Kelahiran

Mencegah Pembengkakan Payudara Pasca Melahirkan

Terakhir diperbaharui

Mencegah Pembengkakan Payudara Pasca Melahirkan

Payudara yang melebar, panggul membesar, dan perut yang tak lagi rata adalah satu dari sekian banyak hal yang ditakutkan wanita pasca melahirkan. Terutama soal payudara, tak jarang wanita mengeluhkan betapa payudara mereka tak lagi kencang dan bentuknya indah setelah menyusui. Selain berubah bentuk, ada pula para Ibu yang mendapati payudara mereka bengkak sehingga mengganggu proses pemberian ASI. Hmm, sebenarnya apa dan mengapa sih payudara Bunda bisa bengkak? Read on!

Bagaimana cara mengetahui apakah payudara saya bengkak?

Di antara hari kedua dan kelima pasca melahirkan, sangatlah normal jika payudara Bunda terasa lebih lebar, berat, dan empuk karena tubuh sedang memproduksi susu dalam jumlah yang banyak. Payudara yang terasa penuh dan berat disebabkan oleh banyaknya darah dan cairan getah bening dalam jaringan payudara.

Rasa penuh tersebut biasanya akan menghilang setelah masuk minggu kedua atau ketiga setelah persalinan. Saat itu pula payudara Bunda akan terasa begitu lembut dikarenakan tercukupinya suplai air susu Ibu untuk si kecil.

Namun beda halnya jika payudara Bunda terasa keras, bengkak, tidak nyaman, menggumpal, dan berdenyut-denyut nyeri. Besar kemungkinan apa yang Anda alami itu adalah proses pembengkakan payudara. Biasanya bengkak akan menyebar hingga di daerah sekitar ketiak disertai demam ringan.

Membengkaknya payudara akan menyulitkan si kecil untuk menyusu secara efektif. Pasalnya, aerola yang mengeras akan membuat bayi kesusahan untuk menghisap puting, sehingga puting seringkali terasa nyeri dan cadangan ASI pun menipis.

Tak hanya itu, membengkaknya payudara juga dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan yang butuh penanganan medis. Apabila Bunda merasa tidak nyaman dengan payudara serta memiliki temperatur tubuh di atas 100,4 Fahrenheit, maka jangan ragu untuk menghubungi dokter.

Apa sih yang menyebabkan payudara Bunda bengkak?

Payudara bisa bengkak jika frekuensi Bunda menyusui sang buah hati terbilang jarang beberapa hari setelah anak lahir. Hal tersebut dapat menyebabkan cadangan ASI Anda tidak terpakai. Meski begitu, ada juga wanita yang payudaranya bengkak meskipun sudah sering menyusui anaknya. Untuk berjaga-jaga, cobalah untuk menyusui si kecil sesering mungkin pada saat awal-awal pasca persalinan. Lagipula toh tidak ada ruginya memberikan si kecil ASI yang kaya akan nutrisi itu.

Payudara juga dapat melebar jika terjadi penyumbatan pada kalenjar susu Bunda. Hal ini dapat terjadi apabila dulu Anda pernah melakukan operasi pembesaran payudara. Nah, implan yang dipasangkan pada payudara itu ternyata mengambil begitu banyak ruang sehingga tidak ada cukup ruang lagi untuk meningkatnya produksi susu, darah, dan kalenjar getah bening. Penyumbatan kalenjar susu juga dapat terjadi apabila selama ini Bunda terlalu sering menggunakan bra super ketat.

Bagaimana cara mencegah terjadinya pembengkakan payudara?

Tak semua wanita mengalami kejadian ini setelah melahirkan. Ada yang mendapati payudara mereka membulat sedikit dan ada juga yang kaget karena payudara mereka tiba-tiba membesar dan membengkak hingga mengeras. Kalau Bunda ingin mencegah terjadinya pembengkakan  payudara, ada baiknya membaca tips-tips dari Ibupedia berikut ini!

  • Langsung menyusui sang buah hati setidaknya 2 jam pasca persalinan. Mintalah bantuan perawat untuk memudahkan Anda memberikan ASI eksklusif bagi si kecil. Namun, apabila kondisi kesehatan Bunda maupun sang bayi kurang memungkinkan, maka tidak usah memaksakan diri untuk menyusui.

  • Perbanyak frekuensi menyusui setidaknya 8 sampai 12 kali dalam sehari setelah lewat satu hari pasca bersalin. Bunda dapat segera memberikan ASI di hair pertama bayi lahir, namun kemungkinan besar si kecil belum mampu menyusu hingga 8 kali sehari. Mulailah memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan bayi apabila ia lapar. Saling mendekatkan kulit satu sama lain juga akan membangkitkan semangat bayi untuk menyusu. Selain itu, jangan ragu untuk membangunkan anak apabila tiba waktunya memberikan ASI. Setidaknya, beri jeda 3 jam di antara sesi menyusui.

  • Biarkan bayi Bunda selesai menyusu pada salah satu payudara terlebih dahulu sebelum beralih ke payudara lainnya. Biasanya proses menyusu berlangsung antara 10 sampai 20 menit. Jika si kecil tidak mau minum ASI minimal selama 10 menit, maka segera konsultasikan pada dokter apakah sebaiknya Anda memompa payudara agar sang buah hati dapat menyusu lebih lama. Kalau si kecil menolak berganti payudara saat sedang menyusu, maka jangan memaksakan dia ya, Bun. Di sesi menyusu selanjutnya, mulailah dengan payudara yang sebelumnya ia tolak tersebut.

  • Hindari pemakaian botol atau dot pada bulan-bulan pertama sejak bayi lahir kecuali memang alasan medis untuk mendukung hal tersebut. Pasalnya, otot-otot yang digunakan untuk menghisap botol atau dot itu berbeda dengan otot yang digunakan saat sedang menghisap puting payudara. Terlebih, bayi biasanya akan susah disuruh menyusu apabila mereka sudah terlanjur belajar bagaimana cara menyedot susu dari botol.

  • Jika kerabat atau pengasuh si kecil menyarankan agar Anda menambah asupan susu melalui botol, maka sebisa mungkin jangan gunakan susu formula. Sebaiknya Bunda menyediakan susu yang dipompa. Kalau Bunda menggunakan susu formula,  maka pastikan botol minumannya terus menerus dipompa selama si kecil sedang menyusu. Apabila sang buah hati ternyata tidak mampu menyusu dengan baik, jangan ragu untuk menggunakan pompa payudara agar semakin banyak ASI yang keluar.

Bagaimana caranya mengobati payudara yang membengkak?

  • Sebelum tiba waktu menyusui, letakkan kompres hangat pada payudara Bunda selama beberapa menit agar air susu dapat mengalir. Atau, Bunda juga bisa mandi dengan air hangat sebelumnya. Namun hindari temperatur panas lebih dari 3 menit karena air yang terlalu hangat dapat meningkatkan pembengkakan dan membuat susu lebih susu untuk keluar. Apabila bengkak yang Bunda alami membuat ASI tidak keluar sama sekali, maka sebaiknya jangan gunakan kompres air hangat sama sekali.

  • Menyusu sesering mungkin dengan jeda waktu tidak lebih dari dua sampai 3 jam di antara sesinya.

  • Saat si kecil sedang menyusu, pijatlah dengan lembut payudara Anda. Hal ini akan mendorong susu untuk mengalir dan juga membantu melepaskan rasa terkekang serta tidak nyaman.

  • Untuk meringankan rasa sakit akibat bengkak, pakaikan beberapa koyo dingin di payudara sekitar 10 menit sebelum atau sesudah menyusui. Anda bisa menghancurkan es di dalam plastik atau membungkur jagung beku menggunakan kain tipis.

  • Kalau dibolehkan oleh dokter, Bunda boleh juga mengonsumsi ibuprofen atau acetaminophen untuk menghilangkan rasa sakit

  • Apabila Bunda mengalami demam tinggi sampai 101 derajat Fahrenheit, maka segeralah menghubungi dokter. Bisa jadi Anda mengalami infeksi payudara.

Berapa lama pembengkakan payudara akan berlangsung?

Untungnya, wanita yang mengalami pembengkakan payudara sembuh cukup cepat. Kalau Bunda rajin menyusu atau memompa payudara setidaknya tiap dua sampai tiga jam, maka pembengkakan dapat sembuh setelah 24 sampai 48 jam. Kalau tidak diobati, maka pembengkakan ini akan berlangsung setidaknya 10 hari. Setelah sembuh, Bunda akan merasakan payudara mulai terasa lembut.



(Yusrina)