Last update on .

Manfaat Menggendong Bayi

Menggendong bayi bukan tren yang baru. Para ibu akan selalu menggendong bayi, agar dekat dengan tubuh mereka. Seperti primata lainnya, bayi mendekap erat tubuh ibu dengan tangan dan kakinya. Anda masih bisa melihat refleks ini ketika menempatkan jari Anda pada telapak tangan bayi baru lahir, ia akan menggenggam dan menahan jari Anda.

 

Gendongan bayi sudah sekian lama jadi perlengkapan awal manusia. Gendongan bayi membuat ibu-ibu di zaman dulu bisa melakukan tugas keseharian, tangan mereka lebih leluasa bergerak, tapi bayi tetap aman, hangat, dan dekat di payudara.

 

Di banyak belahan dunia, termasuk di Indonesia, budaya terus melanjutkan praktek menggendong bayi. Lain halnya di dunia barat, wanita kaya dan berstatus sosial tinggi menghindar dari tanggung jawab maternal ini. Mereka mempekerjakan wanita yang kurang mampu sebagai pengasuh sehingga penggunaan gendongan bayi diasosiasikan dengan miskin dan tidak berpendidikan. Di tahun 1800-an, stroller muncul jadi tren yang fashionable, dan di abad 20, gendongan bayi sudah jarang digunakan.

 

Di tahun 1960-an tercipta mei tai, gendongan bayi tradisional Cina. Juga banyak bermunculan model gendongan lainnya. Di tahun 1990 sampai 2000 penggunaan gendongan kembali meningkat seiring banyaknya iklan komersil untuk produk ini.

 

Manfaat menggendong bayi

Apa sebenarnya manfaat dari menggendong bayi? Berikut beberapa diantaranya:

 

  1. Menggendong membuat ibu bisa mengurus anak yang lebih besar

    Bayi yang terlahir di tengah kesibukan keluarga dengan anak yang lebih besar, jarang memiliki pengalaman pribadi bersama ibunya, karena ibu menyeimbangkan kebutuhan bayi dengan anak-anak lainnya. Menggendong tidak hanya memberi bayi kedekatan dengan meningkatkan ikatan batin dengan ibu tapi membuat bayi baru lahir menyatu dengan aktivitas dan rutinitas anak yang lebih besar. Ibu bisa sambil mendorong ayunan, ikut serta di kelas balita, dan memegang tangan anak yang lebih besar ketika ia tetap mendekap bayinya erat.

     

  2. Menggendong membuat bayi jadi lebih tenang

    Menggendong telah terbukti mengurangi tangisan bayi. Gerakan  yang lembut, kedekatan dengan ibu, dan posisi tegak secara alami bisa menenangkan. Bayi yang mengalami refluks mendapat manfaat dari posisi tegak saat berada di gendongan. Bayi yang mengalami kolik jadi lebih tenang karena gerakan yang ritmis dan kontak fisik dengan ibu. Bayi yang digendong cenderung tidur lebih lama, karena gerakan mengayun di tubuh ibu membuat ia tenang untuk masuk ke siklus tidur selanjutnya.

     

  3. Menggendong untuk menjalin kedekatan

    Ayah, kakek-nenek, dan saudara kandung yang lebih besar bisa menikmati kedekatan dengan bayi saat menggendongnya. Ibu yang masih dalam masa pemulihan dari trauma melahirkan bisa tetap dekat dengan bayi melalui menggendong.

     

    Ibu adopsi yang tidak memiliki pengalaman hamil atau melahirkan bisa menjalin kedekatan melalui sentuhan dan menggendong. Ibu dari bayi prematur bisa berlatih menggendong bayi yang disebut “kangaroo care.” Ini sekaligus membantu ibu menyesuaikan kehidupan bayi di ruang NICU, tapi si kecil tetap bisa menikmati suara yang familiar serta bau tubuh ibu.

     

    Semua ibu menikmati kesempatan untuk menggendong bayi sambil mencium, menyentuh, dan mengayun tubuhnya. Sebagai balasannya, bayi akan menatap, menyentuh, mendengar, dan mencium aroma ibu. Ia akan merasakan detak jantung dan nafas ibu, yang semuanya merupakan bagian dari proses bonding.

     

    Ibu dari bayi kembar bisa menikmati waktu spesial bersama bayi sebagai individu ketika menggendong mereka. Ibu yang mengalami Postnatal Depression (PND) dan menggendong bayi membuatnya terhubung secara fisik dengan bayi saat sulit melakukannya secara emosi. Bayi yang digendong bisa merasakan sentuhan ibu, yang bisa memperkuat ikatan batin keduanya.

     

  4. Menggendong sebagai olahraga

    Menggendong bayi jadi cara mudah untuk melakukan latihan fisik sambil Anda bergerak di sekitar rumah. Ketika bayi semakin besar, berjalan sambil menggendong bayi yang berat jadi bentuk olahraga aerobik. Anda bisa nikmati latihan fisik ini ketika berada di pusat perbelanjaan, di pantai, atau lokasi lainnya.

     

  5. Menggendong dan mengedukasi

    Mulai dari melihat Anda menyiapkan makan malam sampai melihat lingkungan sekitar, menggendong membuat bayi berada di level penglihatan orang dewasa untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Dibandingkan berbaring di dalam kereta bayi atau duduk di stroller, pemandangan yang bayi dapat dari posisi digendong memperkenalkan mereka pada dunia yang penuh hal menarik.

     

    Orang dewasa lebih banyak berinteraksi dengan bayi yang berada di gendongan, dengan menjelaskan apa yang dilihat, menunjuk hal menarik, dan menenangkannya dari pandangan aneh dan tidak diharapkan. Batita mendapat manfaat berupa kesempatan untuk berbicara tentang apa yang ia lihat karena telinga Anda dekat dengannya dan ia bisa melacak jari Anda yang menunjuk ke arah tertentu.

     

  6. Tangan leluasa bergerak

    Menggendong bayi dalam gendongan berarti Anda bisa mendorong kereta belanja. Sambil menggendong bayi, Anda bisa melipat cucian, merapikan dapur, dan mengganti popok kakaknya. Meski sambil mengendong, Anda masih bisa menyiapkan makan malam serta membersihkan lantai.

     

  7. Menggendong sehat untuk ibu dan bayi

    Ada posisi kaki ideal yang menempatkan tulang paha tepat di tengah kantung pinggang. Ini menambah perkembangan optimal pinggang bayi dan dikenal dengan posisi M, posisi katak, atau posisi jongkok.

     

    Di posisi ini lutut bayi lebih tinggi dibanding bokongnya, dan kakinya dalam posisi terbuka. Bayi secara otomatis berada di posisi ini ketika tubuhnya diangkat, siap untuk diletakkan pada dada ibu dan digendong pada pinggang.

     

    Ketika memilih gendongan yang baik untuk bayi, Anda menopang pinggang dan tulang belakang bayi di posisi yang alami. Gendongan dengan alas yang lebar dan struktur lembut akan menempatkan kaki di posisi yang seharusnya.

     

    Anda perlu hindari gendongan dengan alas bokong bayi yang sempit yang tidak dirancang untuk tujuan ini. Gendongan yang dirancang baik juga menopang tubuh penggendongnya, berat bayi secara merata terbagi.

     

  8. Menggendong bayi menciptakan privasi dan perlindungan

    Setelah aktivitas menyusui sudah terbentuk, banyak ibu bisa menyusui sambil menggendong. Ini menciptakan privasi tambahan yang dibutuhkan. Tentu menggendong bayi jadi cara untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan. Banyak orang yang ketika melihat bayi langsung menyentuh atau mencium tanpa izin. Tangan usil bisa dihindari dengan menggendong bayi.

     

  9. Menggendong memudahkan menyusui

    Menggendong bayi, terutama bila Anda memaksimalkan kontak kulit, meningkatkan jumlah dua hormon penting untuk laktasi, yakni oksitosin dan prolaktin. Keduanya sangat penting dalam menjaga persediaan ASI.

     

    Dengan bayi tetap dekat, Anda bisa merespon petunjuk laparnya, tidak menunda menyusui, dan mengurangi energi terbuang dengan menangis. Bayi yang digendong ibu cenderung menyusu lebih sering, sehingga perkembangan dan pertumbuhannya lebih baik.

     

  10. Tidur bayi jadi lebih baik

    Kebanyakan bayi tidur siang lebih baik dan lebih lama ketika digendong. Banyak orangtua merasa tidur bayi di malam hari juga meningkat ketika mereka mengendong bayi di siang hari.

     

  11. Menggendong bermanfaat bagi bayi dengan kebutuhan tinggi

    Bayi dengan kebutuhan tinggi biasanya tidak mau digendong orang lain selain ibunya. Tapi hanya sedikit bayi yang tidak bisa tidur ketika digendong di gendongan yang nyaman, siapapun yang menggendongnya. Ini bisa memberi ibu kesempatan untuk beristirahat.

     

  12. Bayi lebih sedikit menangis

    Penelitian menemukan kalau bayi yang digendong secara teratur menangis 43 persen lebih sedikit dan 54 persen menangis lebih sedikit di malam hari. Ini terjadi karena kebutuhan bayi untuk kontak fisik telah terpenuhi, mereka jadi kurang perlu menangis dibanding bayi lain.

     

  13. Menggendong mencegah stimulasi berlebihan pada bayi

    Ketika digendong di posisi yang tepat, menghadap ke dalam, ke depan, di punggung, atau menyamping, bayi bisa memalingkan wajah dari yang ia lihat. Menggendong juga jadi cara aman untuk menenangkan bayi yang terstimulasi berlebihan.

 

Yang keliru tentang menggendong bayi

Menggendong bayi telah ada sejak lama di berbagai belahan dunia, tapi di beberapa negara, kereta bayi jauh lebih sering digunakan.

 

Meski banyak orangtua memilih menggendong bayi, masih banyak orangtua yang merasa gendongan bukan alat yang penting bahkan mengira bisa berbahaya untuk perkembangan bayi.

 

Pemikiran seperti ini bisa dengan cepat menyebar dan kadang berarti orangtua dan bayi tidak mendapat manfaat dari menggendong bayi. Nah Bunda, berikut ini beberapa hal keliru tentang menggendong bayi:

 

  1. Bayi tidak akan belajar mandiri bila sering digendong

    Justru kedekatan dengan orangtua dengan menggendong bayi telah terbukti memiliki efek sebaliknya. Bayi yang dekat dengan Anda belajar menjadi mandiri dan lebih stabil, rendah stres, dan bisa beradaptasi lebih baik pada situasi baru.

     

  2. Bayi harus belajar tidur di tempat tidur, tidur di gendongan akan mengajarkan kebiasaan buruk

    Bila tidur di gendongan tidak sesuai untuk bayi Anda, maka tentu Anda bisa melakukan transisi ke kasur atau tempat tidur. Tapi bila bayi tidur di gendongan, ini sebenarnya jadi cara nyaman untuk menenangkan bayi sambil Anda bisa mengerjakan tugas lainnya.

     

    Jangan khawatir, ini tidak akan berlangsung lama dan bayi akan jadi batita dan anak yang lebih suka tidur di tempat tidur.

     

  3. Bayi jadi manja bila selalu digendong

    Sebenarnya Anda tidak mungkin memanjakan bayi. Satu kebutuhan terbesar bayi adalah digendong dekat dengan Anda. Jadi keliru bisa mengatakan bayi jadi manja karena cinta dan kenyamanan yang Anda berikan.

     

  4. Bayi akan merasa kepanasan bila digendong

    Memang kadang gendongan bisa terasa panas. Ini bergantung material pembuatnya dan desainnya. Tapi bila Anda tinggal di iklim panas, pilih gendongan yang sesuai. Anda tetap bisa menggendong bayi di cuaca panas tanpa membuat bayi kepanasan.

     

  5. Bayi yang digendong bisa kesulitan bernafas

    Bila Anda memahami praktek aman menggendong bayi (posisi tegak, dagu jauh dari dada, jalan udara tidak terhambat, dan kepala bayi bisa dicium), Anda akan waspada pada gerakan dan nafasnya.

     

  6. Menggendong membuat punggung dan bahu terasa sakit

    Beberapa gendongan bayi tidak nyaman digunakan, tapi tidak semua. Bahkan kebanyakan gendongan didesain sangat baik dengan bantalan di posisi yang tepat. Bila menggendong membuat bahu atau punggung Anda sakit, mungkin karena Anda belum tepat menggunakannya atau gendongan lain lebih tepat untuk ukuran tubuh bayi.

     

  7. Menggendong  bisa membahayakan pinggang bayi

    Ketika menggendong saat persendian bayi masih berkembang dan tumbuh, Anda perlu berhati-hati serta tidak menggunakan posisi yang membahayakan dan tidak alami bagi bayi. Kondisi di mana kaki bayi di posisi lurus untuk waktu lama bisa merusak kantung pinggangnya. Tapi ketika kaki bayi di posisi membentuk huruf M, ini sangat alami dan tidak akan membahayakan pinggangnya.

     

  8. Menggendong bayi membuat Anda tidak produktif

    Menggendong bayi tetap memungkinkan Anda melakukan banyak hal. Jadi menggendong membuat Anda lebih produktif. Anda bisa menyeimbangkan antara tugas rumah dan mengurus keluarga.

     

    Ketika bayi minta digendong, ia tidak peduli dengan banyaknya pekerjaan yang harus Anda lakukan. Menggendong bayi membantu Anda memenuhi kebutuhannya sambil melakukan tugas yang perlu dilakukan. Anda juga bisa bepergian dengan tetap menggendong bayi.

     

  9. Bayi perlu lebih banyak tengkurap bukan lebih banyak digendong

    Tengkurap penting untuk membantu bayi mengembangkan kekuatan otot dan menghindari terlalu sering berbaring telentang seperti di tempat tidur. Tapi ketika Anda menggendong bayi, ia menggunakan ototnya untuk menyesuaikan gerakan Anda dan perkembangan kepalanya tidak terganggu oleh permukaan yang rata.

     

  10. Bayi sudah bisa berjalan, jadi tidak perlu digendong

    Hanya karena si kecil telah belajar berjalan, tidak berarti ia tiba-tiba tidak perlu lagi digendong dekat dengan Anda. Kaki kecilnya bisa dengan mudah merasa lelah, anak kecil kadang melangkah ke tempat yang tidak aman, dan kadang dunia luar terlalu berlebihan untuknya. Di saat seperti ini, menggendong bayi jadi solusi. Ada banyak gendongan yang dirancang untuk bayi yang sudah besar dan anak kecil jadi Anda masih bisa menggendong dengan nyaman. Abaikan mereka yang berkomentar bayi sudah terlalu besar.

     

  11. Menggendong bayi mempengaruhi perkembangan anak

    Bukan rahasia lagi, satu manfaat terbesar dari menggendong bayi adalah kedekatan batin dengan bayi. Anak tidak akan menerima cinta dan perhatian yang terlalu berlebihan. Telah terbukti kalau semakin Anda menunjukkan cinta ke bayi, ia merasa semakin aman dan berkembang menjadi individu yang stabil saat dewasa nantinya. Efeknya akan positif.

     

Kesalahan saat mengendong bayi

Seperti telah dijelaskan di atas, ada banyak manfaat dari menggendong bayi. Berikut ini beberapa kesalahan yang umum ketika pertama kali menggunakan gendongan bayi.

 

  1. Gendongan terlalu besar

    Ketika menggunakan gendongan yang terlalu besar, akan sulit membuat bayi nyaman dan aman. Gendongan yang terlalu besar membuat bayi kecil tidak mendapat penopang tulang belakang yang tepat, kepalanya tertutup atau lututnya terbuka terlalu lebar. Bila bayi masih kecil, cari gendongan yang bisa menopang tubuhnya tanpa bantalan berlebihan.

     

  2. Mengganggu jalan udara

    Ketika menggunakan gendongan, kadang posisi dagu bayi di dada ibu. Posisi tegak jadi cara paling mudah menjaga jalan udara tetap terbuka.

     

    Pastikan dagu bayi jauh dari dada dan ada aliran udara yang cukup. Jangan tutupi kepala bayi dengan selimut. Dengan menggunakan gendongan yang tepat Anda dan bayi akan merasa nyaman.

     

  3. Terlalu rendah, terlalu longgar

    Pastikan posisi bayi cukup tinggi dan Anda bisa melihat dan menciumnya. Anda perlu selalu awasi bayi dan memonitor nafasnya. Selalu perbaiki posisi bayi setelah Anda menyusuinya dalam gendongan.

     

    Ketika menggunakan gendongan, pegang bayi di posisi tepat, lalu bawa gendongan ke bayi dan kencangkan gendongan untuk menopang beratnya. Menahan tubuh bayi di satu tangan akan memudahkan Anda menyesuaikan posisi gendongan.

(Ismawati)