Balita Dibaca 178 kali

Pentingnya Menjalin Kedekatan Erat dengan Si Kecil

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 12 Januari, 2019 06:01

Pentingnya Menjalin Kedekatan Erat dengan Si Kecil
Dari semenjak buah hati Anda lahir ke dunia ini, Anda dan dia sudah memiliki kedekatan tersendiri. Hal tersebut terbangun secara alami dengan sendirinya. Rasa kedekatan yang Anda dan buah hati miliki membuat Anda menjadi sangat mengerti apa yang si kecil inginkan, dan apa yang sangat ia butuhkan untuk menunjang perkembangannya.

Menurut buku “a growing body of scientific evidence”, kedekatan yang terjalin dengan baik dan berkualitas antara Bunda dan si kecil di tahun pertamanya dapat membantu ia mengembangkan kompetensi-kompetensi hidup seperti bagaimana cara mengendalikan diri dan berdamai dengan perasaan tertekan, mampu bersosialisasi dengan baik dilingkungannya, mampu mengikuti pelajaran sekolah dengan baik, dan lebih mandiri.

Mengapa pada tahun pertama begitu penting bagi Anda untuk menjalin kedekatan erat dengan si kecil? Karena menurut para ahli, mereka mengatakan bahwa pada usia 0-1 tahun pertumbuhan otak buah hati Anda sedang berada pada puncak perkembangannya, terutama otak kanan dimana otak bagian tersebut merupakan sumber-sumber dimana emosi dan cara bersikap seseorang ditentukan.

Maka akan sangat baik jika Anda memberikan ingatan dan gambaran tingkah laku yang positif  bagi si kecil. Sehingga hal tersebut akan tertanam, disimpan dan diambil sebagai pegangan bagaimana si kecil bertingkah laku di masa depan. Jadi memiliki kedekatan erat yang terjalin antara Bunda dan buah hati Anda membantu si kecil bertumbuh menjadi pribadi yang baik.

Memiliki kedekatan yang erat dengan si kecil tidak berarti Bunda harus selalu memanjakan si kecil terus-menerus, seperti memberikan apa saja yang dia mau tanpa memikirkan terlebih dahulu dampak positf dan negatifnya. Hal tersebut tentu tidak baik untuk perkembangan buah hati Anda dan hanya akan membuat si kecil memiliki sikap negatif di kemudian hari.

Maka dari itu, Bunda sebagai orangtua haruslah bersikap bijak dalam menentukan suatu sikap pada buah hati Anda. Usahakan selalu peduli pada apa saja yang kegiatan yang lakukan dan hal yang ditanyakan si kecil, tapi tetaplah bijak dalam bersikap sehingga si kecil dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan bertumbuh dengan penuh percaya diri, cakap, mandiri serta peduli sesama.

Di dunia ini, tidak semua bayi dan orangtua memiliki kedekatan yang erat, masih banyak pula orangtua yang tidak peduli dan acuh pada buah hati mereka. Padahal hal tersebut sangat disayangkan karena akan menanamkan hal yang buruk bagi si kecil.

Para ahli mengatakan ada sekitar 35 persen bayi di dunia ini yang tidak memiliki kedekatan erat dengan orangtuanya. Lalu masalah akan muncul ketika buah hati mereka beranjak dewasa dan mulai menghadapi banyak kesulitan-kesulitan hidup. Mereka yang memiliki hubungan yang kaku dengan orangtuanya akan merasa sendiri dan merasa tak mempunyai tempat aman untuk berlindung. Mereka tidak yakin kemana harus bercerita, apakah harus menceritakan semua masalah itu pada orangtuanya atau lebih baik menyimpannya sendiri? Mereka merasa tak ada dukungan dari orang tua dan lebih memilih tertutup serta menyimpan rapat-rapat perasaannya. Alhasil banyak dari mereka malah menjadi pribadi yang penakut, pemarah dan depresi.

Maka dari itu, menjalin kedekatan yang erat dengan buah hati Bunda merupakan satu  hal yang sangat penting. Hal ini sangat membantu si kecil agar dapat bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh dan penuh percaya diri.

Para ahli meyakini bahwa orangtua harus lebih memperhatikan setiap gerak-gerik buah hatinya, dan peduli pada apa yang si kecil rasakan. Bila orangtua mampu bersikap seperti itu, maka dengan sendirinya kedekatan erat pun akan terjalin. Jangan bersikap acuh dengan si kecil atau bersikap pemarah bila si kecil membutuhkan bantuan Anda.

Bersikaplah bijak dan Ingat bahwa sikap apa pun yang Anda tunjukan akan ditiru langsung oleh si kecil. Jadi lebih baik mengajarkan si kecil semua perilaku baik bukan? Dari pada mengajarkan perilaku-perilaku negatif pada si kecil.

(Wati)