Kehamilan Dibaca 2,632 kali

Penasaran Bagaimana ASI Diproduksi? Baca di Sini!

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 11 Oktober, 2018 08:10

Penasaran Bagaimana ASI Diproduksi? Baca di Sini!
Bila Bunda sedang hamil pasti sadar akan adanya perbedaan ukuran payudara Anda dibandingkan sebelum hamil dulu. Perubahan fisik ini biasanya berupa bengkak dan lebih gelapnya warna pada puting dan areola.

 

Kondisi lain yang menandakan payudara Anda siap untuk menyusui adalah semakin besarnya dan semakin terlihatnya benjolan di sekitar areola, biasanya ini mulai terlihat pada trimester pertama. Benjolan ini disebut glands of Montgomery atau Montgomery's tubercles. Minyak yang dihasilkan benjolan ini menjadi pelumas bagi puting dan membantu mencegah puting kering, pecah, dan infeksi ketika Anda menyusui.

 

Hal paling menakjubkan yang terjadi adalah perubahan ukuran payudara Anda. Perkembangan plasenta menstimulasi pelepasan hormon estrogen dan progesteron, yang kemudian menstimulasi sistem biologis kompleks yang memungkinkan terjadinya produksi ASI.

 

Sebelum hamil, payudara Bunda terdiri dari jaringan pendukung, kelenjar ASI, dan lemak pelindung. Jumlah lapisan lemak bervariasi pada tiap wanita, dan bagian inilah yang menjadi penyebab perbedaan ukuran dan bentuk payudara.

 

Payudara telah mempersiapkan dirinya untuk kehamilan sejak Anda berbentuk embrio yang berusia 6 minggu di rahim ibu Anda. Saat Bunda lahir, pembuluh ASI utama telah terbentuk, yakni saluran yang dirancang untuk mengalirkan ASI melalui payudara. Kelenjar ASI mengalami perubahan pada masa pubertas, ketika aliran estrogen menyebabkan pertumbuhan dan pembengkakan payudara.

 

Ketika bayi lahir, jaringan kelenjar akan melebar, ukuran payudara berubah ke ukuran terbesar yang pernah Anda miliki. Tiap payudara beratnya bisa mencapai 1,5 pound. Pembuluh bercabang menjadi saluran lebih kecil di dekat dinding dada yang disebut ductule. Pada tiap ujung ductule ada kantong menyerupai buah anggur yang disebut alveoli. Kumpulan alveoli disebut lobule, kumpulan lobule disebut lobe. Tiap payudara memiliki antara 15 hingga 20 lobe, dengan satu pembuluh ASI pada tiap lobe.

 

Karena hormon prolaktin, alveoli mengambil protein, gula, dan lemak dari persediaan darah dan menghasilkan ASI. Jaringan sel di sekitar alveoli menekan dan mendorong ASI ke ductule, kemudian menuju ke pembuluh yang lebih besar. Sistem pembuluh ASI menjadi penuh selama trimester kedua, jadi Anda bisa memproduksi ASI untuk bayi meski ia lahir prematur.

 

Produksi ASI secara penuh terjadi dalam 48-96 jam setelah bayi lahir. ASI akan keluar lebih awal pada ibu yang melahirkan kedua kalinya. Tingkat estrogen dan progesteron menurun dan di waktu yang sama tingkat prolaktin meningkat. Hormon kelenjar di bawah otak memberi signal ke tubuh untuk menghasilkan banyak ASI untuk menutrisi bayi.

 

Ketika tubuh siap untuk proses laktasi, darah terpompa ke alveoli, mengakibatkan payudara penuh dan tegang. Pembuluh darah yang bengkak dan pembesaran di jaringan payudara, ditambah ASI yang melimpah, bisa membuat payudara terasa sakit, tapi sering menyusui pada beberapa hari pertama akan membantu mengatasi rasa tidak nyaman ini.

 

Selama beberapa hari pertama menyusui, bayi akan menerima zat yang tinggi protein dan rendah lemak bernama kolostrum. Anda akan merasakan bocoran zat kental kekuningan ini selama beberapa minggu akhir kehamilan, bahkan pada trimester kedua pada beberapa wanita.  ASI pertama ini dihasilkan karena sel di pusat alveoli larut dan mengalir melalui pembuluh ASI ke puting. Kolostrum mengandung antibodi pelawan penyakit yang disebut immunoglobulin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.

 

Untuk bisa dinikmati bayi, ASI harus dilepaskan dari alveoli internal. Prosesnya berawal ketika bayi menghisap puting, ia menstimulasi kelenjar di bawah otak untuk melepaskan oksitosin dan prolaktin ke aliran darah. Ketika ASI mencapai payudara, oksitosin menyebabkan sel di sekitar alveoli yang dipenuhi ASI berkontraksi dan tertekan. Ketika bayi menghisap, kombinasi kompresi puting dan areola serta tekanan negatif yang dilakukan bayi dengan menghisap, bersamaan dengan refleks dari pelekatan, menghasilkan ASI mengalir langsung ke mulut bayi.

 

Selama beberapa hari pertama menyusui, Anda akan mengalami kram di rahim ketika bayi menghisap. Ini menandakan hormon oksitosin membantu mengerutkan rahim untuk kembali ke ukuran sebelum hamil. Hormon yang sama menyebabkan rahim berkontraksi selama persalinan. Bunda akan merasa tenang, puas, dan menikmati saat menyusui. Memang tak salah jika oksitosin dianggap sebagai hormon penuh cinta. Anda juga akan merasa haus dan mengantuk sebagai tanda kalau bayi menstimulasi payudara dengan tepat.

 

Ketika aliran ASI meningkat, kontraksi alveoli yang terisi ASI bisa menciptakan sensasi geli, rasa terbakar, atau tersengat pada payudara. ASI bisa memancar atau menetes selama pelekatan. Jika ini terjadi pada waktu yang tidak nyaman, coba silangkan lengan di depan payudara, lakukan tekanan lembut untuk menghentikan alirannya. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang tubuh produksi, dan ini merupakan proses yang mengagumkan, seperti halnya kehamilan Anda.

 

Ada beberapa langkah penting untuk menciptakan pengalaman menyusui yang sukses, salah satunya dengan melakukan pelekatan yang tepat. Wajar jika Anda merasa tidak nyaman pada puting di beberapa hari pertama, tapi tenang saja Bun, puting Anda tidak akan rusak. Pelekatan yang baik membuat sesi menyusui terasa nyaman untuk Anda dan bayi. Jika bayi tidak melakukan pelekatan dengan tepat, hanya bagian puting, tidak di areola yang masuk ke mulutnya, ini akan menimbulkan rasa sakit. Jika bayi pelekatannya baik, ia akan mampu mengambil kolostrum dari payudara dengan lebih mudah. Minta bantuan segera jika terasa sakit saat bayi menghisap.

 

Bayi kadang sangat mengantuk di beberapa hari pertama. Bayi merasa sangat nyaman untuk terlelap di dekapan ibu. Jika bayi melakukan pelekatan, beberapa kali menghisap, lalu tertidur, ia tidak akan bisa meminum kolostrum, dan payudara Anda tidak terinstruksi untuk menghasilkan ASI. Pada akhirnya, ASI keluar lebih lambat, berat badan bayi banyak berkurang, dan ia menjadi lebih rewel. Jadi bayi harus tetap terjaga dan Anda harus menstimulasinya supaya ia tetap menghisap dan menelan. Usap kepala atau kakinya, naikkan lengannya, atau pijat punggungnya agar ia tidak tertidur.

 

Selama beberapa hari setelah lahir, sebisa mungkin, baringkan bayi di dada Anda, perutnya menempel di perut Anda. Ketika kulit bayi menyentuh kulit Anda, ini menjadi isyarat baginya untuk lebih sering menyusu. Ketika bayi berdekatan dengan Anda, ia bisa membantu dirinya melakukan pelekatan sebelum menangis. Akan lebih mudah bagi ibu maupun bayi melakukan pelekatan ketika bayi tenang.

 

Bayi yang disusui sangat sering di beberapa hari pertama, misalnya lebih dari 8 kali dalam 24 jam, akan berdampak baik pada ketersediaan ASI, berat badan bayi tidak akan banyak berkurang, dan kemungkinan ia tidak terkena penyakit kuning. Jangan ragu untuk menyusui ketika ia merasa tertarik, misalnya ketika ia menjulurkan lidahnya, meletakkan tangan di mulut, mengunyah ujung selimut, atau ingin menghisap, meski jika ia baru saja disusui.

 

Semakin sering Anda menyusui, semakin cepat ASI akan keluar. Sering menyusui di beberapa hari pertama akan membantu Anda menghasilkan ASI di bulan-bulan berikutnya. Memang ini cukup melelahkan tapi sebanding dengan hasilnya, Anda akan memiliki banyak ASI dan bayi yang sehat.

(Ismawati)