Balita Dibaca 3,559 kali

Tips Menjauhkan Anak dari Empengnya

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 12 Januari, 2019 06:01

Tips Menjauhkan Anak dari Empengnya
Empeng kadang menjadi dewa penyelamat bagi sebagian orangtua. Sangat lega rasanya bila empeng akhirnya bisa menenangkan bayi Anda yang rewel. Tapi pernahkah Anda mengira bahwa benda ini akan menjadi sahabat akrab anak Anda hingga sulit sekali memisahkannya dari benda kecil ini?

Jika Anda sedang mencari cara untuk menghilangkan kebiasaan buah hati Anda menggunakan empeng, coba baca beberapa saran dari para orangtua berikut ini:

Hentikan penggunaan empeng tanpa ada toleransi

Andalah yang menjadi orangtua dan memiliki kekuasaan untuk mengambil empeng dari si kecil, itulah teorinya. Jika Anda mengira pendekatan terbaik untuk anak Anda adalah dengan mengatakan tidak, jadikan ini sebagai metode pilihan Anda.

Bunda Anton bercerita, ia meminta batitanya untuk berhenti menggunakan empeng pada ulang tahun yang ketiga karena itu artinya si kecil sekarang sudah jadi anak besar. Sang anak lalu merayakan pesta ulang tahun dan bersenang-senang hingga tertidur cepat di malam harinya. Anak Bunda Anton ini sempat meminta empengnya beberapa kali, tapi Bunda Anton mengatakan padanya, “Anak gede udah ga perlu empeng lagi,” dan ternyata anaknya ini baik-baik saja tanpa empengnya.

Jauhkan dari empeng sejak dini

Untuk menghilangkan kebiasan ngempeng, dokter menyarankan untuk mengambil empeng dari bayi saat ia masih sangat kecil. Ini menjadi strategi yang paling efektif. Bayi memang memiliki cara tersendiri untuk melakukan protes atas hal ini. Tapi sebenarnya menjauhkan empeng saat bayi masih sangat kecil dapat menjadikan masa transisi ini lebih sederhana dan mudah karena bayi masih belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanannya dan bernegosiasi dengan kata-kata.

Seorang ibu menceritakan, ia mengambil empeng dari anaknya yang masih berusia 3 bulan. Bunda ini merasa bayinya tidak perlu lagi menghisap empeng dan ia masih terlalu kecil untuk mengingatnya. Akan lebih mudah mengambil sesuatu dari bayi baru lahir dibandingkan dari batita, bukan? Segera ambil empeng si kecil dan selamatkan diri Anda berdua dari perdebatan yang akan terjadi saat ia bertambah besar nantinya.

Biarkan kebisaan itu hilang secara alami

Akedemi dokter anak Amerika menyarankan memberi empeng pada bayi pada waktu tidur siang dan malam di tahun pertama untuk membantu mengurangi resiko SIDS.

Tapi ada beberapa alasan kesehatan yang melarang penggunaan empeng:

  • Jika anak prasekolah Anda mengalami masalah berbicara dan bahasa, empeng bisa membuat masalah ini bertambah buruk.

  • Anak yang tidak menggunakan empeng mengalami lebih sedikit infeksi telinga.

  • Jika digunakan dalam waktu lama, empeng dapat menyebabkan masalah pada gigi dan mulut.

Memang tidak semua orangtua ingin menghilangkan kebiasaan anak menghisap empeng. Ada beberapa yang membiarkan anak mereka sendiri yang menghentikannya.

Memberi rasa tidak enak pada empeng

Bunda mungkin familiar dengan ide untuk menghentikan kebiasaan menggigit jari pada anak dengan mengecat jarinya menggunakan sesuatu yang rasanya tidak enak. Metode yang sama kadang berhasil untuk memisahkan anak dari empengnya lho Bun.

Seorang ibu memiliki anak berusia 33 bulan yang masih memaksa menggunakan empeng saat tidur. Si ibu meminta dokter anak untuk merekomendasikan produk yang aman dengan rasa yang tidak enak untuk dioleskan ke empeng si kecil. Ternyata cara itu berhasil. Pada malam harinya, si batita ke dapur dan mencuci empengnya sendiri sambil mengatakan kalau rasanya tidak enak. Setelah menangis, ia memutuskan untuk tidak lagi menggunakan empeng.

Hilangkan saja empengnya

Jangan lagi mencari empengnya saat hilang. Bila sudah hilang ya berarti hilang. Atau Anda bisa dengan sengaja menghilangkannya. Kedua strategi ini berhasil bagi para ayah dan bunda yang sudah putus asa.

Cerita seorang ibu, satu hari anaknya menghilangkan empengnya dan ia tidak berusaha mencarinya. Setelah sekitar satu minggu akhirnya anaknya mengerti bahwa ia tidak lagi perlu menggunakan empeng itu.

Membatasi penggunaannya

Proses yang perlahan dan lembut akan lebih masuk akal bagi anak Anda dan keluarga. Langkah pertama, Bunda bisa membatasi penggunaan empeng pada waktu tertentu, misalnya saat tidur atau di tempat tertentu seperti di tempat tidur.

Seorang bunda menceritakan, ia mulai membatasi memberikan empeng pada anaknya hanya pada saat tidur siang dan waktu tidur malam. Setelah anaknya berumur 1 tahun, ia memutuskan untuk tidak membeli empeng lagi. Ternyata itu adalah cara terbaik untuk dilakukan, karena empengnya sering sekali hilang. Tak lama setelah ulang tahun pertamanya, ia hanya memiliki satu empeng. Dua hari setelahnya empengnya kembali hilang dan sang ibu tidak membelikannya yang baru lagi. Awalnya anak suka rewel di malam hari, tapi di malam ketiga ia sudah baik-baik saja.

Mewariskan empeng pada bayi kecil

Jika anak Anda sudah cukup besar untuk mengerti, mengambil empeng atau menggantinya dengan benda spesial lain mungkin dapat membantu mengatasi ketagihannya.

Bunda Aya mengatakan pada putrinya kalau ia perlu memberikan empengnya pada bayi yang baru lahir. Saat mengunjungi dokter anak, mereka menyerahkan semua empeng yang Aya punya untuk diserahkan pada bayi yang masih kecil. Cara ini ternyata berhasil, ia memang masih menanyakan empengnya beberapa kali tapi tak lagi memintanya setelah itu.

Lakukan sabotase

Meski dokter memperingatkan tentang bahaya penggunaan empeng yang rusak, banyak orangtua bercerita, untuk menghilangkan kebiasaan ngempeng pada anak, mereka membuat empengnya tidak nyaman untuk dihisap.

Buat robekan atau lubang kecil yang hampir tidak terlihat di bagian pinggir empeng. Memotong bagian empeng memang bisa membahayakan. Bagian kecil ini bisa rusak dan menimbulkan resiko tersedak. Jika Anda tetap melakukannya, pastikan Bunda selalu mengawasi si kecil saat ia menggunakan empengnya dan periksa secara rutin kerusakannya.

Saat putri Bunda Lisa berumur 15 bulan, ia membuat lubang kecil pada empengnya hingga si buah hati tidak lagi nyaman saat menggunakannya. Awalnya ia masih tetap memakai empeng itu, tapi setelah sekitar seminggu ternyata teman baiknya ini tidak lagi berfungsi baik hingga ia lelah menggunakannya dan berhenti dengan sendirinya.

Membaca cerita tentang empeng

Membaca cerita adalah waktu yang tepat untuk menidurkan anak dan memotivasinya untuk menyukai buku dan membaca. Anda bisa juga menjadikan buku untuk menginspirasi perilaku yang ingin Anda lihat pada si kecil dan membantu anak untuk berubah, misalnya dengan berhenti menggunakan empeng.

Kadang anak benar-benar membutuhkan benda untuk dihisap. Menghentikan penggunaan empeng bisa berarti menumbuhkan kebiasaan baru seperti menghisap jari, membawa selimut kemana-mana, atau selalu menempel pada objek yang ia sukai.

Seorang ibu mengisahkan, “Anak saya sejak awal memang menggunakan empeng. Kami telah melakukan semua cara untuk membuatnya berhenti tapi tak ada yang berhasil. Saat ia berumur 5 tahun akhirnya saya membuang empengnya. Waktu itu ia sangat marah, tapi saya rasa kebiasaanya itu tak akan berhenti jika saya masih memberinya empeng. Sekarang ia malah mulai menghisap jarinya. Saya memang berhasil menjauhkannya dari empeng, tapi tidak dari jempolnya.”

(Ismawati)