Last update on .

Mengenal Non-Stress Test (NST) untuk Ibu Hamil

Non-Stress Test (tes tanpa beban) merupakan jenis tes yang sederhana dan tidak bersifat invasif yang dilakukan selama kehamilan usia 28 minggu. Non-stress, yup, Bunda, tes ini disebut demikian karena prosedurnya tidak menimbulkan beban apapun baik pada janin maupun ibu.

Prosedur NST

Pelaksanaan NST dilakukan dengan memakaikan dua sabuk pada perut ibu yang terhubung dengan dua monitor. Anda bisa duduk di kursi atau berbaring pada meja periksa. Satu sabuk untuk mengukur detak jantung janin dan sabuk lainnya untuk mengukur kontraksi. Anda akan memegang alat yang mengeluarkan bunyi “klik” dan tiap kali Anda merasakan gerakan bayi, Anda mengkliknya.

Gerakan bayi dan detak jantungnya diukur selama 20 hingga 30 menit. Bayi yang banyak bergerak dan memiliki detak jantung normal dianggap reaktif. Bayi yang tidak melakukan gerakan apapun tidak berarti mengindikasikan adanya masalah tertentu, mungkin saja janin saat itu sedang tertidur. Namun, perawat bisa menggunakan sebuah alat untuk membangunkan bayi agar bisa menjalani tes ini. Bayi yang tidak reaktif memang tidak berarti berada dalam bahaya, tapi Bunda memerlukan tes lain untuk mendeteksi tekanan pada janin dan persalinan dini juga bisa menjadi pertimbangan Anda.

Non-Stress Test bisa dilakukan jika:

  • Anda sudah melewati hari perkiraan lahir.

  • Anda merasa bayi tidak bergerak sesering biasanya.

  • Ada kemungkinan plasenta tidak berfungsi dengan baik.

  • Anda memiliki riwayat keguguran.

  • Anda beresiko tinggi mengalami kondisi medis tertentu.

  • Ada indikasi masalah pertumbuhan pada janin.

  • Anda mengalami sensitisasi Rh, yakni kondisi serius yang bisa terjadi pada kehamilan kedua dan selanjutnya bila Rh darah Anda negatif dan Rh darah bayi Anda positif.

  • Jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.

  • Muncul hasil mengkhawatirkan dari tes pranatal lain.

Dokter bisa merekomendasikan NST sekali atau dua kali dalam satu minggu bergantung pada kondisi kesehatan bayi. Bahkan NST bisa dilakukan setiap hari bila dokter merasa bayi Anda beresiko tidak menerima oksigen yang cukup. Non-Stress Test bisa mengindikasikan apakah bayi menerima oksigen yang cukup atau tidak. Kurangnya oksigen yang diterima janin bisa jadi karena ada masalah pada plasenta atau tali pusar. Selain itu, tes ini juga bisa mengindikasikan jenis masalah yang dialami janin lainnya.

Efek samping NST

Non-Stress Test merupakan tes non-invasif yang tidak memiliki resiko atau efek samping pada ibu ataupun bayi.

Waktu pelaksanaan NST

Non-Stress Test biasanya dilakukan setelah usia kehamilan 28 minggu. Sebelum berumur 28 minggu, janin belum cukup berkembang untuk merespon protokol tes.

Tujuan NST

Tujuan utama Non-Stress Test adalah mengukur detak jantung janin serta respon gerakannya. Bayi yang sehat akan merespon dengan peningkatan detak jantung dan gerakan. Konsep dari Non-Stress Test adalah tersedianya cukup oksigen yang dibutuhkan janin untuk melakukan aktifitas dan kondisi detak jantung janin berada pada rentang yang normal. Apabila tingkat oksigen rendah, janin tidak akan bisa merespon dengan normal. Tingkat oksigen yang rendah sering kali disebabkan oleh masalah pada plasenta atau tali pusar.

Arti hasil NST

Hasil Non-Stress Test yang reaktif akan mengindikasikan aliran darah dan oksigen ke janin cukup memadai. Jika hasil tes menunjukkan non-reaktif, artinya Bunda membutuhkan tes tambahan untuk menentukan apakah ke-non-reaktifan tersebut benar-benar terjadi karena oksigenasi yang buruk, atau karena ada alasan lain yang menyebabkan janin non reaktif, seperti pola tidur atau penggunaan obat tertentu yang dikonsumsi Bunda.

Bunda, Non-Stress Test umumnya dilakukan ketika ada faktor tertentu yang Anda alami, seperti kehamilan kembar atau preeclampsia yang bisa menyebabkan kelahiran dini atau tekanan pada janin. Jika NST menunjukkan bayi berada dalam kondisi baik maka persalinan dengan induksi tidak diperlukan.



(Ismawati)