Balita Dibaca 304 kali

Mendorong Si Kecil Yang Pemalu Agar Mau Bermain

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 24 Januari, 2019 23:01

Mendorong Si Kecil Yang Pemalu Agar Mau Bermain
Buah hati Anda yang sudah menginjak usia batita, biasanya mulai memiliki banyak teman. Rasa ingin tahu yang besar dan lingkungan sekolah memungkinkan si kecil untuk dapat bersosialisasi lebih jauh lagi dengan anak-anak baru usianya. Hal tersebut membuat buah hati Anda pun dapat dengan mudah memiliki banyak teman bermain.

Namun bila si kecil terlihat sering menyendiri dan enggan untuk bermain maupun bersosialisali dengan anak-anak sebayanya, sebaiknya Anda harus khawatir. Di usia batita, buah hati Anda seharusnya dapat dengan mudah berteman dengan anak-anak lain seusianya. Bila si kecil malah terlihat sebaliknya, sulit berteman dengan anak-anak lain, Anda harus memberikan perhatian lebih pada sikap si kecil ini dan tanyakan mengapa si kecil bersikap seperti itu. Cari tahu apa yang dia khawatirkan dan takutkan.

Para ahli setuju bahwa bermain dan bersosialisasi dengan anak-anak lain seusianya sangat penting untuk perkembangan mental buah hati Anda. Dengan bermain si kecil bisa belajar mengenal serta memahami berbagai macam prinsip-prinsip hidup yang berlaku ketika ia berada di lingkungan sekitarnya.

Misal, si kecil mulai memahami bagaimana bekerja sama dengan orang lain, menanamkan rasa peduli terhadap orang lain, bagaimana belajar untuk bersabar, bagaimana bersikap baik dan tidak kasar, selain tentu bermain merupakan hal yang sangat menyenangkan. Jadi lewat bermain dan berinteraksi dengan teman lainnya Anda secara tidak langsung mengajarkan si kecil tentang prinsip-prinsip hidup. Si kecil bisa merasakan dan mengalami sendiri, bagaimana harus berhadapan serta mengatasi masalah yang ada.

Hal tersebut adalah cara yang paling efektif untuk mengajarkan nilai-nilai hidup yang baik pada buah hati Anda. Anda tidak harus menyuruh apalagi memaksa si kecil untuk bersikap ini dan itu, padahal sebenarnya ia bingung dan sulit mengerti apa yang Anda maksudkan. Alhasil si kecil akan merengek dan marah pada Anda, lalu si kecil pun malah malas untuk bermain. Dia lebih senang menyendiri bahkan karena merasa terkekang si kecil malah berontak dan bermain dengan teman-teman yang mempunyai sikap tidak baik.

Maka untuk menghindari hal tersebut Anda harus mampu mengajari dan memberitahu si kecil secara perlahan dan penuh pengertian. Sehingga ia mampu belajar dari pengalaman ketika ia bermain dan menanamkan sikap positif tersebut seterusnya di kehidupannya kelak.

Jadi tak ada lagi alasan bagi Anda untuk menghalangi si kecil bermain, Anda hanya harus mengawasi si kecil kalau-kalau dia melakukan hal-hal yang tidak baik. Namun bila si kecil masih bermain dalam tahap yang wajar, biarkanlah ia bermain dengan teman-temannya agar ia memiliki banyak waktu untuk memahami dan mengalami prinsip-prinsip hidup yang ada dan berlaku di lingkungannya.

Tapi jika buah hati Anda malah tidak terlalu tertarik bermain dengan teman-teman sebayanya, Anda bisa melakukan trik-trik berikut ini:

  • Bermainlah dengan si kecil

    Bermain dengan si kecil sangatlah penting untuk dilakukan. Anda bisa mengenali seperti apa karakter si kecil, apa yang ia suka lakukan ketika bermain, sehingga Anda tahu dan bisa menyiapkan hal-hal yang mampu mendorong dan menstimulus si kecil agar mau bermain dengan teman-teman sebayanya.

  • Ajaklah 1 atau 2 teman sekolah si kecil untuk bermain di rumah

    Hal ini bisa sangat membantu buah hati Anda agar mau bermain dengan teman sebayanya. Di sekolah mungkin ia malu untuk menyapa atau bermain bersama teman-temannya, tapi ketika mereka datang bermain ke rumah si kecil malah bisa jadi lebih aktif.

    Anda harus memahami terkadang si kecil yang berusia batita memiliki ketakutan dan kekhawatiran ditolak atau dikucilkan ketika ia akan mengajak bermain teman-temannya. Namun ketika di rumah, si kecil biasanya merasa rumah sebagai daerah kekuasaannya dan tempat yang nyaman bagi dia, jadi ia tak lagi merasa takut atau khawatir untuk ditolak apalagi dikucilkan oleh teman-temannya karena ini adalah rumahnya.

  • Jangan terlalu lama bermain jika ada teman yang datang bermain di rumah

    Hal ini sebenarnya untuk menghindari agar si kecil tidak bertengkar ataupun berkelahi dengan teman-teman yang datang kerumah untuk bermain dengannya. Namun bila si kecil dan teman-temannya bermain dengan ceria tanpa ada pertengkaran, tak masalah jika Anda membiarkan meraka bermain lebih lama.

  • Membelikan mainan untuk si kecil

    Cari tahu dan belikanlah si kecil mainan yang sedang digemari oleh anak-anak seusianya. Hal ini bisa jadi salah satu pendorong agar si kecil mau berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Anak-anak biasanya senang berbicara dan memberitahukan tentang mainan- mainan baru yang dimilikinya. Sehingga ketika teman-teman si kecil bercerita bahwa mereka memiliki mainan baru tersebut, si kecil paham dan mengerti apa yang mereka bicarakan lalu kemudian bertukar pendapat dan bermain bersama.

  • Awasi terus ketika si kecil bermain

    Anda bisa ikut bermain dengan si kecil dan teman-temannya agar Anda bisa mengawasi apa yang mereka lakukan. Hal ini untuk menghindarkan si kecil dari pengaruh-pengaruh buruk teman-temannya. Bisa jadi mereka membawa sikap-sikap yang tidak baik dan Anda pun bisa segera bertindak bila melihat ada salah satu teman si kecil yang bersikap tidak baik. Selain itu menemani si kecil yang pemalu ketika bermain dapat membuat ia merasa nyaman sehingga buah hati Anda tak merasa malu lagi untuk bermain dengan temannya.
(Wati)