Balita Dibaca 4,213 kali

Pengaruh Musik Klasik pada Otak Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya
Pengaruh Musik Klasik pada Otak Bayi
Sebagai orangtua, Bunda tentu akan melakukan apa saja untuk membuat anak Anda memiliki perkembangan otak yang pesat. Jadi ketika Anda mendengar bahwa musik klasik dapat membuat si kecil menyukai matematika, tentu Anda tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk memutarkan lantunan irama klasik untuknya meski Anda lebih menyukai musik bergenre pop atau dangdut.

Mendengarkan musik klasik disebut-sebut bisa menenangkan bayi Anda dan membuatnya juga menyukai jenis musik ini nantinya. Pada beberapa saat, kebanyakan orangtua dan calon orangtua meyakini kebenaran efek Mozart. Efek Mozart menyatakan bahwa memperdengarkan musik klasik pada bayi, meski saat bayi masih ada di dalam kandungan, dapat meningkatkan IQ dan aspek lain dalam perkembangan kognitif mereka.

Efek Mozart pertama kali diteliti pada tahun 1993 oleh ilmuwan pada Universitas California di Irvine, dan direplikasi oleh kelompok yang sama di tahun 1995. Penelitian ini sebenarnya tidak langsung melihat efek musik klasik karya Mozart pada bayi. Namun, tes dilakukan untuk mengukur kemampuan hubungan spasial pada dua kelompok mahasiswa.

Hasil eksperimen tersebut menemukan bahwa mahasiswa yang sebelumnya mendengarkan sonata Mozart selama beberapa menit dapat melakukan tes lebih baik daripada mahasiswa lain yang melakukan tes setelah mendengarkan jenis musik yang berbeda atau tidak mendengarkan musik sama sekali.

Efek Mozart pada mahasiswa ini hanya berlangsung sementara yaitu selama 15 menit dan masih menjadi sebuah perdebatan. Meskipun demikian, efek Mozart dianggap memberikan banyak keuntungan dan bisa mengurangi masalah kesehatan fisik dan mental.

Dugaan bahwa bayi akan menjadi lebih pintar jika mereka mendengarkan musik klasik terlahir dari penelitian ini. Bahkan pernah terjadi, pemerintah Georgia memerintahkan untuk memberikan CD musik klasik yang berisi sonata yang didonasikan pihak Sony pada bayi baru lahir saat mereka meninggalkan rumah sakit.

Meski terjadi sentimen yang populer, bukti bahwa mendengarkan musik klasik membuat siapa saja menjadi lebih pintar semakin melemah. Penelitian yang diterbitkan di Forbes mengungkapkan ide bahwa musik klasik dapat menyembuhkan masalah kesehatan dan membuat bayi lebih pintar tidak memiliki dasar yang kuat, meski diyakini kalau mendengarkan sonata Mozart dapat memacu otak untuk mengerjakan tugas matematika.

Para peneliti di Appalachian State University tidak mampu menduplikasi hasil dari efek Mozart dan menemukan kalau kehadiran atau ketiadaan musik klasik tidak secara signifikan mempengaruhi performa siswa dalam menjalani tes. Para peneliti di Appalachian State University juga menepis kebenaran dari apa yang dinamakan efek Mozart, yang mengklaim adanya peningkatan intelegensi sementara yang diperoleh setelah mendengarkan piano sonata yang ditulis oleh komposer terkenal Mozart. Memainkan musik klasik untuk bayi tidaklah membuat mereka lebih pintar, tapi mendengarkan musik jenis apapun, termasuk musik pop, dapat membantu anak Anda berkembang dalam banyak hal yang penting.

Penelitian lanjutan menemukan bahwa musik klasik dapat meningkatkan kemampuan anak prasekolah dalam tugas melipat dan memotong kertas. Tapi anak-anak ini juga menunjukkan kemampuan yang sama setelah mereka mendengarkan cerita atau mendengarkan musik untuk anak. Performa mereka bergantung pada seberapa besar mereka menyukai musik atau cerita yang dibacakan, bukan pada musik klasiknya. Kondisi ini sejalan dengan  teori “enjoyment arousal” yang mempengaruhi kemampuan mereka.

Artikel yang ditulis oleh seorang ilmuwan bernama Marian Diamond, mengungkap bahwa setiap jenis “enriched environments” dapat meningkatkan perkembangan otak. Diamond melakukan penelitian pada tikus dengan menciptakan lingkungan nyaman bagi tikus. Ia  melengkapi kandang tikus dengan mainan dan tikus lain sebagai teman tikus pertama.

Otak tikus ini menunjukkan kepadatan sel yang lebih besar dan jaringan yang lebih kompleks antar neuron dibandingkan otak tikus yang tinggal sendirian dalam kandang yang membosankan. Peneletian terkait menunjukkan memainkan musik secara berulang pada bayi tikus dapat menyebabkan pertumbuhan neural yang sama di korteks auditori mereka.

Tren penelitian terbaru menghasilkan rekomendasi bahwa mempelajari musik dapat meningkatkan IQ anak daripada sekedar mendengarkannya. Satu hal yang menjadi jelas sekarang, melakukan aktifitas bersama bayi yang membuatnya merasa senang akan sangat bermanfaat dan menguntungkan.

Musik merupakan bagian esensial bagi siapa saja. Musik mampu memberi kesenangan dan kebersamaan. Pengenalan dini pada suara yang bisa bayi apresiasi membantu mereka tumbuh bersama nilai estetika, sehingga mereka bisa mengapresiasi semua bentuk seni dan menyentuh spirit kemanusiaannya.

Berikut ini beberapa alasan lain yang menjadikan musik sebagai bagian penting pada kehidupan bayi sejak ia lahir:

  • Musik membantu dalam mengingat, yang dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca. Lagu dan irama musik biasa digunakan untuk mendukung kesehatan memori pada orang di berbagai usia.

  • Musik membantu membangun semua bagian otak. Hal ini karena mendengarkan musik melibatkan kedua belah otak sekaligus, yaitu melatih bagian otak yang berhubungan dengan bahasa dan juga bagian yang memproses angka.

  • Musik dapat mengubah mood si kecil. Saat ia rewel, menyanyikan lagu lucu dapat membuatnya tersenyum.

  • Musik dapat menenangkan. Jika mendekati waktu tidur, lagu pengantar tidur dapat membuat bayi terlelap. Anda dapat mendownload atau membeli kumpulan lagu tapi lagu yang dinyanyikan oleh ayah atau bundanya adalah yang terbaik.

  • Musik dapat mendorong kepekaan pada ritme, terutama ketika melibatkan nyanyian, bertepuk tangan, dan menari.

Mulailah menyanyikan lagu untuk bayi Anda, lagu apapun. Karena ini bukanlah masalah kata yang keluar dari mulut Anda, tapi tentang irama yang buah hati Anda dengar. Jangan khawatir bila Anda tak menghapal semua liriknya, si kecil tak akan menghakimi Anda. Lakukan juga beberapa tips berikut ini:

  • Letakkan radio, mp3 atau CD player di kamar bayi agar musik tersedia kapanpun sepanjang hari.

  • Nyalakan radio dan menarilah bersama bayi di gendongan Anda.

  • Pukul panci, kotak, atau wadah apapun yang bisa dijadikan drum. Jika bayi Anda sudah bisa duduk, nyalakan musik, dan tunjukkan padanya bagaimana memukul drum sesuai irama.

  • Beli mainan musik seperti piano mini untuk dimainkan si kecil.

  • Perkenalkan bayi pada lagu dengan sair serta gerakan tangan seperti “Topi Saya Bundar” atau lagu mengenal anggota tubuh.

Ide yang sangat baik bila Bunda memperkenalkan si kecil pada jenis musik yang berbeda. Semua genre musik memiliki efek yang positif. Memvariasikan jenis musik dapat membuat semuanya menjadi menarik baginya.

Anda tak pernah tahu, si kecil mungkin mulai menyukai komposer tertentu. Pilihan musik Anda tak mesti terbatas pada jenis musik tradisional, karena ada beberapa jenis musik yang tidak sesuai dan kurang menyenangkan bagi telinga kecilnya.

Yang perlu Bunda perhatikan:

  • Jangan memainkan musik terlalu keras, dan hindari musik yang terdengar semraut.

  • Gunakan musik yang memiliki melodi dan ritme dasar, tapi variasi pada tempo akan membuat musik jadi lebih menarik.

  • Cobalah menari bersama musik yang Anda dengar, jangan lupa ikut sertakan si kecil.

(Isma)