Balita

Menciptakan Rutinitas Sebelum Tidur untuk Si Kecil

Dini
Menciptakan Rutinitas Sebelum Tidur untuk Si Kecil
Menidurkan bayi dan balita memang tidak mudah. Dibutuhkan “kerja keras” dan kesabaran ekstra agar si kecil terbiasa tidur teratur. Anda tentu tidak mau dong, bayi atau balita Anda tidur terlalu larut atau justru terlalu sore sehingga sudah terbangun pada tengah malam?

Persoalan kebiasaan tidur pada anak memang menjadi salah satu PR terberat orang tua. Tak sedikit yang pada akhirnya tidak sabar atau bahkan menyerah dan mengikuti kemauan si kecil. Alhasil, ada beberapa anak yang kesehariannya baru bisa memejamkan mata setelah lewat dini hari dan bangun sangat siang. Memusingkan, ya?

Bunda, sebenarnya ada salah satu cara yang bisa diterapkan agar pola tidur anak tidak berantakan, yakni dengan menciptakan rutinitas sebelum tidur yang menyenangkan. Rutinitas ini harus secara tegas diterapkan manakala waktu hampir menunjukkan saat tidur anak.

Kapan Anda bisa memulai menerapkan rutinitas sebelum tidur? Sedini mungkin, Bunda, setidaknya pada saat bayi berusia enam atau delapan minggu. Cobalah membuat sejumlah aktivitas sebagai rutinitas setiap malam karena jika hal ini berhasil, anak akan konsisten tidur pada waktu yang sama. Kebiasaan tidur teratur itu juga akan dibawa si kecil hingga dewasa, lho!

Rutinitas seperti apa yang paling baik untuk si kecil? Hmm... Andalah yang paling tahu jawabannya. Model dan konsep rutinitasnya terserah Anda, yang penting bayi merasa nyaman dan cocok dengan rutinitas tersebut sehingga dia bisa cepat tertidur dan tidurnya pun pulas.

Anda bisa mencoba rutinitas mandi sebelum tidur, memakaikan piyama setiap akan tidur, membacakan cerita, memeluk dan bermanja-manjaan dengan si kecil, atau melakukan permainan yang tidak membuat gaduh sebelum akhirnya anak tidur lelap.

Pastikan apa yang Anda pilih dapat membantu menenangkan bayi Anda menjelang tidur. Semakin rileks buah hati Anda, semakin mudah dia terlelap. Menciptakan waktu tidur sebagai momen yang menyenangkan seperti itu akan membuat bayi mencintai keseluruhan proses tidur. Hasilnya, buah hati Anda tidur dengan nyenyak.

Anda bisa memulai rutinitas sebelum tidur dengan mematikan TV atau meredupkan lampu sekitar 30 menit sebelum waktu tidur. Selama beberapa menit itu Anda dapat melakukan permainan yang tenang dan tidak berisik dengan si kecil. Jika bayi atau balita Anda memiliki kakak, minta sang kakak untuk tidak membuat gaduh. 

Setelah bermain-main ringan sambil memeluk, mencium, dan bermanja-manjaan dengannya, saatnya Anda keluar dari kamar tidur si kecil. Awalnya mungkin tidak mudah, bagaimana jika dia marah? Tidak apa-apa, Bunda. Coba abaikan rengekan si kecil sebentar dan katakan kalau Anda harus keluar dan akan kembali dalam beberapa menit. Nantinya, dengan pola dan rutinitas seperti ini, ketika Anda kembali ke kamarnya, Anda akan mendapati bayi atau balita Anda sudah tertidur lelap.

Rutinitas sebelum tidur selain membuat anak terbiasa tidur pada waktunya dan teratur, anak juga akan merasa nyaman dan gembira. Lebih dari itu, rutinitas sebelum tidur juga sangat membantu buah hati Anda ketika sedang menginap di rumah orang lain dan bagi Anda sendiri kegiatan ini juga sangat bermanfaat dalam mempererat ikatan antara ibu dan anak. Menyenangkan sekali, bukan?

Bagi Anda yang ingin mencoba menerapkan rutinitas sebelum tidur kepada si kecil, berikut beberapa ide aktivitas yang bisa Anda contek. Pada awalnya, biarkan anak bermain terlebih dahulu sebelum tidur. Bermain atau menarilah bersamanya. Setelah itu, pastikan anak melakukan aktivitas yang lebih santai agar rileks. Pastikan pula agar rutinitas ini selalu dilakukan setiap hari meskipun Anda sedang tidak ada di rumah. Berikut beberapa idenya.
 
  1. Mandi atau berendam sebelum tidur. Mandikan bayi atau biarkan balita Anda berendam beberapa saat dengan air suam-suam kuku. Percayalah, rutinitas ini paling banyak disukai anak-anak, Bun. Berendam dalam air hangat adalah momen yang sangat menyenangkan dan menenangkan bagi si kecil. Setelah puas berendam, bilas bayi atau balita Anda dan gantikan pakaiannya. Tubuh hangat dan bersih dapat mempercepat proses tidur anak Anda. Jika anak menolak mandi di malam hari, ciptakan kebiasaan yang nyaris serupa yakni mencuci tangan, muka, dan kaki, kemudian menggosok gigi (untuk balita) atau membersihkan gusi (untuk bayi yang belum memiliki gigi), dan tentu saja mengganti pakaiannya dengan piyama.

  2. Ngobrol ringan. Waktu tidur adalah saat yang tepat untuk ngobrol berdua dengan anak Anda. Apa yang harus dibicarakan? Hal-hal yang ringan saja, Bunda, seperti tentang apa yang si kecil lakukan seharian tadi. Percayalah, suara Anda saja sudah dapat menyamankan diri si kecil.

  3. Bermain sebentar.  Ajak si kecil melakukan permainan yang tidak membutuhkan banyak energi maupun suara. Lakukan sebentar saja, yang penting anak merasa senang dan rileks menjelang tidurnya. Jangan buat permainan yang terlalu menguras energi atau yang membuatnya menjadi sangat bersemangat. Bisa-bisa si kecil sudah tidak ingin tidur lagi. Permainan apa yang bisa dilakukan? Permainan sederhana saja, Bunda, seperti cilukba atau mencari barang di sekitar tempat tidurnya. Tapi jangan lupa memindahkan barang dari tempat tidur setelah si kecil tidur, ya Bunda?  

  4. Katakan “goodnight” kepada semua anggota keluarga. Kebanyakan anak menikmati rutinitas mengucapkan goodnight kepada seluruh orang di dalam rumah, hewan peliharaan, mainan, atau benda lain. Meski begitu, buatlah suasana mengucap goodnight ini simpel dan pelan agar dia tidak terlalu bersemangat yang pada akhirnya malah mengacaukan keinginan tidurnya.

  5. Bacakan dongeng sebelum tidur. Bayi atau balita Anda senang mendengar cerita yang Anda bacakan. Selain membuatnya rileks, dongeng pengantar tidur juga bagus bagi si kecil dalam mempelajari kosakata baru. Mendengar kata-kata baru merangsang kemampuan berbahasa si kecil. Wah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, ya, Bun?

  6. Pijatan lembut. Banyak anak senang dan merasa nyaman jika dipijat oleh bundanya sebelum tidur. Pijatan bisa diawali dari bagian kaki. Pijatlah buah hati Anda hingga ia rileks dan siap tidur.

  7. Bersenandung atau memutar lagu klasik nan lembut. Nyanyikan lagu anak-anak untuk meninabobokan si kecil. Anak akan terbiasa dan mengasosiasikan senandung tertentu yang Anda buat atau lagu klasik yang Anda putar dengan waktu tidur.
(Dini)