Balita Dibaca 8,010 kali

Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 0-4 Tahun

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 13 November, 2018 04:11

Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 0-4 Tahun
Semua bayi yang terlahir di dunia ini pasti merasakan proses berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya menerima respon, si kecil juga perlahan belajar untuk menanggapi respon.

Coba perhatikan, bagaimana sang buah hati membelalakkan matanya saat mendengar suara Bunda atau cemberut saat melihat orang kesayangannya menjauh. Meski begitu butuh waktu sedikit lebih lama bagi anak untuk dapat membuat suatu ikatan persahabatan atau merasa nyaman dengan kehadiran orang baru dalam hidupnya.

Nah, berikut Ibupedia akan mencoba menjelaskan tahapan apa saja yang nantinya akan dilalui si kecil dalam usahanya mengembangkan kemampuan sosialnya.

Bayi

Usia 0-3 bulan

Dalam beberapa hari setelah lahir ke dunia, interaksi pertama bayi kemungkinan besar adalah melakukan kontak mata dengan Anda, berceracau, dan membuat ekspresi muka tertentu. Dalam jangka waktu dua bulan, si kecil akan mulai menunjukkan senyum pertamanya dan mencoba menirukan mimik muka yang Bunda tunjukkan. Nah jadi jika ingin ia menunjukkan ekspresi bahagia maka sering-seringlah tersenyum agar ia juga cepat meniru!

Usia 3-6 bulan

Pada usia ini, bayi Anda sudah dapat mengenali dan merespon ketika namanya dipanggil. Ia pun juga merasa senang saat harus berinteraksi dengan orang baru. Ketika diharuskan untuk berpisah sebentar dengan orang-orang yang ia sayangi, bayi pun perlahan memahami konsep tersebut.

Beberapa bayi cenderung lebih memiliki jiwa sosial dibanding yang lainnya. Ada yang mudah sekali tersenyum pada orang asing, ada juga yang hanya terpaku memandang wajah orang tanpa tersenyum. Apabila bayi Bunda menunjukkan sedikit sekali ketertarikan terhadap orang lain, maka jangan buru-buru cemas atau memaksanya untuk lebih banyak bergaul dengan anak tetangga.

Kemungkinan besar si kecil hanya kurang pengalaman mengenai interaksi sosial di luar hubungannya dengan Bunda dan suami. Pelan-pelan, kenalkanlah ia dengan orang-orang lain mulai dari sahabat, tante, hingga teman-teman sebayanya.

Usia 6-9 bulan

Bayi Anda mulai menunjukkan rasa enggan berpisah dan cemas apabila harus berjauhan dengan Bunda. Pasalnya, ia lebih memilih dekat dengan wajah-wajah yang familiar dan menunjukkan rasa aman. Pada usia ini, bayi suka sekali apabila diajak main cilukba, jadi sesekali lakukan permainan ini ketika ia mulai terlihat bosan. Bayi usia 6-9 bulan juga mulai tertarik dengan tingkah laku bayi lain. Ia menunjukkan rasa penasarannya dengan cara menatap, menarik, hingga menggelundung ke arah teman sebayanya.

Usia 10-12 bulan

Bayi Anda mulai merasa senang dengan kehadiran anak lain di taman bermain, namun ia belum berani mengajak anak lain bermain bersama. Bayi lebih suka melihat apa yang dilakukan oleh bayi lainnya sembari berusaha menirukan apa yang dilihatnya. Sayangnya, rasa enggan berpisah dengan Bunda pun perlahan semakin meningkat dan membuatnya semakin cemas apabila harus berhadapan dengan orang asing.

Nah, untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial anak, Anda dapat mendaftarkannya ke playgroup atau mengajaknya ke pertemuan Ibu dan anak di kota Bunda. Berkumpul dengan teman sebaya perlahan akan mengajarinya cara berkomunikasi dengan orang lain sejak dini.

Batita

Usia 13-18 bulan

Kini bayi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mampu berbicara yang tentunya penting bagi perkembangan kemampuan sosialnya. Meski begitu, ia masih merasa nyaman dengan parallel play atau sekedar melihat anak lain bermain lantas meniru apa yang anak lain lakukan. Pada usia ini pula, kesabaran Bunda mau tidak mau harus diuji. Sebab, bayi sedang dalam puncak-puncaknya merasa mudah cemas dan ketakutan saat harus berpisah dengan Anda.

Usia 19-24 bulan

Sang buah hati mulai bisa menunjukkan perhatiannya melalui pelukan dan ciuman. Meksi begitu, ada juga bayi yang lebih memilih cuddle sebagai kegiatan favoritnya. Pada usia ini, bayi akan cepat merasa tertarik dengan sesuatu namun cepat pula menarik diri. Bahkan, ada bayi yang mulai menunjukkan tanda-tanda kemarahan seiring berjalannya waktu. Ia mungkin akan merasa malu saat harus berinteraksi dengan orang dewasa yang tak ia kenal.

Bayi juga akan mulai ikut serta dalam permainan atau kegiatan bayi lainnya, namun maklumi saja ya Bun kalau si kecil maish belum terbiasa untuk berbagi. Kemungkinan besar, ketika mainannya dirampas, ia akan menjerit atau menangis histeris. Jadi, tunggui anak ketika sedang bermain agar dapat cepat-cepat menenangkan sang buah hati apabila barangnya diusik.

Usia 2-3 tahun

Ketika sudah mulai memahami konsep berinteraksi, maka anak pun mulai menunjukkan ketertarikanya kepada satu atau dua teman sebaya favoritnya. Bahkan, jangan terkejut apabila anak menunjukkan tanda-tanda memiliki teman khayalan. Selain itu, anak pun mulai menunjukkan rasa penasaran akan perasaan karakter-karakter dari dongeng yang Anda bacakan.

Perlahan, anak juga akan mulai belajar tentang konsep berbagi dan bersabar, meski perkembangannya tidak terlalu signifikan. Beberapa anak juga menjadi lebih agresif dari waktu ke waktu dan suka memukul, menjambak, atau menggigit orang lain demi melindungi daerah kekuasaannya serta barang-barang yang ia anggap berharga.

Keagresifan anak tersebut jangan diartikan bahwa si kecil ini nakal ya, Bun. Sebab, amarahnya bisa jadi timbul dari rasa frustasi karena ketidakmampuannya mengungkapkan apa yang ia mau atau rasakan melalui kata-kata.

Tak hanya itu saja, menginjak usia 3 tahun, anak juga mulai belajar mengenali dan merasakan emosi orang lain. Walaupun, tentunya belum bisa dibilang bahwa ia mampu berempati atau menempatkan diri di kondisi orang lain layaknya orang dewasa. Anak Anda hanya baru dapat membaca emosi orang lain, misalnya ia akan ikut menangis ketika melihat Bunda menangis.

Si kecil juga sangat senang dengan kehadiran orang dewasa di sekelilingnya, terlebih berada di antara wajah-wajah familiar yang ia sayangi. Jangan ragu untuk meminta bantuan ahli apabila anak menunjukkan perilaku marah atau agresif tak terkendali yang tidak sesuai dengan perkembangan normal anak seusianya. Terlebih apabila sikap agresif dan mudah marah si kecil sampai mempengaruhi aktivitas hariannya, maka Bunda sebaiknya mencari pertolongan dokter.

Preschooler

Usia 3-4 tahun

Sang buah hati akan menunjukkan rasa percaya diri serta kemandirian yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, tak berarti ia sudah tidak lagi membutuhkan perhatian dan perlindungan Bunda. Sesekali ia akan bersikap manja dan cari perhatian. Namun, di lain waktu, anak juga ingin terlihat mandiri di depan Anda.

Ia mulai memahami konsep hubungan sosial dan mekanisme kerjanya dengan cara mengamati apa yang terjadi di sekitarnya. Observasi tersebut membuat sang buah hati belajar lebih cepat. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya membuka jalan agar anak bertemu dengan orang-orang baru terutama yang sebaya dengan si kecil agar ia semakin banyak belajar hal baru.

Pada usia ini, anak sudah merasa nyaman bermain dengan orang lain maupun sendirian. Sesekali ia akan terliat pertengkaran, namun hal tersebut wajar saja. Si kecil pun sudah mulai nyaman dengan permainan yang terstruktur seperti board games maupun bermain dalam grup. Kemampuan berbagi dan bersabar juga akan perlahan meningkat.

Nah, itu dia tahapan perkembangan sosial si kecil dari lahir hingga usia 4 tahun. Semoga bermanfaat!

(Yusrina)