Balita Dibaca 357 kali

Memilih Mainan yang Aman untuk Anak Anda

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 30 November, 2018 09:11

Memilih Mainan yang Aman untuk Anak Anda
Mainan merupakan harta karun bagi anak kecil. Tapi jika tidak berhati-hati, mainan bisa membahayakan. Berdasarkan data dari komisi pelayanan produk konsumen, terdapat lebih dari 250.000 insiden yang terjadi akibat mainan di Amerika pada tahun 2010. Dari semua kasus tersebut, 1/3 diantaranya melibatkan anak di bawah usia 5 tahun.

Untuk menjaga agar anak Anda tetap aman, ikuti panduan saat memilih mainan berikut ini:

Pilih mainan yang dibuat dengan baik

Mainan bekas yang diwariskan dari saudara yang lebih tua atau yang dibeli saat cuci gudang bisa jadi kondisinya kurang baik, dan kadang bisa berbahaya. Periksa semua mainan, yang baru maupun bekas, termasuk bagian tombol, baterai, benang rajutan, pita, mata, manik-manik, dan plastik yang bisa dengan mudah masuk ke mulut anak atau terlepas. Pastikan boneka dengan isi dakron dijahit dengan aman dan kelimannya kuat. Juga tidak boleh ada cat yang mengelupas.

Pilih mainan berukuran besar

Hingga anak Anda berumur 3 tahun, bagian dari mainan harus lebih besar dari mulutnya untuk mencegah kemungkinan tersedak. Untuk menentukan apakah sebuah mainan memiliki resiko tersedak, coba cocokkan melalui gulungan tisu toilet. Jika mainan atau bagian dari mainan bisa masuk ke dalam silindernya, artinya mainan tersebut tidak aman.

Pastikan anak Anda secara fisik siap menggunakan mainannya

Misalnya, orangtua membelikan sepeda yang satu ukuran lebih besar agar si anak tidak perlu membeli sepeda baru di tahun berikutnya. Taktik ini bisa mengakibatkan cedera serius jika anak tidak memiliki kemampuan fisik untuk mengontrol sepeda yang berukuran lebih besar.

Hindari balon

Balon memang dekorasi pesta yang menyenangkan dan asyik untuk dimainkan, tapi balon dari bahan lateks adalah penyebab utama anak tersedak. Balon yang tidak dipompa bisa menjadi sumbat pada jalan udara anak sehingga sulit untuknya bernafas.

Hati-hati terhadap mainan beracun

Anda perlu memastikan mainan anak Anda tidak dibuat dari bahan kimia yang bisa membahayakan. Phthalates, digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan tahan lama, bahan kimia ini ditemukan dalam banyak mainan. Cadmium, timbal, merkuri, dan arsenik merupakan bahan kimia lain yang bisa Anda temukan di hampir semua boneka dan tokoh figur mainan anak-anak.

Jangan pilih mainan yang berat atau mainan dengan benang lebih panjang dari 12 inci

Apakah anak Anda akan terluka jika mainan jatuh menimpanya? Jika ya, maka itu artinya Anda tidak perlu memilih mainan tersebut. Selain itu, mainan dengan panjang tali, pita, atau kabel lebih dari 12 inci bisa menimbulkan resiko terbelit. Saat anak Anda bisa memanjat dengan tangan dan lututnya, pindahkan mainan menggantung dari tempat tidurnya. Benar-benar waspadai mainan model lama, misalnya, mainan versi lama berupa telepon memiliki kabel yang berpotensi membahayakan, sedangkan mainan telepon yang lebih moderen tidak memiliki kabel.

Hindari mainan dengan magnet kecil

Magnet merupakan bahaya tersembunyi di dalam rumah. Magnet berukuran kecil biasanya digunakan pada mainan, dan bisa terlepas dari mainan kemudian tertelan oleh anak. Dua atau lebih magnet, atau magnet dan benda logam lainnya yang tertelan bisa tarik-menarik melalui dinding usus, membelit serta menjepit usus dan menyebabkan lubang, sumbatan, atau infeksi jika tidak diketahui dan ditangani dengan tepat. Antara tahun 2009 hingga 2011, dilaporkan terdapat 22 insiden yang melibatkan anak yang menelan magnet, termasuk 11 insiden yang berakhir dengan proses pembedahan. Orangtua disarankan untuk menjauhkan mainan bermagnet dari anak di bawah usia 14 tahun.

Pilih mainan berdasarkan usia

Kebanyakan mainan memiliki label untuk usia yang direkomendasikan, yang bisa digunakan sebagai permulaan untuk memulai proses seleksi. Cobalah bersikap realistis tentang tingkat kemampuan dan kedewasaan anak Anda saat memilih mainan. Mainan yang memiliki proyektil, misalnya, tidak akan cocok untuk anak di bawah usia 4 tahun, bahkan anak usia 6 tahun tidak sesuai memainkannya. Bila anak usia 3 tahun Anda masih suka memasukkan benda ke mulut, tunggu sedikit lebih lama untuk memberinya mainan dengan bagian-bagian yang kecil.

Berikut ini beberapa panduan yang lebih spesifik dalam memilih mainan berdasarkan usia anak:

Untuk bayi, batita, dan anak prasekolah
  • Hindari kelereng, koin, bola, dan permainan dengan bola yang diameternya kurang dari 4,4 cm, karena bisa tersangkut di batang tenggorokan dan menyulitkan untuk bernafas.

  • Khusus bagi bayi atau batita, pastikan mainan tidak mudah pecah dan cukup kuat untuk menahan gigitan, juga tidak memiliki:

  • Ujung yang tajam, atau bagian yang kecil yang bisa terlepas dengan mudah.

  • Ujung berukuran kecil yang bisa masuk ke dalam mulut.

  • Ukuran mainan harus cukup besar, setidaknya berdiameter 3 cm dan panjang 6 cm, sehingga tidak akan tertelan atau tersangkut di batang tenggorokan anak.

  • Mainan yang dioperasikan dengan baterai harus memiliki pengaman dengan baut agar anak tidak bisa membukanya. Baterai dan cairannya bisa mengakibatkan resiko serius, seperti tersedak, pernafasan internal, dan pembakaran kimia.

  • Mainan yang diisi dakron atau kapas serta mainan yang dijual di karnaval biasanya tidak memenuhi standar keamanan. Periksa bagian yang lepas dan ujung yang tajam sebelum memberikannya pada bayi Anda.

  • Kebanyakan mainan yang dikendarai bisa digunakan anak saat mereka sudah bisa duduk dengan baik tanpa bantuan, tapi perhatikan rekomendasi dari pabrik pembuatnya. Mainan seperti kuda goyang harus disertai tali pengikat dan cukup stabil serta aman sehingga  tidak mudah terbalik.

Untuk anak usia sekolah
  • Mainan anak panah atau busur harus memiliki ujung yang lembut, bukan ujung yang runcing.

  • Sepeda, skuter, serta skateboard jangan pernah digunakan tanpa disertai helem yang memenuhi standar keamanan dan alat pengaman lain seperti pelindung tangan dan pergelangan.

  • Jaring harus benar-benar menempel di bagian pinggirnya agar tidak menimbulkan bahaya tercekik.

  • Mainan tembak-tembakan berpeluru tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 16 tahun.

  • Mainan pistol harus berwarna cerah agar tidak mirip dengan senjata sebenarnya, dan anak diajarkan untuk tidak mengarahkan anak panah atau senjata ke siapapun

Setelah membeli mainan, pastikan anak tahu cara menggunakannya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan mengawasi mereka saat bermain. Bermain bersama anak mengajarkan mereka bagaimana bermain aman sekaligus bersenang-senang.

Orangtua dianjurkan untuk:

  • Memeriksa mainan secara teratur untuk memastikan tidak ada bagian yang rusak.

  • Membuang atau memperbaiki mainan sesegera mungkin.

  • Menyimpan mainan outdoor ketika tidak digunakan agar tidak terpapar hujan dan panas matahari.

Jauhkan anak dari objek berbahaya seperti korek api, gunting yang tajam, dan petasan serta kembang api. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan mainan. Beberapa mainan plastik bisa dibersihkan dengan air, tapi baca lebih dahulu petunjuk dari pabrik pembuatnya. Cara lain adalah dengan mencampur sabun anti bakteri dengan deterjen ringan serta air panas dalam botol semprot lalu gunakan untuk membersihkan mainan, kemudian bilas hingga bersih.

(Ismawati)