Balita Dibaca 410 kali

Tips untuk Menghentikan Kebiasaan Si Kecil Berkata Kasar!

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 16 November, 2018 08:11

Tips untuk Menghentikan Kebiasaan Si Kecil Berkata Kasar!
Bunda yang punya anak usia prasekolah sebaiknya mulai hati-hati karena mereka sudah mulai mengerti dan menggunakan kata-kata kasar setelah mereka mendengar orang lain menggunakannya. Seperti yang kita tahu, orrang dewasa sering sekali menggunakan kata-kata kasar saat mereka merasa jengkel, dan perilaku tersebut bisa menular ke anak.

Jadi Bunda jangan heran bila suatu saat si kecil merasa tidak senang saat Anda mengganti saluran televisi dari kartun kegemarannya ke berita sore, ia akan bertingkah seperti layaknya seorang dewasa dan mengeluarkan kata umpatan untuk mengekspresikan kejengkelannya. Ia bisa mendapatkan kata ini dari teman sekolahnya yang menggunakan kata tersebut dan mengira kata tersebut lucu untuk dibagi ke teman-teman lain. Dan hal ini bisa-bisa menjadi kebiasaan baru si kecil lho Bun.

Karena penggunaan kata kasar dan tidak sopan menyebar dengan cepat seperti penularan virus influenza dari orang dewasa ke anak, dan dari anak yang satu ke anak yang lain, hingga hampir semua anak di muka bumi terekspos pada julukan nama atau kata kasar, cepat atau lambat. Jadi jangan salahkan anak Anda karena ia menyerap bahasa kasar ini.

Kalau sudah begitu, Bunda bisa mengamati kapan anak Anda menggunakan umpatan atau kata kasar. Dalam situasi seperti apa? Apakah saat ia pulang dari tempat penitipan anak atau sekolahnya? Atau ketika selesai bermain dengan kakaknya? Apakah ia melakukannya hanya di sekitar teman-teman dekatnya? Atau saat Anda sibuk dengan urusan Anda dan tidak memberikan perhatian penuh padanya? Dengan mengetahui situasi apa yang membuatnya merasa terisolasi, sendirian, dan memicunya untuk berkata kasar, Anda bisa mencoba memberi dukungan yang tepat untuk si kecil.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir kata kasar dan tidak sopan yang keluar dari mulut buah hati Anda:

Berikan konsekuensi


Jika si kecil tidak mau berhenti berbicara kasar atau jorok meski telah diberi satu atau dua kali peringatan, ini waktunya menjalankan strategi kedisiplinan. Ingat, Bunda, tetaplah bersikap tenang dan respon kata kotor yang ia ucapkan dengan cepat, dan konsisten. Misalnya Anda dapat katakan, “Bunda akan kasih kamu time out kalau mengeluarkan kata itu lagi.” Anda bisa menerapkan time out dimana saja, seperti di kursi belakang mobil, tempat sepi di dalam mall, atau di kamar yang tidak terpakai di rumah.

Jika time out tidak juga membuatnya berhenti berkata kasar, Anda mungkin perlu meningkatkan konsekuensi yang ia terima dengan mencabut hak yang ia miliki. Tapi sekali lagi, lakukan ini dengan konsisten dan sebisa mungkin tanpa emosi. Anda bisa ucapkan, “Kalo kamu masih gunakan kata itu, kamu tidak boleh main ke rumah temanmu lagi ya,” atau “Kamu gak boleh nonton kartun Doraemon kalo berkata seperti itu.” Dan pastikan Anda menerapkannya.

Pada titik ini, Anda mungkin ingin mencari tahu kenapa anak Anda berperilaku sangat melawan Anda. Mungkin bahasa kasar yang ia gunakan menjadi tanda adanya masalah yang mengganggunya. Bila Anda memaksa si kecil untuk berhenti berkata kasar, lalu Anda marah saat ia tidak mau menuruti apa yang Anda minta, si kecil mungkin akan berhenti berkata kasar karena rasa takut. Dan ini bahaya karena rasa takut bisa menghambat kecerdasannya.

Tidak bereaksi berlebihan

Saat anak Anda mengeluarkan sumpah serapah atau menunjukkan gerakan tubuh yang tidak patut, jangan biarkan diri Anda tertawa karenanya. Tawa Anda hanya akan menjadi sebuah dukungan positif baginya sehingga ia ingin melakukannya lagi dan lagi.

Kemampuan untuk membuat orang dewasa tertawa, marah, atau jengkel merupakan hal yang luar biasa bagi seorang anak kecil. Memang sepertinya lucu saat ia mengungkapkan istilah yang baru meski bukan dalam kategori kata yang sopan untuk digunakan, tapi dengan menunjukkan kalau Anda terhibur bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Jaga kata-kata Anda


Tentunya ada aturan berbeda antara perilaku anak-anak dan orang dewasa. Jika anak usia 5 tahun Anda terbiasa mendengar Anda berkata jelek dalam percakapan sehari-hari, akan lebih sulit meyakinkannya untuk tidak berbicara seperti itu padanya. Jika ia meniru apa yang Anda ucapkan, akui bahwa Anda seharusnya juga tidak menggunakan kata itu. Buat kesepakatan untuk tidak lagi menyimpan kata-kata itu pada daftar kosa kata yang biasa Anda pakai dan ikuti dengan memperbaiki perilaku Anda.

Tawarkan alternatif


Saat si kecil mencoba menggunakan kata baru yang terdengar tidak nyaman di telinga, Anda bisa membujuknya untuk mengganti dengan kata yang lebih layak digunakan. Atau Anda bisa menggunakan kata lain dengan bunyi yang hampir sama tapi tidak berarti kasar atau kotor. Jika ia menggunakan kata kasar atau kotor untuk mengungkapkan kemarahan atau frustrasi, bujuk ia untuk mengganti kata tersebut dengan teriakan lantang seperti, “Aku marah!” atau “Aku kesal.” Beri si kecil saran juga untuk menggunakan kata alternatif yang tidak terdengar menghina atau vulgar.

Jangan turuti kemauannya


Jika anak usia 5 tahun Anda suka mengutuk, mengumpat, atau berkata kasar saat ia menginginkan sesuatu, pastikan Bunda tidak memberikan apa yang dia minta. Biarkan ia menyadari bahwa perilaku buruknya tidak membuat ia memperoleh apa yang ia inginkan. Jadi jangan lagi Anda katakan, “Itu bukan kata yang bagus untuk diucapkan, tapi ini deh Bunda tetap kasih kamu es krim.”

Buat batasan


Anak Anda memerlukan bimbingan bila kata kasar dan kotor sudah terlanjur melekat dalam dirinya. Anda harus melakukannya dengan tenang, tanpa terpancing untuk marah atau emosi. Jika Anda meledak-ledak setiap kali ia mengucapkan umpatan atau kata tidak senonoh, ia semakin menyadari kemampuan yang ia miliki untuk membuat Anda memperhatikannya. Apabila kata yang ia gunakan hanya karangan, jelaskan padanya bahwa kata seperti itu tidak ada dan Anda tidak bisa memahami apa yang ia katakan saat menggunakan kata tersebut. Untuk jenis kata sumpah serapah yang sering diucapkan orang dewasa, Bunda tidak perlu menjelaskan apa artinya atau kenapa kata-kata itu tidak baik digunakan. Cukup perjelas dengan nada tegas bahwa kata itu tidak boleh digunakan. Anda bisa katakan, “Itu bukan kata yang boleh kamu gunakan di dalam rumah atau saat berbicara dengan orang lain.”

Ajarkan rasa hormat


Bunda, jangan biarkan si kecil mengira bahwa ia boleh mengucapkan kata kasar dan kotor pada anak lain. Agar ia mau mengerti, Bunda bisa menanyakan padanya bagaimana perasaannya jika temannya menyebutnya dengan julukan nama yang ia sendiri tidak suka. Jelaskan bahwa umpatan atau kata kotor yang berkisar pada nama hewan atau istilah kamar mandi tidak akan dianggap baik di sekolah, tempat bermain , atau rumah teman. Jelaskan juga kalau kata-kata ini bisa menyakiti perasaan orang lain, dan memberi julukan dengan nama yang jelek bukan hal yang baik untuk dilakukan. Anak usia TK memang masih belajar untuk berempati dan mereka tidak tahu bagaimana menghargai perasaan orang lain, tapi ia tetap perlu diingatkan bahwa tindakannya memiliki dampak bagi mereka.

Selain yang telah disebutkan di atas, pastikan si kecil menonton acara televisi yang sesuai dengan usianya. Anak kecil dapat dengan mudah menyerap informasi negatif dari tayangan yang ia lihat. Jadi selalu dampingi anak Anda setiap kali ia menonton televisi.

(Ismawati)