Balita

Pola Makan yang Tepat Untuk Ibu Menyusui

Terakhir diperbaharui

Pola Makan yang Tepat Untuk Ibu Menyusui

Bunda pasti pernah dengar saran yang mengatakan kalau ibu menyusui perlu menjaga pola makan sempurna untuk menghasilkan ASI berkualitas, bukan? Ternyata itu mitos, Moms. Ibu menyusui dengan kondisi nutrisi yang buruk sekali pun bahkan bisa menghasilkan ASI dengan kualitas yang cukup.

 

Berikut ini hal yang perlu Anda tahu tentang  hubungan antara pola makan dan menyusui:

 

  1. Persediaan ASI Anda kemungkinan besar tidak terpengaruh oleh pola makan

    Sering kali, apa yang ibu makan dan minum tidak mempengaruhi produksi ASI. Penentu utama persediaan ASI Anda adalah seberapa sering dan seberapa baik payudara Anda dikosongkan. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Bahkan ibu dengan kondisi kelaparan bisa terus menyusui selama bertahun- tahun.

     

    Beberapa ibu merasakan perubahan persediaan ASI ketika makan makanan tertentu yang dikenal sebagai booster ASI, seperti pepermint, mint, jahe, atau oat. Meski tidak ada penelitian yang menilai kebenarannya.

     

    Juga tidak ada bukti kalau ibu yang minum lebih banyak cairan dapat meningkatkan persediaan ASI. Ibu disarankan untuk minum cairan ketika merasa haus. Penting untuk dipahami ya Bun, minum alkohol saat menyusui secara negatif mempengaruhi persediaan ASI dan refleks pengeluaran ASI.

     

  2. Anda membutuhkan lebih banyak kalori

    Memproduksi ASI membutuhkan kalori lebih banyak. Jadi ketika Anda menyusui, Anda akan merasa lebih lapar dibanding bila Anda tidak menyusui. Bila makan sesuai rasa lapar, Anda kemungkinan mendapat tambahan kalori yang Anda butuhkan.

     

  3. Keseluruhan komposisi ASI tidak terpengaruh

    Keseluruhan lemak, laktosa, dan kandungan protein di ASI tidak terpengaruh oleh pola makan. Karena kandungan energi ASI ditentukan oleh konsentrasi makronutrisi ini, bukan oleh pola makan.

     

  4. Makan lebih banyak ikan bagus untuk otak bayi

    Jumlah lemak yang Anda makan tidak mempengaruhi jumlah keseluruhan lemak di ASI. Tapi, jenis lemak yang Anda makan memiliki efek pada jenis lemak di ASI Anda. Jadi bila Anda ingin ada lebih banyak asam lemak omega 3 di ASI, makanlah lebih banyak makanan dengan kandungan ini. Jenis asam lemak ini penting untuk otak dan perkembangan mata.

     

  5. Mineral di ASI sangat tidak berhubungan dengan pola makan

    Mineral di ASI tidak berhubungan dengan pola makan ibu. Tapi pola makan bisa mempengaruhi konsentrasi yodium di ASI. Karenanya wanita hamil dan menyusui dianjurkan untuk minum suplemen yodium.

     

  6. Suplemen vitamin B12 atau vitamin D mungkin dibutuhkan

    Pola makan ibu bisa mempengaruhi konsentrasi vitamin di ASI. Tapi rata-rata pola makan biasanya memberi Anda jumlah vitamin yang cukup.  Dua vitamin yang dibutuhkan dalam bentuk suplemen termasuk:

     

    • Vitamin B12

      Ibu yang vegetarian bisa kekurangan vitamian B12. Ini membuat ASI kurang kandungan vitamin B12. Bicara pada dokter bila Anda mengira Anda membutuhkan suplemen vitamin B12.

       

    • Vitamin D

      Paparan sinar matahari yang teratur membantu menurunkan risiko kekurangan vitamin D. Bayi yang menyusu biasanya berisiko kekurangan vitamin D jika:

      • Memiliki kulit berwarna gelap
      • Ibunya kekurangan vitamin D
      • Menerima terlalu sedikit sinar matahari.

      Konsultasikan ke dokter bila Anda merasa membutuhkan suplemen vitamin D.

       

Sebagian kecil bayi bereaksi terhadap makanan di pola makan Anda. Secara umum tidak ada makanan yang perlu dihindari oleh ibu menyusui. Tapi sebagian kecil bayi yang menyusu ASI menunjukkan tanda sensitivitas pada makanan dengan bereaksi pada makanan yang ibu makan.

 

Tapi pada kebanyakan kasus, bayi yang sensitif pada makanan biasanya tidak menunjukkan tanda ketika eksklusif menyusu, tapi mulai menunjukkan tanda signifikan setelah mulai makan makanan yang memicu reaksi.

 

Bila bayi secara medis terdiagnosa sensitif terhadap makanan, dengan menghindari makanan tersebut, Anda bisa terus menyusui bayi. Bila Anda khawatir bayi sensitif terhadap makanan tertentu, minta saran dari ahli nutrisi atau dokter spesialis.

 

Pola makan mempengaruhi bakteri di ASI

Semakin banyak penelitian dilakukan tentang pentingnya jenis bakteri di usus dan kesehatan secara menyeluruh.

 

Bayi mendapat lebih dari sekedar nutrisi dari ASI. Bayi juga menerima prebiotik dan probiotik serta pelindung kekebalan yang penting lainnya. Bila Anda punya lebih banyak bakteri bermanfaat di ASI, ini bisa berarti Anda melepas lebih banyak bakteri bermanfaat (probiotik) ke bayi melalui ASI. ASI dari ibu yang mengalami obesitas cenderung mengandung komunitas bakteri berbeda dibanding ASI dari ibu dengan berat badan normal.

 

ASI selalu berubah sesuai kebutuhan bayi

ASI berubah dari hari 1 ke hari 7 lalu ke hari 30 dan seterusnya. Perubahan juga terjadi dari awal ke akhir menyusui. Bahkan ASI dari ibu yang  memiliki bayi prematur berbeda dengan ASI dari ibu dengan bayi yang lahir cukup umur.

 

Dengan kata lain, perubahan ASI terjadi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Komposisi di ASI juga berubah bergantung apakah ibu punya bayi laki-laki atau bayi perempuan. Begitu juga ASI dari ibu yang makan banyak variasi nutrisi pada tiap waktu makan setiap hari bisa berbeda dengan ASI ibu yang makan makanan siap saji setiap waktu makan.  Meski ASI ibu berbeda bergantung pada kebutuhan individual bayi, ASI tetap sangat berbeda dengan susu formula.

 

ASI penting untuk bayi Anda

Rata-rata makan ibu bisa memberi nutrisi melimpah yang dibutuhkan ASI agar memenuhi kebutuhan bayi. Anda tidak perlu pola makan sempurna untuk memproduksi ASI berkualitas. Tapi makan dengan baik akan membuat Anda merasa lebih baik.

 

Diet saat menyusui

Banyak wanita berhasil menurunkan berat badan selama menyusui. Tapi bila Anda memutuskan melakukan diet, penting untuk memperhatikan hal berikut:

 
  • Jangan lakukan diet lebih awal dari 2 bulan setelah melahirkan.
  •  
  • Kekurangan nutrisi bisa memicu kekurangan vitamin di tubuh, seperti vitamin A, D, B6, dan B12 yang sangat penting untuk perkembangan mental dan fisik bayi.
  •  
  • Efek samping yang sering terjadi akibat diet adalah penurunan kekuatan. Sebagai akibatnya, Anda tidak bisa memberi perhatian dan perawatan yang dibutuhkan bayi.
  •  
  • Penurunan berat badan harus bertahap. Maksimal sebanyak 0,45 kg per minggu. Jika tidak, banyak racun berkumpul di sel lemak yang akan masuk ke darah dan ke ASI.

 

Makan sehat penting untuk semua orang

Anda bisa makan hampir apa saja bila Anda berhati-hati. Ada pendapat semakin bervariasi nutrisi ibu, semakin sedikit masalah pencernaan dan alergi yang akan dialami bayi. Anak yang minum ASI menjadi terbiasa dengan makanan ibu yang bervariasi  dan tubuhnya perlahan menerimanya. Bunda, Anda bisa makan hampir semuanya, tapi ini berarti apa saja dalam kategori makanan yang sehat. Makanan siap saji dan mengandung pemanis serta alkohol, harus dihindari ibu menyusui.

 

Prinsip makan sehat baik untuk siapa saja tapi terutama penting untuk ibu baru. Jika setelah bayi lahir seluruh keluarga menjalankan pola makan yang baik, ini akan memberi manfaat besar untuk tiap orang.

 

Untuk mengetahui reaksi bayi pada makanan yang Anda makan, Anda bisa mulai membuat diary makanan. Tuliskan makanan yang Anda makan selama satu hari dan reaksi bayi terhadap makanan ini. Dengan melakukan ini, Anda bisa tahu pasti apa yang baik untuk bayi dan mana yang harus dihindari dari makanan Anda.

 

Bagaimana seharusnya ibu menyusui makan?

  • Kandungan kalori harian harus ditingkatkan menjadi 500 sampai 600 kcal dibanding pola makan biasa. Tapi bila Anda belum mencapai angka ini, tidak akan mempengaruhi tubuh. Produksi ASI membutuhkan peningkatan konsumsi energi, jadi tambahan kalori akan mudah habis.
  •  
  • Ibu menyusui dianjurkan sering makan dalam porsi kecil untuk menyediakan persediaan nutrisi yang konstan untuk tubuh. Tidak perlu menerapkan jadwal makan khusus. Cukup makan sesuai selera makan Anda. Ada baiknya Anda juga makan cemilan. Di awal, bayi butuh banyak waktu di payudara, jadi Anda bisa merasa lapar selama atau segera setelah menyusui.
  •  
  • Piramida makanan klasik menyertakan sereal, daging, ikan, sayuran, dan buah. Tapi semakin banyak variasi makanan akan semakin baik. Tidak ada batasan atau larangan makanan tapi ada beberapa jenis makanan yang perlu Anda lebih waspadai.
  •  
  • Ibu menyusui harus minum banyak cairan. Sekitar 4 liter sehari biasanya cukup tapi bila Anda tidak ingin minum, jangan paksakan diri. Tiap wanita memiliki kebutuhan cairan berbeda bergantung berat dan konstitusi tubuh.

 

Bila ibu tidak mengalami alergi makanan, maka bayi kemungkinan juga tidak mengalaminya. Kadang, reaksi yang muncul akibat produk makanan tertentu tidak berbahaya, misalnya beberapa variasi ikan atau daging. Memperhatikan reaksi bayi akan membantu menghindari masalah jangka panjang. Sebagai aturan umum, ibu menyusui secara perlahan memperluas variasi makanan dan setelah 6 bulan Anda bisa makan apapun yang diinginkan. Organisme tubuh bayi beradaptasi terhadap hal baru dan menjadi bisa mencernanya.

 

Apakah makanan pedas aman bagi ibu menyusui?

Di beberapa negara, ibu terbiasa makan makanan pedas dan ini tidak menyebabkan perubahan drastis pada pola makan selama menyusui. Tidak ada bukti kalau bayi menjadi bergas atau rewel saat ibu mneyusui mengonsumsi makanan pedas. Yang terbaik adalah tetap menjalankan pola makan yang sehat dan bervariasi,  dan hindari makanan yang cenderung membuat Anda merasa tidak nyaman.

 

Tidak seperti susu formula, ASI berubah rasanya sesuai makanan yang Anda makan. Misalnya, bila Anda makan bawang putih, ASI bisa memiliki rasa yang sama dan si kecil akan menyukainya juga.

 

Para ahli bahkan menganggap ini sebagai cara untuk memperkenalkan rasa makanan padat ke bayi. Anda membantu bayi mengembangkan indera perasa untuk siap memulai makanan padat. Tapi rasa manis dari gula alami pada ASI akan mendominasi rasanya.

 

Anda bisa tahu kalau bayi sensitif terhadap makanan pedas ketika menyusui dengan melihat reaksinya. Ia bisa:

  • Rewel setelah menyusu
  • Sedikit tidur
  • Menangis lama
  • Terlihat tidak nyaman
  • Terbangun tiba-tiba
  • Nafas berbunyi
  • Reaksi pada kulit
  • Ada lendir atau warna hijau pada feses.

 

Tapi, tanda ini tidak menjadi indikasi respon terhadap makanan pedas, karena bisa jadi indikasi alergi terhadap makanan seperti produk susu atau jagung pada makanan Anda.

 

Bila Anda makan makanan pedas ketika menyusui dan melihat gejala ini, hindari makan makanan pedas selama satu minggu dan perkenalkan nanti untuk melihat perilaku bayi. Beberapa bayi menjadi rewel bila ibu makan makanan pedas sehingga sebaiknya tidak berlebihan. Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan dokter untuk meminta saran.

 

Bolehkan ibu minum minuman dingin selama menyusui?

Tidak hanya di saat hamil, ibu baru sering menerima saran ini selama menyusui padahal tidak ada dasar ilmiahnya. Saran ini biasanya datang dari orang tua, untuk tidak minum minuman dingin selama menyusui karena bisa membuat bayi pilek. Ini tidak benar sama sekali, beberapa wanita juga diminta tidak mandi air dingin karena juga bisa menyebabkan masalah yang sama. Saran ini tidak memiliki penjelasan rasional.

 

Bila ibu minum minuman dingin selama menyusui tidak akan membahayakan bayi atau membuatnya pilek. Ini karena infeksi virus tidak ditularkan melalui ASI. Tapi bila ibu menularkan infeksi ke bayi, ini karena penularan terjadi melalui tetesan cairan tubuh dan virus tertular ke bayi bahkan sebelum gejala terlihat pada ibu.

 

Tidak ada alasan untuk ibu tidak menyusui bila ia sakit, mengalami pilek atau batuk karena tidak akan mengubah komposisi ASI. Mungkin satu-satunya waktu di mana ibu tidak bisa menyusui bayinya adalah ketika menjalani pembedahan karena alasan medis.

 

Jadi tidak ada hubungan antara konsumsi minuman dingin dan perubahan komposisi ASI. Yang penting adalah minum banyak cairan selama menyusui. Selain itu, makanan yang kaya protein dibutuhkan ibu menyusui. Tapi tidak perlu makan terlalu banyak protein selama laktasi, cukup 400 kalori tambahan. Minum satu gelas air jeruk dingin di siang hari yang panas tidak akan membahayakan ibu serta bayinya.

 

Mitos seputar pola makan ibu menyusui

Ada banyak pemahaman keliru tentang menyusui yang membuat ibu bingung. Mana yang benar dan mana yang salah? Berikut ini penjelasannya:

 

  1. Makan untuk dua orang

    Selama hamil, tubuh wanita mengumpulkan kandungan bermanfaat untuk janinnya. Lemak tersimpan pada area pinggang, perut, dan bawah lengan. Setelah melahirkan, ibu menyusui biasanya kembali ke berat badan normal di akhir tahun pertama atau selama tahun kedua usia bayi.

     

    Jangan membuat diri Anda haus dan lapar. Ingat, ini bukan tentang kuantitas makanan, tapi kualitasnya. Di sisi lain, makanan bervariasi akan cukup menutrisi untuk ibu dan bayi. Anda tidak perlu makan banyak untuk bisa menyusui. Yang perlu Anda lakukan adalah makan makanan sehat.

     

  2. Semakin banyak ibu minum semakin banyak ASI yang diproduksi

    Salah. Minumlah sebanyak yang Anda mau. Akan selalu ada cukup ASI untuk bayi. Ditambah lagi, bila ibu minum cairan hangat 10 sampai 15 menit sebelum menyusui, maka tingkat hormon oksitosin akan meningkat dan menyebabkan ASI lebih mengalir. Ini tidak berarti akan ada lebih banyak ASI, tapi memudahkan bayi untuk menghisap ASI. Teh yang dicampur susu juga tidak mempengaruhi laktasi.

     

  3. Kacang meningkatkan laktasi dan membuat ASI lebih berlemak

    Secara umum, komposisi ASI biasanya konstan, apapun makanan yang dikonsumsi ibu. Tidak mungkin meningkatkan kandungan lemak pada ASI dengan makanan. Konsumsi kacang tidak meningkatkan kandungan lemak di ASI tapi mengubah komposisi lemak, membuat ASI lebih kental, karenanya lebih sulit untuk dihisap bayi.

     

  4. Bawang putih dan makanan pedas membuat rasa ASI tidak enak

    Rasa ASI bisa bervariasi tapi tidak berarti bayi akan menolak menyusu di payudara. Jadi sebenarnya Anda tidak perlu berhenti makan makanan pedas. Penelitian tentang hal ini membuktikan bayi tidak menolak minum dari payudara ibu.

    (Ismawati)