Balita

Manfaat dan Contoh Kegiatan Sensory Play Untuk Anak

Terakhir diperbaharui

Manfaat dan Contoh Kegiatan Sensory Play Untuk Anak

Istilah sensory play mungkin terdengar baru, tapi permainan apapun yang melibatkan penggunaan 1 dari 5 panca indera disebut sensory play. Ketika anak mengayun, mewarnai, makan cemilan, atau bermain di meja makan, mereka menggunakan indera dan ini sangat bagus, karena ini menjadi cara utama anak belajar.

 

Anak tidak belajar dari ceramah, dari membaca buku, atau mendengar radio, tapi anak belajar melalui eksplorasi. Ketika orangtua memandu sensory play untuk anak, mereka bisa membantu anak menambah kosa-kata tentang dunia yang ia eksplorasi.

 

Sebagai orangtua Anda bisa ceritakan seperti apa rasanya memegang pasir ketika Anda berada di taman kepada anak Anda yang berusia 2 tahun. Anda bisa bicara tentang serangga yang hidup di kotoran pada anak usia 3 tahun, Anda bisa sebutkan bagian bunga pada anak usia 5 tahun. Anak di usia berapapun dan di tahap apapun bisa menikmati manfaat dari sensory play.

 

Sensory play untuk anak mencakup aktivitas apapun yang menstimulasi indera anak untuk menyentuh, mencium, merasakan, melihat, dan mendengar serta apapun yang berhubungan dengan gerakan dan keseimbangan.

 

Sensory play hanya dibatasi oleh imajinasi Anda, hanya saja pastikan bahan pembuat dan jenis permainan yang digunakan harus sesuai untuk usia dan kemampuan anak.

 

Beberapa contoh sensory play untuk anak antara lain:

  • Sensory play untuk bayi. Melihat gelembung sabun di udara dan merasakannya mendarat di kulit, atau menggosok-gosok kertas untuk mendengar suaranya, merasakan teksturnya, dan melihat perubahan bentuknya.
  •  
  • Sensory play untuk batita. Mengamati cahaya dan bayangan yang terbentuk oleh senter pada benda berbeda bentuk dan ukuran, atau melihat campuran warna dan pola pada finger painting.
  •  
  • Sensory play untuk anak usia prasekolah. Menciptakan bentuk dan permainan dengan pasir atau bermain dengan alat musik dan mendengarkan nada ketika meniup alat musik.

 

Bunda, cara paling sederhana untuk membantu anak bermain menggunakan panca indera adalah dengan bermain di luar rumah, di alam terbuka yang  penuh warna, gerakan, tekstur, suara, dan bau.

 

Manfaat sensory play untuk anak

Aktivitas pada sensory play seru dan menarik untuk bayi dan anak kecil, mendorong anak untuk bereksplorasi dan melakukan investigasi. Terlebih, aktivitas pada sensory play mendorong anak untuk menggunakan metode ilmiah mengamati, membentuk hipotesa, bereksperimen, dan membuat kesimpulan.

 

Aktivitas sensory play juga membantu otak menciptakan koneksi lebih kuat ke informasi sensory. Misalnya, anak bisa kesulitan bermain dengan anak lain ketika ada terlalu banyak yang terjadi disertai konflik suara atau penglihatan. Melalui sensory play, anak belajar memblokir suara yang tidak penting dan fokus pada permainan yang terjadi bersama teman.

 

Contoh lain adalah ketika anak makan makanan dengan tekstur basah. Penggunaan sensory play bisa membantu anak melalui sentuhan, bau, dan bermain dengan tekstur. Ketika anak mengembangkan rasa percaya dan pemahaman tentang tekstur ini, akan membantu respon positif di otak untuk mengatakan aman jika bermain dengan makanan ini.

 

Alasan lain sensory play bermanfaat untuk anak adalah:

  • Membantu membangun koneksi saraf dalam otak
  •  
  • Mendorong perkembangan kemampuan motorik
  •  
  • Mendorong perkembangan bahasa
  •  
  • Mendorong berpikir ilmiah dan memecahkan masalah

 

Keinginan untuk bermain sensory play datang secara alami pada anak dan harus didorong dan didukung baik di rumah maupun di lingkungan belajarnya.

 

Peran sensory play untuk anak

Semua anak bisa mendapat manfaat dari sensory play, termasuk anak yang mengalami autisme atau mereka yang mengalami disfungsi integrasi sensory dan kesulitan menata semua stimulasi yang datang padanya melalui panca indera.

 

Sebenarnya, semua anak butuh bantuan untuk belajar bagaimana menggunakan panca indera. Sejak awal bayi lahir, ia dirancang untuk mengeksplorasi dunia melalui panca indera. Itu sebabnya kenapa bayi dan batita menyentuh apa saja dan memasukkannya ke mulut, dan itu sebabnya anak membuat suara lucu dengan mulut dan bereksperimen tentang bagaimana suara terdengar ketika jarinya dimasukkan ke telinga. Itu sebabnya anak berputar-putar hingga merasa pusing, terjatuh, lalu bangun dan melakukannya lagi.

 

Sensory play bukan hanya berupa sentuhan

Ketika mendengar istilah sensory play, sebagian orang langsung membayangkan pasir dan air atau anak bermain dengan play dough, tapi sensory play bukan sekedar sentuhan, tapi juga tentang panca indera lainnya.

 

Misalnya, bau tajam dari cuka melibatkan eksperimen ilmiah. Warna air selama eksperimen mencampur warna, atau tekstur dan bau dari menghirup cat adalah bagian dari mengasah panca indera anak.

 

Eksplorasi sensory adalah cara anak menguji, menemukan, mengkategorikan, dan menginderakan dunia, dan sangat bermanfaat bila orangtua memberi kesempatan bermain sensory play untuk anak.

 

Sensory play dan kemampuan bahasa

Bermain dengan jenis tekstur, rasa, dan benda berbeda membantu anak membangun cara baru berbicara tentang dunia sekitarnya. Tiba-tiba, sebuah pohon lebih dari sekedar pohon, ada ranting pohon yang lebih kecil atau duri dengan tekstur kasar dan tajam. Air  tidak hanya menyebabkan basah, bisa juga keras seperti gelombang, licin dengan gelembung, atau dingin dan transparan ketika beku.

 

Rasa juga bisa membangun dasar bahasa anak. Ia tidak lagi ingin nasi goreng, tapi ia ingin makanan dengan rasa asin atau manis, tapi yang jelas bukan rasa hambar atau pahit.

 

Sensory play dan kemampuan motorik halus

Ada dua jenis utama kemampuan motorik yang anak kembangkan, kemampuan motorik halus dan kemampuan motorik kasar. Kemampuan motorik kasar berhubungan dengan koordinasi kelompok otot besar dan bertanggungjawab untuk aktivitas seperti berlari, berjalan, dan sebagainya.

 

Kemampuan motorik halus adalah yang membutuhkan kemampuan dan koordinasi kelompok otot kecil yang penting untuk menulis, mengikat tali sepatu, memasang kancing, menutup resleting, dan sebagainya. Sensory play untuk anak sering kali melibatkan dan membangun kemampuan motorik halus ketika anak mengeksplorasi benda menggunakan gerakan menuang atau mengikat.

 

Sensory play menenangkan anak

Anda mungkin melihat bagaimana anak menjadi lebih tenang setelah sesi bermain air atau setelah melompat-lompat di ruangan, membenturkan furniture, atau menabrak bantal. Jenis sensory play ini menenangkan bagi anak, karena membantu mengatur rasa tidak nyaman internal mereka, baik rasa tidak nyaman karena kebosanan, gelisah, atau gangguan lainnya.

 

Jenis sensory play untuk anak

Seperti telah disebutkan sebelumnya, anak segala usia bisa mendapat manfaat dari sensory play. Berikut ini beberapa jenis sensory play yang bisa Anda coba bersama buah hati:

 

  1. Sensory play untuk bayi

    Ada banyak aktivitas sensory play yang mudah dilakukan bersama bayi. Anda bisa membuat mainan sensory play tanpa keluar banyak uang. Mainan sensory play akan mendorong bayi bermain dan bereksplorasi.

     

    Buah hati Anda tidak perlu waktu bermain yang berlebihan. Segala sesuatu bisa dieksplorasi, mulai dari rumput di kaki hingga percikan air, bayi tahu tentang dunia baru di sekitarnya menggunakan inderanya, kadang semua indera digunakan dalam waktu bersamaan.

     

    Seperti biasa, jangan tinggalkan bayi tanpa pengawasan ketika bermain. Bermain bersama meningkatkan kesempatan berbagi dan komunikasi karena anak bereksplorasi dan menjadikan ini waktu bonding yang spesial. Ingat, rentang perhatian anak tidak panjang pada tahap ini, tapi tidak jadi masalah. Beberapa menit bermain satu permainan per hari sudah cukup, dan ulangi sesering mungkin agar anak familiar dan membangun kemampuan belajar nantinya.

     

    Berikut ini beberapa ide sensory play untuk bayi:

     

    • Sensory play dengan rol rambut

      Ciptakan aktivitas sensory play yang seru untuk bayi menggunakan rol rambut warna-warni dengan ukuran berbeda. Benda ini sangat bagus untuk tangan kecilnya mengembangkan koordinasi dan kemampuan motorik.

       

      Anda bisa gunakan bebagai ukuran rol rambut dan meletakkannya di dalam keranjang. Rol rambut bisa membantu anak bereksplorasi, memutar dan membaliknya, serta menggerakkan jari di atas permukaannya. Bayi Anda bisa belajar menyatukan dan memisahkannya.

       

    • Gelembung sabun

      Aktvitas untuk bayi kecil tidak perlu berlebihan, terlebih semua jadi pengalaman pertama untuknya. Bayi kecil Anda akan merasa kagum melihat gelembung terbentuk dan mengambang, lalu jatuh, dan pecah.

       

      Anda bisa baringkan bayi di sofa dan ia berada dekat dengan Anda tapi di jarak yang aman dan nyaman, lalu Anda bisa meniup gelembung di sekitar bayi, tidak ke dekat wajahnya agar gelembung tidak pecah di dekat matanya.

       

      Bayi bisa terkejut melihat gelembung muncul dan menatapnya, serta membuka mulut ketika gelembung berada di dekatnya. Ia fokus pada gelembung dan mengikuti ke mana gelembung mendarat, atau hilang dari pandangan. Ia bahkan akan mengangkat tangannya karena kegirangan.

       

    • Sensory play dari botol plastik

      Anda bisa ciptakan mainan dari botol untuk bayi dengan menggunakan material yang ada di rumah. Sensory play ini murah, tahan lama, dan mudah dikreasikan, serta mendorong pengalaman sensory play untuk anak.

       

      Bila bayi sudah mulai duduk atau bergerak dengan perutnya, ia akan senang dengan segala hal baru. Gunakan botol plastik kosong yang sudah dibersihkan. Lalu tambahkan material sederhana untuk membantu bayi bereksplorasi ketika melihat bagian dalam botol. Anda bisa pilih isian berdasarkan suara yang diciptakan ketika botol digerakkan.

       

      Anda bisa isi botol dengan:

      • Air dengan warna cerah ditambah manik-manik untuk suara, warna, dan gerakan.
      •  
      • Kertas aluminium yang disobek-sobek untuk gerakan yang lembut dan refleksi cahaya.
      •  
      • Air berwarna merah dengan 1 cm cuka atau baby oil untuk cairan tercampur dan terpisah.
      •  
      • Air berwarna biru ditambah kerang-kerang kecil untuk suara lembut dan benda menarik untuk dilihat.
      •  
      • Air berwarna kuning dan sabun cuci piring untuk digerakkan dan menciptakan gelembung.
       

      Setelah memasukkan isian ke dalam botol, rapatkan tutup botol dengan menggunakan lem tembak. Jangan gunakan aktivitas ini pada anak yang bisa membuka tutup botol. Bayi Anda bisa bermain menggulingkan botol dan melihat benda di dalamnya bergerak.

     

  2. Sensory play untuk batita

    Sensory play berikut bisa Anda coba bersama anak usia batita:

    • Play dough warna-warni buatan sendiri

      Anda bisa buat play dough sendiri di rumah. Mainan ini sangat seru dan mudah dibuat. Ada banyak resep tentang membuat play dough di internet. Anda bisa gunakan 1 gelas tepung terigu, 1/3 gelas garam, 1 sendok makan minyak, 2 sendok teh cream of tartar, 1 gelas air, dan pewarna makanan. Lalu aduk semua bahan di panci dengan panas sedang hingga mulai mengeras. Butuh waktu sekitar 4 sampai 5 menit. Lalu angkat dan dinginkan.

       

      Play dough memiliki tekstur yang lembut. Anak bisa membuat berbagai bentuk dari play dough. Tak perlu khawatir bila anak memasukkannya ke mulut karena dibuat dari bahan-bahan yang aman.

       

    • Slime

      Satu lagi sensory play untuk anak yang tidak kalah seru. Slime bagus untuk melatih otot kecil anak.

       

      Yang Anda butuhkan adalah:

      • 1 gelas lem
      • 1 gelas kanji cair
      • Mangkuk
      • Pewarna makanan alami dan glitter

       

      Campurkan kanji cair dengan pewarna makanan atau glitter. Lalu tambahkan lem dan aduk. Terus aduk hingga mulai membentuk jel. Anda bisa gunakan tangan untuk terus mengaduk. Semakin sering anak memainkannya, adonan akan berkurang lengketnya.

       

    • Lumpur tissu

      Permainan ini akan sedikit menyebabkan berantakan, jadi pastikan Anda gunakan koran bekas atau baju bekas untuk melindungi permukaan.

       

      Bahan yang Anda butuhkan:

      • 3 sabun batangan, diparut
      • 1 rol tissu toilet
      • Air hangat
      • Ember plastik

       

      Sobek-sobek tissu menjadi kecil, campur dengan sabun yang telah diparut di dalam ember. Lalu tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk. Minta anak memegangnya, rasanya seperti memegang lumpur.

       

    • Bermain air

      Hanya karena Anda tidak bisa keluar rumah tidak berarti Anda tidak bisa bersenang-senang bermain bersama buah hati.

       

      Siapkan beberapa piring dengan air serta sendok, spon, dan alat lain untuk memanipulasi air dari tempat cuci piring. Bila tidak ada bak cuci, isi ember dengan air dan mainan. Aktivitas ini akan membuat anak sibuk.

     

  3. Sensory play untuk anak usia prasekolah       

    Sensory play berikut bisa Anda coba bersama anak usia prasekolah:

     

    • Mencari jejak bentuk segitiga dan berlian

      Yang Anda butuhkan:

      • Kertas bergambar bentuk segitiga dan berlian
      • Alat untuk melacak, bisa beras atau pasir
      • Nampan
      • Krayon atau pensil

       

      Aktivitas ini sangat sederhana, tapi memberi anak latihan untuk menulis. Pertama Anda bisa pilih media yang akan digunakan. Anda bisa gunakan beras atau pasir. Aktivitas ini tidak direkomendasikan untuk anak usia kurang dari 3 tahun karena mereka masih sering memasukkan benda ke dalam mulut. Juga karena mereka belum mengenal bentuk seperti segitiga atau berlian hingga usia 4 tahun.

       

      Anda bisa print bentuk berlian atau segitiga. Anda bisa melaminasi gambar bila ingin digunakan berulang kali. Tempatkan kertas gambar pada nampan lalu tutup dengan pasir atau beras.

       

      Minta anak menggunakan jari atau kuas untuk menyusuri bentuk. Anda bisa bantu menggeser pasir atau beras agar anak bisa melihat titik awal garis. Setelah anak menyusuri jejak, minta anak membersihkan pasir atau beras dari bagian tengah gambar.

       

      Setelah itu, minta anak menggunakan krayon atau pensil warna untuk menebalkan garis bentuk, lalu mewarnai bentuk dengan warna pilihannya.

       

      Sambil melakukan aktivitas ini, Anda bisa bicara tentang bentuk mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. Ada banyak keterampilan dilatih di sini dengan cara yang seru.

       

    • Matras untuk melompat

      Aktivitas ini cocok untuk anak yang suka melompat atau memanjat. Anda bisa siapkan matras, kasur lantai, atau bean bag. Buat tumpukan untuk memastikan cukup aman bila anak melompat ke atasnya. Lalu sediakan permukaan yang rata untuk dipanjat seperti sofa atau kursi dan minta anak melompat ke tumpukan kasur. Anak-anak pasti sangat senang melakukannya. Tapi jangan lakukan aktivitas ini bila Anda tidak bisa mengawasi buah hati, ya Bunda.

(Ismawati)