Balita Dibaca 3,396 kali

Mau Beli Botol Susu dan Dot untuk Bayi? Perhatikan Dulu Hal-Hal Penting Ini!

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 03 Oktober, 2017 05:10

Mau Beli Botol Susu dan Dot untuk Bayi? Perhatikan Dulu Hal-Hal Penting Ini!
Botol susu beserta dengan dot nya bisa menjadi salah satu peralatan bayi yang sangat penting untuk Anda miliki. Ingat, saat membelinya jangan asal ya Bun. Perhatikan apa kebutuhan bayi Anda dan selalu cek juga kondisi dot secara berkala. Berikut ini adalah penjelasan mengnai hal-hal penting yang harus Anda perhatikan seputar botol susu bayi dan dotnya.

Botol Susu

Untuk botol susu bayi, ada beberapa pilihan yang bisa menjadi pertimbangan Bunda:
  • Botol susu kaca. Bisa digunakan untuk jangka waktu lama dan dapat dibersihkan dengan dididihkan. Kekurangannya, botol kaca lebih berat dari botol plastik dan mudah pecah jika terjatuh.
  • Botol susu plastik. Ringan, kuat, dan tidak mudah pecah, tapi umur penggunaannya tidak lama seperti botol kaca.
  • Botol susu sekali pakai. Botol dengan lapisan sekali pakai memang sangat nyaman digunakan karena kebersihannya. Tapi lapisan sekali pakai tidak ramah lingkungan dan harganya biasanya lebih mahal dibanding botol susu plastik atau botol kaca biasa. Anda juga perlu memiliki persediaan lapisan botolnya yang memakan biaya cukup banyak.
Untuk menentukan mana yang jadi pilihan Anda, mintalah saran dari teman, kerabat, atau dokter anak Anda. Kadang cara terbaik adalah dengan mencobanya sendiri, lalu lihat mana yang paling sesuai untuk bayi Anda.
Beberapa orang tua memiliki variasi ukuran dan bentuk botol susu bayi untuk tujuan berbeda. Misalnya, botol sekali pakai gampang dibawa ketika bepergian dan saat fasilitas untuk mencuci terbatas. Demi kenyamanan, botol dengan lapisan sekali pakai bisa Anda buang setelah selesai digunakan. Botol ukuran kecil cukup untuk menampung 2 hingga 3 ons susu selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Tapi hati-hati dengan botol berbentuk lucu karena sering kali sulit dibersihkan.
Setelah memutuskan botol yang akan digunakan, rencanakan berapa banyak Anda akan membelinya. Belilah setidaknya satu lusin. Meski Anda berencana untuk menyusui si kecil dengan ASI, Anda tetap memerlukan botol susu tambahan untuk menyimpan ASI yang dipompa.
Cari botol plastik yang bebas bisphenol A (BPA). Anda bisa melakukan pencegahan untuk mengurangi paparan terhadap BPA. Beralihlah ke botol susu kaca, botol plastik, atau gelas hisap dengan label bebas BPA.

Tanda Botol Susu Harus Diganti

Botol susu bayi harus diganti bila:
  • Pecah atau retak. Anak bisa melukai dirinya sendiri saat menggunakan botol susu yang pecah atau retak.  Ini berbahaya terutama bila Anda menggunakan botol susu kaca.
  • Jika menggunakan botol dengan lapisan sekali pakai, pastikan Anda membuang lapisannya setiap kali selesai digunakan.

Dot

Dot biasanya terbuat dari karet atau silikon dan berbentuk bundar, lebar, rata, atau mirip dengan puting ibu ketika berada di mulut bayi. Bergantung lubang pada dot, tingkat alirannya juga berbeda mulai dari lambat hingga cepat.
Ada banyak bentuk dan ukuran dot susu. Pilih dot yang sesuai dengan ukuran mulut bayi dan kebutuhan perkembangannya. Kenyamanan bayi dan kemudahan menghisap menjadi kriteria yang digunakan ketika memilih dot.
Ada empat jenis dot untuk botol susu bayi:
  • Dot untuk bayi yang sangat kecil atau prematur.
  • Dot biasa dengan aliran rendah, menengah, atau cepat (jumlah dan ukuran lubang akan menentukan alirannya).
  • Dot ortodontik, yang meniru bentuk puting manusia saat menyusui.
  • Dot untuk celah langit-langit. Dot jenis ini dimaksudkan untuk bayi dengan masalah bibir atau langit-langit mulut sehingga mereka bisa menghisap dengan baik.
Kalau kita bicara tentang mempersiapkan susu formula dan cara mencuci botol, kebersihan merupakan faktor yang sangat penting. Sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang, jadi ia sangat rentan terkena penyakit akibat peralatan yang tidak dicuci sebagaimana mestinya. Jadi tiap mencucui botol susu bayi, jangan lupa ikuti langkah berikut, Bun:
  • Gunakan sabun dan air panas untuk mencuci tangan, alat ukur, botol susu, dan dotnya. Jika memungkinkan, segera cuci botol susu setelah digunakan, karena akan lebih mudah dibersihkan.
  • Bagian luar botol dengan lapisan sekali pakai juga perlu dibersihkan secara teratur untuk menghancurkan bakteri.
  • Cuci secara menyeluruh, bersihkan botol susu, dot, dan tutupnya dengan mencuci menggunakan  air panas dan sabun, lalu bilas dengan baik sebelum digunakan. Bersihkan dot dan botol susu di air mendidih selama dua menit. Lalu biarkan kering dengan sendirinya.
  • Saat membuka kemasan susu formula untuk pertama kali, cuci pembuka kaleng dan tutup kaleng dengan sabun dan air, lalu bilas hingga bersih.

Tanda Dot Harus Dibuang

Lakukan pemeriksaan dot secara berkala, setidaknya setiap dua hingga tiga bulan. Perhatikan tanda kerusakan berupa:
  • Perubahan warna, ini menjadi tanda kalau dot tidak lagi layak pakai.
  • ASI atau susu formula dalam botol mengalir deras. Cairan dalam botol seharusnya menetes stabil dari dot. Jika mengalir drastis, berarti lubang dot terlalu besar dan harus diganti
  • Sobek atau pecah, bagian dot bisa terpisah dan menjadi bahaya tersedak bagi bayi.
  • Menipis, ini tanda awal kekuatan dot mulai melemah. Untuk menguji kekuatannya, tarik kuat pada ujungnya. Dot harus bisa kembali ke bentuk semula. Jika tidak, segera buang.
  • Lengket atau melar, tanda dot sudah tidak bagus dipakai.
Seperti pada botol susu, bayi bisa menunjukkan kesukaannya pada jenis dot tertentu. Satu-satunya cara untuk mengetahui dot mana yang disukai bayi adalah dengan mencobanya. Sebagai referensi, tanyakan ke teman, kerabat, atau dokter anak tentang jenis dan merek dot yang mereka rekomendasikan.
(Ismawati)