Kelahiran Dibaca 1,450 kali

Penggunaan Epidural pada Persalinan

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 10 Oktober, 2017 11:10

Penggunaan Epidural pada Persalinan
Epidural memberi efek menghilangkan rasa sakit pada bagian bawah tubuh di saat Anda melakukan persalinan. Epidural memang mengurangi rasa sakit, tapi tidak mengakibatkan kehilangan rasa sepenuhnya. Tindakan epidural dilakukan dengan menggunakan kateter, yaitu pipa yang berukuran sangat kecil dan fleksibel. Pipa ini dimasukkan ke area epidural yang ada tepat di luar membran yang mengelilingi tulang belakang Anda.
 
Untuk memasukkan kateter, Bunda akan diminta untuk berbaring miring ke salah satu sisi atau duduk di pinggir tempat tidur. Lalu dokter atau perawat akan membersihkan bagian punggung, menyuntikkan area tersebut dengan obat anestesi, dan memasukkan jarum ke bagian bawah punggung.
 
Sepertinya terdengar menyakitkan ya Bunda? Tapi bagi sebagian besar wanita mengaku kalau tidak semenyakitkan yang kita kira kok. Dokter atau perawat akan memasukkan kateter melalui jarum, menarik jarum, dan melekatkan kateter di tempatnya hingga pengobatan bisa dilakukan seperti yang dibutuhkan. Anda bisa kembali berbaring tanpa mengganggu posisi kateter.
 
Awalnya Bunda akan diberikan dosis percobaan untuk memastikan epidural ditempatkan sebagaimana mestinya, diikuti dengan dosisi penuh jika tidak ada masalah yang berarti. Detak jantung bayi Anda dimonitor terus-menerus, dan tekanan darah Anda diambil setiap sekitar 5 menit setelah epidural masuk untuk memastikan tidak ada efek negatif yang Anda alami.
 
Pengobatan melalui epidural biasanya gabungan antara obat bius lokal dan narkotik. Obat bius lokal menahan sensasi sakit, sentuhan, dan gerakan. Sedangkan narkotik melumpuhkan rasa sakit tanpa mempengaruhi kemampuan Anda untuk menggerakkan kedua kaki. Gabungan keduanya menjadi penghilang rasa sakit pada bagian kaki.
 
Anda akan mulai merasakan efek mati rasa sekitar 10 hingga 20 menit setelah dosis pertama dberikan pada pengobatan ini. Namun, saraf di bagian rahim akan mulai mengalami mati rasa beberapa menit lebih cepat dari bagian tubuh yang lain. Lalu, Bunda akan menerima dosis lanjutan melalui kateter untuk proses persalinan.
 
Anda bisa memilih epidural menggunakan patient-controlled analgesia, dimana pasien dapat mengontrol jumlah obat melalui pompa yang dihubungkan ke kateter. Ada batasan jumlah obat yang bisa Anda berikan pada diri sendiri, jadi akan hanya ada kemungkinan kecil untuk Anda mengalami over dosis.
 
Setelah bayi Anda lahir, kateter akan dilepaskan. Tapi jika Anda menjalani operasi sesar, kateter terkadang tidak dilepas untuk mengatur pengobatan rasa sakit setelah pembedahan. Tidak sama seperti pemasangannya, kateter tidak menimbulkan rasa sakit saat dilepaskan.
 
Sebagian besar dokter menginginkan Anda dalam persalinan aktif sebelum menerima penghilang sakit melalui epidural. Itu artinya, Bunda perlu menunggu hingga mengalami kontraksi reguler dan pembukaan hingga 4 atau 5 sebelum menerima epidural. Hal ini dikarenakan epidural bisa memperlambat kontraksi Anda.
 
Bila Anda tiba di rumah sakit sebelum mengalami persalinan aktif dan Anda sudah berencana untuk minta epidural, mintalah dokter menempatkan kateter setelah Anda berbaring di tempat tidur. Lalu Anda dapat menunggu pengobatan dimulai ketika Bunda sudah berada dalam tahap persalinan aktif.
 
Beberapa keuntungan menggunakan epidural pada persalinan antara lain:
 
  • Epidural bisa digunakan untuk pemberian anestesi jika Anda akan menjalani operasi sesar atau jika Anda menjalani tubektomi setelah melahirkan.

  • Epidural menjadi penghilang rasa sakit yang sangat efektif yang bisa digunakan sepanjang proses persalinan.

  • Tidak seperti narkotik sistemik, pada epidural, jumlah obat yang mempengaruhi janin hanya sedikit sekali

  • Dokter atau perawat akan selalu mengontrol efek obat dengan menyesuaikan jenis, jumlah, dan kekuatan obat. Ini penting dilakukan karena ketika persalinan Anda sedang berlangsung dan bayi bergerak ke bawah menuju jalan lahir, dosis yang Bunda dapatkan sebelumnya mungkin tidak lagi menghilangkan rasa sakit, atau bisa juga Bunda tiba-tiba mengalami sakit di area yang berbeda.

  • Karena efek dari obat ini bersifat lokal, Bunda akan tetap tersadar selama proses persalinan dan melahirkan. Karena bebas dari rasa sakit, Anda dapat beristirahat bahkan tidur di saat rahim mengalami pembukaan. Sebagai hasilnya, Anda memiliki lebih banyak energi saat tiba waktu untuk mendorong bayi keluar.

 

Sedangkan sisi tidak menyenangkan dari penggunaan epidural adalah:
 

  • Bergantung pada jenis dan jumlah obat yang diberikan. Anda bisa saja mati rasa pada bagian kaki dan tidak mampu berdiri sama sekali. Biasanya di awal persalinan, Bunda akan membutuhkan anestesi dalam jumlah sangat sedikit untuk membuat Anda masih bisa menggerakkan kaki. Meski begitu, banyak kebijakan dokter dan rumah sakit yang tidak memperbolehkan Anda turun dari tempat tidur saat epidural diberikan.

  • Anda akan sangat merasa tidak nyaman selama 10 hingga 15 menit saat epidural diberikan. Lalu Bunda juga harus menunggu sekitar 20 menit lagi sebelum obat bereaksi penuh.

  • Epidural meningkatkan resiko Bunda untuk mengalami demam selama persalinan. Tak ada penyebab pasti kenapa ini bisa terjadi. Tapi satu teori mengatakan bahwa Bunda akan kurang berkeringat karena tidak merasakan sakit.

  • Epidural menyebabkan tahap mendorong bayi keluar menjadi lebih lama. Mati rasa yang Bunda alami pada tubuh bagian bawah akan melemahkan refleks melahirkan, yang bisa mempersulit Anda untuk mendorong bayi keluar.

  • Anda mungkin menginginkan dosis epidural direndahkan saat harus mendorong bayi agar bisa secara aktif melakukan proses kelahiran. Tapi tetap saja dibutuhkan waktu untuk menghilangkan efek obat yang sebelumya hingga Anda tidak lagi mengalami mati rasa. Selain itu, tidak ada bukti juga jika Bunda mengurangi dosis epidural akan memperpendek proses persalinan.

  • Pada beberapa kasus, epidural tidak stabil menghilangkan rasa sakit. Jadi kadang Bunda merasa tidak sakit sama sekali, tapi di lain waktu rasa sakit bisa kembali terasa. Ini bisa terjadi karena variasi di anatomi dari satu wanita dengan yang lain atau pengobatan tidak menyebar ke seluruh tulang belakang saat disalurkan melalui epidural.

  • Kateter juga bisa bergeser. Ini akan mengakibatkan rasa sakit di area yang tadinya kebal. Jika Anda mulai merasakan sakti di area tertentu, minta dokter untuk menyesuaikan dosis atau memasukkan ulang kateter.

  • Obat yang digunakan pada epidural bisa membuat tekanan darah Anda menjadi rendah, mengurangi darah mengalir ke tubuh, yang akhirnya akan dapat memperlambat detak jantung.

  • Narkotik yang masuk melalui epidural bisa menyebabkan rasa gatal, terutama di wajah dan juga bisa meyebabkan mual. Tapi ada beberapa wanita yang mual dan muntah selama persalinan walaupun tidak mendapatkan obat penghilang rasa sakit sama sekali.
  • Anestesi yang dimasukkan melalui epidural membuat Anda sulit mengetahui kapan Anda akan buang air kecil. Jadi, Bunda mungkin akan menggunakan kateter yang dimasukkan ke saluran kencing.

  • Di kasus yang jarang terjadi, epidural akan mempengaruhi pernafasan Anda. Selain itu, epidural juga dapat menyebabkan cedera saraf atau infeksi.

  • Epidural diidentikkan dengan kelahiran bayi dengan posisi wajah menghadap ke atas. Wanita yang melahirkan bayi dengan wajah menghadap ke atas cenderung menjalani persalinan lebih lama dan membutuhkan Pitocin lebih sering. Selain itu, ada juga kemungkinan besar harus menjalani operasi sesar.

  • Sekitar 1 dari 100 wanita mengalami sakit kepala berat selama beberapa hari karena epidural. Ini disebabkan oleh kurangnya cairan pada bagian tulang belakang. Anda bisa mengurangi resiko sakit kepala dengan berbaring setenang mungkin saat jarum dimasukkan.
 
Tidak semua wanita bisa mendapatkan epidural. Anda tidak bisa memperolehnya bila memiliki tekanan darah yang sangat rendah, pendarahan, infeksi darah, infeksi kulit di bagian punggung bawah dimana jarum akan dimasukkan, atau Anda sebelumnya memiliki reaksi alergi pada jenis obat anestesi lokal.

(Isma)