Balita Dibaca 1,171 kali

Mengasah Daya Imajinasi Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 24 Januari, 2019 23:01

Mengasah Daya Imajinasi Anak
Tahukan Anda, buah hati Anda terlahir dengan 100 milyar sel otak? Yang tidak kalah mengagumkan, setiap sel otak itu mengirim dan menerima signal elektrik, menciptakan hubungan dengan sel lainnya di saat ia memasuki usia batita.

Koneksi ini membentuk sebuah jaringan yang memungkinkan ia untuk berpikir dan belajar melalui proses pengulangan. Di usianya yang ke-3, otaknya akan membentuk sekitar 1000 trilyun koneksi. Koneksi yang digunakan berulang kali menjadi bersifat permanen, sedangkan yang jarang atau tidak digunakan lagi menjadi hilang.

Itulah mengapa para ahli sangat menitikberatkan pada perkembangan anak di usia 3 tahun pertama. Semua yang Anda lakukan bersama anak Anda, mulai dari bermain hingga kegiatan makan, berjalan, membaca, dan menyanyi akan membantu ia mengasah otaknya.

Ketika Anda mengekspos suara dan sensasi baru, Anda membuka pikirannya pada dunia yang lebih besar dan menyenangkan. Ketika Anda menggunakan imajinasi bersamanya dengan mengatakan “Lihat, Bunda menjadi seekor harimau,” atau “Kita berpura-pura akan pergi ke rumah nenek, yuk,” berarti Anda memacu otak si kecil untuk membangun daya imajinasinya.

Kemampuan verbal pada batita memang belum berkembang dengan baik, sehingga sedikit sulit untuk mengetahui apa yang ia pikirkan. Tapi Anda masih dapat melihat daya imajinasinya ketika ia meniru objek yang ia lihat di sekelilingnya. Perilaku ini biasanya terlihat pada sekitar usia 18 hingga 20 bulan. Selain meniru apa yang Anda lakukan, ia juga seolah melakukan kegiatan rutinnya dengan berpura-pura memberi makan boneka beruangnya atau menidurkannya saat istirahat siang.

Manfaat Imajinasi

Daya imajinasi yang dimiliki anak Anda dapat membantunya dalam hal:

Mengambil Kendali

Aktifitas berpura-pura membuat anak Anda bisa menjadi siapapun yang ia mau. Ia menjadi mampu mengeksplor emosi positif, berlatih hal yang ia pelajari, dan menciptakan situasi menjadi sesuai yang ia inginkan. Kegiatan imajinasi seperti memandikan bonekanya memberinya rasa memiliki kendali dan menguasai meski dalam situasi yang belum ia kenal.

Berkomunikasi

Anak yang melakukan permainan imajinasi atau mendengarkan cerita tentang dongeng cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Mungkin Anda belum melihat keuntungan dari aktifitas ini hingga usianya bertambah di tahun depan. Nantinya kosa-kata anak Anda berkembang dengan cepat. Yang Anda sedang lakukan adalah menyiapkan pondasinya dari sekarang.

Memecahkan Masalah

Membangun situasi imajinatif mengajarkan anak Anda berpikir kreatif. Kreatifitas ini yang akan menjadi modal penting dalam memecahkan masalah. Sebuah penelitian yang dilakukan di Case Western Reserve University menunjukkan bahwa anak yang imajinatif di waktu kecil memiliki kecenderungan untuk mempertahankan imajinasinya saat ia menjadi besar. Ia juga menjadi pemecah masalah yang lebih baik. Telah terbukti dalam kehidupan bahwa orang yang imajinatif memiliki lebih banyak cara yang bisa diambil ketika menghadapi tantangan dan situasi yang sulit.

Cara Mendorong Imajinasi Anak

Bunda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mendorong imajinasi anak:

Batasi Waktu Menonton Televisi

Jika berbicara tentang tontonan anak berupa film atau media lainnya, kuncinya adalah tidak berlebihan. Persatuan dokter anak Amerika bahkan menyarankan orangtua untuk tidak menggunakan media apapaun untuk anak di bawah 2 tahun, tapi banyak orangtua yang membolehkan anaknya menonton televisi meski dalam waktu yang sedikit. Jika itu juga yang terjadi pada Anda, 30 menit atau kurang adalah waktu yang cukup untuk anak seusianya.

Jika Anda tergoda untuk menggunakan televisi atau komputer sebagai teman bermainnya, pastikan Anda ikut menonton bersamanya. Bicarakan padanya tentang apa yang ia lihat dan amati bagaimana reaksinya.

Membaca Buku

Membaca buku bersama adalah cara yang baik untuk memperkaya fantasi anak. Pilih buku dengan gambar besar dan berwarna. Tunjukkan ia gambar apa saja mulai dari serangga hingga kincir angin. Suarakan bunyi binatang dan kendaraan, gunakan suara berbeda untuk tiap karakter, dan bicarakan apa yang terjadi atau akan terjadi pada hewan atau orang yang ada dalam buku.

Bermusik

Meski anak Anda belum siap untuk pelajaran musik yang terstruktur, ia masih bisa mengisi dunianya dengan musik. Ajak ia mendengarkan berbagai jenis musik, dan anjurkan ia untuk berpartisipasi dengan menyanyi, berjoget, atau membunyikan mainan dan alat musik buatan sendiri.

Berbagi Cerita

Menceritakan kisah yang Anda karang sendiri sama baiknya dengan membacakan buku untuknya. Menggunakan anak Anda sebagai karakter utama adalah cara yang baik untuk mengembangkan perasaan dirinya. Tak lama lagi anak Anda akan mulai berbicara dengan narasinya sendiri.

Sediakan Properti Sederhana

Hampir semua objek bisa menjadi properti untuk drama imajinatif si kecil. Untuk batita, semakin sederhana properti yang digunakan akan semakin baik. Anda bisa gunakan kotak kardus sebagai mobil, kapal, atau kereta untuk ditumpangi. Karena sebagian besar adegan terjadi di kepala anak Anda, kostum yang terlalu rumit tidak terlalu perlu untuk digunakan.

Menyediakan kotak khusus untuk menampung perlengkapan properti bisa membuat permainan imajinasi menjadi lebih seru. Terutama jika Anda sering mengisinya saat anak Anda tidak mengetahuinya. Jadi ketika akan bermain, Anda bisa katakan, “Coba kita lihat, ada apa ya di dalam kotak hari ini?”

Bermain Drama

Anak belajar banyak dari drama pada kehidupan fantasinya. Ketika anak Anda menemukan sebuah skenario, menyebutkan alur cerita, dan orang-orang yang menjadi karakternya, itu artinya ia sedang mengembangkan kemampuan sosial dan verbal. Hal ini misalnya terjadi ketika ia mengatakan, “Sekarang waktunya Kitty makan siang.” Anak Anda akan berlatih ekspresi emosi ketika ia memainkan jalan cerita yang melibatkan rasa sedih, senang, atau takut. Membayangkan dirinya menjadi ibu, dokter, atau guru membuatnya mempunyai kontrol dan memberi pengalaman untuk memiliki tanggungjawab.

Perhatikan Hal Ini Saat Imajinasi Anak Sudah Berkembang

Saat imajinasi anak mulai berkembang, perhatikan beberapa hal ini, Bunda:

Menerima Teman Imajinasinya

Para ahli meyakini bahwa memiliki teman imajinasi menjadi pertanda untuk anak kreatif. Beberapa studi menunjukkan sebanyak 50% anak memiliki teman imajinasi.  Tapi bila anak Anda mulai menyalahkan teman imajinasinya untuk apa yang ia lakukan, waktunya bagi Anda untuk mengecek kebenarannya. Anda tak perlu menuduhnya berbohong, tapi cukup dengan menegur perilakunya. Pastikan si kecil mengerti bahwa tindakan yang ia lakukan tidak bisa diterima. Minta anak Anda dan teman imajinasinya memperbaiki apa yang terjadi dengan membersihkan ruang yang dibuat berantakan atau meminta maaf.

Batasan yang Harus Dipatuhi

Buatlah aturan, misalnya tidak boleh memukul menggunakan pedang. Aturan seperti ini menjadi penting demi kesenangan anak dan juga Anda. Tapi sebisa mungkin biarkan anak Anda memiliki keleluasaan untuk mewujudkan imajinasinya. Misalnya saat ia merubah meja makan menjadi tempatnya “berjualan,” tak mengapa jika Anda harus makan dengan duduk lesehan di ruang keluarga.

Santai dan Nikmati Saja

Saat anak Anda memaksa memakai kostum makhluk luar angkasanya di tempat penitipan selama tiga hari berturut-turut, Anda mungkin akan merasa bingung dan kesal. Orang dewasa memang memiliki batasan untuk perilaku di depan umum dan pribadi. Anda tentu merasa nyaman ketika mengenakan celana pendek dengan motif lucu serta sandal dengan bentuk kelinci ketika berada di dalam rumah, tapi tidak demikian jika Anda berada di tempat umum. Anak-anak tidak berpikir demikian. Ketika Anda memaksanya dengan mengatakan, “Ayo copot kostum alien kamu sekarang,” ingatlah bahwa batita Anda tidak memiliki landasan pemikiran seperti Anda. Lagi pula tak ada yang perlu dikhawatirkan bila ia tetap mengenakan kostumnya bukan?

(Ismawati)