Kesehatan Dibaca 504 kali

Anak Sakit Tenggorokan? Berikut Cara Penanganan serta Pencegahannya

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 05 Oktober, 2017 05:10

Anak Sakit Tenggorokan? Berikut Cara Penanganan serta Pencegahannya
Anak Bunda sakit tenggorokan? Ia tidak nyaman menelan dan suara tangisannya terdengar serak? Bisa jadi ini disebabkan oleh infeksi. Anak bisa mengalami sakit tenggorokan disebabkan oleh sejumlah penyakit seperti demam atau virus flu. Cacar dan campak juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Berhubung banyak faktor yang menyebabkan masalah kesehatan ini, Bunda harus jeli mengenali penyebabnya agar tidak salah dalam penanganannya.
 

Penyebab sakit tenggorokan

Penyebab paling sering dari sakit tenggorokan adalah infeksi virus. Jika dokter mendiagnosa tonsilitis, berarti jaringan bergelombang pada bagian belakang tenggorokan anak mengalami infeksi karena virus atau bakteri.

Ada juga bakteri yang bikin tenggorokan sakit. Bakteri paling umum penyebab sakit tenggorokan adalah streptococcus (strep), tapi ini tidak umum pada bayi dan batita. Infeksi bakteri lain yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan adalah whooping cough (batuk rejan). Penyebab iritasi di udara, menjadi perokok pasif, debu, dan serbuk dari rumput atau pepohonan juga bisa mengganggu tenggorokan anak dan memicu gejala seperti demam yang dikenal dengan rinitis alergi atau hay fever.

Bahkan kondisi panas dan kering bisa menyulitkan anak untuk menelan jika ia terbiasa tidur dengan mulut terbuka. Ketika terbangun, mulutnya akan terasa kering tapi ia akan baik-baik saja setelah minum. Ada penyebab lain kenapa anak sulit menelan. Jika ia memiliki luka di mulut karena gingivostomatitis (yang juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan) atau penyakit tangan, kaki dan mulut, misalanya, ini bisa membuat anak cukup menderita. Begitu juga thrush atau tumbuh gigi, biasanya demam menyertai ketika gigi mulai tumbuh.
 

Tanda penyakit tenggorokan yang butuh penanganan dokter

Bila anak memiliki luka di mulutnya, Anda bisa memeriksakan anak ke dokter. Karena infeksi bakteri bisa menyebar dan merusak bagian tubuh anak lainnya jika tidak diobati, penting untuk memeriksakan tenggorokannya ke dokter jika Anda mengira yang ia alami lebih dari sekedar mulut kering atau iritasi ringan.
 
Juga segera bawa anak ke dokter jika:
 
  • Tenggorokan terlihat mengalami infeksi (berwarna merah terang, bengkak, atau ada bintik bernanah).
  • Tidak bisa menelan atau membuka mulut lebar.
  • Anak tidak berselera makan, muncul tanda dehidrasi, liur berlebih, leher kaku, atau sangat rewel.
  • Sulit bernafas.
 
Bila Anda memutuskan tidak membawa si kecil ke dokter karena menganggap sakit tenggorokannya ringan, tetap hubungi dokter jika hal ini berlangsung lebih dari satu minggu. Datanglah ke dokter jika anak berusia kurang dari 3 bulan dan mengalami demam 38 C atau lebih. Bila ia berumur 3 bulan, konsultasikan ke dokter bila terjadi demam. Dokter perlu memeriksa anak jika usianya antara 3 hingga 6 bulan dan ada gejala sakit tenggorokan serta demam mencapai 38,3 derajat C, atau usianya lebih dari 6 bulan dan demam mencapai 39,4 derajat C.
 

Epiglottitis: Penyakit tenggorokan terparah

Bun, sakit tenggorokan sangat jarang berakibat gawat. Satu-satunya kondisi tenggorokan yang sangat gawat adalah epiglottitis, yang sangat jarang terjadi saat ini berkat vaksin Hib. Epiglottitis adalah infeksi pada penutup jaringan tenggorokan yang mencegah makanan dan cairan menuju batang tenggorokan, sehingga membuat sulit bernafas juga menelan.
 
Anak dengan epiglottitis cepat menjadi demam dengan suhu diatas 101 derajat F, mengalami nafas sesak, dan sering berliur. Segera hubungi dokter jika anak mengalami gejala ini. Bila anak sulit bernafas, segera datang ke rumah sakit.
 
Bila Anda curiga anak mengalami epiglottitis:
 
  • Jaga anak tetap di posisi duduk.
  • Jangan berikan makanan atau minuman karena bisa membuat nafasnya semakin sulit.
  • Jangan coba periksa tenggorokannya.
 
Bila dokter menyatakan anak mengalami epiglottitis, ia perlu dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapat penanganan.
 

Penanganan infeksi tenggorokan pada anak

Pada kebanyakan kasus infeksi virus, tak ada penanganan yang tersedia atau dibutuhkan. Sistem kekebalan tubuh bisa mengatasi virus dalam satu minggu. Anak akan merasa lebih baik dengan banyak istirahat dan minum.
 
Tanpa penanganan, sakit tenggorokan karena strep bisa memicu demam rematik pada orang yang beresiko. Demam rematik bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Kasus abses (pengumpulan nanah) yang terjadi pada tonsil, bisa memperparah rasa sakit dan kesulitan menelan.
 
Bila dokter mencurigai adanya infeksi bakteri, ia akan mengambil sampel dari tenggorokan anak. Tes ini lebih mudah daripada memberikan suntikan. Dokter akan menyeka bagian belakang tenggorokan. Butuh sekitar 10 menit untuk mengetahui hasil tes strep. Jika hasil tes negatif, sampel akan dikirim untuk tes yang lebih akurat dalam waktu satu hingga dua hari.
 
Bila hasilnya menyatakan anak mengalami infeksi bakteri seperti strep, dokter akan meresepkan antibiotik. Ikuti instruksi pemberian obat pada anak. Bila Anda menghentikan pemberian antibiotik terlalu awal, bakteri bisa muncul kembali dengan cepat dengan bentuk yang lebih berat. Bila anak mengalami infeksi yang agresif, Anda perlu membawanya ke rumah sakit selama beberapa hari untuk menerima obat atau cairan melalui infus.
 
Infeksi virus dan bakteri sangat menular. Cuci tangan anak sesering mungkin dan jika ia sudah mulai makan makanan padat, pastikan tak ada yang menggunakan alat makan, gelas, atau sikat giginya. Anda juga harus sering mencuci tangan, terutama setelah mengganti popok. Dokter akan memberitahu kapan anak bisa kembali ke daycare (bila anak Bunda biasa di daycare), tapi umumnya ia perlu istirahat di rumah hingga merasa lebih baik jika terkena infeksi bakteri.
 

Meredakan sakit tenggorokan

Bila anak sudah cukup besar untuk makan makanan padat, minuman hangat seperti teh atau kaldu bisa menenangkannya. Hindari madu pada teh hingga bayi berumur satu tahun. Madu bisa mengandung spora botulism yang dapat tumbuh di saluran usus bayi yang belum matang. Anak juga akan menyukai minuman dingin seperti jus apel. Hindari jus jeruk, karena akan membuat tenggorokannya terasa lebih sakit. Jangan sampai anak dehidrasi ya Bun. Jadi meski sakit untuk menelan, ia perlu banyak cairan, terutama jika terkena demam. Untuk bayi kecil, ini berarti pemberian ASI atau susu formula harus lebih banyak dari biasanya. Jika anak sulit untuk menelan, coba berikan cairan dalam jumlah sedikit tapi lebih sering dari biasanya.
 
Bila anak merasa sangat tidak nyaman, tanyakan dokter apakah Anda bisa memberinya pereda sakit seperti acetaminophen, atau ibuprofen jika usianya lebih dari 6 bulan. Jangan pernah berikan aspirin pada bayi karena bisa mengakibatkan kondisi serius yang disebut sindrom Reye.
 

Mencegah anak terkena sakit tenggorokan

Selain teratur mencuci tangan, beberapa hal berikut bisa Anda lakukan untuk mencegah si kecil terkena sakit tenggorokan:
 
  • Jauhkan anak dari lingkungan yang ramai di saat banyak orang yang terkena sakit tenggorokan. Bila tidak mungkin menghindari tempat ramai, ajarkan anak untuk menjauhi anak yang sakit dan tidak melakukan kontak terutama dengan mulut, hidung, dan mata anak lain, karena organ-organ ini tempat bakteri bisa masuk ke tubuh.
  • Ganti sikat gigi yang dipakai anak setelah sakit tenggorokannya sembuh. Ini membantu mencegah infeksi kembali terjadi.
  • Tidak berbagi alat makan dan gelas dengan orang lain.
  • Menghindari kontak dengan orang yang mengalami sakit tenggorokan.

(Ismawati)