Balita

Potty Training Untuk Si Jagoan Kecil Bunda

Potty Training Untuk Si Jagoan Kecil Bunda
Mengajari si kecil untuk buang air di potty sebaiknya jangan dilakukan dengan terburu-buru. Peralihan yang dialami si kecil dari menggunakan popok menuju potty merupakan perubahan besar dalam diri buah hati Anda.

Hal ini pastinya membutuhkan waktu dan kesabaran Anda, tak hanya itu kesadaran dan motivasi kuat dari dalam diri si kecil sangatlah diperlukan agar potty training ini berhasil.

Sebenarnya tak ada acuan mutlak mengenai patokan umur kapan si kecil harus memulai potty training nya. Anda mungkin harus melihat keadaan buah hati Anda, karena tidak semua balita memulai kegiatan potty training nya diwaktu yang sama.

Bahkan penelitian membuktikan bahwa anak laki-laki cenderung memerlukan waktu lebih lama untuk beralih dari popok pada potty jika dibandingkan dengan anak perempuan.

Kebanyakan orangtua mulai melatih anaknya buang air di potty ketika buah hatinya mulai berusia 18 bulan. Memang pada usia tersebut kemampuan fisik dan kognitif mereka tengah berkembang dan juga kemampuan tubuhnya dirasa cukup mampu mengendalikan otot-otot kandung kemih dan perut ketika ingin buang air.

Namun pada sebagian balita mungkin akan berbeda. Jadi ada baiknya jika Anda memperhatikan dulu kesiapan fisik dan mental buah hati Anda sebelum memutuskan melakukan potty training padanya. Berikut tanda-tanda bahwa buah hati Anda telah siap melakukan potty training pertamanya:

  • Tanda si kecil siap secara fisik
    • Buang air kecil cukup banyak pada satu waktu.
    • Frekuensi buang air kecil tidak sering. Paling tidak ada masa kering sekitar 2 jam yang menandakan otot kandung kemihnya sudah cukup mampu untuk mengatur waktu buang air nya. 
    • Waktu untuk buang air besar dapat diprediksi.
    • Si kecil sudah mampu berjalan dan berlari.
  • Tanda si kecil siap secara sikap
    • Si kecil terlihat sudah mampu menarik celananya ke atas dan ke bawah.
    • Mampu duduk diam selama 2 sampai 5 menit.
    • Tertarik pada kebiasaan mandi orang disekitarnya.
    • Si kecil mulai merasa tidak enak mengenakan popok yang basah atau kotor.
    • Mulai memberikan tanda atau bicara pada Anda ketika ia ingin buang air misalnya memegang-megang perutnya, jongkok atau menggerutu.
    •  Buah hati Anda terlihat mulai ingin mandiri.
    • Tidak protes ketika belajar menggunakan potty.
  • Tanda si kecil siap secara kognitif
    • Buah hati Anda mulai memahami sinyal fisik kapan ia harus pergi ke toilet dan memberitahu Anda bahwa ia ingin pergi ke toilet.
    • Memahami mengapa ia harus pergi ke toilet.
    • Memiliki kata-kata khusus untuk buang air kecil dan besar.
Jika Anda melihat si kecil mulai menunjukan ciri-ciri yang disebutkan di atas tadi berarti dia sudah siap untuk medapatkan latihan potty pertamanya. Agar potty training ini berhasil, Anda harus disiplin dan konsisten dalam menetapkan aturan-aturan yang dibuat pada si kecil, sehingga dia terbiasa dengan kegiatan tersebut. Anda bisa mengikuti beberapa tips jitu agar buah hati Anda cepat berhasil melakukan potty training tanpa harus memaksanya.

 

1. Siapkanlah Peralatan Yang Tepat

Hal ini sangat penting ketika Anda mulai memberikan potty training pada si buah hati. Pastikan ia nyaman dengan potty nya. Para ahli menyarankan agar para orangtua menyediakan potty yang dikhususkan untuk anak-anak. Hal ini akan memudahkan buah hati Anda menjalani latihannya.

Selain lebih nyaman, hal ini lebih aman bagi si kecil. Kebanyakan balita tak mau melakukan potty training dikarenakan takut terjatuh jika menggunakan potty regular. Anda juga harus berhati-hati dengan potty yang menggunakan urine guard yang biasa terdapat pada potty untuk anak-anak. Potty semacam ini cukup berbahaya untuk alat kelamin jagoan kecil Anda, jadi belilah potty tanpa urine guard agar lebih aman.

 

2. Sediakanlah Underwear Yang Menarik

Untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaaan memakai popok, sediakanlah underwear yang menarik perhatiannya. Mungkin Anda bisa memilihkan underwear dengan gambar atau tokoh super hero idolanya. Sehingga buah hati Anda dengan senang hati meninggalkan popok kesayangannya dan mulai beralih menggunakan underwear

 

3. Bantulah Anak Anda Merasa Nyaman Di Toilet

Buatlah suasana yang nyaman di toilet, sehingga anak tak segan untuk masuk toilet. Mungkin Anda bisa mendekorasi toilet sesuai dengan tokoh kartun atau pahlawan super idolanya. Sehingga anak merasa nyaman dengan suasana toilet. Di sini Anda juga bisa sembari mengajarinya mengenai apa saja yang harus ia lakukan ketika mulai memasuki toilet.

 

4. Biarkan Dia Melihat Dan Belajar

Si kecil belajar dengan melihat perilaku Anda di rumah. Jadi biarkan buah hati Anda melihat bagaimana cara-cara yang tepat ketika ia berada di kamar mandi untuk buang air besar atau kecil. Sabarlah untuk membimbing dan mengajari si kecil karena hal ini akan membutuhkan waktu yang lama agar bisa berhasil.

 

5. Ajarkan Dia Untuk Duduk Segera ketika memasuki toilet

Ajarkanlah si kecil untuk segera duduk ketika ia akan buang air besar. Buah hati Anda harus mengerti bahwa ketika ia buang air besar sangat mungkin jika ia pun akan buang air kecil disaat yang bersamaan. Hidarkan si kecil duduk terlalu lama di toilet. Apalagi jika dia terlihat senang bermain-main dengan air atau barang kesayangannya yang lain di toilet.

 

6. Rayakan Keberhasilannya

Jika si kecil berhasil melakukan buang air besar atau kecil dengan sempurna di potty, berikanlah sedikit kesempatan istimewa seperti mengijinkan si kecil menonton acara kesukaannya atau memberikannya buku-buku baru untuk pengantar tidurnya.

 

7. Jangan Pernah Menyerah

Bila si kecil masih belum berhasil melakukan potty training nya dengan sempurna setelah beberapa waktu lamanya. Jangan pernah menyerah. Teruslah berusaha. Kesabaran dan ketekunan Anda sangat dibutuhkan dalam mengajari si kecil untuk dapat buang air secara benar dan tepat di potty.

(Wati)