Balita

Yuk, Simak Panduan Pemberian Makan Pada Anak!

Terakhir diperbaharui

Yuk, Simak Panduan Pemberian Makan Pada Anak!
Kapan ya bayi bisa beralih dari konsumsi ASI ke makanan padat? Di usia berapa anak mampu makan sendiri? Apakah waktu makan akan selalu disertai ceceran dan tumpahan makanan di lantai?

Wah, banyak ya pertanyaan yang ada di benak Bunda bila berkaitan dengan pemberian makan pada anak. Berikut ini kami berikan panduan tentang pemberian makanan pada bayi hingga usia prasekolah.

0-6 Bulan

Di usia 0 hingga 4 bulan, bayi menerima makanan secara eksklusif melalui ASI, susu formula, atau gabungan dari keduanya. Pada umumnya bayi memiliki kemampuan alamiah untuk menghisap, menelan, muntah, bahkan bersendawa.

Sendawakan bayi Anda tiap kali selesai disusui. Biasanya secara natural bayi berhenti sebentar saat menyusu, gunakan jeda ini untuk menyendawakannya sebelum melanjutkan aktifitas menyusui. Dengan begitu, jika ada udara yang ikut masuk bersama ASI, akan keluar sebelum semakin banyak ASI yang diterima.

Jangan lupa letakkan kain lembut di pundak Anda sebelum menyendawakannya. Tidak apa jika bayi Anda tidak juga bersendawa setelah beberapa menit. Mungkin ia memang belum perlu bersendawa. Pastikan saja baju dan popoknya tidak terlalu ketat dan jangan tekan bagian perutnya ke bahu Anda saat menyendawakannya.

Pada usia ini, bayi bisa mendorong benda asing atau makanan yang padat keluar dari mulutnya karena ia memiliki kemampuan gerak refleks pada lidah. Bunda, segera hubungi dokter Anda bila Anda melihat si kecil mengalami kesulitan untuk menyusu, atau misalnya bayi Anda tidak memperoleh berat badan yang seharusnya. Begitu juga bila selama menyusui ia seringkali menekuk punggungnya, menjadi rewel, batuk, atau tersedak.

6-7 Bulan

Pada usia 6 hingga 7 bulan, mungkin bayi Anda sudah siap untuk menerima makanan padat, meski ASI atau susu formula masih cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tanda kesiapan bayi untuk menerima makanan padat antara lain; ia membuka mulut saat melihat sendok di arahkan ke dirinya; bisa mengarahkan mulutnya mendekati sendok; dan mulai berhasil menggunakan lidah untuk menggerakkan makanan di dalam mulutnya.

Ia sudah bisa melakukan gerakan mengunyah, tapi kadang masih menghisap makanan. Bayi Anda mampu meraih makanan dengan telapak tangan, melengkungkan jari tangan untuk memegang makanan, dan menggerakkannya masuk ke mulut. Selain itu, tanda kesiapan lainnya adalah ia bisa duduk dengan tegak tanpa penyangga.

Anda bisa mulai pemberian makanan padat dalam bentuk puree. Buatlah puree dari bahan utama kentang, pisang, atau jenis buah lain. Tidak ada urutan yang khusus untuk pemberian makanan padat. Lagi pula tidak ada bukti medis yang menunjukkan memperkenalkan makanan padat dengan urutan tertentu bisa memberi manfaat bagi bayi.

Anda bisa memakai botol berujung sendok untuk memberi makanan padat pada bayi atau langsung menggunakan sendok. Mungkin Anda ingin mencampur makanannya dengan ASI atau susu formula agar bentuknya menjadi semi cair. Gunakan sendok yang terbuat dari bahan plastik agar gusinya tidak terluka. Mulailah dengan memberikan sedikit saja makanan pada bagian ujung sendok.

Jika bayi Anda tidak tertarik dengan makanan yang Anda tawarkan di sendoknya, biarkan ia mencium dan mencicipi sedikit makanan itu, atau tunggu hingga ia ingin memakannya. Pemberian makanan padat bisa dilakukan satu kali dalam sehari, di waktu kapanpun yang nyaman bagi Anda dan bayi. Tapi jangan memberinya makan pada saat ia merasa lelah atau rewel.

Pada awalnya bayi Anda tidak akan makan dalam jumlah banyak, tapi beri ia waktu agar bisa terbiasa. Beberapa bayi memerlukan latihan untuk menerima makanan di mulut dan menelannya. Setelah ia terbiasa, itu artinya ia siap untuk beberapa sendok makan makanan padat dalam sehari. Perlahan tambah kekentalan pada tekstur makanannya dengan mengurangi cairan saat membuatnya.

7-9 Bulan

Memasuki usia 7 hingga 9 bulan berarti pemberian finger food sudah bisa dimulai. Finger food bisa diartikan sebagai makanan berukuran sekali gigit yang bayi Anda bisa pegang dan makan sendiri. Finger food tidak hanya menyenangkan bagi bayi, ini juga merupakan langkah penting menuju kemandiriannya, yang juga membantu mengembangkan kemampuan motorik halus dan kemampuan koordinasi.

Ia bisa menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil potongan makanan. Anda bisa letakkan 4 atau 5 potong finger food di piring plastik. Setelah si kecil menghabiskannya, Anda bisa menambahkannya lagi. Pada usia ini bayi Anda juga sudah mengalami peningkatan dalam kemampuan menerima makanan melalui sendok. Dengan bantuan Anda, ia bisa minum dari gelas biasa meski akan sedikit berantakan.

Dengan menggunakan gelas hisap bayi Anda bisa melatih kemampuan minum tanpa tumpah dan koordinasi tangan dan mulut. Ketika bayi Anda bermain-main dengan makanannya memang membuat semua menjadi berantakan, tapi jangan buru-buru mengambil lap dan membersihkannya, Bunda. Biarkan bayi Anda menikmati pengalaman penting kemampuan tangan ini.

9-10 Bulan

Di umur 8 hingga 10 bulan, bayi Anda akan mengalami kemajuan dalam kemampuan minum dan mengunyah. Ia bisa menyesuaikan bibirnya pada pinggir gelas serta mampu menerima lebih banyak cairan saat minum. Ia juga mulai mengunyah dengan gerakan memutar rahang untuk menggerakkan makanan ke sisi atau tengah mulut.

10-12 Bulan

Pada usia 10 hingga 12 bulan, ia bisa memegang gelas dan sendok serta mulai makan sendiri. Kini ia bisa menggunakan bibir untuk menarik makanan masuk ke mulut dan menelan makanan dengan bibir tertutup. Saat ia lapar, ia dapat meraih makanan sendiri serta menunjukkan minat pada apa yang sedang Anda makan.

Jika bayi Anda bisa duduk dalam waktu cukup lama secara mandiri, mungkin ia bisa bergabung duduk di meja makan bersama anggota keluarga lain dengan menggunakan kursi duduknya.

12-18 Bulan

Memasuki usia batita, tepatnya di usia 12 hingga 18 bulan, anak Anda bisa menggunakan sendok sendiri meski belum terlalu mahir. Ia bisa menelan minuman dari gelas tanpa menghisapnya dan mengunyah dengan bibir tertutup. Batita Anda sudah bisa menutup mulut dan menggelengkan  kepala untuk memberitahu Anda kalau ia sudah kenyang.

18-24 Bulan

Di usia 18 hingga 24 bulan, ia lebih rapi saat makan meski kadang ia masih suka bermain-main dengan makanannya atau melempar-lemparnya saat ia sudah selesai. Menggunakan sendok sudah bisa ia lakukan dengan baik. Ia sudah tahu kalau tidak perlu membuka mulut terlalu lebar untuk menggigit makanan masuk ke mulut. Ia akan memberitahu Anda kalau ia masih lapar dengan menggunakan kata “agi” (lagi) atau “dah” (sudah), serta bermain dengan piring atau mendorongnya menjauh saat ia merasa kenyang.

24-36 Bulan

Pada usia prasekolah, yaitu umur 24 hingga 36 bulan, anak Anda mampu makan sendiri dan mengasah keterampilan makan lain. Ia hampir siap untuk makan semua jenis makanan dan senang memilih makanan yang ditawarkan. Tapi ia masih terlalu kecil untuk makanan yang bisa mengakibatkan tersedak. Jadi Anda masih harus menghindari potongan makanan berukuran besar, makanan bertekstur keras, serta makanan yang lembut dan lengket seperti jelly.

(Ismawati)