Balita

Mengatasi Kulit Kering Pada Anak

Mengatasi Kulit Kering Pada Anak
Bayi dan anak kecil bisa mengalami kulit kering seperti halnya orang dewasa, Bunda. Bahkan, karena kondisi kulit muda mereka yang lebih lembut, maka lebih mudah menjadi kering. Udara luar ruangan yang dingin dan kering serta pemanas dalam ruangan bisa menghilangkan kelembaban alami kulit. Bila anak Anda cukup rentan mengalami kulit kering, bisa muncul bagian pecah-pecah di kulitnya disebabkan oleh air asin atau kandungan klorin di air kolam renang.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan kondisi kulit kering anak Anda, antara lain:

Jangan biarkan garam dan klorin mengering di kulitnya

Air dengan kandungan klorin dan garam bisa membuat kulit menjadi kering. Setelah berenang di kolam renang atau pantai, bilas tubuh anak Anda dengan menggunakan air keran, dan kemudian gunakan pelembab saat kulitnya masih terasa lembab.

Gunakan pelembab udara dan pastikan si kecil tidak mengalami dehidrasi

Bila udara di rumah Anda kering, gunakan alat pelembab udara di kamar anak Anda. Kulit kering bisa kekurangan kelembabannya. Berikan anak Anda banyak minum untuk menggantikan cairan yang menguap dari kulit. Jika si kecil masih di usia bayi, tetap berikan ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula selama setidaknya 6 bulan, kecuali dokter menyarankan hal yang berbeda.

Secara umum, bukan hal yang baik untuk memberikan air putih pada bayi sebelum ia berumur 6 bulan. Pemberian air putih bisa mengganggu kemampuan tubuhnya untuk menyerap nutrisi dari ASI atau susu formula. Juga dapat mengakibatkan perutnya terasa kenyang, sehingga berkurang keinginannya untuk menyusu.

Perlu diingat bahwa banyak minum tidak akan memberi efek apa-apa jika Anda tidak melembabkan kulit si kecil dengan baik. Ini sama seperti menuangkan air pada ember yang berlubang. Tanpa menggunakan pelembab untuk menahan air, kulit anak Anda tidak akan terhidrasi dengan baik.

Kurangi waktu mandi

Mandi membuat kulit anak Anda menjadi kering karena menghilangkan minyak alami kulit bersamaan dengan hilangnya kotoran dari tubuh. Tapi selama Anda melakukan tindakan pencegahan, kegiatan mandi sehari-hari tidak akan menimbulkan masalah.

Daripada menghabiskan waktu selama 30 menit, coba kurangi lama waktu mandi menjadi 10 menit saja. Gunakan air yang hangat, bukan panas, dan cukup gunakan sabun dalam jumlah yang sedikit. Disarankan Anda menggunakan sabun bebas pewangi dan bebas cleanser yang komposisi bahannya lebih ramah bagi anak Anda dibanding sabun biasa.

Biarkan anak Anda bermain di dalam bak mandi sebelum Anda memandikannya, agar ia tidak perlu duduk lama di dalam air yang bersabun. Jangan biarkan sabun batangan mengambang di bak mandi. Anda perlu menghentikan mandi busa sebagai rutinitas si kecil, atau setidaknya batasi hanya untuk kesempatan tertentu.

Penggunaan minyak mandi sepertinya menjadi ide yang bagus, tapi minyak dapat membuat bak mandi menjadi licin dan berbahaya, kandungan minyak juga akan tetap mengalir turun ke pembuangan air. Penggunaan pelembab kulit setelah mandi menjadi solusi yang lebih baik.

Perbanyak penggunaan pelembab

Setelah si kecil selesai mandi, angkat tubuhnya dari bak mandi, lalu dengan cepat keringkan tubuhnya dengan handuk yang kering, kemudian segera oleskan pelembab di badannya. Penggunaan pelembab dalam hitungan menit setelah anak Anda keluar dari bak mandi akan mengunci air yang masih berada di dalam kulitnya.

Semakin banyak pelembab yang digunakan akan semakin baik. Bila kulit anak Anda masih kering meski setelah penggunaan pelembab setiap hari, coba ganti pelembab dalam bentuk lotion menjadi krim atau salep yang lebih pekat.

Salep paling baik menjaga kelembaban di kulit, tapi rasanya akan seperti berminyak di kulit. Gunakan sedikit saja lalu dengan lembut gosokkan ke kulitnya. Kulit si kecil tidak akan terasa berminyak bila Anda memilih menggunakan krim untuk menggosok tubuhnya.

Anda mungkin merasa perlu untuk menggunakan pelembab sebanyak dua kali sehari, satu kali setelah mandi dan satu lagi pada siang hari. Jika anak Anda tidak bisa cukup sabar saat Anda mengoleskan pelembab di siang hari, Anda bisa memperdengarkan lagu favoritnya atau menonton video saat Anda menggunakan pelembab. Atau bila anak Anda sudah cukup besar, biarkan ia melakukannya sendiri, jika itu bisa membuat rutinitas ini berjalan lancar.

Lindungi anak Anda dari pemicu kulit kering

Pastikan anak Anda mengenakan sarung tangan di cuaca yang dingin untuk menjaga tangannya agar tidak menjadi kering dan pecah-pecah karena suhu yang dingin atau angin. Pada musim apapun, tetap lakukan tindakan pencegahan agar kulitnya tidak terbakar oleh sinar matahari (sunburn) dan windburn (abrasi dan kulit pecah-pecah disebabkan oleh angin). Keduanya akan membuat kulit si kecil terasa sakit.

Jauhkan anak Anda dari sengatan sinar matahari hingga luka bakarnya benar-benar sembuh. Sangat mudah bagi anak kecil yang kulitnya terbakar sinar matahari untuk kembali mengalaminya.

Hindari bahan tertentu yang dapat membuat kulit menjadi kering

Jangan gunakan bedak tabur atau parfum pada kulit anak Anda, dan gunakan produk cucian tanpa kandungan pewangi. Jika kulit anak Anda sensitif, Anda perlu membilas pakaiannya sebanyak dua kali, untuk menghilangkan sisa sabun yang masih tertinggal.

Bila kulit anak Anda sangat sensitif, jangan gunakan pakaian yang ketat dan berkain kasar. Anda perlu ketahui bahwa beberapa jenis kain, seperti wol, bisa membuat kulit yang kering mengalami iritasi. Rajin-rajinlah menjaga kuku anak Anda tetap bersih dan terpotong pendek jika ia memiliki kebiasaan menggaruk tubuhnya.

Kulit yang kering bisa menjadi tanda untuk kondisi yang berbeda. Jika anak Anda memiliki bercak gatal berwarna merah pada kulitnya, ia kemungkinan mengalami eczema, yang juga dikenal sebagai atopic dermatitis.

Kadang eczema bisa hilang dengan penggunaan pelembab secara teratur. Jadi Anda tidak perlu terburu-buru membawa si kecil menemui dokter, kecuali kondisi bercak di kulitnya tidak juga membaik atau anak Anda terlihat merasa gatal atau tidak nyaman dengan langkah yang Anda lakukan.

Pada kasus yang jarang terjadi, kulit kering bisa mengindikasikan kondisi genetik yang disebut ichthyosis. Ichthyosis muncul sebagai kulit kering dengan sisik dan berwarna kemerahan.  Biasanya Juga disertai dengan penebalan di area telapak tangan dan tumit kaki. Jika dokter Anda mencurigai si kecil mengalami ichthyosis, ia akan memberi rujukan seorang ahli kulit untuk melakukan evaluasi dan pengobatan lebih lanjut.

Pada saat berkunjung ke dokter Anda, mintalah rekomendasi resep untuk membasmi kulit kering si kecil. Buat jadwal kunjungan jika anak Anda sepertinya mengalami gejala eczema atau ichthyosis, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Juga hubungi dokter jika kulit anak Anda tidak juga membaik setelah menggunakan pengobatan ala rumahan, atau Anda melihat munculnya tanda infeksi, seperti kotoran berwarna kuning atau bengkak di sekitar kulitnya yang pecah-pecah.

(Ismawati)