Last update on .

Panduan Keamanan Untuk Tempat Tidur Bayi

Tempat tidur bayi biasanya terbuat dari material seperti kayu atau logam, sebagian model ada yang  bisa dilipat. Beragam tipe tempat tidur bayi yang ada di pasaran. Tapi material yang digunakan memang dipilih dengan seksama sehingga tidak beracun dan tidak berbahaya bagi bayi.

 

Tempat tidur bayi dilengkapi dengan kasur serta sprei yang harus sesuai. Seprei yang longgar bisa membuat bayi tersangkut dan menyebabkan insiden sehingga harus dihindari dengan menggunakan kasur berkualitas baik dan pas dengan tempat tidur bayi.

 

Manfaat Tempat Tidur Bayi

Bunda, berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan tempat tidur bayi:

  • Tempat tidur bayi mengurangi kemungkinan anak mengalami cedera dibanding bila bayi tidur bersama ibu.
  • Tempat tidur bayi yang baik mendorong kualitas tidur yang baik. Sebaiknya tempatkan tempat tidur bayi di tempat yang tenang agar bayi bisa tenang saat tidur.
  • Tempat tidur bayi yang baik jadi tempat ideal untuk bayi. Tapi pilih tempat tidur bayi yang terbaik untuk memperoleh manfaat ini.

 

Fakta Menarik Tentang Tempat Tidur Bayi

Berikut beberapa fakta tentang tempat tidur bayi:

  • Ide tentang tempat tidur bayi muncul dari kayu yang berlubang di bagian tengahnya yang digunakan untuk mengayun bayi di abad ke-19.
  • Daripada membuang tempat tidur bayi yang sudah usang, Anda bisa mengubahnya menjadi alat rumah tangga yang bermanfaat. Anda bisa mengubahnya menjadi rak majalah. Ini akan menghemat uang daripada membeli rak majalah yang baru. Tempat tidur bayi bisa juga diubah menjadi gerobak kecil untuk didorong anak ketika main di luar rumah. Atau memfungsikannya sebagai rak piring untuk dapur Anda.

 

Mitos Aneh Seputar Tempat Tidur Bayi

Beberapa mitos juga muncul berkaitan dengan tempat tidur bayi yang diyakini sebagian orang sebagai kebenaran. Berikut beberapa diantaranya:

  • Beberapa orang percaya kalau bayi yang tidur di tempat tidur bayi akan tumbuh menjadi anak yang antisosial.
  • Kebanyakan bayi yang mati di usia awal tidur di tempat tidur bayi. Orang yang meyakini mitos ini beranggapan hal ini disebabkan oleh udara dingin dan rasa kesepian, yang keduanya tidak sepenuhnya benar.
  • Ada juga kelompok orang yang meyakini kalau bayi yang tidur di tempat tidur bayi tumbuh menjadi anak yang cerdas.

 

Membeli Tempat Tidur Bayi

Bayi sering kali menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidurnya dibanding di tempat lain, jadi selain kenyamanan, keamanan juga penting. Anda perlu memilih tempat tidur bayi yang kokoh karena kebanyakan anak tidur di tempat tidur bayi hingga tiba waktunya untuk pindah ke tempat tidur biasa, biasanya di usia 2 sampai 3 tahun.

 

Banyak ibu memilih memasang tempat tidur bayi beberapa bulan sebelum tanggal perkiraan melahirkan. Tapi jangan cemas bila bayi lahir sebelum tempat tidurnya siap. Bayi masih bisa tidur di keranjang bayi selama beberapa minggu setelah lahir.

 

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli tempat tidur bayi:

  • Yang stabil. Saat berada di toko perlengkapan bayi atau ketika tempat tidur telah terpasang di rumah, coba goyangkan. Bila goyang, kemungkinan tempat tidur tidak dirakit dengan benar. Meski ini juga bisa jadi tanda Anda perlu mencari yang lebih kokoh.
  • Yang hemat tempat. Orangtua dengan keterbatasan tempat lebih memilih tempat tidur mini atau portabel, yang keduanya tidak makan banyak tempat dibanding tempat tidur bayi pada umumnya. Beberapa ada yang bisa dilipat agar mudah disimpan ketika tidak digunakan, ada juga yang memiliki roda agar bisa mudah dipindah.
  • Ukuran rangka. Interior tempat tidur bayi harus memenuhi standar keamanan. Pastikan tidak ada jarak antara sisi kasur dan dinding tempat tidur bayi. Ini bisa menyebabkan bahaya karena bayi bisa terjepit di celah ini.
  • Ketebalan kasur bervariasi mulai dari 3 hingga 6 inci. Kepadatan kasur lebih penting dibanding ketebalannya. Kasur yang lebih berat berarti lebih padat dibanding yang ukuranya sama tapi lebih ringan.
  • Banyak desain tempat tidur bayi bisa diubah menjadi tempat tidur batita atau tempat tidur biasa. Pastikan ini mudah dilakukan dan Anda menyukai bentuknya.
  • Tempat tidur bayi dengan sisi yang bisa dibuka. Sebaiknya hindari model ini. Bagian sisi yang bisa dibuka-tutup telah jadi model yang umum tapi bisa menimbulkan risiko bahaya bagi bayi. Bila sisi tersebut longgar atau terlepas, bayi bisa terjebak dan kesulitan bernafas.
  • Tinggi kasur yang bisa disesuaikan. Kebanyakan tempat tidur bayi bisa disesuaikan tinggi kasurnya dengan menaikkan atau menurunkan penopang kasur. Waktu untuk menurunkan tinggi kasur adalah ketika anak mulai berdiri. Ketika anak mulai aktif, bergerak naik, dan berdiri, ia bisa memanjat dan terjatuh dari tempat tidur bayi.
  • Bantalan tempat tidur bayi. Lapisan bantalan yang digunakan pada bagian dalam jeruji tempat tidur bayi kadang masih disertakan dalam set tempat tidur bayi, tapi ini bisa berisiko SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi).
  • Tempat tidur bayi yang dibuat sebelum tahun 1974 lebih berisiko memiliki masalah keamanan dibanding model yang lebih baru. Tempat tidur bayi bekas juga kemungkinan mengandung cat timbal atau jeruji dengan jarak terlalu jauh. Jarak jeruji tidak boleh lebih dari 2 3/8 inci (seukuran kaleng soda) untuk mencegah kepala bayi tersangkut. Model yang dibuat di tahun 1991 juga bisa tidak aman, jadi bila Anda meminjam atau membeli yang bekas, perhatikan bahaya ini serta bagian pinggir yang tajam, baut yang menonjol, atau bagian yang pecah serta cat yang mengelupas.

 

Kebanyakan tempat tidur bayi model baru di pasaran telah memenuhi standar keamanan. Pastikan yang Anda miliki dirakit dengan benar. Banyak kasus dimana bagian tempat tidur bayi terlepas, bila ini terjadi kepala bayi bisa terjebak di celah antara kasur dan sisi jeruji.

 

Agar Bayi Tetap Hangat Dan Nyaman Di Tempat Tidur Bayi

Menjaga bayi tetap merasa hangat dan nyaman ketika tidur menjadi hal penting, tapi ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan untuk menjaga si kecil tetap aman. Permukaan tempat tidur, suhu tubuh, dan posisi tidur berhubungan dengan SIDS. Sehingga penting untuk mengetahui tentang praktik tidur yang baik, termasuk menjaga bayi merasa hangat untuk menurunkan risiko SIDS.

  • Sesuaikan suhu ruangan. Suhu ruang harus nyaman dan aman untuk istirahat bayi. Anda bisa membantu si kecil beristirahat dengan mengatur suhu ruang jadi lingkungan yang lebih sehat.
  • Gunakan kasur yang keras. Bayi harus tidur di kasur yang keras, bukan yang terlalu lembek. Kasur yang keras bisa menopang punggung, yang berkaitan dengan penurunan risiko SIDS. Bayi bisa tidur tengkurap setelah mampu berguling ke posisi telentang di usia 6 bulan. Jaga bayi tetap hangat di kasurnya dengan menggunakan seprei yang sesuai. Seprei tidak boleh longgar karena bisa menutup hidung dan mulut bayi dan meningkatkan risiko kehabisan nafas.
  • Letakkan tempat tidur bayi di area yang ideal. Posisi tempat tidur bayi mempengaruhi panas yang dialami bayi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suhu di ruangan ketika menempatkan tempat tidur bayi:
  • Tempat tidur bayi harus berjarak bebebarapa kaki dari jendela, kipas angin, dan pemanas agar tidak terkena langsung dengan udara dingin atau panas.
  • Jauhkan bayi dari gorden jendela, terutama bila gorden memiliki tali yang bisa tertiup angin. Tali ini berpotensi bahaya bagi bayi.
  • Panaskan tempat tidur bayi dengan botol berisi air panas. Anda bisa lebih dulu menghangatkan tempat tidur bayi bila cuaca terasa sangat dingin. Tempatkan botol berisi air panas di tempat tidur bayi selama beberapa menit sebelum meletakkan bayi. Pastikan Anda memindahkan botol panas sebelum meletakkan bayi di tempat tidur untuk mencegah kepanasan atau luka bakar.

 

Bila Memilih Tidak Menggunakan Tempat Tidur Bayi

Ada sejumlah alasan yang membuat sebagian orangtua tidak menggunakan tempat tidur bayi:

  • Tempat tidur bayi membatasi ruang gerak dan tidak membuat anak bebas bereksplorasi dengan lingkungannya. Padahal anak perlu bisa bergerak bebas di sekitar kamarnya.
  • Tempat tidur bayi tak sepenuhnya aman. Kita dilatih untuk meyakini kalau tempat tidur bayi adalah tempat paling aman untuk bayi tidur. Meski telah ditentukan standar keamanan tempat tidur bayi, masih tetap saja banyak bayi meninggal dunia tiap tahunnya akibat terjepit jeruji atau tersedak. Bahkan lebih banyak anak terluka ketika mereka mencoba memanjat keluar dari tempat tidur bayi. Belum lagi dengan bahan kimia yang digunakan pada perabot bayi. Dan banyak bukti ilmiah tentang kandungan yang disebut volatile organic compounds (VOCs) pada furniture, yang terkait dengan berbagai penyakit seperti asma, kanker, gangguan kekebalan, dan sebagainya, ketika terhirup meski pada konsentrasi rendah untuk waktu yang lama.
  • Anda tidak bisa mendekap bayi ketika ia ada di tempat tidur bayi. Kasur yang diletakkan di atas lantai akan jauh berbeda. Anda tidak bisa merangkak ke tempat tidur bayi dan memeluk dan menyusui bayi dengan nyaman bukan? Padahal seharusnya bayi berada dekat dengan ayah dan bundanya. Kasur pada lantai membuat aktivitas ini jadi lebih mudah.
  • Tempat tidur bayi bukan tempat yang menginspirasi bagi bayi. Tampilan tempat tidur bayi mirip sangkar atau penjara dengan jeruji. Ini bukan cara tepat untuk bayi melihat dunia barunya. Kasur yang diletakkan pada lantai membuatnya mengeksplorasi lingkungan secara visual.

 

Transisi Dari Tempat Tidur Bayi Ke Tempat Tidur Biasa

Bunda, tempat tidur bayi biasanya digunakan selama 24 bulan. Pada waktunya, si kecil tidak lagi aman dan nyaman tidur di tempat tidur bayi. Kapan waktu terbaik untuk beralih ke tempat tidur biasa?

 

Tidak seperti beberapa perkembangan tumbuh-kembang anak, seperti belajar potty training atau mulai makan makanan padat, berpindah dari tempat tidur bayi ke tempat tidur biasa tidak memiliki tanda yang menunjukkan kesiapan anak. Satu hal yang mendesak adalah faktor keamanan. Aturan umumnya, orangtua harus memindahkan bayi dari tempat tidur bayi ke tempat tidur biasa sebelum ia bisa memanjat keluar dari tempat tidurnya sendiri dan kemungkinan menyakiti dirinya.

 

Tapi berikut ini beberapa indikator kalau bayi Anda harus pindah ke tempat tidur biasa:

  • Anak mengerti konsep batasan keamanan. Bila yang pertama anak lakukan ketika berada di tempat tidur biasa adalah memanjatnya, berarti ia belum siap. Kemungkinan tidur Anda juga tidak akan tenang bila memindahkan si kecil sebelum ia mengerti konsep ini. Jeruji pada tempat tidur bayi menjadi batasan gerak yang sangat jelas bagi anak.
  • Anda tidak masalah bila anak tidak diawasi. Tentu Anda telah mangamankan rumah agar aman untuk si kecil. Tapi coba pikirkan, apakah Anda merasa nyaman bia anak bangun di tengah malam, atau sebelum Anda bangun di pagi hari? Bila jawabannya tidak, berarti ia masih harus tidur di tempat tidur bayi.
  • Anak memanjat keluar dari tempat tidur bayinya. Anak mulai memanjat keluar dari tempat tidur bayi di usia berbeda, tapi ketika ia bisa melakukannya, keamanan jadi masalah utama.
  • Anak yang meminta pindah tempat tidur. Bila anak terlihat tertarik pada konsep tidur di tempat tidur sendiri, dan Anda merasa nyaman, tak ada salahnya mencoba.
  • Anak tidak lagi menyukai tempat tidur bayinya. Mungkin karena teman atau kakaknya tidur di tempat tidur yang lebih besar. Tapi ketika si kecil mulai tidak suka dengan tempat tidur bayinya, waktunya untuk menyediakan tempat tidur yang lebih besar.

 

Yang perlu diingat adalah anak harus siap tidur di tempat tidurnya sendiri. Beberapa orangtua melakukan kesalahan dengan menempatkan anak di tempat tidur yang lebih besar sebelum anak siap karena tempat tidur bayi akan digunakan oleh calon adik. Jangan lakukan ini, karena tidak hanya menimbulkan masalah saat transisi tapi si kecil juga akan menganggap adiknya merebut tempat tidur bayinya.

 

Memudahkan Transisi Dari Tempat Tidur Bayi Ke Tempat Tidur Biasa

Setelah merasa sekarang waktu yang tepat, Anda perlu memutuskan jenis tempat tidur yang nyaman untuk anak. Beberapa orangtua menggunakan kasur dari tempat tidur bayi di lantai untuk sementara agar mempermudah masa transisi. Ada juga yang menggunakan tempat tidur balita yang biasanya memiliki ketinggian lebih rendah, berbentuk mobil, istana, atau bentuk menarik lainnya. Apapun tempat tidur yang Anda pilih, biarkan anak membantu memilih seprei, sarung bantal, dan keperluan tidur lainnya. Sertakan juga mainan favorit di tempat tidurnya.

 

Setelah tempat tidur tiba di rumah, jangan heran bila si kecil tidak mau tidur di sana. Ada baiknya Anda memindahkan tempat tidur bayi dari kamar anak ketika tempat tidur barunya tiba. Akan sulit bagi anak untuk memilih antara tidur di tempat tidur bayi atau tidur di tempat tidur balita. Bila Anda tidak menyediakan pilihan ini, akan lebih mudah baginya. Selain itu, bila tempat tidur bayi tidak lagi terlihat, biasanya anak tidak lagi mengingatnya.

 

Pada masa transisi akan sangat membantu bila Anda mengikuti kegiatan menjelang waktu tidur yang rutin. Rutinitas ini bisa berupa membacakan cerita, ngobrol tentang aktivitas anak, atau berdoa.

 

Ritual menjelang waktu tidur juga bisa membantu anak tidak merasa dihukum. Setelah menguasai kemampuan baru seperti berhenti menggunakan popok, botol susu, atau berpindah dari tempat tidur bayi ke tempat tidur biasa, anak akan merasa bangga mencapai prestasi ini. Jadi meski anak segera mau tidur di tempat tidur barunya atau butuh waktu lebih lama, pahami kalau ia sedang mengambil langkah maju dalam perkembangannya untuk menjadi lebih mandiri.

(Ismawati)