Balita

Mengatasi Perilaku Anak yang Takut Pada Orang Asing

Terakhir diperbaharui

Mengatasi Perilaku Anak yang Takut Pada Orang Asing

Hari-hari di mana bayi merasa nyaman ketika digendong siapapun telah berakhir, karena ia kini mengalami stranger anxiety atau anak takut pada orang asing. Wajar jika bayi menjadi cemas ketika ada orang yang tidak ia kenal menggendongnya dan ini juga bisa jadi tanda perkembangan emosi yang sehat. Kini bayi Anda mengerti perbedaan antara Anda dan orang asing, dan ia lebih memilih Anda.

           

Tanda anak mengalami stranger anxiety

Menurut penelitian oleh the University of Pittsburgh, tanda anak takut pada orang asing bisa berbeda dari satu anak dengan anak lain. Misalnya:

 

  • Ketika ada orang asing, beberapa bayi bisa langsung terdiam dan menatap orang asing ketakutan.
  •  
  • Emosi tertentu bisa meningkat pada anak lain saat ada orang asing, seperti menangis keras atau rewel.
  •  
  • Anak lain punya kecenderungan untuk bersembunyi di balik lengan ibu atau bahkan menjauh dari orang asing dengan menempatkan Anda antara dirinya dan orang asing.

 

Kenapa bayi takut dengan orang asing dan selalu menangis?

Ketika baru lahir, bayi Anda belum menyadari dirinya sebagai satu individu. Ia mengira Anda bagian dari dirinya dan tidak menyadari kalau kaki dan tangan yang bergerak-gerak adalah miliknya. Seiring waktu, ketika bayi tumbuh secara fisik dan mental, ia perlahan menyadari kalau ia punya tubuh sendiri. Tentunya, ia jadi ingin melakukan semuanya sendiri.

 

Individualitas bayi akan butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Di usia sekitar 6 sampai 7 bulan, bayi mulai menyadari kalau ia terpisah dari Anda dan Anda bisa meninggalkannya sendirian. Di saat inilah ketakutan perpisahan biasanya terjadi dan bisa berlangsung hingga usia anak 2 tahun.

 

Tapi ketika anak mulai bersosialisasi dan lebih percaya diri kalau Anda akan kembali untuknya ketika Anda meninggalkannya di daycare atau bersama pengasuh, ia bisa melewati fase ini. Di usia batita, ia akan tumbuh semakin mandiri.

 

Membantu bayi agar tidak takut pada orang asing

Meski rasa takut anak pada orang asing biasanya hilang ketika usianya sekitar 18 bulan, kadang bisa bertahan lebih lama. Beberapa cara bisa membantu anak lebih mudah melewati fase ini.

 

Pada dasarnya anak takut pada orang asing adalah hal normal. Ini terjadi ketika bayi mulai tahu dan mengembangkan kedekatan yang sehat pada keluarga seperti Anda. Karena bayi lebih memilih keluarga, mereka akan bereaksi terhadap orang asing dengan menangis atau rewel, menjadi sangat pendiam, terlihat takut, atau bersembunyi.

 

Rasa takut pada orang asing biasanya menjadi lebih intens pada usia sekitar 7 sampai 10 bulan. Juga bisa berlangsung selama beberapa bulan atau lebih lama. Biasanya rasa takut pada orang asing hilang saat usia anak 18 bulan hingga 2 tahun.

 

Misalnya, bayi usia 10 bulan yang dititipkan di daycare bisa menjadi rewel ketika ada pengasuh baru di daycare. Ia mungkin menangis, menyembunyikan kepalanya di balik lengan ibu, atau berteriak ketika pengasuh mengambilnya dari Anda atau ayah.

 

Bunda, berikut ini sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi rasa takut anak:

 

  1. Bantu bayi merasa nyaman

    • Beri anak kesempatan untuk bertemu orang baru di lingkungan yang aman dan nyaman. Misalnya, gendong anak ketika Anda memperkenalkannya ke orang asing. Anak juga akan merasa lebih nyaman bersama orang asing bila berada di rumah.
    •  
    • Bila anak menjadi gelisah bersama orang baru, buat ia merasa nyaman dan coba pendekatan lain, misalnya bermain bersama, atau pindahkan anak dari orang baru hingga ia tenang. Lalu coba lagi.
    •  
    • Bawa benda kesayangan anak, seperti boneka atau selimut, ke situasi baru dan ketika Anda menghabiskan waktu bersama orang baru.
    •  
    • Jangan abaikan rasa takut anak pada orang asing. Ini bisa membuat rasa takutnya bertambah berat. Juga hindari menyebut anak takut atau malu.

     

  2. Beritahukan apa yang terjadi

    • Bila harus meninggalkan anak bersama orang yang tidak ia kenal sebagai pengasuh di daycare, beritahukan ke anak kalau Anda akan pergi sebelum meninggalkannya. Bila Anda pergi tanpa memberitahunya, di lain waktu ia bisa tidak mau lepas dari Anda karena takut Anda hilang.
    •  
    • Untuk anak yang sedikit lebih besar, jelaskan padanya siapa orang yang baru dilihatnya dan apa yang terjadi. Misalnya, jelaskan kalau orang itu adalah pengasuh yang Anda percaya. Juga beritahukan kapan Anda akan kembali. Beri anak waktu untuk mengenal orang tersebut ketika Anda masih bersamanya.

     

  3. Bertemu orang-orang baru

    Tunjukkan ke anak kalau Anda tidak takut bertemu orang baru. Sapa mereka dengan hangat dan bahasa tubuh yang positif seperti tersenyum, sikap rileks, kontak mata, dan suara bahagia. Anda jadi panduan anak untuk bereaksi terhadap orang baru.

     

    Terus perkenalkan anak ke orang baru.  Jangan cemas tentang perasaan orang asing, cukup beritahu kalau anak Anda sedang belajar berada di sekitar orang yang belum dikenal.

     

  4. Siapkan orang yang belum dikenal bayi sebelum bertemu bayi Anda

    Beritahukan teman dan kerabat kalau bayi Anda takut pada orang asing dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Minta mereka untuk tidak terlalu agresif dan menghormati ruang pribadi si bayi. Beritahukan mereka untuk mengikuti panduan bayi dan tidak terburu-buru berkenalan.

     

    Ingat, bayi Anda mungkin menunjukkan lebih sedikit tanda ketakutan terhadap orang asing di sekitar orang yang familiar baginya, seperti anggota keluarga atau teman dekat. Bisa sulit untuk kakek-nenek atau tante dan om untuk bersabar, tapi ingatkan mereka kalau penting untuk membuat bayi merasa nyaman di dekat mereka.

     

  5. Tunggu dulu sebelum menggendong bayi

    Minta orang yang belum dikenal bayi untuk sedikit menunggu sebelum menggendongnya.  Bayi biasanya lebih rileks ketika orang mendekat perlahan dan tenang serta tidak terburu-buru menggendongnya.  Biarkan bayi merasa nyaman sebelum kontak dengan orang lain.

     

  6. Perkenalan bertahap

    Bila bayi kesulitan menyesuaikan diri dengan orang baru, coba lakukan perkenalan bertahap. Misalnya, perkenalkan satu orang di hari ini. Di hari berikutnya, ajak bayi berinteraksi dengan orang itu selama beberapa menit. Tingkatkan lama waktu bayi bersama orang itu agar mereka perlahan bisa menjadi akrab.

     

  7. Bersikap hangat

    Bayi akan menerima petunjuk dari Anda dan perilaku Anda. Bila Anda menjaga jarak dan gugup di sekitar seseorang, bayi akan membaca tindakan Anda dan juga merasa takut terhadap orang tersebut. Perlakukan orang yang familiar dengan Anda tapi tidak familiar bagi bayi dengan hangat. Tunjukkan ke anak kalau Anda merasa nyaman dengan orang itu dan bayi harus merasa nyaman juga. Anda bisa berikan pelukan atau senyuman ke orang yang belum dikenal bayi agar bayi merasa aman di dekat orang tersebut.

     

  8. Luangkan waktu bersama bayi dan orang asing

    Untuk membantu bayi melakukan penyesuaian, luangkan waktu bersama ketika mereka pertama kali berkenalan. Bila anak merasa tidak nyaman, pindahkan anak ke dekat Anda dan jauh dari orang asing, lalu coba lagi. Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak. Minta orang itu memegang sesuatu yang disukai anak dan ajak bayi bergerak menuju objek dan orang tersebut.

     

  9. Pengasuh baru setelah bayi menyusu dan tidur siang

    Siapkan semua kebutuhan bayi sebelum ia bertemu orang baru. Bayi cenderung lebih cemas bila merasa lelah atau lapar. Gantikan popoknya, susui bayi, dan biarkan ia tidur siang sebelum menghadapi perubahan besar. Bayi harus merasa bahagia dan di mood yang baik untuk menjalani transisi dengan baik.

     

    Hindari menunda, meski bila bayi jadi rewel. Terasa sulit ketika Anda melihat anak menangis dan rewel bersama orang baru. Tapi menunggu anak tenang bisa membuatnya bingung dan tambah rewel. Setelah meluangkan waktu yang Anda butuhkan untuk memperkenalkan bayi ke pengasuh baru dan membantu bayi merasa nyaman, beritahukan anak kalau Anda akan pergi, lalu tinggalkan ia.

     

    Bersikap sensitif dan jangan mengolok rasa takut anak. Bila anak menunjukkan rasa tidak nyaman, daripada mendorongnya untuk berperilaku baik dengan mengatakan “Jangan malu, ayo bilang halo,” lebih baik berikan pelukan dan tenangkan anak. Bawa ia ke tempat jauh dari wajah yang baru ia lihat  dan beritahu kalau semua baik-baik saja dan tenangkan bayi Anda.

     

  10. Bawa anak ke tempat umum

    Satu cara untuk membuat anak terbiasa melihat wajah baru adalah dengan mengajaknya sering keluar. Coba cari waktu, setidaknya satu kali sehari keluar ke taman terdekat atau area bermain dan satu kali keluar setiap minggu ke tempat yang lebih besar seperti ke mall atau kebun binatang. Setelah membuat anak familiar dengan tempat-tempat ini, mulai perkenalkan anak pada orang yang Anda kenal. Semakin banyak orang baru yang anak temui di jarak yang aman, semakin baik ia akan mengatasi rasa takutnya.

     

    Bunda, untuk anak yang lebih besar, coba buat ia lebih mandiri. Rasa takut pada orang asing biasanya hilang dengan sendirinya ketika anak mencapai usia 2 tahun, tapi bila terus terjadi setelah lewat 2 tahun mungkin karena Anda terlalu protektif dan tidak memberinya cukup kesempatan untuk bersosialisasi. Coba buat ia mandiri ketika usia memungkinkannya. Biarkan ia bertemu orang baru.

 

Anak takut pada orang asing di usia lebih dari 2 tahun

Seperti yang telah disebutkan, kebanyakan rasa takut anak terhadap orang asing akan hilang di usia sekitar 2 tahun. Bila rasa takut anak terus berlanjut setelah usia ini, Anda bisa coba membangun rasa kemandiriannya. Bila anak merasa lebih mandiri, ia akan merasa lebih percaya diri terhadap orang asing.

 

Berikut ini beberapa tips untuk membantu kemandirian anak:

 

  • Biarkan anak melakukan aktivitas keseharian sendiri seperti makan sendiri, bereksplorasi dengan lingkungan bermain baru, dan bermain bersama mainannya.
  •  
  • Beri anak banyak pengalaman dan perkenalkan ia ke wajah-wajah baru. Seiring waktu ia akan menyadari kalau tak ada hal buruk yang akan terjadi ketika bertemu dengan orang asing.
  •  
  • Coba untuk tidak tergesa-gesa dalam menghadapi masalah ini, dan beri anak kesempatan untuk mencari solusi untuk dirinya sendiri.
  •  
  • Bantu anak belajar tidur mandiri. Ini akan membantu bila Anda perlu meninggalkannya di waktu tidur, seperti ketika di daycare.

 

Anak takut pada orang asing di usia batita dan prasekolah

Bunda, juga wajar bila batita, anak usia prasekolah, serta anak usia awal SD mengalami rasa takut ketika bertemu orang asing. Batita dan anak usia prasekolah memahami kalau ketika orangtua pergi, mereka akan bersama orang lain. Mereka mungkin ditinggal bersama guru baru di lingkungan baru selama beberapa jam. Mereka akan merasa cemas dengan perubahan yang terjadi.

 

Meski ketakutan pada orang asing bisa muncul pada batita dan usia prasekolah saat transisi ke sekolah atau daycare, bisa juga terjadi perlahan pada orang yang lama menghabiskan waktu bersamanya, seperti kakek-nekek atau om dan tente. Ini jadi bagian perkembangan anak yang normal.

 

Beberapa anak mengalami ketakutan pada orang asing sangat intens sedang lainnya tidak mengalaminya sama sekali. Selama periode ini, anak bisa bersembunyi di belakang Anda, memegangi kaki Anda, menolak menyapa orang dewasa lain, atau menangis ketika ditinggal bersama pengasuh atau kerabat.

 

  • Tenangkan ketika anak merasa cemas. Sedikit berempati akan membantu batita dan anak usia prasekolah untuk merasa aman dan nyaman.
  •  
  • Bila anak takut dengan orang dewasa lain, meski kerabat, jujurlah dengan orang di sekitar anak. Dorong mereka untuk bermain bersama anak ketika ada Anda untuk memudahkan transisi ini.
  •  
  • Tetap bersama anak sebelum meninggalkannya bersama kerabat atau pengasuh. Anda tidak perlu lama, tapi ada baiknya habiskan selama 5 sampai 10 menit hingga anak tenang bersama mainan atau buku favorit, sebelum Anda pamit.
  •  
  • Siapkan transisi dan tepati janji. Beritahu anak apa yang terjadi, misalnya, “Kita akan bermain di rumah nenek selama 2 jam penuh. Kita akan bawa cemilan dan mainan favorit untuk bermain bersama nenek. Nanti Bunda akan kembali saat makan siang.” Datanglah di waktu yang Anda janjikan. Terlambat satu atau dua kali tidak masalah, tapi bila terjadi sering bisa mengurangi rasa percaya anak pada Anda.

 

Anak takut pada orang asing di usia sekolah

Anak usia sekolah menerima pesan berbeda tentang orang asing. Di satu sisi, mereka selalu diberitahu untuk berhati-hati di sekitar orang asing. Di sisi lain, mereka dipaksa untuk memeluk paman yang mereka temui setahun sekali. Ini membuat anak bingung dan memicu rasa tidak aman dan cemas. Banyak anak usia sekolah menundukkan kepala dan tetap diam ketika bertemu orang dewasa yang tidak dikenal karena mereka tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan.

 

  • Contohkan pertemanan. Ketika orangtua mencontohkan pertemanan dengan orang asing, anak belajar kalau kebanyakan orang asing sebenarnya baik dan menyapa orang adalah perbuatan baik juga.
  •  
  • Tawarkan membantu tetangga bila memungkinkan. Bertindak sebagai penolong membantu memperkuat ikatan antara tetangga dan membangun rasa komunitas yang lebih kuat. Ini juga menunjukkan ke anak kalau tetangga jadi bagian penting dalam hidup kita.
  •  
  • Ceritakan tentang orang asing yang baik dan orang asing yang perlu dihindari. Katakan, “Kebanyakan orang asing adalah orang baik meski kita belum mengenalnya. Pak polisi, orangtua teman, pemadam kebakaran, dokter, dan perawat adalah orang asing yang bisa membantu kita.”

 

Bunda, kadang rasa takut berlebihan pada orang asing bisa memicu kecemasan sosial ketika anak bertambah besar. Bila mengira ketakutan anak bertambah parah, atau ada riwayat keluarga yang mengalami kecemasan sosial, ada baiknya untuk bicara pada dokter anak Anda.

(Ismawati)