Keluarga

Menghadapi Anak Lebih Dekat Dengan Pengasuh

Terakhir diperbaharui

Menghadapi Anak Lebih Dekat Dengan Pengasuh

Zaman sekarang, pengasuh anak jadi semakin dibutuhkan. Ketika orangtua semakin sibuk mencari uang untuk keluarga, pengasuh anak biasanya menjadi orang yang bertanggung jawab mengurus dan merawat anak. Pada beberapa kasus, orangtua mungkin merasa kalau anak-anak mereka lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding dengan orangtuanya. Apa yang perlu Anda lakukan bila melihat anak lebih dekat dengan pengasuh?

 

Sangat wajar bila orangtua merasa sedikit cemburu terhadap pengasuh anak, terutama bila pengasuh punya hubungan yang baik dengan anak, atau telah merawat anak dalam waktu lama. Tapi tak ada yang bisa menggantikan cinta yang orangtua berikan untuk anak. Jadi selama Anda menjaga hubungan penuh cinta dengan anak, Anda akan selalu menjadi yang utama ketika anak ingin berbagi cerita saat sedang merasa down.

 

Mungkin ketika Anda pulang ke rumah dari kantor, anak tidak segera menyambut Anda, tapi ini tidak masalah. Anda perlu pahami kalau ini tidak berarti anak tidak mencintai Anda, ini hanya berarti anak merasa nyaman bersama pengasuhnya.

 

Sisi positif dan negatif saat anak dirawat pengasuh

Pengasuh anak merawat anak di rumah Anda sendiri. Ia bertanggung jawab menyediakan aktivitas dan makanan untuk anak. Anda juga bisa memintanya melakukan tugas ringan yang berhubungan dengan merawat anak.

 

Berikut ini sisi positif-negatif menggunakan jasa pengasuh anak untuk membantu Anda memutuskan apakah ini pilihan tepat untuk Anda.

 

  • Sisi positif dari pengasuh anak

    Pengasuh memberi perawatan anak di rumah, jadi ini mirip dengan jenis perawatan yang ia terima dari Anda. Ini berarti ia akan mendapat banyak perhatian dan stimulasi, dan akan membantu ikatan kedekatan dengan pengasuhnya.

     

    Anak yang diasuh di rumah membuat anak lebih mudah menyesuaikan diri saat Anda harus kembali bekerja. Ia bisa menikmati rasa aman di rumah dengan semua mainan dan rutinitasnya. Pengasuh si kecil kadang menjadi bagian dari keluarga dan bahkan tetap  bisa menjalin komunikasi dengan si kecil saat Anda sudah pulang kerja.

     

    Bila Anda bekerja di jam yang tidak tentu, pengasuh yang menginap di rumah akan lebih fleksibel. Akan lebih mudah mengantisipasi perubahan di detik-detik terakhir bersama orang yang tinggal di rumah yang sama. Anda bisa merasa tenang mengetahui pengasuh bisa menyediakan makan malam untuk anak dan menidurkannya bila Anda pulang kerja terlambat.

     

  • Sisi negatif pengasuh

    Satu kendala ketika menggunakan jasa pengasuh adalah masalah biayanya. Anda harus menggaji dengan nominal yang bervariasi.

     

    Anda juga akan menjadi majikan bagi pengasuh. Bila Anda belum pernah jadi majikan sebelumnya, Anda perlu pastikan bisa memenuhi semua tanggung jawab finansialnya. Anda juga perlu siapkan pengasuh pengganti bila pengasuh lama sakit, libur, atau tiba-tiba tidak bisa bekerja.

     

Perlukah merasa cemas ketika anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding dengan Anda sebagai ibunya?

Ingat Bunda, siapapun tak ada yang bisa menggantikan Anda. Ayah dan ibu merupakan sosok spesial bagi anak sehingga tak ada siapapun yang bisa menggantikanya. Secara alami, hubungan emosional antara orangtua dan anak sangat kuat. Selama Anda membangun ikatan cinta dengan anak, dengan membaca dan merespon petunjuk dan kebutuhannya, Anda akan selalu jadi orang pertama yang menerima pelukan dan ciumannya.

 

Meski begitu, banyak orangtua mengungkapkan rasa takut kehilangan tempat utama di kehidupan anak, serta mengalami perasaan yang sulit diatasi seperti cemburu, bersaing, dan merasa bersalah saat mereka memperkerjakan pengasuh untuk merawat anaknya. Sebaiknya waspadai emosi ini ya Moms, karena sikap seperti ini tanpa sadar bisa menimbulkan efek negatif.

 

Misalnya, reaksi ini bisa menciptakan jarak antara pengasuh dan Anda atau menempatkan anak pada posisi di mana  ia merasa mengkhianati Anda ketika ia menunjukkan rasa sayang kepada orang dewasa lain.

 

Efek positif anak lebih dekat dengan pengasuh

Sangat wajar bila Anda sesekali mempertanyakan posisi istimewa Anda di kehidupan anak. Anda mungkin tiba di rumah selepas bekerja, dan si kecil menolak menemui Anda karena lebih asyik bermain bersama pengasuhnya. Meski ini terasa tidak menyenangkan, ini tidak berarti si kecil lebih mencintai pengasuhnya daripada Anda.

 

Jangan lupa, ada aspek positif dari berbagi pengasuhan anak. Anak jadi belajar hal baru ketika mengembangkan hubungan yang dekat dengan orang lain, dan pengalaman kedekatan ini juga membantu mempersiapkannya percaya diri dan mampu bekerja sama dengan orang dewasa lain, seperti guru. Ditambah lagi, pengasuh anak bisa jadi partner yang baik untuk Anda. Daripada merasa terancam oleh keberadaan mereka, coba lihat ini sebagai karunia berharga. Anda bisa berbagi tentang cara untuk menenangkan anak, apa yang anak suka atau tidak suka, dan seterusnya.

 

Jangan merasa terancam melihat anak lebih dekat dengan pengasuh. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk mengumpulkan saran tentang pengasuhan anak yang bermanfaat. Coba bangun hubungan baik dengan pengasuh.

 

Cara berhenti menganggap anak lebih mencintai pengasuhnya dibanding mencintai Anda

Menyerahkan anak di bawah pengasuhan orang lain memang bukan hal yang mudah. Di satu sisi, Anda ingin anak aman dan dirawat dengan baik, serta menghabiskan waktu dengan pengalaman menyenangkan. Di sisi lain, ketika anak mulai terlihat cukup dekat dengan pengasuhnya, Anda merasa cemas kalau posisi Anda akan tergantikan oleh pengasuh.

 

Pernahkah Anda mengalami perasaan ini? Ketika si kecil mengantuk, kesakitan, atau lapar, ia tidak datang ke Anda sebagai ibunya. Tapi ia mencari pengasuhnya. Jadi bagaimana untuk kembali memperoleh ikatan emosional dengan anak? Bagaimana Anda bisa menghentikan perasaan kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding dengan Anda?

 

Sebenarnya saat anak dekat dengan orangtua bisa menjalin kedekatan dengan orang dewasa lain itu jadi tanda kalau perkembangannya sangat baik lho, Moms. Semakin banyak orang yang anak cintai dan semakin ia merasa dicintai, ia akan tumbuh menjadi anak yang  penyayang nantinya.

 

Berikut ini beberapa hal yang bisa membantu Anda ketika merasa anak lebih dekat dengan pengasuh:

 

  1. Bersabar selama masa transisi

    Bila kekhawatiran Anda timbul karena anak terlihat enggan meninggalkan pengasuhnya, ingat kalau masa transisi ini tidak pernah mudah bagi anak batita. Perilaku ini memberitahu Anda kalau ia bersenang-senang atau ia sangat menikmati kebersamaannya dengan pengasuh sehingga tidak ingin melepasnya.

     

    Kenali perasaan anak dengan mengatakan, “Bunda tahu Ade sedih karena harus pisah sama Mbak sekarang. Tapi sekarang waktunya Mbak pulang, besok Ade bisa main lagi sama Mbak.”

     

  2. Bangun hubungan yang sehat

    Anak akan merasa aman ketika mengetahui siapa orang yang bisa ia datangi untuk mendapat rasa nyaman dan tenang. Ketika orangtua memberi dukungan kepada anak untuk dekat dengan orang lain di kehidupannya, dunia anak jadi tempat yang lebih ramah.

     

  3. Bersyukur Anda menemukan orang yang mencintai anak Anda

    Anda beruntung si kecil punya orang dewasa yang ia cintai dan percaya selain Anda. Hubungan mereka bisa jadi sumber cinta dan dukungan yang bisa berlangsung seumur hidup. Pikirkan semua hal yang membuat Anda bersyukur memiliki pengasuh ketika Anda merasa cemburu. Anak jelas mencintai Anda, dan untungnya Anda memilih pengasuh yang disukai anak.

     

    Berlatih bersyukur karena ada pengasuh yang membantu menjaga buah hati Anda.  Tulis 5 alasan kenapa pengasuh melakukan pekerjaannya dengan baik. Lalu jangan lupa memberitahukannya pada si pengasuh. Ini akan membuatnya  merasa lebih senang menjalankan tugasnya.

     

  4. Sebisa mungkin menghabiskan quality time bersama anak

    Penting bagi anak untuk membangun kedekatan dengan ibunya. Ini membantu membangun dasar emosi yang stabil dalam hidupnya. Semakin dini ini terjadi, akan semakin baik.

     

    Apakah anak mencari Anda untuk mencari kenyamanan dan minta dipenuhi kebutuhannya saat tidak ada pengasuh? Apakah Anda punya quality time bersama? Bila ya, Anda tak perlu cemas kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding Anda karena Anda jelas bisa memenuhi kebutuhannya. Ini mungkin hanya fase yang harus dilewati.

     

    Beri libur ke pengasuh. Ambil alih tanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan anak seperti makan, mengganti popok, dan bermain. Ini mungkin awalnya terasa berat, tapi jangan cemas, semua ibu baru pasti bisa melakukan hal ini. Cari cara untuk membangun kedekatan dengan anak, seperti memeluknya atau membaca buku bersama. Lalu ulangi hal ini bila dibutuhkan.

     

    Pastikan saja, Anda berusaha untuk dekat dengan si kecil. Pelukan dan cinta jadi sangat penting untuk hubungan ibu dan anak. Selain itu, ini juga jadi hal manis setelah seharian Anda bekerja.  Ini membuat kerja keras Anda terbayar.

     

  5. Mempertegas Anda sebagai pengasuh utama anak

    Bila anak menolak ditemani Anda setelah pengasuh pergi. Anda perlu mempertegas posisi Anda sebagai pengasuh utama anak. Sebelum memulai proses ini, Anda perlu waktu untuk menganalisa hubungan pengasuh dan anak. Pengasuh tahu rutinitas anak dan cara menenangkannya. Habiskan waktu bersama keduanya agar Anda bisa mengenali tanda lelah, lapar, atau bosan. Sisihkan rasa bersalah atau cemburu yang Anda rasakan.

     

    Pelajari apapun yang Anda bisa dari pengasuh untuk memenuhi kebutuhan anak. Jangan coba mengambil kontrol darinya. Ciptakan lingkungan rendah stres dan menyenangkan agar anak menikmati waktu bersama Anda dan pengasuh.

     

  6. Semua tidak terjadi dalam waktu semalam

    Transisi ini butuh waktu, jadi bersabarlah. Ingat, Anda akan punya waktu 17 tahun lebih bersama anak di rumah untuk merekatkan kedekatan antara ibu dan anak. Lagi pula, hanya Anda yang jadi ibunya dan ini tugas Anda untuk membimbing anak ke masa dewasa dengan percaya diri dan cinta.

     

  7. Ungkapkan perasaan Anda pada teman, bukan pada anak

    Anak bisa bingung ketika melihat Anda kesal, terutama bila ini terjadi karena sesuatu yang ia lakukan atau yang tidak ia lakukan.

     

    Bila Anda merasa kecewa ketika anak menangis meminta bersama pengasuhnya dan menolak digendong Anda, tetap tersenyum dan simpan air mata untuk Anda sendiri. Hubungi teman dan ceritakan apa yang Anda rasakan lalu kembali ke anak dan lakukan usaha untuk merawatnya.

     

  8. Lihat sisi terangnya

    Jujur saja, pasti senang yaa kalau anak selalu merasa butuh Anda? Tapi bila dipikir lagi, bukankah bagus kalau anak juga dekat dengan orang selain Anda? Apakah Anda ingin anak selalu membuntuti Anda seharian hingga Anda menjadi jengkel? Tentu tidak, bukan? Ingat Moms, semakin mudah anak membangun kedekatan dengan orang yang bukan anggota keluarga saat ini, semakin mudah baginya untuk beradaptasi dengan sekolah, bertemu orang baru, dan nyaman di situasi sosial.

     

  9. Bangun rutinitas baru bersama anak

    Satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah memulai hal yang baru. Bila anak telah membangun rutinitas bersama pengasuhnya dan tidak ingin menyertakan Anda, coba bangun rutinitas baru hanya untuk Anda dan anak. Anda bisa beli buku untuk dibaca bersama, mencoba mainan baru, atau bila anak sudah lebih besar, Anda bisa mengajaknya pergi ke taman di sekitar rumah. Dengan begitu, meski bila Anda bukan orang yang ia pilih ketika ingin tidur atau mandi, Anda masih punya kesempatan untuk dekat dengan buah hati.

     

  10. Ingat, Andalah yang jadi ibunya

    Situasi ini bisa sangat menyakitkan, sehingga beberapa ibu merasa terancam dan khawatir tentang kemampuan mereka untuk menjadi ibu. Penting untuk diingat, Anda yang jadi ibunya selamanya. Jangan biarkan pengasuh membuat keputusan. Percaya diri pada peran Anda dan kemampuan Anda untuk menjadi ibu agar anak juga merasa yakin dan percaya pada Anda.

     

    Jadi sebelum Anda masuk ke rumah selepas bekerja, berhentilah sebentar untuk mengumpulkan keberanian. Ambil napas dalam dan ingatkan diri kalau Anda ibu yang baik, dan bisa memberi perawatan terbaik untuk anak. Ketika memasuki pintu rumah, tinggalkan semua kecemasan Anda dan berikan senyum terbaik untuk buah hati Anda.

     

  11. Berhenti merasa cemas

    Ketika menyerahkan anak ke pengasuh, Anda mungkin khawatir apakah pengasuh akan menyayangi anak seperti Anda menyayanginya. Tapi ketika kedekatan antara anak dan pengasuh terbentuk, Anda mulai cemas dan takut anak jadi lebih sayang dengan pengasuh dibanding Anda.

     

    Akan selalu ada hal yang dicemaskan ketika membesarkan anak. Percayalah, hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuknya. Lalu lepaskan rasa cemas dan katakan pada diri sendiri, “Sayalah ibunya dan saya yang paling baik dalam mencintainya.”

 

Agar lebih dekat dengan anak

Bunda, Anda bisa membangun kedekatan dengan anak untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengannya. Berikut ini beberapa cara untuk membangun kedekatan dengan buah hati, mulai sejak ia masih bayi:

 
  • Pahami arti tangisan bayi. Bayi menangis karena alasan tertentu, baik karena popoknya basah, waktunya menyusu, atau karena ia hanya ingin digendong. Cari tahu kenapa bayi menangis dan apakah tangisannya untuk mendapat perhatian dan kenyamanan. Ingat, Anda tidak akan membuat bayi manja dengan memenuhi kebutuhannya.
  •  
  • Tidak hanya bayi yang membutuhkan Anda bersikap responsif, batita dan anak yang lebih besar juga membutuhkan perhatian ini. Bila anak tersenyum, balas senyumannya. Lakukan kontak mata ketika Anda bicara. Ikuti panduannya ketika ia meminta Anda bermain bersamanya.
  •  
  • Senyum dan sentuhan untuk menunjukkan rasa sayang. Meski bila Anda stres di kantor, pulanglah ke rumah dengan senyuman untuk menunjukkan ke anak Anda senang bertemu dengannya. Pelukan dan ciuman serta perhatian fisik bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dan menurunkan efek hormon stres.
  •  
  • Ada ketika dibutuhkan. Baik untuk membantu menyusun balok atau mengambilkan potongan apel di dapur, usahakan Anda selalu ada untuk anak. Ini bisa berarti melakukan perubahan pada gaya hidup Anda, seperti menghindari gadget saat bersama anak.

(Ismawati)