Balita

Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku

Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku
Anak-anak menggigit kuku jari mereka dikarenakan beberapa alasan seperti rasa penasaran, bosan, penghilang stres, kebiasaan, atau meniru. Menggigit kuku paling sering dianggap sebagai kebiasaan yang dilakukan saat anak merasa gugup, termasuk juga menghisap jari, memelintir atau menarik rambut, serta menggertakkan gigi. Hal ini bisa berlanjut hingga anak beranjak dewasa.

Tumbuh semakin dewasa ternyata bisa membuat anak merasa cemas, dan tekanan ini sering kali tidak disadari oleh orangtua. Jika anak Anda menggigit kuku tanpa melukai dirinya dan tanpa sadar melakukannya seperti saat menonton televisi, atau ia menggigit kuku pada situasi tertentu seperti saat melakukan tes, ini hanyalah cara yang ia lakukan untuk mengatasi stres ringan dan Anda tak perlu mengkhawatirkannya. Anak Anda akan perlahan berhenti melakukannya dengan sendirinya. Namun, bila kebiasaan ini berlangsung lebih lama dari yang Anda kira dan jika ini adalah kebiasaan yang tidak bisa Anda tolerir, ada beberapa cara sederhana untuk membuat buah hati Anda berhenti melakukannya seperti berikut ini:

Tak Perlu Marah atau Menghukumnya

Anda mungkin tidak bisa berbuat banyak hingga keinginan untuk berhenti menggigit kuku muncul dari dirinya sendiri. Seperti halnya kebiasaan yang dilakukan saat seseorang merasa gugup, menggigit kuku cenderung dilakukan tanpa sadar. Jika anak Anda tidak menyadari apa yang ia lakukan, menghukum atau memarahinya hanya menjadi strategi yang sia-sia. Bahkan orang dewasa pun sulit untuk membuat dirinya berhenti melakukan kebiasaan ini.

Jika kebiasaan menggigit kuku sudah sangat mengganggu Anda, coba buat batasan seperti, “Kakak tidak boleh gigit kuku yaa saat makan malam.” Ini akan terdengar sebagai aturan yang masuk akal baginya. Yang paling penting adalah menjaga rasa tidak suka Anda jangan sampai meningkat menjadi emosi yang tak terkendali. Menahan rasa tidak nyaman selama Anda bisa lalu tiba-tiba meledak dengan teriakan “Berhenti gigit kuku, Bunda tidak suka!” akan membuat Anda semakin kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan kebiasaan ini dari si kecil.

Selama ia tidak menyakiti dirinya dan tidak terlihat stres, Anda hanya perlu memastikan kuku jarinya terpotong rapi, ingatkan ia untuk sering mencuci tangan, dan coba untuk tidak terlalu fokus pada perilaku ini. Memaksanya untuk berhenti hanya akan menambah stres dan perilaku ini akan semakin menjadi. Terlebih lagi, intervensi dari Anda seperti mengoleskan cairan dengan rasa tidak enak pada kuku jarinya akan terlihat sebagai hukuman baginya, meski Anda tidak bermaksud demikian. Semakin Anda tidak cerewet tentang kebiasaan ini, akan semakin besar kemungkinan ia berhenti dengan sendirinya, dan semakin mungkin ia merasa nyaman untuk meminta Anda membantunya.

Mengatasi Rasa Cemasnya

Respon awal orangtua saat anak melakukan sesuatu yang mengkhawatirkan adalah berusaha menghentikan perilaku tersebut, sebenarnya hal ini baik untuk tujuan jangka panjang. Tapi sebelum Anda melakukan hal itu, Anda perlu menangani penyebab perilaku ini muncul dan mencari tahu apakah si kecil mengalami stres yang perlu Anda atasi.

Jika Anda menduga ada beberapa penyebab yang membuat anak Anda cemas seperti pindah rumah, perceraian, sekolah baru, atau les Bahasa Inggris yang akan segera dimulai, lakukan usaha tertentu untuk membantunya membicarakan rasa cemas yang ia rasakan. Memang sih ini kadang lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Kata-kata seperti, “Oh, Bunda tahu nih, Kakak menggigit kuku karena lagi menajamkan kukunya, ya,” bisa membuatnya terpancing untuk menceritakan apa yang mengganggu perasaannya.

Tawarkan Alternatif

Tawarkan beberapa aktifitas pengganti. Misalnya, memberikan boneka kecil untuk dimainkan saat bepergian jauh atau batu kecil untuk ia pegang saat membaca buku. Biarkan anak Anda mencoba kebiasaan alternatif ini beberapa menit sebelum ia berangkat sekolah atau sebelum tidur.

Cari teknik relaksasi yang bisa dicoba saat ia merasa ingin menggigit kuku jarinya, misalnya dengan menarik nafas dalam, atau mengepalkan dan melepaskan tinjunya. Jika ia cukup besar, ajarkan bagaimana menggunakan alat kikir kuku dan letakkan benda ini di meja sisi tempat tidurnya atau di tempat yang terjangkau di kamar mandi.
Pastikan ia memiliki banyak waktu untuk bermain di luar rumah untuk menghilangkan rasa gugupnya. Membuat kerajinan tangan menjadi cara yang baik untuk membuat tangannya sibuk dan rileks di waktu yang bersamaan. Mempelajari cara memainkan alat musik juga bisa bermanfaat.

Beri Bantuan Saat Ia Ingin Berhenti

Jika teman-teman mengejeknya, ia mungkin siap untuk berhenti dari kebiasaan ini. Ia membutuhkan bantuan Anda untuk bisa melakukannya. Pertama-tama, bicarakan tentang ejekan yang ia terima dari teman-temannya. Lalu bujuk ia untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Tenangkan dirinya dengan mengatakan kalau Anda akan tetap menyayanginya meski kuku jarinya menjadi jelek karena sering ia gigit. Kemudian cari jalan keluar yang mungkin bisa dilakukan.

Bicarakan Cara untuk Menghentikan Kebiasaan Ini

Mulailah berdiskusi dengan anak Anda tentang kebiasaannya menggigit kuku dan cara untuk menghentikannnya. Anda bisa melakukannya dengan membaca buku bersama tentang perilaku ini. Selanjutnya, tentukan rencana Anda untuk menghilangkan kebiasaan ini. Apakah ia ingin Anda mengingatkan dirinya saat lupa, akankah hal itu membuatnya merasa jengkel? Anak-anak yang lebih besar cenderung lebih menyukai keterlibatan orangtua yang minimal.

Bantu Ia Menyadari Perilaku Ini

Bantu ia menyadari kapan dan dimana ia mengigit kuku. Buat persetujuan untuk memberinya tanda peringatan tersembunyi saat ia lupa, misalnya dengan tepukan pada lengan atau menggunakan kata sandi. Peringatan fisik membuat anak menyadari perilaku ini saat ia melakukannya. Langkah ini cukup membantu selama anak Anda yang memilih untuk melakukannya. Jika tidak demikian, hal ini akan terasa seperti sebuah hukuman baginya.

Mungkin ia merasa nyaman mengenakan perban atau cat kuku di jari-jarinya yang membuatnya sulit menggigit kuku. Tidak apa jika ia ingin menggunakan cat kuku tapi Anda perlu memeriksa label kemasannya. Beberapa larutan cat kuku mengandung bahan seperti cayenne pepper yang bisa terasa pedih saat anak menggosok mata. Bagi anak perempuan, kunjungan ke salon untuk melakuan manicure bisa membantunya berhenti menggigit jari.

Terus Mencoba

Bujuk anak Anda untuk mencoba berbagai solusi jika yang sebelumnya tidak berhasil. Ingatkan ia bahwa kebiasaan ini memang sulit dihentikan tapi Anda siap membantu untuk membuatnya berhenti melakukannya. Beri jeda waktu jika diperlukan. Pastikan anak Anda menerima cukup kasih sayang dan perhatian. Perlahan kesabaran dan ketekunan Anda akan terbayar.

Pada kasus yang jarang terjadi, mengigit kuku bisa menandakan rasa cemas yang luar biasa. Konsultasikan pada dokter jika anak Anda menggigit kuku hingga berdarah atau terluka, melakukan perilaku lain yang mengkhawatirkan seperti mencubit dirinya sendiri dan menarik-narik rambutnya, ia tidak bisa tidur dengan tenang, atau bila ia menggigit kuku secara tiba-tiba dengan intensitas yang semakin cepat. Pada kondisi seperti ini mungkin dibutuhkan konseling dari seorang yang profesional.

(Ismawati)