Balita Dibaca 1,767 kali

Inilah Tanda-tanda Ada Gangguan Pendengaran Pada Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 06 Oktober, 2017 10:10

Inilah Tanda-tanda Ada Gangguan Pendengaran Pada Bayi
Di beberapa tahun pertama anak, pendengaran jadi bagian penting dari perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Meski masalah pendengaran ringan atau sebagian bisa mempengaruhi kemampuan anak untuk berbicara dan memahami bahasa, untungnya hal ini bisa diatasi jika diketahui sejak awal, biasanya saat bayi berusia 3 bulan. Jadi Bun, penting untuk memeriksakan pendengaran si kecil sejak dini dan mengevaluasinya secara teratur.
 

Penyebab kehilangan pendengaran

Kehilangan pendengaran merupakan cacat lahir yang umum, terjadi pada sekitar 1 hingga 3 dari 1000 bayi. Sejumlah faktor bisa memicu kehilangan pendengaran, dan sekitar setengah dari jumlah kasus yang ada, tidak diketahui penyebabnya.
 
Kehilangan pendengaran bisa terjadi jika anak:
 
  • Mengalami komplikasi saat lahir
  • Lahir prematur
  • Diberi obat yang memicu kehilangan pendengaran
  • Dirawat di NICU (neonatal intensive care unit)
  • Memiliki bilirubin tinggi dan membutuhkan transfusi
  • Memiliki anggota keluarga yang kehilangan pendengaran di saat kecil
  • Terpapar suara yang sangat keras
  • Sering mengalami infeksi telinga
  • Mengalami infeksi seperti meningitis atau cytomegalovirus.
 
Penyebab kehilangan pendengaran pada anak bisa karena:
 
  • Otitis media
    Infeksi telinga tengah sering terjadi pada anak kecil karena saluran Eustachian (saluran yang menghubungkan telinga tengah ke hidung) belum sepenuhnya berkembang. Cairan berkumpul di belakang gendang telinga dan bisa menimbulkan infeksi. Meski tidak ada rasa sakit atau infeksi, cairan bisa mempengaruhi pendengaran jika tetap berada di sana. Pada beberapa kasus, otitis media bisa memicu kehilangan pendengaran yang bersifat permanen.

  • Masalah saat lahir
    Beberapa anak lahir dengan masalah pendengaran. Lebih dari setengah jumlah masalah pendengaran pada anak saat lahir karena faktor genetik. Yang lainnya terjadi selama hamil atau saat perawatan kehamilan. Kehilangan pendengaran juga bisa terjadi ketika wanita hamil mengalami kondisi tertentu seperti diabetes atau toxemia.

  • Penyakit atau cedera
    Banyak kondisi bisa menyebabkan masalah pendengaran pada anak kecil, termasuk penyakit seperti meningitis, cacar, campak, serta flu. Cedera kepala, suara yang sangat bising, dan obat tertentu juga bisa menyebabkan kehilangan pendengaran.
 
Kebanyakan anak yang lahir dengan kehilangan pendengaran bisa didiagnosa melalui tes pendengaran. Tapi pada beberapa kasus, kehilangan pendengaran disebabkan oleh hal seperti infeksi, trauma, dan suara yang merusak, tidak menimbulkan masalah hingga akhir masa kanak-kanak. Jadi penting untuk mengevaluasi pendengaran anak secara teratur.
 
Bayi yang baru lahir harus menjalani tes pendengaran sebelum keluar dari rumah sakit. Bila bayi tidak lolos tes pendengaran, bukan berarti ia kehilangan pendengaran. Karena kotoran atau cairan di telinga bisa mengganggu saat tes, jadi tes ulang untuk mengonfirmasi diagnosa sering dilakukan.
 
Bila bayi tidak lolos tes pendengaran pertama, ia perlu dites kembali dalam jangka waktu 3 bulan agar pengobatannya bisa  segera dimulai. Pengobatan untuk kehilangan pendengaran bisa lebih efektif bila dimulai saat anak berumur 6 bulan.
 
Anak yang kelihatannya memiliki pendengaran yang normal harus melanjutkan evaluasi pendengaran saat kunjungan rutin ke dokter. Tes pendengaran biasanya dilakukan pada usia 4, 5, 6, 8, 10, 12, 15, dan 18 bulan serta kapan pun jika diperlukan. Bila anak Anda terlihat kesulitan mendengar, perkembangan bicaranya tidak normal, atau bicaranya sulit dimengerti, konsultasikan pada dokter.
 

Gejala kehilangan pendengaran

Meski bayi Anda lolos tes pendengaran, teruslah mengawasi tanda kalau pendengarannya normal. Beberapa milestone tumbuh kembang di area pendengaran yang perlu dicapai anak di tahun pertamanya antara lain:
 
  • Kebanyakan bayi kaget atau terlonjak karena suara mendadak
  • Di usia 3 bulan, bayi biasanya mengenali suara orang tuanya
  • Di usia 6 bulan, bayi bisa mengarahkan mata atau kepala ke sumber suara
  • Di usia 12 bulan, anak biasanya bisa meniru suara dan memproduksi beberapa kata seperti “Mama” atau “Dadah.”
 
Ketika bayi ada dalam fase batita, tanda kehilangan pendengaran bisa berupa:
 
  • Tidak memperhatikan
  • Perlu meningkatkan volume TV
  • Sedikit atau tidak bicara
  • Sulit belajar
  • Gagal merespons percakapan atau menjawab dengan tidak tepat


Sebagai orang tua Anda mungkin jadi orang pertama yang mengetahui masalah pendengaran pada anak. Beberapa tanda yang mudah dikenali terkait masalah pendengaran antara lain anak tidak bereaksi pada suara keras dan tidak merespons suara Anda. Anak dengan otitis media juga:
 

  • Menarik-narik atau menggosok telinga
  • Mengalami demam
  • Rewel tanpa alasan yang jelas
  • Tidak memahami pengarahan yang diberikan
  • Berhenti memperhatikan dan tidak berenergi
  • Mengalami sakit telinga.
 
Sebenarnya beberapa metode bisa digunakan untuk menguji pendengaran, bergantung pada usia, perkembangan, dan kesehatan anak. Tes behavioral membutuhkan observasi seksama pada respons perilaku anak terhadap suara. Respons behavioral bisa berupa gerakan mata bayi, kepala menoleh oleh batita, penempatan bagian permainan oleh anak usia prasekolah, atau mengangkat tangan oleh anak usia sekolah. Respons bicara bisa berupa identifikasi gambar dengan kata atau mengulangi kata. Anak yang masih kecil bisa menjalani sejumlah tes behavioral.
 

Penanganan untuk anak yang mengalami kehilangan pendengaran

Alat bantu dengar jadi penanganan non-medis utama untuk masalah kehilangan pendengaran sensorineural. Jenis kehilangan pendengaran paling umum melibatkan disfungsi pada sel bagian luar, alat bantu dengar bisa mengeraskan suara untuk mengatasi masalah ini. Komponen dasar alat bantu dengar adalah mikrofon, amplifier dan receiver. Sejumlah pilihan sirkuit dimodifikasi untuk bisa membuat suara terdengar lebih keras.
 
Ada beberapa jenis alat bantu dengar, yang dikenakan di tubuh, ada yang dipasang di belakang telinga atau pada telinga. Beberapa alat bantu dengar ditempel pada tulang tengkorak untuk mengirim gelombang suara langsung ke coclea dan digunakan pada kondisi kehilangan pendengaran konduktif.
 
Tak ada jenis atau pabrik pembuat alat bantu dengar yang paling baik, pemilihan alat bantu dengar berdasarkan kebutuhan individu anak. Kebanyakan anak dengan kehilangan pendengaran bilateral (kedua telinga) mengenakan dua alat bantu dengar. Alat bantu dengar memiliki harga yang lumayan mahal karena teknologi yang digunakan cukup rumit.
 

Dukungan bagi orang tua dengan anak mengalami kehilangan pendengaran

Anak dengan kehilangan pendengaran membutuhkan bantuan dan pendidikan sejak ia lahir dan sepanjang masa sekolahnya. Bantuan dini bisa mengajarkan anak untuk berkomunikasi melalui berbicara atau isyarat, atau kombinasi keduanya.
 
Bila anak Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut di sekolah, Anda perlu bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan si kecil mendapatkannya. Ketika  anak semakin besar, kemungkinan program pendidikannya perlu penyesuaian. Jadi Anda perlu selalu terlibat untuk memastikan ia mendapat bantuan yang dibutuhkan. Penanganan dini dan dukungan dari orang tua bisa meningkatkan kemungkinan anak dengan kehilangan pendengaran belajar berkomunikasi dan berpartisipasi di sekolah dan aktivitas lain.
 
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu si kecil dan juga Anda sendiri:
 
  • Mencari informasi. Banyak website serta organisasi pemerintah maupun swasta yang bisa membantu Anda mengetahui perkembangan dan penelitian terbaru terkait dengan kehilangan pendengaran pada anak.

  • Berkomunikasi. Cari kelompok dukungan berupa kelompok online atau komunitas orang tua dari anak penyandang masalah pendengaran. Kelompok ini bisa memberi informasi yang Anda butuhkan.

  • Selalu dekat dengan anak. Beberapa anak yang mengalami kehilangan pendengaran merasa terisolasi, tapi penanganan awal dan penggunaan alat bantu dengar bisa mengurangi kemungkinan isolasi sosial.

  • Perhatikan juga diri Anda. Membantu anak yang kehilangan pendengaran sangat menyita waktu. Tapi jangan mengabaikan diri sendiri, Anda juga perlu bersosialisasi. Luangkan waktu untuk pasangan, bercengkerama bersama teman, dan melakukan hal yang Anda sukai.

(Ismawati)