Last update on .

Mengenal Masalah Pada Penis Bernama Fimosis

Penis tertutup oleh jaringan melingkar yang disebut kulup. Kulup ini longgar, bisa menutup atau memperlihatkan bagian kepala penis atau bukaan penis. Tapi kadang kulup terlalu ketat dan tidak bisa bergerak. Ketika ini terjadi, kulup akan menutupi kepala penis, menyebabkan kondisi yang disebut fimosis. Akibatnya, jaringan luka terbentuk pada kepala penis dan kulup tidak bisa ditarik dari kepala penis.

 

Tingkat keparahan fimosis bervariasi, pada kasus fimosis ringan, sebagian kulup bisa ditarik. Tapi pada fimosis berat, kulup tidak bisa ditarik sama sekali dan sepenuhnya menutup penis. Bila buah hati Bunda mengalami fimosis, dokter akan memberi rujukan ke spesialis.

 

Merawat Penis Bayi

Bila memutuskan untuk mengkhitan bayi Anda, prosedurnya kemungkinan dilakukan di rumah sakit pada hari kedua atau ketiga setelah bayi lahir, tapi bisa juga dilakukan pada minggu pertama setelah kelahiran. Setelah khitan, lapisan ringan sebagai kasa dengan jel petroleum diletakkan pada kepala penis.

 

Ketika bayi pipis, kain kasa akan terlepas. Beberapa dokter merekomendasikan menjaga kasa tetap bersih hingga penis sepenuhnya sembuh. Yang paling penting adalah menjaga area penis sebersih mungkin. Bila partikel atau kotoran masuk ke penis, perlahan lap dengan sabun dan air saat mengganti popok.

 

Bagian ujung penis akan terlihat kemerahan pada beberapa hari pertama setelah khitan, disertai bagian berwarna kekuningan. Keduanya mengindikasikan area penis dalam kondisi penyembuhan yang normal. Kemerahan dan sekresi kekuningan akan perlahan hilang dalam waktu satu minggu.

 

Bila kemerahan berlanjut, muncul bengkak, atau bagian kekuningan yang mengandung cairan, kemungkinan terjadi infeksi. Ini tidak sering terjadi, tapi bila Anda mencurigai terjadi infeksi, segera hubungi dokter anak.

 

Umumnya setelah pulih dari khitan, penis tidak membutuhkan perawatan tambahan. Biasanya masih ada bagian kecil kulup. Anda bisa menarik kulit ini perlahan tiap kali memandikan bayi. Pastikan bagian kepala penis selalu dalam kondisi bersih.

 

Bila khitan tidak dilakukan dalam 2 minggu pertama setelah bayi lahir (karena alasan medis), biasanya khitan ditunda selama beberapa minggu atau bulan. Perawatan lanjutan yang perlu dilakukan tetap sama kapanpun khitan dilakukan. Bila khitan perlu dilakukan setelah melewati periode baru lahir, anestesi umum digunakan dan dibutuhkan prosedur bedah yang lebih formal untuk mengontrol pendarahan dan jahitan pada pinggir kulit.

 

Bila tidak dikhitan, pada beberapa bulan pertama, Anda bisa bersihkan penis bayi dengan sabun dan air, seperti area popok lainnya. Awalnya kulup terhubung dengan jaringan ke kepala penis, Anda tak perlu berusaha menariknya. Juga tak perlu membersihkan penis dengan kapas atau antiseptik. Perhatikan saat bayi berkemih untuk memastikan lubang kulup cukup besar untuk urin mengalir dengan normal.

 

Ingat Bun, tidak dianjurkan menarik kulup agar ujung penis terlihat. Ketika anak bertambah besar, proses alami ereksi dan akumulasi sel kulit tua antara kulup bagian dalam dan kepala penis menyebabkan kulup perlahan terpisah dari ujung penis. Di usia 4 hingga 5 tahun kulup akan tertarik dengan mudah. Tapi bila ini tidak terjadi hingga pubertas, anak perlu menarik kulup setiap hari untuk membersihkan penis, kecuali ketika gejala infeksi dan iritasi terlihat.

 

Hubungi dokter bila aliran urin tidak konsisten, atau bayi mengalami rasa tidak nyaman ketika berkemih. Dokter akan memberi tahu bila kulup telah terpisah dan bisa ditarik dengan aman. Ingat, bila Anda memaksa menarik kulup sebelum waktunya, akan menyebabkan rasa sakit dan luka pada kulit. Setelah terjadi pemisahan, kulup bisa ditarik dan bersihkan perlahan ujung penis di bawahnya.

 

Saat anak tumbuh semakin besar, Anda perlu mengajarkannya berkemih dan membersihkan penisnya. Ajarkan cara membersihkan kulup dengan:

  • Perlahan menarik kulup ke bawah dari kepala penis
  • Bilas kepala penis dan lipatan dalam kulup dengan sabun dan air hangat
  • Tarik kulup ke belakang kepala penis.

 

Fimosis Fisiologis Dan Fimosis Patologis

Di negara seperti Amerika Serikat, sekitar 10 persen laki-laki lahir dengan kondisi fimosis. Persentase lebih besar lahir dengan fimosis lebih ringan, dimana hanya sebagian kulup yang bisa ditarik. Normalnya, ketika anak mencapai usia 16 tahun, ia bisa dengan mudah menarik kulupnya. Bila tidak, ada kemungkinan ia mengalami fimosis.

 

  • Fimosis Fisiologis

    Beberapa bayi laki-laki lahir dengan kondisi fimosis. Ini disebut fimosis fisiologis karena terjadi secara alami. Ketika janin berkembang, kulup melekat pada kepala penis. Gejala fimosis akan terlihat saat anak berusia sekitar 3 tahun.

     

    Beberapa tanda fimosis fisiologis antara lain:

    • Kulup tidak bisa ditarik ketika dibersihkan atau saat mandi
    • Kulup menggelembung ketika berkemih.

     

    Seiring waktu, kulup perlahan terlepas dari kepala penis. Karena terpisah dengan sendirinya ketika anak bertambah besar, fimosis tipe ini tidak membutuhkan pengobatan. Tapi bila anak memaksa menarik kulup, fimosis bisa bertambah parah.

     

  • Fimosis Patologis

    Anak mengalami kondisi yang memburuk ketika berat badannya bertambah. Ketika ini terjadi, disebut fimosis patologis. Biasanya ini terjadi setelah masa pubertas. Anak tidak bisa menarik kulup, sering kali akibat:

    • Kebersihan yang buruk. Perawatan kulup yang tepat bisa membantu mengatasinya.
    • Bengkak berulang pada kulup dan kepala penis. Kondisi ini disebut dengan istilah balantis.
    • Kulup mengalami luka, dan seiring waktu fimosis berkembang.

     

    Tanda fimosis patologis antara lain:

    • Ereksi yang terasa sakit
    • Kulup sepenuhnya menutup kepala penis
    • Rasa sakit pada kulup
    • Pendarahan
    • Infeksi berulang pada kandung kemih atau ginjal (infeksi saluran kemih)
    • Peradangan pada kulit kepala penis
    • Sulit berkemih atau aliran urin yang lambat.

     

    Penanganan fimosis patologis

    Fimosis patologis biasanya mudah ditangani dan jarang membutuhkan intervensi darurat. Beberapa bentuk penanganannya antara lain:

    • Steroid topikal. Penggunaan steroid topikal pada kulup jadi bentuk penanganan yang efektif. Steroid topikal perlu digunakan dua kali dalam sehari selama 4 sampai 6 minggu. Hingga 85 persen kasus fimosis ringan hingga menengah merespon dengan baik penanganan ini. Tapi penanganan dengan cara ini hanya bersifat sementara. Kadang, fimosis bisa muncul lagi beberapa bulan setelah pengobatan.
    • Preputial dilatation, yakni prosedur singkat dimana kulup dibuka dengan alat untuk bisa ditarik dengan mudah. Cara ini diterapkan pada anak yang kulupnya menggelembung dan fimosis dengan tingkat yang lebih ringan.
    • Bila kulup masih tidak bisa ditarik setelah menggunakan steroid topikal, dokter bisa menyarankan khitan. Pembedahan dibutuhkan untuk memotong kulup yang terperangkap. Prosedur khitan melepas balutan kulup yang mengkerut. Tapi setelah pembedahan, bisa terjadi komplikasi. Misalnya penis mengalami infeksi atau pendarahan, bahkan fimosis bisa kembali terjadi.

 

Fimosis Dan Kanker Penis

Bila mengalami fimosis, pria kemungkinan lebih berisiko terkena kanker penis. Kanker penis merupakan jenis kanker yang jarang terjadi pada kulit penis atau bagian dalam penis. Di Inggris, sekitar 550 pria terdiagnosa kanker penis setiap tahunnya. Kanker penis paling umum terjadi pada pria berusia lebih dari 60 tahun.

 

Pria perlu mewaspadai tanda dari kanker penis, antara lain:

  • Penis yang terasa sakit dan tidak sembuh dalam waktu 4 minggu
  • Penis mengeluarkan kotoran berbau tidak sedap
  • Pendarahan dari penis atau dari kulup penis
  • Perubahan warna kulit penis atau kulup
  • Penebalan kulit penis atau kulup yang membuat sulit menarik kulup (fimosis)
  • Ruam pada penis.

 

Bila mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter. Memang ada kemungkinan penyebabnya bukan kanker penis tapi pemeriksaan bisa memperjelas masalahnya. Diagnosa kanker penis yang terlambat menurunkan kemungkinan berhasilnya pengobatan.

 

Penanganan kanker penis akan bergantung pada ukuran area yang terkena dan tingkat penyebaran kanker. Misalnya, pada kasus carcinoma in situ (CIS), dimana hanya sel kulit penis yang terkena, penanganan biasanya menggunakan krim kemoterapi atau pembedahan laser untuk mengangkat area kulit yang terkena.

 

Penanganan utama untuk kanker penis yang bukan pada tahap paling awal antara lain melalui pembedahan, radioterapi, atau kemoterapi.

 

Cara Alami Mengatasi Fimosis

Gejala fimosis pada orang dewasa memang cukup mengganggu, seperti sulit atau rasa sakit ketika berkemih, ereksi, atau saat berhubungan seks. Pada kasus yang berat, kulup bisa terperangkap di belakang kepala penis dan membutuhkan pembedahan darurat (kondisi yang disebut Paraphimosis).

 

Fimosis pada orang dewasa bisa memicu beragam komplikasi. Pada kasus berat, pembedahan harus dilakukan, tapi hasilnya kadang tidak sesuai keinginan. Ada beberapa cara memulihkah fimosis secara alami dengan menggunakan obat herbal.

 

  • Latihan perenggangan untuk fimosis

    Untuk penanganan fimosis yang tidak melibatkan pembedahan, lakukan latihan perenggangan kulup. Latihan ini perlu dilakukan disertai obat alami lainnya. Tujuan latihan perenggangan fimosis adalah untuk merenggangkan kulit agar bisa bergerak tanpa halangan pada kepala penis. Latihan ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan tidak boleh dilakukan terburu-buru karena bisa menyebabkan cedera dan luka yang bisa membuat fimosis bertambah parah.

     

    Pertama, penderita fimosis perlu mengetahui ukuran bukaan kulup. Perlahan geser ujung kulup ketika penis lemas dan tarik menjauh dari tubuh. Coba letakkan satu jari pada bukaan kulup. Tak perlu memasukkan jari terlalu dalam karena tujuan memasukkan jari adalah menggantikan posisi kulup. Tidak memasukkan jari terlalu jauh juga untuk menghindari menyentuh kepala penis yang akan terasa sakit. Mulai renggangkan kulup. Tak apa bila hanya satu jari di lubang kulup, yang penting bisa merenggangkan kulup.

     

    Jangan renggangkan kulup hingga menimbulkan rasa  sakit, karena ini bisa menyebabkan luka dan kerusakan kulit, yang membuat fimosis bertambah parah. Latihan perenggangan untuk fimosis ini dilakukan selama 5 menit di pagi dan malam hari. Lakukan latihan ini selama seminggu penuh dan lihat hasilnya.

     

    Melakukan sesi latihan yang lama tidak banyak memberi pengaruh, karena perenggangan akan terjadi ketika sel kulit tumbuh. Latihan perenggangan fimosis bertujuan menstimulasi pertumbuhan kulit, bukan merenggangkan kulit. Jadi lebih penting melakukan perenggangan di sesi pendek tapi sering dibanding lebih lama tapi jarang. Jangan paksakan sesi latihan ini karena kulup bisa terjebak dan mengurangi aliran darah ke kepala penis.

     

  • Latihan perenggangan untuk fimosis saat mandi dan berkemih

    Prinsipnya sama, yaitu secara teratur melakukan perenggangan kulup di momen yang tepat. Saat mandi, kulup secara alami melonggar karena air mandi, sehingga mudah menarik kulup tanpa menimbulkan rasa sakit dan mengulanginya beberapa kali.

    Kebersihan kulup yang tepat, termasuk perlahan menarik dan membersihkannya selama mandi membantu mencegah fimosis patologis. Begitu juga mencoba menarik kulup selama berkemih, tapi jangan lakukan berlebihan karena berkemih menambah perenggangan. Ini hanya agar Anda memanfaatkan waktu ini untuk melatih perenggangannya.

     

  • Krim chamomile

    Ada beberapa obat herbal untuk fimosis yang menurunkan peradangan dan tidak memiliki efek samping seperti krim steroid. Chamomile terbukti sebagai anti peradangan dan mengontrol respon kekebalan serta efektif sebagai hydrocrotisone, bahan aktif pada krim steroid topikal.

     

    Krim chamomile bisa digunakan untuk kondisi peradangan kulit seperti psoriasis dan eczema. Kandungan anti peradangan pada chamomile bisa dimanfaatkan sebagai alternatif krim steroid untuk fimosis. Gunakan lotion atau krim chamomile pada kulup kapanpun Anda melakukan latihan perenggangan.

     

  • Minyak biji borage

    Minyak borage dibuat dari biji tanaman borage. Minyak ini kaya asam lemak omega dan asam linoleat. Asam linoleat telah lama terkenal dengan efek manfaat pada kulit dan digunakan pada banyak produk kecantikan anti penuaan. Kandungannya memberi keseimbangan kelembaban, mengangkat kerutan dan garis halus, serta meningkatkan elastisitas kulit. Minyak biji borage juga berfungsi sebagai anti peradangan dan digunakan pada banyak kondisi kulit seperti dermatitis, eczema, dan psoriasis.

     

  • Krim calendula

    Krim berbahan dasar calendula berasal dari bunga marigold. Calendula terbukti sebagai anti peradangan dan memiliki manfaat sama seperti hydrocortisone. Krim calendula efektif dalam mengobati dermatitis, kondisi peradangan pada kulit. Gunakan krim calendula pada kulup saat Anda melakukan perenggangan untuk mengurangi risiko peradangan.

     

  • Krim licorice

    Krim licorice adalah obat alami rumahan lain untuk fimosis karena krim ini mengatasi peradangan dan memiliki kandungan kekebalan mirip krim hydrocortisone. Penelitian membuktikan krim licorice jadi penanganan efektif untuk peradangan kulit, khususnya eczema, dimana krim steroid menjadi penangan medis standar. Kandungan anti peradangan yang membuat krim ini cocok untuk mengatasi fimosis.

     

  • Minyak kacang tamanu

    Tamanu merupakan minyak esensial yang memiliki kandungan anti peradangan dan terbukti membantu meregenerasi sel kulit. Kandungan aktif pada minyak ini adalah calophyllolide yang memiliki zat anti peradangan.

     

    Minyak ini juga populer untuk mengatasi luka dan noda pada kulit karena meningkatkan pertumbuhan kulit baru. Tamanu juga digunakan sebagai obat herbal untuk beragam kondisi kulit yang mengalami peradangan.

     

    Ini jadi kombinasi sempurna dan yang Anda butuhkan untuk mengatasi fimosis. Bila mengalami fimosis karena luka pada kulup, penanganan dengan herbal satu ini bisa jadi solusi yang tepat. Tapi beberapa orang mengalami iritasi pada kulit dan perlu menggunakan larutan minyak almond dan minyak bunga matahari sebelum menggunakan minyak kacang tamanu. Mereka yang alergi kacang perlu menghindari pengobatan ini.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Selalu gunakan krim anti peradangan untuk pulih lebih cepat
  • Lakukan latihan fimosis secara teratur
  • Untuk semua krim alami, pertama coba krim pada kulit yang kurang sensitif dibanding area pangkal paha untuk melihat reaksi alergi
  • Jaga penis tetap bersih karena infeksi lebih rentan terjadi bila menggunakan krim immunosuppressant
  • Bila kulup terasa sakit, jangan lakukan latihan perenggangan, biarkan kulup sembuh lebih dulu.
(Ismawati)