Kehamilan Dibaca 139,684 kali

11 Fakta Menakjubkan Tentang Gerakan Bayi di Rahim

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 29 September, 2017 14:09

11 Fakta Menakjubkan Tentang Gerakan Bayi di Rahim
Baik pada kehamilan pertama atau keempat, setiap ibu hamil pasti tetap menanti gerakan si janin. Tendangan bayi menjadi tanda kalau ia tumbuh dan berkembang. Kehamilan memang penuh dengan keajaiban. Bayi menghabiskan waktunya menggerakkan tangan dan mengeksplorasi rahim, mengalami cegukan, berganti sisi, bahkan jungkir-balik. Bila Anda ingin tahu ada apa di balik gerakan bayi ini, berikut fakta tentang gerakan bayi yang perlu Anda tahu:

1. Gerakan Bayi Mengindikasikan Perkembangan dan Kesehatan Yang Baik

Tendangan menjadi tanda perkembangan dan kesehatan yang baik dari janin. Tendangan mengindikasikan kalau bayi aktif. Anda merasakan gerakannya ketika ia melakukan berbagai hal di rahim, saat cegukan, berputar, dan sebagainya. Ketika bayi merenggangkan tungkainya pada minggu-minggu awal kehamilan, Anda merasakan gerakan mendesir di perut.

2. Bayi Merespon Perubahan Pada Lingkungan

Bayi sering kali bergerak sebagai respon pada apa yang terjadi di lingkungannya. Suara yang terlalu bising, cahaya, atau bahkan makanan tertentu bisa menstimulasi bayi menendang dan bergerak. Bayi juga perlu bergerak untuk relaksasi. Ibu yang banyak bergerak membuat bayi tenang, rileks, dan bahkan tertidur.
Calon ibu yang mengikuti latihan relaksasi, seperti meditasi atau yoga, merasakan bayi jadi lebih tenang. Penelitian menemukan kalau ibu hamil yang menjalani latihan relaksasi mengalami penurunan pada gerakan janin. Detak jantung bayi menurun, begitu pula dengan tendangannya.

3. Jumlah Gerakan Bayi Yang Normal

Rata-rata jumlah tendangan bayi antara 15 hingga 20 per hari. Ini termasuk semua gerakan ya Bun, tidak hanya menendang kandung kemih Anda. Tiap bayi berbeda, dan berbeda-beda pula gerakan mereka. Beberapa bayi tidur sepanjang hari dan bergerak di malam hari ketika Anda tidur, sedang bayi lain sepertinya selalu bergerak sepanjang hari.
Bayi tidur dan istirahat di rahim selama 17 jam per hari, biasanya untuk periode sekitar 40 sampai 50 menit sekali waktu. Bila Bunda sedang sibuk dan banyak bergerak, Anda mungkin tidak menyadari gerakannya. Kebanyakan ibu hamil merasakan puncak aktivitas bayi setelah makan, setelah melakukan kegiatan aktif, dan selama malam hari.

4. Bayi Mulai Menendang Setelah Kehamilan 9 Minggu

Kapan bayi mulai menendang? Sebenarnya bayi mulai menendang setelah usia 9 minggu di rahim. Tapi tendangan awal hanya terdeteksi selama USG, dan terlalu dini bagi ibu hamil untuk menyadari dan mengidentifikasinya. Kebanyakan ibu merasakan desiran di perut selama tahap awal kehamilan. Setelah kehamilan 24 minggu, ibu hamil cukup sering merasakan tendangan bayi. Ibu yang hamil anak kedua bisa merasakan tendangan bayi segera setelah kehamilan 13 minggu.

5. Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Mulai Menghitung Gerakan Bayi?

Tidak ada pola normal untuk gerakan bayi. Seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim, pola gerakannya juga berubah. Wajar bila Anda merasa cemas bila mengira Anda belum merasakan gerakannya. Berikut kondisi yang mengharuskan Anda memonitor gerakannya:
  • Mengalami kurang dari 10 gerakan dalam periode 2 jam
  • Penurunan atau tidak ada gerakan sebagai respon untuk stimulasi eksternal seperti suara bising, tepukan pada perut, atau suara Anda atau pasangan
  • Penurunan gerakan bayi berangsur-angsur lebih dari dua hari berturut-turut.

6. Cara Menghitung Gerakan Bayi

Bila Anda mengira gerakan bayi menurun, buat catatan untuk gerakan apapun pada jam berikutnya. Duduklah, ambil cemilan atau minuman dingin, dan angkat kaki Anda. Gula pada makanan atau dinginnya minuman biasanya akan membangunkan bayi dan Anda akan merasakan setidaknya 10 gerakan di dua jam berikutnya. Gerakan ini termasuk berguling, cegukan, tendangan, dan tepukan. Segera hubungi dokter bila Anda merasakan penurunan gerakan selama dua jam.

7. Penurunan Gerakan Menandakan Janin Stres

Meski tidak selalu berarti ada masalah, penurunan gerakan bisa mengindikasikan janin stres karena kurang nutrisi atau oksigen. Pemeriksaan maternal dan janin akan dilakukan untuk mencari penyebab penurunan gerakan. Pemeriksaan meliputi USG untuk memeriksa aliran darah plasenta dan kondisi bayi, juga bagaimana responnya pada stimuli. Kadang masalah terdeteksi dan dokter akan membahas bersama Anda bagaimana langkah selanjutnya bila bayi perlu dilahirkan dini, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

8. Menghitung Gerakan Bayi Setiap Hari

Mengetahui gerakan bayi tentu penting bagi ibu, tapi kecuali Anda mengalami kehamilan beresiko tinggi, tak perlu terlalu khawatir tentang gerakan bayi. Kebanyakan ibu akan menyadari mereka sangat sibuk dan tidak memperhatikan gerakan bayi. Ini biasanya mendorong ibu untuk fokus pada bayi yang segera mulai menendang kembali. Bila dokter menyarankan untuk memonitor gerakan bayi, akan bermanfaat jika Bunda melakukan ini di waktu yang sama setiap hari, setelah makan atau ketika biasanya bayi sangat aktif.

9. Berbaring Miring Ke Kiri Meningkatkan Frekuensi Gerakan Bayi

Ketika ibu hamil berbaring miring ke kiri, ia akan merasakan sejumlah gerakan bayi. Berbaring ke kiri selama hamil meningkatkan aliran darah ke janin. Sebagai akibatnya, terjadi peningkatan gerakan bayi, dan Anda merasakan peningkatan tendangannya.

10. Gerakan Bayi Menurun Setelah Kehamilan 36 Minggu

Bayi seharusnya selalu bergerak sepanjang hari. Setelah kehamilan 36 minggu, ruang gerak bayi lebih sedikit untuk menendang atau berguling. Ini tidak berarti Anda akan merasakan penurunan gerakan, bayi tetap menggunakan tangannya untuk mengeksplorasi wajah dan tubuhnya, atau bermain dengan tali pusar. Gerakan teratur dan ritmis mengindikasikan bayi mengalami cegukan. Beberapa bayi mengalami cegukan di waktu yang sama setiap hari.
Asupan alkohol atau obat penenang juga bisa menurunkan persepsi gerakan bayi. Ada beberapa bukti menyatakan kalau gerakan bayi menurun untuk sementara waktu selama satu atau dua hari setelah Anda menerima steroid antenatal untuk mematangkan paru-paru bayi.

11. Gerakan Janin dan Perilaku Setelah Lahir

Pola gerakan bayi di rahim sering menyebabkan spekulasi untuk perilaku mereka setelah lahir. Banyak orang akan memberitahu Anda kalau bayi yang aktif saat di kandungan akan membuat Anda kelelahan ketika ia masuk usia batita. Janin yang tidur sepanjang siang dan aktif di malam hari akan mengalami kebalikannya setelah lahir, berdasarkan kepercayaan banyak orang. Tapi apakah ini benar?
Seorang dokter dari John Hopkins University telah mempelajari hubungan antara aktivitas janin dan perilaku di masa mendatang. Pada sebuah penelitian, peneliti mengamati gerakan janin pada 50 bayi, lalu menindaklanjuti dengan penilaian perilaku pada usia satu atau dua tahun. Hasilnya menunjukkan hubungan antara gerakan pada rahim dan perilaku teratur pada awal masa kanak-kanak. Perilaku ini melibatkan kontrol impuls dan regulasi diri.
Merasakan gerakan dan tendangan bayi adalah sesuatu yang istimewa, yang kebanyakan calon ibu cari dan bahkan rindukan setelah bayi lahir. Tumbuh kembang yang baru akan dicapai ketika otak bayi belajar tentang dunia di luar rahim.
Gerakan menjadi komunikasi pertama bayi dengan Anda. Penurunan pada gerakan apapun harus diwaspadai dan segera diperiksa oleh dokter untuk membantu Anda menjalani kehamilan yang bebas cemas dan stres.
(Ismawati)