Kesehatan

Mengatasi Reaksi Alergi Parah (Anaphilaksis) Pada Anak

Terakhir diperbaharui

Mengatasi Reaksi Alergi Parah (Anaphilaksis) Pada Anak
Anaphylaxis merupakan reaksi alergi yang bisa mengancam keselamatan. Anaphylaxis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak memberi respon berlebihan pada penyebab alergi.
Kebanyakan reaksi alergi bersifat ringan, menyebabkan gatal, bintik merah, dan kadang bengkak. Semua reaksi ini disebabkan karena tubuh melepaskan zat kimia bernama histamin. Penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti dan reaksi alergi jarang sekali menjadi sangat parah. Bila berhubungan dengan pernafasan, reaksi ini bisa mengancam keselamatan yang disebut anaphylaxis. Anaphylaxis adalah kondisi darurat dan bisa terjadi sangat cepat.
Gejala reaksi alergi yang parah bisa berupa:
  • Mual, muntah, kram perut, dan diare.
  • Berkeringat.
  • Bintik merah, dan bengkak pada kulit, bibir, atau wajah.
  • Nafas mengeluarkan bunyi.
  • Kulit yang sangat pucat.
  • Detak jantung cepat.
  • Pusing atau hilang kesadaran.
Anaphylaxis yang parah pada bayi dan anak kecil jarang terjadi. Reaksi yang ringan, seperti bintik merah atau mulut serta bibir yang kesemutan lebih mungkin terjadi. Tapi alergi tidak bisa diprediksi dan beberapa anak yang hanya mengalami reaksi ringan bisa berlanjut menjadi gejala yang lebih serius seperti kesulitan bernafas.
Bunda, si kecil lebih beresiko mengalami anaphylaxis bila ia pernah mengalami reaksi serius sebelumnya atau ia memiliki asma. Bila anak pernah mengalami reaksi yang parah, ia hanya memiliki 8 persen kemungkinan mengalaminya kembali dalam setahun. Anaphylaxis merupakan kondisi fatal yang sangat jarang terjadi.

Penyebab Reaksi Anaphylaxis

Penyebab paling umum untuk anaphylaxis pada bayi dan anak adalah makanan seperti kacang, susu, ikan, kerang, atau telur. Obat seperti antibiotik, sengatan lebah, dan lateks jarang menyebabkan anaphylaxis pada anak.

Yang Harus Dilakukan Bila Anak Mengalami Anaphylactic Shock

Segera bertindak cepat jika anak mengalami reaksi alergi parah dengan:
  • Segera hubungi rumah sakit bila anak mengalami kesulitan bernafas atau menjadi sangat rewel serta lesu.
  • Coba tenangkan anak dengan berbicara padanya, dan tenangkan juga diri Anda.
  • Bila dokter telah memberi pengarahan untuk kondisi darurat, ikuti sarannya dengan hati-hati. Anda mungkin disarankan memberikan antihistamin atau adrenaline melalui injeksi bila reaksinya parah.
  • Bila Anda tidak yakin reaksi cukup parah untuk memberikan injeksi adrenaline, tetap berikan suntikan, karena ini tidak membahayakan anak. Bila anaphylaxis ditangani dengan adrenaline, kebanyakan pasien akan sembuh sepenuhnya dan tidak mengalami komplikasi jangka panjang.
  • Jangan buat anak muntah bila pemicunya makanan. Bila pemicunya sengatan lebah, buang sengatannya bila memungkinkan.
  • Bila anak Anda tidak sadarkan diri tapi bernafas, posisikan tubuhnya miring, pastikan satu kaki dan satu lengan menopangnya. Buka jalan udara dengan mengangkat dagunya. Lakukan nafas buatan bila nafas atau detak jantungnya berhenti.

Penanganan Anaphylactic Shock

Saat paramedis tiba, kemungkinan anak akan diobati di tempat dengan injeksi adranaline. Injeksi ini bekerja dalam beberapa menit dengan menaikkan tekanan darah anak, melegakan pernafasannya, dan mengurangi bengkak. Ia akan diberi masker oksigen untuk membantu pernafasan, dan cairan melalui infus untuk meningkatkan tekanan darah.
Anak kemungkinan masih harus dibawa ke rumah sakit untuk observasi selama 24 jam, untuk berjaga apabila gejala kembali muncul. Bila tidak, ia akan diobati dengan obat seperti antihistamin atau kortikosteroid melalui injeksi atau infus.
Anda perlu bertemu dokter agar anak bisa menjalani tes untuk memastikan alergi yang membuat anak sakit. Bila terbukti alergi, ia akan dirujuk ke spesialis alergi. Anda akan mendapat saran untuk membantu anak menghindari penyebab alergi. Anda akan ditunjukkan bagaimana menggunakan alat suntik adrenaline agar ketika merawat si kecil, Anda bisa menyuntikkan adrenaline segera bila muncul reaksi lain. Anda juga harus melakukan kunjungan lanjutan ke dokter.

Cara Melindungi Anak Dari Reaksi Anaphylaxis

Perlindungan terbaik adalah menghindari penyebab anak mengalami reaksi alergi serius, begitu juga mewaspadai resikonya. Dokter akan memberi saran lebih spesifik untuk alergi anak.
  • Makanan. Baca label kemasan makanan dengan seksama dan tanyakan apakah makanan mengandung bahan pemicu alergi saat di restoran atau rumah teman. Anda harus waspada dengan hal ini hingga anak bisa melakukannya sendiri.
  • Gigitan atau sengatan serangga. Cari area yang  bebas dari serangga sebagai tempat anak bermain dan jangan biarkan ia bermain tanpa alas kaki di luar ruangan. Anak sering tersengat ketika menginjak serangga, meski reaksi parah pada racun serangga pada anak kecil sangat jarang terjadi.
  • Bersiap. Selalu sediakan alat suntik adrenaline. Anda mungkin perlu membawa lebih dari satu alat suntik. Periksa tanggal kadaluwarsa adrenalin pen secara teratur.
  • Bertindak cepat. Meski Anda tidak yakin reaksi yang dialami anak adalah anaphylaxis, jangan tunggu semua gejala muncul. Segera berikan injeksi, karena ini bisa menyelamatkan nyawa anak. Bahkan bila anak sembuh dengan cepat dengan cara ini dan terlihat normal, tetap hubungi dokter. Anak Anda masih perlu diperiksa.
  • Memberitahu alergi makanan yang dimiliki anak. Biarkan orang yang bersosialisasi dengan anak tahu tentang alerginya untuk mencegah serangan alergi makanan. Langkah ini akan membantu ketika anak mengalami anaphylactic shock dan Anda tidak bisa menanganinya sendiri. Bila anak bermain bersama teman, beritahukan orang tua teman tentang alergi anak atau buatkan makanan yang aman yang bisa dibawa anak dan dibagikan kepada teman-temannya.
  • Bawa makanan sendiri. Ketika tidak yakin dengan keamanan makanan ketika anak keluar rumah, bawa cukup makanan yang bisa dinikmati bersama. Orang tua sering melakukan ini juga karena anak mereka pilih-pilih makanan.
  • Hindari penyebab alergi. Hanya dengan menyentuh makanan yang membuat anak alergi bisa menimbulkan iritasi, jadi segera bersihkan area di mana anak akan duduk. Jangan berasumsi meja dan kursi restoran sepenuhnya bersih. Untuk menghindari pemicu alergi makanan, bawa tisu pembersih dan bersihkan permukaan yang akan anak sentuh.
  • Cegah Gigitan Serangga. Bila anak alergi pada sengatan serangga, kenakan pakaian yang bisa melindunginya di luar ruangan, hindari pakaian atau perhiasan berkilau yang bsia menarik perhatian serangga dan tutup minuman yang manis.
  • Ajari orang-orang terdekat anak. Pastikan guru, orangtua teman, dan pengasuh tahu bagaimana menggunakan alat injeksi di kondisi darurat dan selalu sediakan alat injeksi yang dibawa anak yang siap digunakan kapan saja.
Bila anak sangat sensitif terhadap unsur tertentu, ada peningkatan kemungkinan alergi, jadi akan lebih baik untuk waspada. Yang perlu diingat, pada anak dengan sensitivitas tinggi, anaphylaxis masih sangat jarang dan diperkirakan hanya terjadi sekitar 30 reaksi anaphylactic per 100.000 orang.
Meski anak mengalami alergi parah, kebanyakan akan hilang ketika mereka beranjak besar. Dengan diagnosa yang tepat, langkah pencegahan, dan penanganan cepat, kebanyakan anak yang alerginya selalu diwaspadai, bisa hidup sehat dan bahagia.
(Ismawati)