satu cara anak mengekspresikan diri dan mencoba mengontrol lingkungannya. Ada sejumlah penyebab perilaku ini, dan penjelasan yang paling sederhana adalah anak menemukan cara untuk memperoleh reaksi dan ingin memperolehnya kembali. Ini seperti menekan tombol lampu atau memukul mainan lalu ada sesuatu yang muncul. Bayi menarik rambut, lalu Anda berteriak, ini menyenangkan baginya.

 

Atau anak menarik rambut untuk menghilangkan sesuatu yang tidak ia sukai. Mungkin ada yang mengambil mainannya, ia menarik rambut temannya, dan mainan yang direbut kembali padanya.

 

Penyebab lain perilaku ini bisa jadi karena anak mengembangkan kemampuan kognitif dan ia menarik rambut untuk mencoba mengontrol situasi tertentu. Misalnya, si kakak mengambil kuenya, dan ia menarik rambut si kakak agar mendapat bagian kue. Anda melihat ini dan meminta si kakak berbagi kue dengannya. Yang paling penting di sini adalah si kakak akan berpikir dua kali sebelum mengambil kue adiknya di lain waktu.

 

Yang terakhir, bila anak menarik rambutnya sendiri, mungkin karena ia merasa kesal atau cemas. Ini juga bisa mengindikasikan gangguan kontrol impulsif. Bila Anda merasa cemas anak menarik rambutnya sendiri, bicaralah pada dokter.

 

Yang harus dilakukan ketika anak menarik rambut orang lain

Bunda, beberapa cara berikut bisa membantu anak berhenti menarik rambut orang lain:

 

  1. Tunjukkan kalau usahanya tidak berhasil

    Cara penting untuk menekan agresi anak adalah menunjukkan dengan pasti kalau upayanya menarik rambut tidak berefek apa-apa.

     

    Bila Anda merespon tarikan rambutnya, perilaku ini berhasil karena siapapun yang ditarik rambutnya akan melakukan apa yang diinginkan anak, dan perilaku ini akan bertambah parah ketika ia tahu kalau menarik rambut bisa menimbulkan sesuatu. Anak belum belajar banyak interaksi sosial, yang ia pahami adalah ketika ia menarik rambut, Anda merasa kasihan dan mendudukkannya di pangkuan Anda.

     

    Sebaiknya, tunjukkan kalau usahanya menarik rambut Anda tidak menghasilkan apa-apa.  Misalnya, bila anak menarik rambut temannya untuk mendapat sebuah mainan, serahkan mainan ke temannya sambil Anda menjelaskan ke anak, “Kita tidak boleh menarik rambut.” Anda harus bertindak cepat karena teknik ini berhasil karena anak kecil berada di momen tersebut.

     

  2. Menginterupsi perilaku anak

    Ketika melihat anak menarik rambut orang lain, perlahan lepaskan rambut dari tangannya, lalu genggam tangannya sambil berkata, “Kita tidak menarik rambut, menarik rambut bikin orang kesakitan.”

     

    Anda bisa segera melanjutkan ini dengan teknik “chair time-out.” Tetap bersama anak tapi jangan bicara padanya atau berinteraksi dengannya selama time-out. Time-out bisa berlangsung selama satu atau dua menit.

     

  3. Membicarakannya

    Ketika time-out selesai, bicarakan situasi ini bersama anak. Penting untuk melakukan ini meski bila ia tidak memiliki kemampuan verbal untuk memahami percakapan rinci karena ini menunjukkan kalau bicara (bukan menarik rambut) adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

     

    Tanyakan padanya, “Apa yang salah tadi?” dan ikuti dengan, “Kenapa perbuatan Ade itu salah?” Jangan khawatir bila ia menjawab, “Karena Ade harus time-out.” Ini secara perkembangan dianggap normal. Ikuti dengan mengatakan. “Ya, Ade harus menerima time-out kalau menarik rambut, tapi yang paling penting Ade tidak menarik rambut orang lain karena bisa bikin orang kesakitan.”

     

    Jangan berharap si anak bisa langsung mengerti. Anak kecil harus belajar dengan melakukan sesuatu lagi dan lagi hingga menyadari kalau ia tidak boleh melakukannya. Anda perlu konsisten dan jangan merasa frustrasi.

     

    Setelah kemampuan verbal anak menjadi lebih baik, ajarkan ia memecahkan masalah dengan berbicara tentang solusi alternatif. “Daripada menarik rambut, apa yang bisa Ade lakukan kalau marah ke kakak?” Bantu anak mengungkapkan kata-kata yang ingin ia sampaikan.

     

  4. Jangan menarik rambutnya

    Jangan pernah menarik rambut anak untuk mengajarkan bagaimana rasanya rambut saat ditarik. Ia menarik rambut karena ia mencoba mengubah sesuatu, untuk menghentikan kakak mengambil mainannya, misalnya. Bila Anda menarik rambutnya untuk membuat ia berhenti menarik rambut, Anda mengajarkan padanya kalau menarik rambut adalah cara untuk mengubah perilaku seseorang.

     

    Contohkan perilaku yang Anda ingin ia tunjukkan, ajarkan kata-kata untuk mengungkapkan kebutuhannya dan tidak menyakiti orang lain, seberapapun frustrasi yang ia rasakan.

     

Bunda, anak kecil biasanya menggigit, mencubit, dan menarik rambut untuk bereksperimen dan mengeksplorasi lingkungannya. Pada bayi, biasanya di usia 6 sampai 12 bulan, menggigit, mencubit, dan menarik rambut membantunya memahami sebab dan akibat.

 

Misalnya, bayi menggigit Anda dan lalu ia melihat apa yang akan Anda lakukan. Bila Anda tertawa atau menjadikannya sebagai permainan, ia akan mencobanya kembali untuk melihat apakah ia mendapat reaksi yang sama. Bila Anda marah, ia akan terkesan oleh reaksi ekstrim Anda, yang juga membuatnya ingin mencobanya kembali.

 

Batita memukul, menggigit, atau mencubit karena merasa marah, kesal, atau sakit. Kadang lebih mudah bagi mereka untuk melakukan ini dibanding menggunakan kata-kata untuk mengatakan apa yang mengganggu mereka.

 

Beberapa batita memukul, menggigit, menarik rambut, atau mencubit karena meniru apa yang dilakukan anak lain, atau apa yang dilakukan anak lain terhadapnya.

 

Merespon anak yang menggigit, mencubit, dan menarik rambut

Wajar bila Anda merasa malu atau bahkan marah bila anak menyakiti Anda atau orang lain dengan menarik rambut, tapi bagaimana Anda bereaksi terhadap perilaku ini bisa mempengaruhi perilaku anak di masa mendatang.

 

Bila Anda tetap tenang dan melakukan cara yang konstruktif untuk mengatasi situasi ini, akan membantu anak belajar tentang perilaku yang tepat. Reaksi tenang dari Anda menjadi langkah awal menciptakan perilaku positif di masa mendatang.

 

Bagaimana Anda menangani anak yang menggigit, mencubit, atau menarik rambut juga bergantung pada usia anak.

 

Di usia bayi, ia belajar tentang sebab akibat. Bila ia memukul, menggigit, atau menarik rambut Anda, ia mungkin sedang bereksperimen dengan lingkungannya. Bila Anda mengucapkan respon verbal yang jelas, Anda dengan jelas memberitahunya kalau Anda tidak suka dengan apa yang ia lakukan. Misalnya Anda bisa katakan, “Tidak boleh.”

 

Langkah selanjutnya adalah melepaskan pegangan anak dari rambut yang ia tarik dan menurunkannya dari gendongan Anda. Ketika melakukan ini, Anda mengalihkan perhatian dari perilaku ini. Bila bayi memukul, menggigit, atau menarik rambut kembali, respon dengan cara yang sama.

 

Bayi akan mengulangi perilaku yang membuatnya mendapat banyak perhatian. Jadi segera setelah anak menunjukkan perilaku yang positif, berikan pujian, sentuhan lembut, dan banyak perhatian.

 

Di usia batita, anak menggigit, memukul anak lain, atau menarik rambut mereka. Mengetahui alasan anak melakukan perilaku ini jadi hal yang penting untuk dilakukan. Ini berarti mencari tahu penyebab yang mungkin kenapa anak melakukan perilaku ini dan mencari tahu apakah cara Anda bereaksi akan membuat perilaku anak bertambah parah.

 

Misalnya bila anak menarik rambut karena ia tidak bisa menemukan kata-kata untuk menjelaskan perasaannya, berteriak padanya tidak akan membantu. Lebih baik tetap tenang meski Anda tidak merasa tenang sama sekali. Ini akan mengajarkan anak tentang cara mengatasi frustrasi.

 

Sering kali anak melakukan ini untuk mendapat perhatian Anda. Jadi menghilangkan perhatian untuk anak mengirimkan pesan yang sangat kuat tentang bagaimana perasaan Anda. Misalnya, Anda bisa berpaling atau menjauh darinya.

 

Bila anak terus menggigit, mencubit, atau menarik rambut, tunjukkan kalau Anda masih memegang kontrol. Tetap tenang, beritahu secara singkat bagaimana perilaku ini berdampak pada Anda dan berikan konsekuensi seperti time-out. Anda bisa gunakan kata-kata seperti, “Tidak boleh menarik rambut, bikin sakit, sekarang Ade harus time-out.”

 

Anda juga bisa mengajarkan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan seperti, “Kakak lagi marah ya.” Ini membantu anak menggunakan kata-katanya sendiri di masa mendatang. Anda perlu terus melakukan ini beberapa kali agar anak bisa mengerti.

 

Bila anak menarik rambut temannya, tetap tenang dan cepat minta maaf ke anak yang ditarik rambutnya dan orangtuanya. Berikan peringatan ke anak Anda, misalnya dengan mengatakan “Nggak boleh tarik rambut teman.” Lalu pindahkan ia dari tempat bermain untuk time-out singkat.

(Ismawati)