Kesehatan Dibaca 1,863 kali

Informasi Penting Seputar Vaksin Cacar Air

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 01 November, 2018 07:11

Informasi Penting Seputar Vaksin Cacar Air
Chickenpox (cacar air) disebabkan oleh virus varicella-zoster dan bisa sangat menular yang biasanya mengakibatkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit disertai lepuhan. Cacar air merupakan satu diantara penyakit yang paling umum diderita oleh anak, meski bisa juga menyerang orang dewasa. Kebanyakan penderita cacar air dapat sembuh secara penuh tapi ada kemungkinan terjadi komplikasi. Anak yang terkena cacar air bisa tidak masuk sekolah selama 2 minggu.

 

Banyak penderita yang sembuh dari cacar air tanpa menemukan masalah lanjutan, tapi kadang terjadi juga komplikasi pada beberapa orang dewasa dan anak serta pada orang yang lemah dalam sistem kekebalan tubuh. Komplikasi bisa berupa:

 

  • Bekas luka di kulit, cacar air meninggalkan tanda pada kulit.
  •  
  • Cellulitis, sejenis infeksi bakteri pada kulit
  •  
  • Pneumonia, infeksi dan peradangan pada paru yang bisa terjadi pada orang dewasa dan dapat berakibat fatal.
  •  
  • Encephalitis, peradangan pada otak, biasanya bersifat ringan, tapi kadang bisa parah.
  •  
  • Pendarahan, jarang terjadi tapi bisa berakibat fatal.
  •  
  • Kematian, pada kasus yang jarang terjadi.
  •  
  • Ruam saraf, bisa terjadi pada orang yang sebelumnya pernah terkena cacar air.

 

Dosis vaksin cacar air yang direkomendasikan adalah sebanyak 2 kali suntikan dengan jarak tiap suntikan setidaknya 3 bulan. Sedangkan usia yang dianjurkan untuk menerima vaksin cacar air adalah antara usia 12 dan 15 bulan, lalu di usia antara 4 hingga 6 tahun. Kadang pemberian vaksin cacar air digabungkan dengan vaksin untuk campak, gondok, dan rubella dalam satu kali suntikan yang disebut MMRV (measles-mumps-rubella-varicella).

 

Imunisasi cacar air bisa mencegah komplikasi medis yang bersifat serius. Untuk anak-anak yang belum pernah terkena cacar air, vaksin bisa membantu melindungi mereka dari komplikasi yang bersifat serius yang diasosiasikan dengan cacar air dan menjaga mereka terhindar dari ruam saraf nantinya.

 

Anak yang telah diimunisasi yang kemudian terkena cacar air umumnya menderita penyakit yang jauh lebih ringan, bekas luka lebih sedikit, demam dengan suhu tubuh yang lebih rendah, dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Setiap orang dengan riwayat infeksi cacar air dianggap kebal dan tidak membutuhkan imunisasi cacar air. Penelitian menunjukkan bahwa dosis vaksin cacar air pada anak bisa memberikan perlindungan meningkat dan mengurangi resiko cacar air terjadi di kemudian hari.

 

Orang yang menerima manfaat dari pemberian imunisasai cacar air antara lain:

 

  • Anak-anak.
  •  
  • Orang dewasa yang tidak kebal terhadap cacar air (mereka yang belum pernah diimunisasi dan belum pernah terkena cacar air), terutama orangtua dari anak yang masih kecil dan orang dengan profesi beresiko seperti guru, pengasuh anak, dan pekerja kesehatan.
  •  
  • Orang dewasa dan anak kecil yang tidak kebal (mereka yang belum diimunisasi dan belum pernah terkena cacar air), dan mereka yang tinggal bersama orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan tidak memiliki riwayat cacar air.
  •  

 

Jika Anda berencana untuk hamil atau Anda sedang hamil usia muda, dokter bisa memeriksa kekebalan Anda melalui tes darah. Jika Anda tidak kebal dan tidak dalam kondisi hamil, Anda bisa menerima vaksin cacar air sebelum hamil. Bila Anda tidak kebal selama kehamilan, Anda harus menghindari kontak dengan orang yang memiliki kasus cacar air. Hubungi dokter, bidan atau rumah sakit segera setelah Anda terpapar oleh orang yang terkena cacar air.

 

Sebelum menerima vaksin, beritahukan dokter atau perawat jika Anda atau anak Anda:

 

  • Sedang tidak enak badan (memiliki suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat Celsius).
  •  
  • Memiliki alergi pada obat tertentu.
  •  
  • Pernah mengalami reaksi serius terhadap vaksin tertentu.
  •  
  • Pernah mengalami reaksi serius terhadap komponen vaksin.
  •  
  • Memiliki alergi yang parah terhadap sesuatu.
  •  
  • Memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan sehingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  •  
  • Telah menerima vaksin lain dalam bulan terakhir atau jika Anda akan menerima vaksin lain dalam satu bulan dari waktu pemberian imunisasi cacar air.
  •  
  • Menerima transfusi darah dalam 3 hingga 9 bulan terakhir atau akan perlu menerima darah dalam 3 minggu setelah imunisasi cacar air diberikan.
  •  
  • Sedang mengkonsumsi jenis obat tertentu.
  •  
  • Dijadwalkan untuk menjalani tes TBC dalam 4 hingga 6 minggu setelah menerima vaksin cacar air.
  •  
  • Sedang hamil atau berencana untuk hamil.
  •  

 

Vaksin cacar air dinilai efektif dan aman, tapi semua jenis pengobatan memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping dari vaksin cacar air bisa terjadi dalam 5 hingga 26 hari setelah imunisasi diberikan dan berupa ruam seperti cacar air, biasanya muncul pada area suntikan, tapi jarang ditemukan pada bagian tubuh yang lain. Efek samping yang bersifat ringan bisa terjadi pada beberapa hari pertama setelah imunisasi yang berupa:

 

  • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area injeksi.
  •  
  • Meski jarang terjadi, injeksi dapat mengakibatkan bengkak yang belangsung selama berminggu-minggu.
  •  
  • Mengalami demam dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celsius.

 

Efek samping yang umum dari imuniasasi biasanya bersifat ringan dan sementara (terjadi pada beberapa hari setelah pemberian vaksin), efek samping bisa dikurangi dengan:

 

  • Mengkonsumsi banyak cairan dan tidak berpakaian terlalu tebal jika mengalami demam.
  •  
  • Meski penggunaan rutin paracetamol setelah imunisasi tidak dianjurkan, jika demam datang, paracetamol bisa diberikan. Periksa label kemasan untuk mengatahui dosis yang tepat atau tanyakan pada ahli farmasi terutama ketika Anda memberikannya pada si kecil.

 

Jika efek samping yang mengikuti imunisai bersifat tidak terduga dan berat, atau jika Anda merasa khawatir tentang kondisi Anda atau anak Anda setelah imunisasi, hubungi dokter atau perawat imunisasi sesegera mungkin atau langsung pergi ke rumah sakit. Anaphylaxis merupakan resiko yang sangat kecil berupa reaksi alergi terhadapa vaksin manapun. Hal ini menjadi alasan Anda perlu tetap berada di klinik tempat Anda menerima vaksin selama setidaknya 15 menit setelah imunisasi untuk berjaga-jaga jika pengobatan lebih lanjut dibutuhkan. Efek samping yang sangat jarang juga bisa berupa thrombocytopenia, yakni pendarahan yang disebabkan oleh jumlah trombosit darah yang tidak mencukupi.

 

Imunisasi yang Anda butuhkan kadang ditentukan oleh faktor kesehatan, usia, gaya hidup dan profesi (health, age, lifestyle, occupation/HALO). Bicarakan pada dokter jika Anda merasa sebagai salah satu orang atau ada anak dalam perawatan Anda termasuk dalam faktor HALO yang berarti membutuhkan imunisasi.

 

Ada beberapa hal yang perlu Anda ingat:

 

  • Cacar air adalah penyakit dengan tingkat penularan tinggi yang kadang menyebabkan komplikasi.
  •  
  • Vaksin cacar air memberi manfaat paling besar pada anak di atas usia 12 bulan dan orang yang tinggal bersama orang dengan tingkat sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  •  

 

Efek samping atau reaksi alergi yang bersifat serius dari vaksin jarang terjadi dan jika terjadi perlu segera diatasi oleh dokter atau di rumah sakit terdekat.

(Ismawati)